NovelToon NovelToon
Sweet Moments

Sweet Moments

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Action / Misteri
Popularitas:339k
Nilai: 5
Nama Author: savetia

Beruntungnya Aku Bersamamu

"Grizella Maheswari"

Aku akan bersamamu, aku akan melakukan yang terbaik, agar mipimu tidak berubah menjadi mimpi buruk lagi, aku berjanji akan selalu ada untukmu mengubah semuanya menjadi indah.

"Erkan Gibra Arsakha"

Kisah seorang gadis yang masih memiliki Trauma di masalalu dan seorang Pria yang akan mengubah semuanya, di sini lah dimana moment buruk itu di rubah menjadi moment yang indah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon savetia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tentang Erkan

Dor!...

tepuk tanganpun pun terdengar karna melihat anak remaja berusia 15 tahun baru saja menembak mati seorang penghianat tepat di kepalanya.

"God Job Bravo Erkan!... kamu tidak pernah mengecewakanku" ujar seorang paruh baya dengan rasa bangga berjalan menghampiri Erkan yang hanya diam saja tidak ada rasa senang dan bangga di wajahnya ketika di puji oleh kakeknya setelah membunuh seseorang hanya tatapan dingin yang di berikan.

"Kamu bener-bener seorang Winchester, tidak gagal aku mendidikmu"

"sekarang aku boleh pergi ?" tanya Erkan dengan tatapan dingin dan penuh kebencian yang di layangkan kepada sang Kakek

Delio tertawa terbahak yang melihat cucunya menatap dirinya dengan penuh kebencian "aku sangat suka caramu memandang Grandpa seperti itu, dengar Erkan kamu adalah seorang pewaris Winchester Company dan akan menjadi ketua selanjutnya di Black Devil"

"iya!.. dan akan ku pastikan semuanya akan hancur di tanganku" batin Erkan

"dengarkan jika kamu ingin menghancurkan Winchester dan Black Devil.. Grandpa akan pastikan Arsakha yang akan hancur terlebih dulu!" ancam Delio seakan mendengar apa yang ada dalam pikiran cucunya

Erkan hanya diam memilih pergi dari hadapan Delio, ancaman seperti itu bukan pertama kalinya ia dengar tetapi sudah sedari kecil Erkan dengar ketika Delio membawanya pergi dari keluarga yang begitu Erkan sayangi, dan yang bisa Erkan lakukan sekarang hanya mematuhi printah dari Delio sang Grandpa dengan cara itu dia bisa melindungi keluarganya.

Delio tersenyum miring menatap kepergian cucunya "Lihatlah Zack, Cucuku suatu saat akan menjadi pemimpin yang hebat nanti, dan penyakitnya itu sangat menguntungkan bagi kita"

"tentu" ujar Zack dengan tersenyum penuh arti yang juga menatap kepergian Erkan

"sepertinya aku harus mempercepat Erkan untuk menjadi ketua Black Devil, kamu tahukan akhir-akhir ini kesehatanku menurun"

seketika senyuman di bibir Zack menghilang Mendengar itu " apa tidak terlalu cepat Dad?"

"Tidak minggu depan siapkan pengacara untuk mengalihkan semua aset-asetku padanya"

"Tapi!..."

"kerjakan kau tidak perlu banyak bicara"

setelah mengatakan itu Delio langsung pergi dari ruang bawah tanah tempat dimna mereka sering mengesekusi seseorang sedangkan Zack sudah mengepalkan tanganya.

"Sial!.. Joss" panggil Zeck pada anak buahnya

"iya Tuan" Jawab Joss yang menghampiri Zack

Zack mendekatkan tubuhnya pada joss untuk membisikan sesuatu lalu di angguki oleh Joss dan berlalu pergi dari hadapannya.

sebuah kerutan terlihat di halis Erkan, Zella yang melihat itu mengusap lebut kerutan tersebut Secara perlahan kerutan itu menghilang Erkan kembali tidur dengan tenang

jam sudah menunjukan pukul setengah 3 pagi.. mereka banyak bercerita malam ini tentang masalahnya dengan Alex, dan awal permusuhanya dengan Zack yang ternyata bukan Paman kandungnya Erkan, setidaknya kali ini Erkan sudah mulai terbuka kepadanya, Zella tidak menyangka jika kehidupan pria itu benar-benar rumit.

