NovelToon NovelToon
Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Kage No Karada Toshite Tensei Shita Node, Saikyō No Danjon Ōkoku O Tsukurimashita!

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Isekai / Action / Mengubah Takdir
Popularitas:715
Nilai: 5
Nama Author: royco

menceritakan tentang seorang pemuda bernama royy yang tereinkarnasi menjadi entitas bayangan dan membangun peradaban serta menjadi raja iblis...
(Kage no Karada toshite Tensei Shita node, Saikyō no Danjon Ōkoku o Tsukurimashita!)
(reinkarnasi menjadi entitas bayangan, dan membangun kerajaan terkuat di dalam dungeon)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon royco, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(Perjalanan 2, Bagian 2: Raja yang Menghilang) Rencana Pelarian Miko

Satu minggu penuh bener-bener telah berlalu begitu saja sejak peristiwa teleportasi massal jahanam itu, dan selama tujuh hari terakhir ini raga manusiaku yang ramping dipaksa mendekam di dalam kegelapan sel tahanan bawah tanah Kerajaan Eldiana.

Kini, kurasi kurun waktu satu minggu tersebut bener-bener sudah kurasa teramat sangat cukup, dan saat ini sudah saatnya bagiku untuk mulai menyusun sebuah draf rencana pelarian yang teramat matang bersanding dengan kalkulasi taktis tingkat tinggi.

Ketika tirai kegelapan malam hari yang pekat resmi tiba menyelimuti seisi lorong jeruji besi, aku dan Nicola Nova sama sekali tidak langsung mengistirahatkan raga kami untuk tidur. Kami berdua memilih bergerak senyap, duduk merapat berhimpitan di sudut pojok sel yang paling gelap nan terisolasi murni demi mendiskusikan sebuah draf rencana pelarian rahasia.

"Hmm... Berdasarkan sirkulasi pengamatan dan insting tajammu selama tiga bulan mendekam di tempat ini, apakah kau bener-bener merasa teramat yakin kalau tingkat kesulitan untuk menjebol keluar dari benteng penjara Eldiana ini sesusah itu, Nova...?" Tanyaku berbisik sangat lirih, menatap lekat mata bulatnya.

"Ya... Kondisi keamanan di dalam sektor bawah tanah ini bener-bener teramat sangat sulit untuk ditembus, Miko... Pasokan penjagaannya sangat ketat berlapis, dan yang paling jelas, seluruh ksatria suci yang ditugaskan berjaga di luar sana memiliki kapasitas kekuatan fisik dan mana yang teramat sangat kuat-kuat parah..." Jawab Nova lirih dengan nada suara yang dipenuhi kekhawatiran mendalam.

Mendengar laporan spionase mendasar darinya, aku langsung terdiam mematung, memeras sirkulasi sel otak buminya secara ekstrem demi memikirkan celah taktis, hingga sedetik kemudian muncullah sebuah draf ide radikal di dalam kepalaku.

"Hmm... Ternyata masih ada tersisa satu cara ekstrem lagi yang bisa kita eksekusi..." Ucapku lirih sembari menyeringai tipis.

"Hee...? Seriusan kau, Miko?! Bagaimana caranya? Aksi apa yang akan kau lakukan?!" Tanya Nova tersentak kaget setengah mati, sepasang matanya berbinar takjub.

Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya. Aku perlahan memutarkan raga manusiaku, berbalik arah memandang lurus keluar melewati sela-sela jeruji besi gembok sel, memastikan bahwa seluruh faksi ksatria penjaga Eldiana di sepanjang koridor luar bener-bener sudah tertidur pulas akibat pengaruh kantuk malam hari.

"Simpel saja... Perhatikan ini..." Gumamku lirih penuh dengan rahasia wibawa kosmik.

Tanpa membuang-buang waktu operasional lagi, aku langsung meluncurkan rapal pemanggilan khusus murni untuk memanggil eksistensi Sang Dewa Galaxy.

WUSHHHZZZZZ...!

Dalam kurun waktu satu milidetik, pusaran badai partikel cahaya putih suci yang teramat menyilaukan mata mendadak bermanifestasi nyata, membelah keheningan ruangan sel bawah tanah kami tanpa memicu alarm magis kastil sedikit pun! Sesosok Entitas Maha Agung yang tak terciptakan kini telah berdiri tegak lurus tepat di hadapan visual posisiku.

