"Kak Antariksa!"suara itu tepat di belakang Antariksa membuatnya menghentikan langkahnya lalu dia menoleh .
"Gue pengen lo minta maaf sama gue"ucap Alleta .
Antariksa berjalan kembali , Alleta berlari mengejar dan kini sudah tepat di hadapan Antariksa ."kalo lo minta maaf gue bakalan tenang tau ga kalo nantinya handphone gue ke riset semua filenya"ucap Alleta .
"Minggir,"satu kata terlontar dari mulut Antariksa .
"Gue udah minta maaf sama lo kak , apa susah nya lo minta maaf sama sama gue"ucap Alleta meninggikan suaranya .
Antariksa menatap Alleta sekilas , tatapan Alleta penuh harap .
Antariksa memutar balikan badannya , berjalan ke arah sebaliknya ."lo jahat !"teriak Alleta ."lo emang ga punya hati , hati lo beku"tambahnya , Antariksa tetap berjalan setelah mendengar makian itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon salshabillaalf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28 - My Ice Antariksa
Satu minggu kemudian , Alleta sedang sibuk memasukan keperluannya ke dalam tas kecil berwarna hitam yang akan ia bawa sekarang , Alleta sudah di tunggu oleh Maurin dan Adel di bawah .
Alleta menuruni tangga satu Persatu dengan membawa tas jinjing berwarna hitam berisi baju ."lama amat"ucap Maurin .
"Biasa lah cewek"Alleta tersenyum .
"Itu apaan ?"tanya Maurin .
"Baju Alden tadi dia minta tolong bawain lupa katanya"
Adel celingak celinguk melihat di tiap sudut rumah Alleta ."Alden mana Al ?"tanya Adel .
"Dia udah pergi lah dari pagi"
"Pergi kemana ?"
"Ya kelapangan basket yang bakalan di jadian pertandingan lah"
Adel membulatkan matanya ."Alden ikutan juga ? Emang sekolah kita lawannya sekolah nya Alden ya ?"tanya Adel kegirangan .
Alleta mengangguk-anggukan kepalanya ."Baru nih gue semangat pergi kesana , lo tau sendiri kan waktu itu aja di sekolah gue males ke lapang karena gue gatau mau semangatin siapa tapiiii sekarang gue punya tujuan dan tujuan gue itu Alden"Adel tersenyum manis .
"Ihhh ganjen amat"ucap Maurin .
Farah menghampiri mereka bertiga ."udah mau berangkat ya ?"tanya Farah .
Maurin dan Adel tersenyum ."iya tante"ucap mereka berdua .
"Bun kita pergi dulu ya"kata Alleta .
Farah mengangguk ."hati hati di jalan ya"
Mereka bertiga mengangguk .
Tempatnya tidak begitu jauh dari rumah Alleta makannya kini mereka telah sampai tetapi sampai saat ini Maurin belum saja mendapatkan parkiran untuk mobilnya .
"Dimana nih Al penuh banget"
"Ini kita yang kesiangan atau mereka yang kecepetan sih ?"tanya Alleta bingung .
"Mereka yang kecepetan orang masih ada satu jam lagi buat mulai"kata Maurin .
"Ohhh itu Rin di depan terus ke kiri itu kosong"kata Adel yang daritadi melihat kesana kemari .
Maurin mengikuti apa kata Adel , berkat Adel kini Maurin menemukan tempat parkir untuk mobilnya .
"Maurin lo ga lupa beli tiket nya kan ?"tanya Alleta.
Maurin membuka mulutnya ingat sesuatu ."lupa Al gimana dong?"katanya .
Alleta dan Adel menatap Maurin malas ."terus ngapain kita cepet cepet dateng kesini kalo kita gapunya tiket"kata Alleta .
Maurin diam diam mengeluarkan 3 tiket berwarna gold ."taraaaa gue bohong"kata Maurin .
"Ih lo mah"kata Adel .
"Mana mungkin gue lupa , gue beliin kalian tiket yang gold supaya dapetin tempat paling depan"Maurin tersenyum .
"Sahabat gue emang paling the best"ucap Alleta .
"Tadi aja lo marah marahin gue"kata Maurin .
Mereka berjalan ke tempat tribun mereka dengan cepat , benar kata Maurin mereka duduk di kursi paling depan walaupun hanya sekolah Alleta dan sekolah Alden yang bertanding tetapi yang melihat mereka bertanding bukan hanya dari sekolah masing masing , banyak sekali sekolah lain yang menyaksikan .
Satu jam kemudian kini pertandingan akan segera di mulai , Alleta melihat Alden bersama teman temannya berjalan ke arah lapang .
"Tuh Alden"kata Alleta , Adel langsung semangat .
Tiba tiba Alleta menatap tidak percaya setelah anggota tim basket dari sekolahnya mulai memasuki lapangan .
"Ko ?!"Alleta bertanya kepada Maurin dengan ekspresi tidak percaya .
"Kenapa lo ?"tanya Maurin.
"Ko ada dia ?"tanya Alleta .
Maurin tersenyum ."kak Anta kan emang anak basket dia gitu gitu basketnya jago sampe sampe dia di butuhin tim basket , tau ga lo sebelum kak Kenta yang jadi ketua , dulu kak Anta itu ketuanya tapi karena ada sedikit masalah dia mengundurkan diri dari tim basket tapi sekarang di tarik lagi katanya demi sekolah awalnya itu kak anta bersikeras nolak , gue juga ga ngerti kenapa pada akhirnya kak Anta ikutan padahal waktu di sekolah seminggu lalu dia ga ikutan kan"Maurin menjelaskan .