hidup yang Erkan lalui benar-benar tidak mudah, di paksa melakukan sesuatu yang tidak dia sukai, dari kecil sudah di latih dengan keras karna tuntutan untuk menjadi seorang pemimpin sekelompok Mafia, Zella tidak menyangka jika dirinya sekarang berpacaran dengan pria yang sangat berbahaya.

dan hanya itu yang Zella ketahui dari cerita Erkan secara garis besar, selanjutnya pria ini malah tertidur, harusnya Zella yang tertidur karna mendengarkan cerita bukanya Erkan.

sebenarnya Zella harus kembali ke kamarnya, tetapi ia urungkan karna melihat Erkan yang sudah tertidur pasti pria itu sangat lelah perjalan dari jakarta ke bandung, bukanya beristirahat pria itu malah membututinya, Zella tersenyum ketika mengingatnya.

"apa kamu juga sering mimpi buruk?" tanya Zella dengan sura yang pelan "pasti selama ini kamu selalu kesepian?" lanjutnya

Zella terus memandang wajah Erkan yang saat ini masih tertidur di sampingnya dan mengusap lebut rahang Erkan yang terasa kasar karna bulu-bulu halus yang mulai tumbuh kembali di rahangnya.

Erkan berjalan secara perlahan memasuki sebuah kamar yang tampak gelap dengan cahaya menembus dari luar, dengan sebuah belati di tanganya, secara perlahan Erkan berjalan mendekat pada tempat tidur tersebut yang terdapat seorang pria yang sedang tertidur tenang disana.

Belati yang di pengang Erkan kini sudah siap untuk menusuk pria yang sedang tertidur tersebut namun saat belati itu akan di layangkan pria tadi bangun dalam tidurnya langsung memegang tangan Erkan mata merekapun saling menatap, Erkan dengan tatapan dinginnya dan pria itu dengan tatapan penuh amarah.

"Kamu tidak akan pernah bahagia Erkan" ujar pria tersebut lalu membawa tangan Erkan langsung menusukan belati tersebut pada dirinya lalu dengan cepat menariknya kembali

Erkan kaget dengan apa yang di lakukan pria itu sedikit melangkah mundur dan melihat belati di tanganya sudah di penuhi oleh darah lalu dengan cepat Erkan menjatuhkan belati tersebut.

"Grandpa" Ekan langsung memeluk tubuh kakeknya yang kini sudah mengelurkan darah dari mulutnya

"Zack!.."

awshhh!!!.. Er sakit!...

Zella meringis memegang tanganya yang Erkan mencengkram kuat dengan mata yang masih terpejam.

"Er.. tangan aku sakit!" keluh Zella yang kini terus mencoba melepaskan cengkraman Erkan

Erkan langsung membuka matanya menatap Zella dingin "Er sadarlah!.." Zella mencoba kembali menyadarkan Erkan dengan air mata yang kini sudah menetes menatap Erkan sendu menahan sakit.

Erkan yang melihat Zella meneteskan air mata langsung tersadar "Shit!...umpat Erkan melepaskan cengkraman tanngannya "Maaf... Maafkan aku Zella " Erkan langsung membawa Zella kedalam pelukanya lalu mencium pucuk kepala Zella dan terus meminta maaf.

"tenang saja aku gak apa-apa kok.. kamu sendiri kenapa? " tanya Zella yang masih dalam pelukan Erkan " apa kamu bermimpi buruk Er..?" lanjut Zella melepaskan pelukannya lalu menatap Erkan

"Hmmm.. " Gumam Erkan menghapus sisa air mata di pipi Zella lalu berpindah memegang tangan kanan Zella mengusapnya dengan lembut " Maafkan aku.. pasti ini sakit ?" tanyanya karna melihat ada bekas cengkraman yang memerah di pergelangan tangan Zella.

"Its Okay.. bekas ini pasti akan menghilang"

Cup!...

Erkan mengecup pergelangan tangan Zella "kamu gak tidur?"

