Tim gabut generasi delapan dan tim gabut generasi sembilan
Sambungan GD 2, GD 3 dan The Buwono Family.
Tiga sepupu yang satu sekolah dan satu kelas di SMP PRC, dikenal memiliki jiwa kepo tinggi. Seperti hal para ayah mereka, Sheva Sasono, Kenzie Buwono dan Zane Sihasale, sering tidak sengaja terlibat ( melibatkan diri ) dalam kasus kriminal. Bersama tim ayah mereka, ketiganya saling bahu membahu memecahkan misteri.
Generasi ke delapan klan Pratomo
Generasi ke sembilan klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Teguran Daisy
Dokter Lucky dan Daisy hanya bisa menghela napas panjang mendengar cerita Kenzie. Putranya itu benar-benar cerdas tapi ... Kebablasan! Dan Daisy memberikan hukuman karena Kenzie main hack data di Medical Examiner. Putranya harus mencuci piring dan membersihkan meja makan.
"Kan aku berbuat baik Mama," sungut Kenzie yang tidak terima dihukum ibunya.
"Benar. Kamu berbuat baik. Tapi, kamu main hack data pribadi pasien dan itu tidak etis, Kenz! Kamu masih SMP, kamu bukan dokter, kamu bukan polisi! Jadi kamu harus tahu, apakah kamu berhak atau tidak! Dan jawabannya?" Daisy menatap putra sulungnya tajam.
"Tidak boleh. Bukan hak Kenzie," jawabnya sambil menunduk.
"Nah! Itu yang Mama maksud. Coba kamu pikir, kamu memang dapat informasi tapi bukan dari jalur resmi kepolisian. Bisa dimentahkan di pengadilan dan apa yang terjadi?"
"Bisa batal demi hukum ...."
"Paham ya? Mama tidak mau penjahat itu akan lepas begitu saja hanya karena minor mistake! Pengacara sekarang bisa cari celah lewat apapun. Mama kasihan dengan timnya Oom Victor dan Oom Steven nanti ... Sia-sia lho Kenz kerja keras mereka!" ucap Daisy lagi. "Mama juga bisa kena tegur nanti karena anak Mama sendiri yang jadi pelakunya! Pikirkan semua itu sebelum kamu maju! Ada banyak hal yang bisa membuat kasus itu jadi gugur. Beda cerita macam kemarin kamu menemukan Yugi. Bisa dianggap kalian bertiga iseng main di sana. Tapi, yang kasus pembunuhan banci ... Tidak seperti itu!"
Dokter Lucky dan Elina hanya mendengarkan ceramah Daisy yang campur aduk Inggris, Italia dan Indonesia. Dokter Lucky memilih tidak ikut campur, karena yang berhak adalah Daisy. Kenzie mencuri data autopsi Daisy dan itu tidak dibenarkan.
"Maafkan Kenzie, Mama," ucap Kenzie dengan wajah menyesal. Dia memang tidak memikirkan sampai ke sana karena yang di benaknya adalah membantu tim kasus dingin.
"Mama maafkan tapi ini jadi pelajaran buat kamu. Ada banyak hal yang bisa membuat sebuah kasus berantakan karena kecerobohan si penyidik. Oke?" Daisy mengelus rambut coklat Kenzie. "Mama tidak melarang kamu, Sheva dan Zane jadi trio detektif tapi ada aturannya. Paham?"
"Paham Mama."
***
Apartemen Iptu Cristiano dan Iptu Casey
"Apa Papa punya kenalan yang hobi koleksi barang antik?" tanya Iptu Casey ke kembarannya.
"Harusnya punya. Coba kita tanya koh Topher. Dia kan Papa banget!" jawab Iptu Cristiano sambil menghubungi kakak sulungnya.
"Ya dik?" sapa Christopher saat Iptu Cristiano menghubungi dirinya lewat panggilan video.
"Koh, aku mau tanya. Ini berhubungan dengan kasus yang sedang aku tangani. Papa udah cerita kan? Kokoh sudah tahu juga kan?" ucap Iptu Cristiano.
"Yang pencurian artifak di Gunung Kawi? Sudah. Aku juga sedang cari gosip soal siapa yang biasa beli barang-barang seperti itu. Kamu tenang saja. Begitu ada info, aku langsung kabari. Jujur, seru juga jadi detektif," kekeh Christopher.
"Jangan ikutan jadi polisi lho Koh," kekeh Iptu Casey. "Papa bisa siyok."
Christopher tertawa. "Nanti aku kasih kabar ya kalau udah ada info."
"Thanks Koh."