"Hoo... Penampakan visual yang teramat langka melihatmu terkurung lemas di dalam sel jeruji besi sekecil ini, Miko..." Ucap Dewa Galaxy, suara baritonnya yang megah bergaung konstan memenuhi seisi ruangan. "Katakan padaku, apakah ada sebilah bantuan dari tanganku yang bener-bener kau butuhkan malam ini...?"

Tepat di detik saat sosok Manusia Cahaya itu menampakkan kemegahan energinya, raga kecil Nicola Nova seketika langsung mematung kaku diserang rasa terkejut dan kekaguman yang luar biasa brutal! Indra sensoriknya bener-bener bisa merasakan pendaran tekanan wibawa absolut milik Dewa Galaxy yang teramat pekat, masif, nan mengintimidasi batin fananya hingga tubuh Dwarfnya gemetaran hebat.

"Ya... Aku mendatangkanmu karena memiliki satu draf permintaan khusus kepadamu, Dewa Galaxy..." Ucapku menjawab tenang sembari meluncurkan sebilah penghormatan kasual yang teramat sopan.

"Apa itu? Katakanlah secara gamblang, wahai bawahanku..." Ucap Dewa Galaxy penuh karisma absolut.

"Aku ingin kau meluncurkan sihir intervensi murni agar ragaku bisa bebas dari sin—"

"Jika draf permintaanmu adalah meminta kebebasan instan keluar dari tempat ini malam ini, maka maaf... itu adalah hal yang tidak bisa kukabulkan..." Potong Dewa Galaxy cepat dengan nada suara yang teramat sangat tegas nan berwibawa.

"Ketahuilah Roy, jalur poros misimu di planet ini emang bener-bener sedang diatur untuk berada di dekat area sektoral ini... Jikalau detik ini juga kau kubebaskan secara instan lalu kau langsung melangkah pulang kembali menuju ke Kerajaan Shadow Aethelgard... Maka kemungkinan besar berdasarkan draf takdir kontinental, bakal ada salah seorang dari teman terdekatmu yang akan diculik paksa oleh musuh tanpa sempat meluncurkan sebilah pun perlawanan taktis... Bukankah sejak malam kemarin sudah kuperingatkan secara legal di kamarmu? Kau secara mutlak akan dihadapkan pada sebilah Pilihan yang Teramat Sangat Berat saat menjalankan misi penyamaranmu ini... Pikirkan konsekuensi makronya baik-baik di dalam kepalamu, Miko..."

Mendengar todongan wejangan kosmik tersebut, aku langsung terbungkam seribu bahasa, terdiam mematung sembari memeras sirkulasi otak buminya berpikir keras menganalisis maksud tersembunyi Sang Pencipta.

"Hmm... Jika situasinya memang harus berjalan merayap di atas draf takdir seperti itu... Maka ubah permintaanku..." Ucapku mendongak menatap siluet cahayanya.

"Hapus dan lenyapkan seluruh efek segel kutukan penyegel mana yang saat ini sedang dipasang mengunci erat di sekujur inti tubuh manusiaku, bersanding dengan raga temanku ini... Apakah kapasitas kekuatanmu mampu melakukannya secara senyap? Aku bersumpah saat ini sudah memahami sepenuhnya kemana arah target poros misi yang kau bebankan kepadaku, dan akan segera kuselesaikan sampai hancur lebur...!" Ucapku penuh dengan kapasitas tekad yang membara.

Mendengar respon matang nan cerdas dari kepalaku, sosok Dewa Galaxy tersebut langsung menarik sudut bibirnya, mengulas sebilah senyuman kepuasan yang teramat pekat.

"Sebuah pilihan taktis yang teramat sangat luar biasa, Miko... Baiklah, draf permintaanmu resmi kusetujui..." Ucap Sang Pencipta sembari mengulurkan gelombang partikel energinya. "Detik ini juga, seluruh efek borgol penyegel sihir yang mengunci erat di dalam dirimu dan teman Dwarfmu sudah resmi lenyap menguap tak berbekas... Kalian berdua bebas meluncurkan aksi kabur kapan saja, setelah kalian berdua selesai merampungkan draf susunan rencana pelarian kalian seutuhnya...!" Ucap Dewa Galaxy agung, sebelum akhirnya raga cahayanya seketika langsung menghilang memudar dari atmosfer sel, menyisakan keheningan malam yang sunyi.