"enggak! tadinya aku mau balik ke kamar, tapi pas liat kamu tertidur bikin aku gak jadi pergi!" jawab Zella dengan cengiran

sekaan terhipnotis Erkanpun ikut tersenyum melihatnya seranya mengelus lembut pipi Zella sumber kebahagiaanya, karna gadis ini dirinya mengalami perubahan, yang di katakan kakenya nyatanya tidak menjadi kenyataan, buktinya sekarang Erkan menemukan kebahagian itu.

mimpi tadi terlihat begitunyata, karna memang itu adalah sebuah kenyataan, jika dirinya telah membunuh kakek kandungnya sediri..

"Er.. kamu kok gak dengerin aku ngomong?" tanya Zella menyadarkan dari lamunan Erkan

"Hmmm iya sorry, tadi kamu ngomong apa?"

"aku mau balik ke kamarku, kamu melamun tadi kenapa?"

"aku hanya memikirkan, kenapa kamu bisa tahu kalo aku tadi sedang mengikuti kalian, katakan?

Zella langsung tertawa mengingat kembali kejadian tadi "Bagaimana tidak aku mengenalimu, dari wangi parfum kamu ajah aku sudah hapal, dan aku tahu itu kamu" Zella kembali tertawa

"Berhentilah tertawa"

"No.. is so funny kamu Hummmp......." mata Zella langsung terpejam menikmati apa yang Erkan lakukan membungkamnya dengan ciuman

Erkan melepaskan ciumanya dan sedikit ******* bibir Zella "itu hukuman untukmu dan jangan pernah lagi menolakku seperti kemarin malam ? printahnya seraya mengusap lembut bibir Zella yang sedikit basah karna ulahnya.

"aku harus kembali ke kamar, besok aku masih seminar"

bukanya mendengarkan Erkan justru memeluk erat tubuh Zella dan menengelamkan kepalanya di ceruk leher Zella hingga napas hangat itu terasa di leher Zella

"ini sudah jam 3 pagi lebih baik tidur di sini "

"mmmmhhhh Er..." erang Zella karna Erkan baru mengecup lehernya dan meninggalkan tanda kepemilikan disana

Erkan medongkakan kepalanya menatap Zella "Menikahlah denganku" bukan pertanyaan yang Erkan berikan melaikan sebuah keseharusan

"Me..Me apa?... Menikah ?"

Zella terkejut bangun dari tidurnya lalu di ikuti oleh Erkan dan menatap Zella dengan serius

"iya!.. kamu harus mau menikah denganku "

"Kamu ngajakin anak orang nikah atau maksa orang nikah sih?... dan di tempat tidur ... Astaga!..." Zella mengelengkan kepalanya tidak habis pikir Erkan melamarnya jauh dari kata romantis

"tenang aku akan melamarmu dengan cara yang benar, yang penting kamu harus menikah denganku"

"Terserah.. aku ngantuk "

Zella menjatukan kembali tubuhnya pada tempat tidur namun kali ini dengan posisi membelakangi Erkan, moodnya bener-benar hancur ia kesal dengan Erkan yang mengajaknya menikah tapi justru terkesan malah memaksanya,

namun tidak bisa di pungkiri jantung Zella sekarang berdebar dengan kencang karna merasa senang, tapi tetap saja cara Erkan menghancurkan moodnya. Zella juga seorang wanita yang ingin mempunyai moment indah ketika di lamar.

sebuah senyuman terukir di bibir Erkan yang melihat Zella seperti sedang merajuk kepadanya lalu kemudian Erkan kembali tidur mengikuti Zella langsung memeluk tubuhnya dari belakang

"I love you.. Good Sleep " bisik Erkan mengecup pundak Zella

dengan mata yang terpejam Zella tersenyum dengan hatinya yang berbunga-bunga, perumpuan mana yang tidak senang ketika orang yang di cintainya mengajaknya menikah.

Ke esokan harinya suara dering ponsel terus terdengar menganggu tidur Zella karna letak ponsel tersebut dekat denganya, dengan wajah yang masih mengantuk Zella mengambil ponsel yang sedari tadi berbuyi di nakas

"Bianca?" gumam Zella menyeritkan halisnya melihat nama seseorng tertera di ponsel tersebut yang ternyata bukan ponsel miliknya, melainkan milik pria yang kini masih tertidur memeluknya.

