Hi readers ketemu lagi dengan aku dicerita kedua aku. Semoga kalian tidak ada kata bosan ya dan tetap setia....
Menceritakan tentang seorang Putri Tunggal seorang Mafia yg berkuasa. Di usianya yg dini ia sudah bertunangan dan akan menikah pada saat sekolahnya selesai demi mengembangkan sayap kekuasaan.
Banyaknya beban dan rintangan yg ia hadapi, menjadikan dia sosok yg dingin serta kuat. Sifatnya yg susah ditebak pun menjadikan dia tak memiliki seseorang yg dekat kecuali tunangannya yg selalu ada untuk dirinya.
Bisakah ia menyelesaikan setiap masalah kehidupan silih berganti yg menghampirinya? Mampukah ia menyelesaikan permusuhan yg Ayahnya lakukan terlebih terkait dengan masa lalu keluarganya yg juga datang untuk membalaskan dendam mereka terhadap Ayahnya.
Pilihan yg sulit untuk bertahan atau melepaskan yg bukan menjadi keinginan hati.
Kepo-in terus yuk, terlebih pada saat umur mereka 17 Tahun, dimana kekuasaan akan dialihkan kepada generasi berikutnya.
Salam Hangat Author... 🙏😇
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marya Juliani Jawak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Bukan Ibuku
Perayaan Natal pun tiba, tempat yg luas di hotel berbintang lima sudah di dekorasi dengan megah yg di perpaduan warna merah dan hijau yg melambangkan tema Natal. Di samping ruangan tersebut juga sudah di sulap menjadi ruang keluarga bagi yg tidak merayakannya (Muslim).
Banyak tamu undangan yg telah tiba dan mereka saling berbincang - bincang. Ada sekedar berkenalan atau bahkan ada sudah saling mengenal dan mereka pun membicarakan bisnis.
Para siswa pun terlihat lebih dewasa dengan pakaian yg mereka kenakan. Kemeja dengan jas bagi kaum Adam dan dress serta gaun bagi kaum hawa. Mereka terlihat cantik dibandingkan dengan pakaian sekolah yg biasa mereka kenakan.
Acara Natal pun berlangsung dengan penuh sukacita. Banyaknya Acara yg disusun ternyata dapat terelasasikan sesuai jadwal yg disusun. Pembacaan sang juara - juara dan pemberian hadiah serta penghargaan juga sudah dilakukan. Kini tiba lah acara terakhir yaitu pemberian Mahkota kepada sang juara 1 umum selama ia bersekolah di situ dan selalu mendapatkan nilai yg tertinggi.
"Baiklah para hadirin bapak serta ibu sekalian. Kini tibalah kita di peujung acara yg di tunggu - tunggu, yaitu pemakaian mahkota kepada juara 1 umum kita." Ucap MC dan diikuti para hadirin dengan tepuk tangan.
Calista yg sudah menebak jika itu adalah dirinya merasa sesak di hatinya. Ada sorot kerinduan yg terpancar dari matanya. Ia ingat jika selama dua tahun ini yg menjadi walinya adalah bibi Sintia. Ia begitu terpukul mengingat tahun ini harus dirinya sendiri, karena sang papa tidak bisa datang ke acara ini.
"Siapa kah dia?" Tanya MC kembali dengan mengarahkan mic ke arah hadirin. Para siswa pun berteriak memanggil nama 'Calista.... Calista....'
"Siapa?"
"Calista........."
"Ya benar sekali, kepada siswa teladan kita yaitu Calista dipersilahkan menuju panggung dengan di dampingi orang tua maupun walinya. Beri A Plus untuk Calista......" Semua pun bersorak dan para orang tua penasaran untuk melihat seperti apa sosok Calista.
Calista yg termenung pun tersadar ketika tangannya di genggam oleh Angga. Dilihatnya Angga dan Angga pun menganggukkan kepalanya.
Ditariknya nafasnya dan ia pun berdiri dan berjalan di atas panggung. Tanpa ia duga ternyata Ayahnya dan Wanita Ayahnya datang dan saat ini ikut naik ke atas panggung menyusul dirinya.
"Wau... wau... ternyata tahun ini akan menjadi tahun yg spesial karena Calista akan di dampingi oleh kedua orang tuanya. Untuk Bapak dan Ibu mari lebih dekat ke anak kita Calista." Ucap MC mengisyaratkan tangannya kepada Lucas untuk segera mendekat ke arah Calista.
Calista yg kaget pun melihat ke samping dan benar saja sudah ada Ayah dan Simpanannya tersenyum manis kepada dirinya. Calista pun mengepalkan kedua tangannya dan raut wajah nya sudah berubah menjadi murung.
Tanpa mereka sadari ternyata di pojok ruangan sudah ada seseorang yg tersenyum melihat keluarga inti Calista. "Ternyata itu wanita dan anak dari simpanan mu" Lirih Alexander yg bisa di dengar oleh Sebastian dan King.