"A-... Apa... Sebenarnya fenomena gila apa yang baru saja terjadi di depan mata kepalaku ini... Miko...?" Tanya Nicola Nova dengan nada suara yang teramat gemetaran, kebingungan setengah mati meratapi situasi.

"Kita berdua... Kita secara legal akan meluncurkan perang pembantaian massal berskala besar..." Ucapku perlahan bangkit berdiri. Aku melirik ke arah Nova sembari mengulas sebilah senyuman seringai licik yang teramat pekat nan mematikan, tatkala seisi indra tubuh manusiaku bisa merasakan kembali aliran luapan energi sihir mana inti yang mulai mengalir, mengalir deras memenuhi sekujur pembuluh darahku.

"Poros target pertempuran kita ke depan bukan hanya melulu soal urusan menghancurkan kedaulatan Kerajaan Eldiana belaka... Bahkan mungkin faksi kita sama sekali tidak akan sudi melawan Eldiana secara konvensional... Melainkan, target utama yang akan kuhancurkan sampai rata dengan tanah adalah eksistensi agung dari Altar Dewa Suci itu sendiri... Aku bersumpah akan meruntuhkannya secara mutlak...!"

"M-... Melawan... Menghancurkan... Altar Dewa Suci... Tuan Langit Luar...?!" Tanya Nova terbelalak takjub setengah mati, batinnya terguncang hebat menahan ngeri.

"Hehemm... Jikalau dari dalam lubuk jiwamu kau bener-bener tidak memiliki sebilah pun keberanian taktis untuk ikut andil di dalam misi bunuh diri ini, maka silakan saja melangkah pergi sesukamu... Aku bersumpah akan tetap membantumu bebas keluar dari jeruji besi ini secara aman tanpa paksaan..." Ucapku menatap lurus ke dalam manik mata Nova.

Nicola Nova terdiam mematung seribu bahasa, menatap wajah manusiaku yang ramping dengan sebilah sorot tatapan mata yang dipenuhi oleh arti mendalam bersanding dengan kilatan harapan hidup yang membara.

"Aku ikut...! Kemanapun kau pergi, aku bersumpah akan ikut satu barisan di belakang takhtamu, Miko...!!!" Jawab Nova lantang penuh dengan kapasitas tekad baja yang luar biasa mutlak.

"Baiklah... Sumpah keluarga diterima.

Tetapi, kita baru akan meluncurkan operasi jebol keluar dari penjara bawah tanah ini tepat pada kurasi minggu depan... Kenapa? Karena pasokan sirkulasi energi sihir manaku bener-bener membutuhkan waktu jeda untuk pulih 100% penuh terlebih dahulu dari masa pasca-overheat kemarin..." Ucapku mengunci keputusan.

Maka di sela-sela waktu tunggu tersebut, kami berdua bener-bener bergerak taktis menyusun setiap jengkal detail draf rencana pelarian rahasia.

Namun sialan parah, tepat lima hari pasca-agenda perencanaan matang tersebut dirancang, keheningan sektor sel kami mendadak pecah. Pintu jeruji besiku digebrak buka, dan tubuh manusiaku secara paksa langsung diseret oleh beberapa ksatria suci musuh murni untuk dibawa menuju ke dalam Ruang Interogasi Khusus.

Sesampainya aku di dalam ruangan yang mencekam pekat tersebut, entah apa motif busuk dan agenda politik makro yang mendasarinya tanpa ada sebilah pun penjelasan intelijen yang jelas, para interogator Eldiana langsung memberondongku dengan ratusan pertanyaan taktis seputar rahasia teknologi Aethelgard—sebuah draf rahasia yang sampai mati gak mungkin pernah sudi kujawab atau kuberitahukan kepada siapapun makhluk fana di planet ini!

Akibat aksi tutup mulut dari raga manusiaku, para algojo jahanam itu langsung tersulut emosi murka dan meluncurkan aksi Penyiksaan Brutal Berdarah Dingin ke atas sekujur tubuh kasualku!

CRACCHHH... CRACCHH...