"Ah males gue liatnya"kata Alleta ."gue pikir ga ada dia"
"Denger ya Al lo bakalan tercengang ngeliat akhir dari pertandingan ini karena kak Antariksa."kata Maurin yang belum memberitahu apa maksudnya .
Saat pertandingan berlangsung Alleta hanya terdiam dan serius menonton pertandingan tersebut lain dengan kedua sahabatnya , Adel yang terus terusan memanggil nama Alden sedangkan Maurin berteriak nama Kenta dan Dewa secara bergantian .
"ANTARIKSA !!! ANTARIKSA !!!"
Teriak dari belakang Alleta yang membuat Alleta kaget mendengarnya bukan cuma kaget tapi juga malas mendengarnya .
"Banyak Fans ya dia"Maurin tertawa .
Alleta malas , memang Alleta akui bahwa bermain basket kak Antariksa itu bagus sekali daritadi yang memasukan bola ke ring adalah kak Antariksa , sekolah Alleta kini unggul dari sekolah Alden .
"Ihhh kenapa sih Alden ga masukin bola ke ring"Adel bete .
"Butuh semangat dari lo tuh"kata Alleta menggoda .
Setelah beberapa jam berlalu akhirnya sekolah Alleta di nyatakan memenangkan pertandingan hari ini , di tribun yang kini Alleta duduki sangat ribut sekali karena kemenangan sekolahnya .
"Yeayyy menangggggg alllll"teriak Maurin .
"Gue tau , gue kan juga nonton"kata Alleta .
"Del , gue kan yang menang berarti elo yang teraktir"ucap Maurin kegirangan .
"Iya iya kesenangan amat lu"ucapnya .
Line
Aldenganteng : Al , baju gue yang gue titip ke lu mana ?
Alletazw : ini ambil di gue
Aldenganteng : lu ksini cba ke blkng lapang
Alletazw : males , malu
Aldenganteng : Bantuin abangnya lah yg baru aj kalah 😭
Alletazw : lebay amat lu tolong ☹️
Aldenganteng : buruan ya gerah nih gue pke ini
Alleta menyimpan Handphonenya ke tas dengan malas , beneran dia malas sekali menghampiri Alden apalagi banyak teman temannya dan juga Fans Fans nya .
"Rin , Del si Alden nyuruh gue nyamperin dia buat ngasihin bajunya , sampe Rin jangan atau tunggu dia aja yang kesini ?"tanya Alleta .
"Kesana !"ucap Maurin dan Adel berlengan dengan semangat .
Alleta kesana dengan di temani oleh Maurin dan Adel , dari jauh dia melihat Alden yang sedang mengobrol dengan teman temannya .
Mata Alden lalu berarah ke Alleta yang membawa tas hitam jinjing , tak lama dia menghampiri .
"Thank Ade gue yang baik"katanya tersenyum .
"Ada mau nya aja lu kaya gini"kata Alleta malas .
"Kan lu juga gitu , jadi kita sama"ucapnya sambil tersenyum jahil .
Alleta melirik Adel yang daritadi pandangannya tidak luput dari Alden ."ada yang daritadi semangatin lu terus sampe sekarang lo kalah aja dia ga kecewa malah mau traktir gue sama Maurin"
Adel menatap Alleta malu .
Alden menatap Adel lalu tersenyum ."thank ya , kapan kapan gue traktir lo deh"ucap Alden .
"Ajak gue ya ?"tanya Maurin .
Alden menggelengkan kepalanya ."kan yang semangatin gue cuma dia doang lu engga"
Jantung Adel berdegup kencang ."berdua"ucap Alleta ke Adel .
Tak sengaja dia melihat ke arah Antariksa yang kini banyak sekali teman teman ceweknya yang entah dari mana yang pasti mereka kegirangan melihat Antariksa .
Alleta mengalihkan pandangan nya lagi ."lu langsung pulang ga ?"tanya Alleta .
"Gue kumpul dulu sama anak anak"ucapnya .
"Oh yaudah kita duluan ya"kata Alleta ."pamitan dulu buruan sama gebetan"katanya ke Adel .
"Duluan ya"ucap Adel malu malu .
Alden hanya mengangguk sambil tersenyum .
Mereka berjalan menuju parkiran ."Al kalo gue pacaran sama Alden lo gapapa ?"tanya Adel malu malu .
"Ngarep amat ni bocah"ucap Maurin .
"Siapa tau , ga ada yang tau kan gimana kedepannya"kata Adel .
"Dia belum pernah pacaran loh"kata Alleta .
"Oh ya ? Kalo jadi gue jadi pacar pertamanya dong ?"tanya Adel .
Alleta tersenyum .
"Lo tanya dulu dong ke Alleta kenapa si Alden ga pernah pacaran"kata Maurin .
"Ohhhiya kenapa ?"tanya Adel .
"Gini ya Del , si Alden itu pernah bilang kalo dia gamau pacaran dia pengennya jomblo langsung halal nanti"Alleta tertawa Maurin juga karena dia sudah mengetahui .
Adel memasang wajah yang kecewa ."bilang dong"ucapnya lemas .
Mereka refleks menghadap ke belakang karena banyak suara cewek cewek . Alleta mengkerutkan keningnya karena
udh gak up lagi?
makasih kk othor udh up semangat lanjut ka💪🥰🥰🥰🥰🥰
ya ampun aku itu sebel baca yg beratus ratus episode tapi gatel pen baca 🤣🤣🤣