***
Divisi Kasus Dingin Polda Metro Jaya Jakarta keesokan harinya
Dean Thomas dan dokter Wayan mendatangi markas tim gabut pada keesokan paginya. Mereka merasa sudah pensiun itu butuh sesuatu yang seru. Dean Thomas berkaca dari Hoshi yang usia kepala tujuh, masih saja suka gedubrakan.
"Jadi Kenzie nge-hack data Daisy?" tanya Dean Thomas ke Brigjen Victor. "Apa nggak dimarahi?"
"Tentu saja sudah. Kan masuk pelanggaran penyelidikan. Sekarang dihukum Daisy harus membersihkan halaman belakang tiap pulang sekolah selama seminggu. Para ART nya tidak boleh ikutan!" kekeh Brigjen Victor.
"Ya ampun ..." Dokter Wayan memegang pelipisnya. "Untung Cakra dan Aya tidak ikutan."
"Gimana mau ikut? Wong ikut Hana pindah ke Penang," kekeh Dean Thomas.
Hana Akihiro pindah ke Penang karena Darman Pratomo membutuhkan dokter bedah setelah Dirandra tidak mau kembali ke Penang. Hana yang merasa bosan di Jakarta, langsung menyambar tawaran Oomnya. Si kembar pun ikut serta tapi Madhava masih di Jakarta karena pekerjaannya. Dia sedang menunggu ada tempat kosong di Penang sebelum menyusul.
"Betah kah Hana di Penang?" tanya Kombes Steven.
"Betah banget! Makaaaannn terus anak itu! Kalau sudah gitu, sambat gendut," kekeh dokter Wayan. "Untung Dhava tiap Minggu ke Penang aku kadang bisa nebeng."
"Penang banyak yang enak soalnya," kekeh Brigjen Victor yang sempat lama di sana pasca kena tembak. ( Baca Ghost Detective Season 3 )
"Oke. Sekarang kita mulai acara pembagian penyelidikan," ucap Kombes Steven. "Maaf Pak Dean, aku ambil alih."
Dean Thomas tertawa. "Hei, aku sudah pensiun lho. Jadi sudah tidak ada hak di sini. Anggap saja aku dan Dok Wayan sebagai konsultan."
***
PRC School
Ketiga remaja itu saling berpandangan dengan wajah manyun. Bukan apa-apa, mereka bertiga sama-sama kena tegur dari orang tua masing-masing.
"Aku harus bersih-bersih halaman belakang seminggu," keluh Kenzie.
"Aku bagian cuci piring dan kosek kamar mandi," sahut Zane.
"Aku bagian setrika. Tahu sendiri aku paling benci menyetrika," timpal Sheva.
Ketiganya menghela napas panjang bersamaan.
"Naseeebbbbb ...." Mereka sama-sama meletakkan kepala diatas meja taman saat istirahat.
"Kalian kenapa?"
Ketiganya melihat seorang gadis remaja cantik sedang berdiri di depan mereka bersama dengan seorang pria bule.
"Mbak Ela ngapain kemari sama Bang Naga?" tanya Sheva.
Naela Gardapati, gadis yang dipanggil 'Mbak Ela', tersenyum manis. "Nih, si Dragon Ball pas main ke Jakarta. Bokapnya ada pertemuan dengan orang KAI. Eh, dia malah pengen lihat sekolah aku dulu."
"Hai," sapa Dragon Falkenburg. Pria berusia dua puluh dua tahun itu mengangkat tangan, menyapa ketiga adik Naela.
"Bang Naga nggak kuliah?" tanya Sheva.
"Lho aku sudah lulus, Sheva," jawab Dragon yang sudah menjadi sarjana teknik mesin dari Delft University of Technology (TU Delft ).
Delft University of Technology (TU Delft) : Terletak di Delft, universitas teknik terbesar dan tertua di Belanda ini menempati peringkat ke-3 di dunia untuk Teknik Mesin. Jurusan populer termasuk Teknik Dirgantara, Teknik Sipil, dan Arsitektur. ( Sumber Google ).
"Oh ... Kirain. Eh, memang kalian boleh kemari?" tanya Kenzie.
"Boleh lah. Kan aku juga pas ada libur dari kampus," jawab Naela yang sudah menjadi mahasiswa kedokteran UI. "Kalau melihat dari muka-muka kalian, pasti habis kena hukuman. Kalian ngapain?"
"Menyelidiki kasus pembunuhan banci," jawab ketiganya dengan bahasa Belanda.
"De zaak van de moord op de transgender vrouw?" seru Naela dan Dragon bersamaan. "Really?"
***
Yuhuuuu up malam yaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
sukury
ternyata sudah dicekoki pak Tommy sejak kecil to kalo Elina calon jodohmu
kan kena karma juga akhirnya🤣