Rasa sakit yang teramat sangat luar biasa ekstrem menusuk tajam merobek saraf otaknya tatkala dua jemari tangan kiriku—yaitu jari manis bersanding dengan jari kelingking manusiaku—secara kejam langsung dipotong putus menggunakan bilah pisau gerigi baja! Tidak berhenti sampai di titik ngeri itu, seluruh kuku jemari tanganku juga dicabut paksa menggunakan tang besi hingga darah segar mengucur deras membasahi lantai. Bahkan yang paling biadab, permukaan bola mata kiri manusiaku secara ekstrem langsung dilesakkan, ditusuk paksa menggunakan sebilah batang besi panas yang membara hingga memicu desisan daging terbakar yang teramat nyesek! Tubuh ramping manusiaku bener-bener dipukuli, dihantam, dan disiksa habis-habisan secara brutal tanpa sebilah pun rasa kemanusiaan.

Namun beruntung parah parah...! Dikarenakan aliran energi sihir manaku detik ini bener-bener sudah mengalir aktif kembali berkat restu Dewa Galaxy, maka seluruh silsilah luka robek hancur di tubuh manusiaku secara absolut bisa kusembuhkan kapanpun dan di detik manapun aku mau!

Sementara peperangan batin berjalan, aku sengaja mati-matian menahan luapan energinya murni agar barisan algojo Eldiana tidak menyadari realitas fakta bahwa kekuatan sihirku sebenarnya telah bangkit pulih kembali. Aku sengaja membiarkan seisi rentetan siksaan jahanam itu berlalu menerpa ragaku, membiarkan mental sampah mereka merasa puas dan menang karena telah menyiksa dan meluncurkan berbagai hal-hal menjijikkan yang gak wajar ke atas fisik rampingku.

Bahkan yang teramat sangat biadab parah, selama mendekam di dalam sektor sel jahanam ini, dikarenakan bentuk visual tampilan raga manusiaku tergolong ke dalam kasta estetika yang teramat manis, molek, nan cantik menyerupai androgini suci, beberapa barisan ksatria penjaga Eldiana beberapa kali bertindak nekat meluncurkan aksi pelecehan pelecehan tak senonoh yang teramat menjijikkan ke atas fisik kasualku! Namun aku memilih diam mematung tidak membalas serangan mereka, murni karena di dalam kepalaku sudah kukunci draf mutlak bahwa seisi bangunan kastil penjara Eldiana beserta seluruh populasi makhluk di dalamnya secara absolut bakal kuhancurkan luluh lantak menjadi abu dalam waktu dekat!

GREGGGGGGGGGGGGGGG... BLAMMM...!!!

Setelah faksi penjaga merasa puas meluapkan kebiadaban mereka, tubuh manusiaku yang ramping secara kasar langsung dilempar dicopot kembali ke dalam sel tahanan bawah tanah dalam kondisi fisik yang dipenuhi oleh sebaran luka hancur di mana-mana, baju seragam kain sutra kebesaranku robek-robek compang-camping, serta area rongga mulut dan leherku dipenuhi oleh lumuran cairan kotor yang teramat sangat menjijikkan peninggalan dari aksi tak senonoh para ksatria penjaga Eldiana jahanam tersebut.

Nicola Nova yang menyaksikan kepulanganku seketika langsung terbelalak syok, jantungan, dan mental Dwarfnya menjerit histeris ketakutan meratapi kondisi fisikku.

"Blehh... Cuhh...!!! Bener-bener makhluk kasta sampah kotor yang teramat sangat kurang ajar parah..." Gumamku lirih sembari meludahkan sisa cairan menjijikkan bercampur gumpalan darah hitam pekat dari dalam mulutku, lalu menyekanya kasar menggunakan robekan lengan jubah. "Mereka bener-bener bodoh parah karena mengira bahwa detik ini mereka sedang berhadapan dengan sesosok manusia fana lemah... Dasar barisan kecoak sampah kontinental...!"

"M-... Miko...!!! Demi Altar Dewa, silsilah luka di sekujur raga manusiaku itu bener-bener teramat sangat parah nan hancur banget...!!! Bagaimana ini...?! Tindakan medis apa yang harus kulakukan, hah?!" Tanya Nicola Nova panik setengah mati, sekujur tubuhnya gemetaran hebat dirundung trauma.

