NovelToon NovelToon
Hilang, Atau Kembali?

Hilang, Atau Kembali?

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen Angst / Romansa / Bad Boy / Romansa pedesaan / Kapten / Diam-Diam Cinta
Popularitas:308
Nilai: 5
Nama Author: Im Astiyy_12

Emillya Vozera seorang gadis bar-bar, cegil, heboh, dan berisik. dia adalah kekasih dari Arshka Ravindra_ pemuda dengan hobi tawuran serta balapan liar. Emillya tau apa saja yang di lakukan oleh pacarnya, tapi dia tak pernah komplain apapun yang dilakukan nya. menurutnya asalkan pria itu bahagia maka tidak apa, meskipun sesekali dia harus marah-marah jika pacarnya itu sudah melewati batas.

sedangkan Arshka, dia hanya bisa tersenyum melihat pacarnya yang cerewet ini berbicara tanpa putus, dia bahagia memiliki gadis ini dalam hidupnya.

namun semuanya berubah sejak Arshka di pindahkan ke desa oleh orang tuanya, bertemu dengan orang baru, dengan kejadian yang tidak terduga.

akankah cinta Arshka dan Emilliya akan berakhir indah, atau justru keduanya mengambil jalan yang berbeda. Dengan segala rintangan yang harus mereka hadapi.

berlanjut...🌸

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Im Astiyy_12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

possessive

...🎵 Tinnitus by Tomorrow X Together...

Happy reading...

...Aku masih tetap di sini untukmu....

.......

...........

..........

........

SMA NEGERI 1 DESA LAYARAN

Emiliya, dan Netta berjalan ke kantin bersama. Setelah jam olah-raga yang sangat melelahkan karena harus berlari keliling lapangan lalu berlatih bagaimana cara service bola voli hingga tangan mereka terasa kebas.

Baju olahraga yang mereka kenakan basah oleh keringat. Rambut yang awalnya di tata rapi kini sudah tak beraturan. Menempel di pipi serta leher.

Emiliya berjalan bersama Netta, sedangkan Kaifan lanjut ikut berlatih basket, bersama para anak-anak basket untuk turnamen yang akan datang.

"Gila! Gue mau mati rasanya." Netta mengelap wajahnya menggunakan tisu. "Pak Arman ini manusia apa mesin? Nggak ada capeknya, jir?"

Emillya tertawa."Lu aja yang lebay, makanya olahraga."

Keduanya berjalan dengan santai sesekali saling melontarkan candaan, hingga Netta menghentikan langkahnya. "Emi stop!!" serunya pada Emiliya yang berjalan lurus di hadapannya.

Emiliya menoleh ke belakang, "Apa si Nett, mau debat capung sama kecoa lagi?"

Netta menggeleng dengan wajah yang serius, "Tu, liat." tunjuk nya pada arah lapangan basket outdoor.

Emiliya mengikuti arah yang di tunjuk oleh Netta, nyatanya melebar dengan dada naik turun. "Sialan! Cewek ganjen!" geramnya melihat sang pujaan hati di dekati gadis lain.

Netta menahan tangan Emiliya yang sudah mengepal, "Sabar Mi, sabar. Itu ceweknya aja yang ganjen, liat Arshka nggak ngeladenin kok."

Emiliya menarik napas panjang. Matanya masih tak lepas dari lapangan basket. Di sana, Arshka sedang duduk di pinggir lapangan. Keringatnya bercucuran, jersey basket no.7 nya basah oleh keringat. Di sampingnya berdiri seorang hadis dengan rambut panjang, seragam cherledees, sembari menyodorkan sebotol air minum dan handuk.

Emiliya mencebikan bibirnya kesal, meskipun apa yang di sodorkan gadis itu tak di terima ia tetap kesal. Karena ada yang berani mendekati miliknya.

"Bibir lo monyong-monyong gitu ngapain? Mau di cipok Arshka hah?!"

Emiliya melirik Netta tajam, "Kalo bisa, boleh deh." balasnya pelan.

"Sinting!" cibir Netta.

Emiliya kembali diem. Tapi matanya masih mengunci ke arah lapangan. Gadis cheerleaders itu masih di sana berusaha menarik perhatian Arshka.

Arshka mengelap wajahnya menggunakan bajunya sendiri. Tanpa mau menyentuh handuk yang Lusi sodorkan. Namun Lusi tak menyerah la tetep memaksa duduk di sebelahnya, sembari tertawa kecil dan mencoba mengajak Arshka bicara.

Dada Emiliya naik turun.

"Nett, nggak bisa di biarin. Dia makin ganjen sama Arshka. Tuh, liat! Dia pegang-pegang bisep cowok gueee!!" seru Emiliya melihat gadis itu berusaha memegang lengan Arshka.

"Si anjir! Berani bener tu cewek. Pawangnya aja segalak ini." gumamnya memelan di ahir kalimat. Ia cukup terperangah melihat keberanian gadis itu meskipun sudah di tolak mentah-mentah oleh Arshka.

