Biar asyik jangan lupa Follow akun aku ya !!
Yang sudah saya ucapkan terima kasih dan selamat membaca !!
Arzachio Mexram Morales adalah seorang pria yang berkedudukan sebagai pemimpin klan Mafia yang berada di, Meksiko. Bukan hanya Meksiko saja yang dapat dirinya kuasai. Hampir seluruh klan mafia yang ada di seluruh dunia berada di bawah kekuasaannya. Dirinya memiliki warna mata yang sangat indah sekaligus langka. Kenapa begitu ? karena dirinya memiliki 2 bola mata yang berbeda jenis, yang sebelah kiri berwarna biru dan yang sebelah kanan berwarna hijau zamrud. Semua wanita yang menatap matanya akan terpukau dan langsung jatuh cinta.
Tapi bagaimana jadinya jika seorang pemimpin mafia menjadi seorang ayah ? itulah yang dihadapi oleh Arzachio Mexram Morales yang tak sengaja bertemu seorang bayi laki-laki di markas besarnya. Entah bagaimana bocah laki-laki tersebut bisa sampai ke sana, yang jelas akibat kejadian tersebut dirinya memiliki status baru yaitu menjadi seorang Ayah yang terpaksa merawat seorang anak tanpa adanya dampingan seorang wanita disisinya. Hingga tanpa sengaja anak yang dirinya rawat memanggil seorang wanita dengan sebutan mama.
Lantas bagaimana kelanjutan kosah mereka ??
yang penasaran silahkan mampir dan tinggalkan jejak ya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon penulis puisi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 27
Jangan lupa follow akun aku ya !!
" Apa kau baik-baik saja, Sinta ?!." tanya Arzachio menatap wanita yang tengah duduk dihadapannya dengan pandangan cemas.
Sedangkan yang ditanya malah diam dan berusaha menstabilkan kondisi jantung dan pemikirannya yang tidak sinkron.
" Apa yang terjadi pada diriku, kenapa jantungku berdetak sangat kencang ?." seru batin Vanessa bertanya-tanya tanpa menghiraukan tatapan bingung yang Arzachio layangkan padanya.
" Huft, apa kau tidak bisa berdiri ?." tanya Arzachio yang berjongkok melepaskan ikatan yang terdapat pada tangan dan kaki Vanessa tanpa tahu bahwa sikap yang dirinya tunjukkan semakin membuat Vanessa terpesona.
" Kenapa dia sangat tampan !! Apa aku harus pindah haluan." batin Vanessa menjerit senang melihat ketampanan Arzachio dari dekat.
" Kenapa harus seperti ini, kenapa pria ini baik sekali. Aku jadi tidak sanggup untuk menyakiti dirinya. Aku benar-benar tidak bisa."
" Apa pendengaranmu bermasalah sehingga kau tidak menjawab apa yang aku katakan padamu." seru Arzachio mulai kesal dan berdiri menatap Vanessa acuh.
" Ehh, ma---maaf tu---tuan. Bukan maksud saya begitu." jawab Vanessa yang mulai berdiri menghadap Arzachio. Dan menatap pria ini dengan kagum.
" Kalau begitu cepatlah berdiri, dan kita harus segera meninggalkan tempat ini." ucap Arzachio penuh penekanan dan kembali memasang kaca mata hitamnya dengan penuh gaya dan juga sangat berkharisma membuat Vanessa semakin terpesona.
" Kenapa diriku dulu malah menyukia pria bodoh itu, sehingga aku sampai lupa bahwa di dunia ini banyak pria tampan seperti dirinya." sahut batin Vanessa penuh kagum menatap Arzachio terpesona.
" Hentikan tatapanmu itu dan segera ikuti aku !!." seru Arzachio risih melihat tatapan penuh binar dari wanita itu untuk dirinya.
Dan dengan langkah tegas dirinya berjalan ke arah mobil mewah yang terparkir tak jauh dari tempat penembakan terjadi. Dan mulai oergi meninggalkan tempat tersebut dengan Sinta yang telah duduk disebalahnya.
" Ledakkan tempat itu dan bereskan mereka semua. Jangan sampai ada satupun jejak kita yang tertinggal disana." perintah Arzachio menatap Farhan yang mengganggukkan kepalanya dan undur diri meninggalkan Arzachio yang menyetir mobil dengan Sinta yang duduk disebelahnya.