"Houhhhh... Tarik napasmu, Nova. Luka kecil ecek-ecek sekelas ini mah bener-bener teramat sangat santai aja buat diriku, gak usah panik..." Ucapku membalas dengan nada suara kasual nan santai tanpa beban.

SRETTT... CHRRKK...

Tepat di hadapan visual mata kepala Nova yang terbelalak takjub, keajaiban kekuatan absolut memanifestasikan diri! Bola mata kiri manusiaku yang hancur terbakar, dua helai jemari tangan yang putus, hingga seluruh kuku yang dicabut paksa seketika langsung bertransformasi tumbuh memanjang kembali secepat kilat, merajut struktur sel baru menjadi daging utuh yang mulus sempurna, membuat sekujur sisa-sisa luka siksaan di tubuh rampingku langsung lenyap tak berbekas dalam kurun waktu satu milidetik!

Pada dasarnya, esensi jati diri sejatiku adalah sesosok murni segumpalan energi Bayangan Kegelapan Purba tak kasatmata yang secara absolut tidak akan pernah bisa dilukai atau dirobek oleh senjata tajam atau serangan fisik mana pun! Memang benar wujud raga manusia ramping tiruanku ini bisa hancur terluka, tetapi di saat tubuh manusia ini menyentuh titik kritis, aku secara mutlak bisa meluncurkan regenerasi instan menggunakan kompresi energi bayanganku!

Hingga akhirnya, saat jam tengah malam sunyi resmi tiba merayap pekat, Nicola Nova tampak duduk mematung sembari menatap lurus ke arah langit-langit atap sel tahanan. Namun kali ini, sorot matanya tidak lagi kosong. Manik matanya kini telah dipenuhi oleh sebilah pendaran keyakinan taktis yang teramat kokoh, bersanding dengan luapan kobaran api dendam kebencian yang luar biasa membara terhadap faksi eksistensi Kerajaan Eldiana.

"Bertempur... Aku bersumpah akan bertempur... Melawan... Menghancurkan dan melawan balik bajingan-bajingan itu... Aku pasti akan melawan sekuat tenagaku...!!!" Gumam Nicola Nova lirih dengan nada suara yang teramat bergetar pekat, meledakkan emosi jiwa tiraninya.

1
Quinnela Estesa
belum baca LN Tenshura sih. berharap ada risiko aja untuk tokoh utama. risikonya belum ada sama sekali
royco: ouhh ini genre berat aslinya kak.. ikutin teruss yaa.. ini udah sampai skala war antar kerajaan kok..🙏😍
total 3 replies
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Blue Lock München Gaiden
royco: siapp
total 1 replies
Crimson
Semoga nggak putus di jalan ya, min. Sayang banget kalau putus di tengah jalan./Grin//Grin//Grin/
royco: amann lanjut terus sampe tamat bahkan bakal ada volume lainnya😄
total 1 replies
Crimson
tuh kan, sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣
royco: 🤭 iyya
total 1 replies
Crimson
Gini, nih, kalau karakter sok keras. Sekali di gas, sesak nafas.🤣🤣🤣🤣
royco: wkwkwkwkwkk
total 1 replies
Crimson
Gas, jangan sampai putus di jalan min. Kyk hubungan ku sama dia, anjay klas king. Wkwkwk 😅😅😅
royco: waduu
total 1 replies
Crimson
Rada" plenger jugak nih, orang.🤣🤣🤣
royco: wkwkkwkwk
total 1 replies
Crimson
Udah kyk Rimuru Jir, War di awal pakai wujud aslinya. wkwkwk 🤣🤣😁
royco: hehehee
total 1 replies
Crimson
Saran gw sih Thor, biar seru. beri MC nya bawahan thor, hehehe 😁
royco: ikuti terus kak alur cerita nya makin ke sini makin rame kok
total 1 replies
Crimson
adegan ini lagi, mirip Rimuru Jir, yang mau masuk ke kota para dwaf. /Facepalm/
royco: reall wkwkkwkwk
total 8 replies
Crimson
Good job, Thor. Nanti aku mampir lagi. /Grin/
Crimson
Wah, gw udah kyk baca novel tensura, ya, baca nih novel. /Grin/
royco: siapp
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!