Emiliya menggulung bajunya, siap melabrak gadis itu. "Nggak bisa di diemin!"

"Emi. Jangan bikin ribut, tu liat Arshka dah notice Lo." kata Netta menghentikan tindakan barbar sahabatnya.

Saat Emiliya hampir meledak, dari arah lapangan Arshka tiba-tiba berdiri. Dia menoleh ke arah lorong. Dimana sosok yang tak asing sedang berdiri di sana dengan tangan yang mengepal serta tatapan yang menatapnya tajam.

Mampus gue!

Ia terus berjalan menghampiri gadisnya, mengabaikan suara-suara gadis yang sedari tadi berbicara tanpa henti hingga membuat telinga sakit.

Netta langsung nepuk bahu Emiliya. "Tuh. Pangeran berkuda putih lo nyamperin."

Arshka berhenti tepat di depan Emiliya. Keringat masih menetes dari pelipisnya. Dia menyodorkan botol minumnya ke Emiliya.

"Haus?" tanyanya simpel.

Emiliya menerima meskipun masih cemberut. "ya. Abis lari sama service voli sampe tangan aku kebas." balasnya jutek.

Setelah meminumnya sedikit Emiliya langsung mengembalikan botol itu pada pemiliknya, "Gimana latihan basketnya? Pasti seneng kan di semangatin cewek ganjen itu!" kayanya dengan senyum yang terlalu di paksakan hingga terlihat seram.

Arshka menerima botolnya. Tak langsung menjawab. Dia menatap Emiliya sejenak Baju basah. Rambut acak-acakan. Bibir monyong. Dan senyum... yang jelas-jelas bukan senyuman tulus melainkan sebuah tanda bahaya.

Arshka menghembuskan napasnya pelan. Lalu menggelengkan kepalanya, dia tau pasti gadis itu tengah cemburu.

Emiliya pura-pura tak melihat. Dia nenoleh ke arah lain. "Hm. Jawab dong. Seneng kan?"

Arshka maju selangkah. "Seneng apa?"

Emiliya kembali tersenyum dengan tatapan menyindir. "Ya seneng lah harusnya. Ada yang bawain minum. Ada yang bawain handuk. Ada yang ketawa juga di sebelah. Paket komplit!'

Netta yang berada di belakang sepasang muda-mudi ini hanya bisa menahan nafasnya tegang "Anjirrr"

Arshka tak bisa menahan untuk tidak tersenyum. "Kamu cemburu?"

"Nggak!" elaknya cepat. "Cuma nanya aja. Emang salah?"

"Nggak kok." Arshka menjawil ujung hidung Emiliya. "Kamu nggak pernah salah."

"Ya iyalah, aku ngga pernah salah! Yang salah tuh kamu!"

"Kok jadi aku?"

"Iya lah. Kamu terlalu ganteng jadi banyak lalat buah yang tertarik sama kamu!"

"Kan aku nggak ladenin, lagipula aku kan udah ada kamu."

Emiliya diam. Mukanya memerah.

Arshka semakin gemas. Dia mengusap rambut Emiliya yang berantakan. "Udah. Jangan gitu. Aku nggak suka liat kamu kayak gitu."

Netta di belakang langsung nutup muka. "UDAH UDAH KANTIN KANTIN"

Mereka bertiga jalan ke kantin. Di belakang, Lusi masih duduk di lapangan. Minuman di tangannya ia remas dengan kuat lalu membantingnya di lantai hingga botolnya pecah.

"Awas aja lu cewek songong!"

Saat masuk ke kantin, Bara, Kaifan, Deva sudah duduk menunggu mereka di meja.

"Woi lama amat." sapa Bara.

"Habis ngusir nyamuk." jawab Emiliya sinis sembari duduk di samping Arshka.

Kaifan nyengir. "Nyamuk berseragam cheerleaders ya?" membuat Arshka meliriknya. Tajam.

"Iya iya bercanda."

Suasana heboh. Tapi di tengah ramai itu, ada satu orang yang sedari tadi memperhatikan dari jauh pada satu objek.

Dia duduk di kursi paling pojok seorang diri.

Emiliya melihat itu.

Arshka mencubit pipi Emiliya. "Liat apa?"

"Ngeliat orang yang mungkin sama-sama suka sama kamu." jawab Emiliya jujur.

Arshka diam lalu ia genggam tangan Emiliya di bawah meja. "Yang suka sama aku mungkin banyak. Tapi yang Arshka pilih cuma satu. Emiliya."

...~To be continued~...

...Hadeuhh! Kasian banget dah pembaca novel gue, nemu author kayak gue yang up nya sesuka hati ntah pagi, siang, malem, atau dini hari di kek sekarang. Itu karena dapat idenya jam segini ygy....

...Jadi jangan lupa vote ya buat semangat aku😭...

1
ChocoMint!
Lanjutkan kak👏🏼
ChocoMint!: ah iya terima kasih dukungannya😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!