"Baiklah sebelum pemasangan mahkota, kita akan menanyakan dulu kepada anak kita Calista apa selama ini motivasinya belajar sehingga dapat menjadi teladan bagi kita semua. Bukankah begitu bapak dan ibu agar kita dapat memotivasi anak kita agar semakin giat belajar." Tanya MC dan orang tua pun mengangguk kan kepalanya tanda setuju dengan ide MC.
"Silahkan Calista."
Hening sejenak
Calista yg meraih mic pun mulai mengetuk mic untuk menilai apakah mic tersebut berfungsi dengan baik atau tidak.
Ehem.... dehemnya untuk menetralkan suaranya.
"Adapun motivasi saya dalam belajar selama ini adalah karena saya ingin meraih cita - cita mulia ibu saya. Ibu saya pernah mengatakan jadilah sukses, sehingga kamu bisa membuat kekayaanmu sendiri dengan hasil jerih payah mu sendiri. Kelak buatlah kekayaanmu tersebut berguna bagi orang - orang lain yg membutuhkan pekerjaan. Jadilah tempat dimana dirimu dibutuhkan untuk memperkerjakan orang lain, bukan menjadi pekerja untuk memperkaya orang lain." Ucapnya lantang dan penuh penegasan.
Semua orang pun bertepuk tangan dengan apa yg di ucapkan Calista barusan. Mereka beranggapan jika pemikiran anak - anak pada umumnya adalah bermain - main sambil mencari jati diri. Tapi beda dengan Calista yg sudah memikirkan semuanya.
Bagai Dejavu ke masa lalu, Alexander dan Lucas membeku di tempat mereka. Mereka tau betul kata - kata yg barusan diucapkan Calista adalah kata - kata yg selalu menjadi motivasi Laras semasa hidupnya kemarin.
'Tidak, tidak mungkin. Tidak mungkin Calista ingat masa lalu. Ini, ini... pasti murni dari hatinya.' Batin Lucas memucat
'Kata - kata ini, mengapa ia tau kata - kata ini. Tidak mungkin, tidak mungkin dia anaknya Laras. Anak Laras sudah tiada. Ini pasti akal - akalan Lucas. Bedebah kamu Lucas.' Batin Alexander dan ia segera terduduk lemas di kursi tamu.
King dan Sebastian yg melihat perubahan Alexander pun hanya bisa mengangkat bahu petanda mereka tidak tau apa yg terjadi pada Alexander.
"Tidak bisa di pungkiri, ternyata kamu mempunyai motivasi yg begitu hebat Calista. Bapak bangga pada kamu. Pasti kedua orangtua kamu juga bangga mempunyai anak seperti kamu." Ucap MC dengan tersenyum tulus melihat Calista dan kedua orangtua Calista.
"Baiklah kita akan memasangkan Mahkota di kepala kamu, untuk Calista bisa maju selangkah nak." Titah MC dan Calista pun menurut mengikuti instruksi dari bapak tersebut.
Pemasangan Mahkota pun dilakukan oleh Kepala Sekolah langsung dan semua bertepuk tangan. Acara foto pun berlangsung antara Calista sendiri, Calista dengan Kepala Sekolah, Calista dengan semua guru.
Dan terakhir Calista foto dengan kedua orangtuanya.
Lucas di sisi kanan Calista dan Rosa di samping kiri Calista. Tangan kiri Lucas berada di bahu kiri Rosa dan Tangan Kanan Rosa berada di bahu kanan Calista. Sungguh pemandangan keluarga yg indah.
Baiklah, berikan senyuman yg terindah...
1.... instruksi fotografer
Ucapan Fotografer pun terhenti disaat Calista menepiskan tangan yg ada di punggung kanannya. Ia melihat ke sisi kirinya dengan sorot mata tajam yg siap membunuh lawannya kapan saja.
Tanpa satu kata yg terucap dari mulutnya, ia segera melangkah meninggalkan panggung. Tapi langkahnya terhenti disaat Lucas mencegat tangan kanan Calista. "Kembali, jangan bikin malu keluarga" Bentak Lucas dengan suara sekecil mungkin.
"Lepas, dia bukan ibuku!" Ucap Calista menepiskan tangan Ayahnya dan segera pergi. Lucas pun hendak mengejar tapi Rosa sudah menahan Lucas untuk membiarkan Calista sendiri.
Semua orang terkejut melihat tingkah Calista. Mereka bisa menebak jika hubungan Calista dengan keluarganya tidak lah rukun. Terlebih sikapnya terhadap wanita yg disamping Ayahnya. Mereka pun berasumsi jika itu bukanlah Ibu Calista mengingat bagaimana Calista dengan bangganya tadi menceritakan cita - cita Ibunya yg mulia tadi.
Happy Reading Guys.
Jangan Lupa Rate (⭐), Favorite (❤️), Like (👍), Komentar (💬) serta Votenya ya reader....
Salam hangat dari Author. Semoga kalian suka.... Terimakasih
mampir juga tempat ane../Coffee//Coffee//Coffee/
dapat salam dari arlen dan alexa, dlm ceritaku yg berjudul queen n king ceo 😁🥰🥰🥰🙏🙏🙏🙏
Ditunggu novel terbarunya y thor