"brisik.. ponsel kamu bunyi" gumam Erkan mengeratkan pelukanya

"Bukan ponsel aku, tapi kamu Bianca yang telpon!.."

seketika Erkan langsung terbangun dengan cepat meraih ponselnya yang ada di genggaman Zella lalu pergi begitu saja, tanpa memperdukikan Zella yang kini menatapnya bingung dan penuh tanya.

"Siapa Bianca kenapa, kenapa tingkah Erkan seperti orang jangan bilang..." gumam Zella dalam hati lalu mengelengkan kepalanya menghilangkan pikiran negatifnya

namun hal tersebut membuat Zella penasaran bergegas bangun dari tempat tidur ia ingin menghampiri Erkan yang kini sedang menerima panggilan dari seseorang yang Zella tahu bernama Bianca itu.

"Ok kita ketemu nanti siang"

Zella menyeritkan halisnya Erkan mau ketemuan sama orang itu pikirnya. Zella mencoba membranikan diri untuk memanggil Erkan

"Er.."

"sebentar.. nanti ku hubungi lagi"

Erkan langsung mematikan telponya seraya membalikan tubuhnya "iya apa kamu membutuhkan sesuatu?" Zella menggelengkan kepalanya

"Siapa yang tadi telpon?.." ingin sekali Zella menanyakan hal itu

"Tidak ada aku cuman mau bilang mau balik ke kamar jam 9 nanti aku mau seminar lagi "

"masih 2 jam lagi" ujar Erkan melihat jam di ponselnya "kita sarapan dulu, sebentar!.. aku telpon dulu pihak hotelnya agar menyiapkan sarapan untuk kita"

"Gak perlu " ujar Zella menahan Erkan "Aku mau sarapan di bawah bareng sama yang lain "

"Ok!.. kita akan turun ke bawah sama-sama"

"iya tapi aku harus mandi dulu, dan baju gantinya ada di kamar, jadi untuk menghemat waktu, lebih baik kamu juga mandi sekarang, setelah selesai temui aku di kamar no 149, nanti kita turun ke bawah sama-sama, simpelkan gak ribet" hal itu langsung di setujui oleh Erkan

setengah jam kemudian Erkan sudah berdiri di depan pintu no 149 seperti yang Zella sebutkan.

kali ini Erkan berpakaian sedikit casual dengan celana Jeans, dan juga Blazer berwana dongker serasi dengan dengan wana celana yang ia kenakan, dan tidak lupa sepatu kukit berwarna coklat yang membuat auranya semakin terlihat tampan dan cool.

(sebagi contoh, duhh.. bikin meleleh liatnya) 😍

tidak lama kemudian Zella keluar dari kamarnya karna memang Erkan sudah mengirimkan pesan pada kekasihnya kalo dirinya sudah berada di depan kamar.

Zella menaikan satu halisnya melihat penampilan Erkan dari atas kasampai bawah " tumben pakai baju begini?" tanya Zella

karna memang biasanya Erkan jika bersamanya hanya memakai Jeans pendek dan kaos oblong karna untuk keluar belanja kebutuhanpun Erkan sering mekai pakaian itu dan selebihnya Erkan sering memaki kemeja dan celana bahan pakaian kerjanya.

dan sekarang tumben sekali Erkan memakai pakaian seperti ini, karna terakhir Zella lihat Erkan berpenampilan seperti ini ketika mereka berada di paris

"telah sarapan aku harus kembali lagi ke jakarta"

"Owh..."

Zella hanya merespon singkat lalu berjalan meningglkan Erkan menuju lift, sedangkan Erkan merasa aneh dengan respon yang di berikan Zella, kenapa dengan gadisnya itu apa ada yang salah pikir Erkan.

Di meja makan Zella sedikit tidak bernafsu dengan makanan yang ada di depanya, lapar yang ia rasakan tadi hilang entah kemana karna melihat penampilan Erkan tidak seperti bisanya. Pasti Erkan akan menemui orang yang bernama Bianca itu tidak salah lagi.

waktu malam pria itu mengajaknya menikah dan sekarang malah mau ketemuan sama cewe lain, Ck!.. benar-benar tidak bisa di percaya, Emang dasar cowo semuanya sama ajah, bisa banget bikin cewe tebang, namun dengan mudah di bikin jatuh seketika.

sedangkan di sisi lain Erkan terus memperhatikan Zella, keliatanya gadisnya itu sedang bad mood, tapi apa yang membuat moodnya turun, karna waktu bangun tidur juga mereka baik-baik saja tadi.