" Terima kasih tuan, karena anda telah menyelamatkan saya dari sana !!." ucap Vanessa dengan malu menatap Arzachio curi-curi pandang.
" Sebaiknya kau diam dan kondisikan dirimu jangan sampai aku juga ikut membunuhmu." peringat Arzachio menatap Vanessa tajam dan kembali fokus ke jalan.
Setelah mengatakan itu tidak ada lagi pembicaraan yang terjadi. Semua larut dalam pemikiran masing-masing. Arzachio yang fokus menyetir ke arah jalan dan Vanessa yang larut memikirkan rencana selanjutnya. Antara terus menjalankan sampai tuntas atau berhenti di tengah jalan.
Xena pov
" Bagaimana ini, apakah mereka semua baik-baik saja !! Aku sungguh sangat khawatir." ucap Xena tidak tenang.
" Amaaaaa !!." panggil seorang bocah laki-laki menatap Xena kesal.
" Iya Al, ada apa ?."
" Ama, tenapa tadi malam tita ndak jadi kabul ? padahal Al udah ciap kabul." serunya merajuk menatap Xena kesal.
Melihat tingkah putranya yang merajuk kepadanya membuat ia menghela nafas. Dirinya sangat pusing saat ini, memikirkan bagaimana kondisi sang sahabat. Dan sekarang bertambah lagi satu orang yang menjadi beban pikirannya, yaitu anaknya sendiri Al.
" Huft, aku lelah sekarang. Bagaimana bisa aku terjebak di dalam kehidupan mereka semua." seru Xena kesal sambil menghela nafas gusar dan memijik keningnya yang terasa pusing memikirkan ini semua.
Al yang melihat Xena tidak mau membujuknya membuat tingkat kekesalannya semakin bertambah. Dirinya ingin dibujuk dan dimanja oleh sang ama seperti yang pernah Xena lakukan dulu padanya. Namun, karena Xena yang sedang banyak pikiran tidak bisa melakukan itu sehingga Al semakin merajuk kepadanya.
" Al pelgi aja, Ama dah ndak cayang Al agi !!." sahut Al menghentak-hentakkan kakinya.
Dan setelah mengatakan itu Al pergi meninggalkan Xena sendiri. Tanpa mau melihat kondisi Amanya yang kini tengah tidak sehat dan terlihat sangat pucat.
Disaat Xena ingin mengejar kepergian Al, kepalanya mendadak terasa pening dan kakinya sangat lemas untuk berjalan. Hingga tanpa disadari, kesadaran milik Xena mendadak hilang secara perlahan dan keseimbangan tubuhnya mulai goyah hingga Xena berakhir jatuh ke lantai tanpa ada yang menahan bobot tubuhnya. Dan dengan mulus, tubuhnya yang langsing langsung mencium lantai tanpa ada yang berniat menolong dirinya.
Arzachio pov
" Ck, kenapa aku harus menyelamatkan wanita seperti ini. Aku menyesal sekarang !!." sahut batin Arzachio kesal karena menyadari Sinta yang menatap curi-curi pandang ke arahnya.
Ingin sekali diriku mencekik wanita ini namun teringat dengan tangisan dan raut wajah kekehawatiran Xena padanya membuat aku mengurungkan kembali niatku. Dan aku hanya bisa menahan diri untuk tidak melenyapkannya dari muka bumi ini dan itu semua karena satu orang yaitu Xena. Hanya karena Xena aku mau menyelamatkannya dan hanya kerena Xena juga aku menahan diriku untuk tidak membunuhnya.
Xena, Xena, Xena. Ada apa dengan diriku sebenarnya !!. Kenapa aku begitu peduli padanya, kenapa !?. Ingin sekali aku menolakknya waktu itu. Namun, melihat raut wajah cemasnya saat itu, membuatku tidak kuat untuk menolaknya sehingga aku terpaksa melakukan ini semua. Dan wanita yang ku tolong saat ini sama sekali wanita yang tidak tahu terima kasih. Ck, jijik sekali aku menatap wajah jeleknya yang sama sekali tidak punya urat malu memandang seorang pria dengan tatapan hinanya itu.
" Sebaiknya kau diam dan kondisikan dirimu jangan sampai aku juga ikut membunuhmu." peringatku kepadanya yang kemudian menatap ke arah luar jendela.
kak lanjut lagi, aku nungguin lohh