"Hay kalian!.. gue boleh gabung"

Zella dan Erkan langsung menoleh ke arah sumber suara Zella langsung tersenyum melihat orang tersebut, sedangkan Erkan menatapnya tidak suka

"gak! lo bisa cari tempat duduk yang lain" tolak Erkan

"boleh ko Lex, duduk ajah"

Erkan menatap tajam Zella karna membiarkan Alex Ikut duduk bersama mereka, sedangkan Zella sedikitpun tidak terpengaruh dengan tatapan yang di layangkan oleh pria di hadapannya itu

"Jadi bener nih gue boleh duduk di sini" tanya Alex sekali lagi

"Ya! lo boleh duduk di sini " ujar Erkan dengan sinis

dengan cepat Alex langsung duduk di dekat Zella "dari tadike, gue baru tau kalo seorang Erkan Gibra Arsakha sudah berubah profesi jadi bodyguard atau jadi seorang stalker seperti semalam"

"Ck!... brisik " decak Erkan "lo gue bolehin duduk di sini, gak harus duduk di sebelah cewe gue bisakan?

"Ini tuh tempat umum jadi gue berhak dong duduk dimana ajah " protes Alex

" Udah stop! .. kalian tuh gak dimana-mana ribut terus, bener-bener kaya anak kecil tahu gak? barang Zella memarahi dua pria yang seperti Tom & Jerry jika sudah bertemu

seketika mereka berdua langsung terdiam karna di marahi oleh Zella lalu melanjutkan kembali sarapannya dengan tenang.

1
Nury Laksana Joyo Sentono
lama gak up loh thor
Nur Aenia
episode yg menegangkan Thor..😮😮
kreen ditunggu episod berikutnyaaaa...😍
Savetia Ningrum Bp: ok makasih atas dukungannya ☺
total 1 replies
Nur Aenia
mana lg nihh kelanjutanya thor...🤔
g sabaaar nunggu kelanjutanyaaaaaa😀😀
Nur Aenia
semakin penasaran aq tuuuhh..
Nur Aenia
ditunggu kelanjutanya Author giamanaa
bikin penasaran seru menegangkan...😀😀
Savetia Ningrum Bp
Salam kenal.. makasih nisa😊
Erik Siculay
keren
Erik Siculay
keren😍
Anita Jenius
Semangat up thor..
4 like buatmu.
Savetia Ningrum Bp: thanks u 🙏💕
total 2 replies
Anita Jenius
Like full di ceritamu thor..
Semangat ya
Anita Jenius
Hadir kak..
7 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
teh Ryu_Za
aku syukaaa paper cuts... suara trio cbx dabest 👍👍👍
Savetia Ningrum Bp: EXOL 😍
total 1 replies
Maulidya Puspasari U
👍
Deasy Verawaty Manangkalangi
bucin akut... lanjut
Anita Jenius
Hadir kak..
8 like buatmu.
Mari kita saling dukung.
Semangat up terus ya..
IG @zmling_
Hai aku mampir meramaikan cerita mu

yuk mampir di "Mr. Mafia or Mr. Psychopath?" juga ya

Semangat
ᨆᨔᨙᨂᨛᨑᨛ
hadirrr
Ansifa: Permisi kak, izin promote.
Mampir Yuk ke karya ku

* Cinta Sang CEO Tampan
* Pesona Prajurit Tampan
* Cold Woman Itu Istriku

Terimakasih🤗
total 1 replies
Mhee
bikin penasaran 😳 ditunggu nexk up nya yaa
Ansifa: Permisi kak, izin promote.
Mampir Yuk ke karya ku

* Cinta Sang CEO Tampan
* Pesona Prajurit Tampan
* Cold Woman Itu Istriku

Terimakasih🤗
total 1 replies
Mhee
ini lanjutannya mana,,,??
Savetia Ningrum Bp: lanjutanya baru Up kk ☺
total 1 replies
HIATUS
vreya cantiiik 😍
Ansifa: Permisi kak, izin promote.
Mampir Yuk ke karya ku

* Cinta Sang CEO Tampan
* Pesona Prajurit Tampan
* Cold Woman Itu Istriku

Terimakasih🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!