NovelToon NovelToon
PENYIHIR SUMMONER

PENYIHIR SUMMONER

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Game / Tamat
Popularitas:6.2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ark Vest

Myro Aras hanyalah seorang yang hobi bermain game. Di suatu game online ia adalah pemain terbaik disana tetapi saat sedang melawan suatu bos di dalam game dan berhasil menang, Myro tiba-tiba merasa mengantuk dan tertidur.

Ia terbangun menjadi seorang bayi di dunia yang dipenuhi oleh kekuatan unik dan sihir ini. Tempat dimana kekuatan seseorang yang menentukan segalanya. Myro memutuskan untuk berjalan di jalan seorang penyihir dan berjalan menuju puncak. Disertai bantuan sistem yang memberinya kecurangan dengan bisa membawa kekuatan Myro dari game sebelumnya.

Lihatlah Myro berjalan menuju puncak bersama orang-orang yang mempercayainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ark Vest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 28 : THIS IS SPARTA!

"Seluruh murid dari Akademi Tumbuhan Sihir segera berkumpul! Kita akan berangkat sekarang", kata salah seorang penyihir dari Akademi Tumbuhan Sihir.

Tidak hanya para murid dari Akademi Tumbuhan Sihir saja yang dikumpulkan oleh para penyihirnya tapi murid-murid dari akademi sihir lain juga mulai dikumpulkan. Mereka akan segera berangkat dan kembali ke akademi sihir masing-masing, oleh karena itu para murid mulai dikumpulkan.

Seluruh penyihir mengumpulkan murid dengan terburu-buru. Lagipula mereka tidak tahu kapan monster itu akan datang lagi. Jadi lebih baik segera meninggalkan hutan ini dan kembali ke akademi sihir masing-masing.

Myro bersama Boldes dan yang lainnya juga mulai berlari dan berkumpul bersama murid Akademi Tumbuhan Sihir lainnya. Saat ini kepala Akademi Tumbuhan Sihir segera berkata "Kita akan berangkat sebentar lagi. Apakah semua murid sudah berkumpul?".

Luis yang sudah menghitung jumlah murid di sekitar segera berkata "Kepala, semuanya sudah lengkap".

Kepala Akademi Tumbuhan Sihir segera berkata "Baik, kalau begitu kita akan berangkat sebentar lagi. Kendaraan kita akan segera tiba".

Tiba-tiba ada suara tawa yang mengejek dan orang yang tertawa tersebut mendekati kepala Akademi Tumbuhan Sihir dan berkata "Apakah kalian masih memakai pohon tua itu untuk berangkat ke akademi kalian? Kalian harus segera berubah, pohon itu sudah terlalu tua".

Wajah kepala Akademi Tumbuhan Sihir segera menjadi suram dan berkata "Pak tua, apakah ini urusan mu mengenai apa kendaraan Akademi Tumbuhan Sihir kami? Setidaknya kami masih lebih baik dari kalian yang mengendarai tengkorak raksasa".

Orang yang tertawa mengejek sebelumnya adalah kepala dari Akademi Penyihir Pemanggilan, ia segera berkata lagi "Kau salah menebak, kali ini kami memakai kendaraan yang pasti akan membuatmu terkejut. Setidaknya jauh lebih baik daripada menaiki pohon".

Setelah berkata seperti itu, kepala Akademi Penyihir Pemanggilan pergi ke akademi sihir lain untuk mengejek mereka. Luis segera berkata kepada kepala Akademi Tumbuhan Sihir "Kepala kau tidak perlu marah. Orang itu memang selalu sombong dan mengejek orang lain. Jadi tidak ada artinya bagi kita untuk memarahi orang bodoh itu".

Kepala Akademi Tumbuhan Sihir mengangguk dan berkata "Aku tahu, kau tidak perlu memberitahuku".

Segera pemandangan yang mengejutkan terlihat. Sebuah burung raksasa yang terbuat dari api mendekati balon udara. Beberapa murid mulai menjadi panik. Burung api tersebut segera berhenti di samping balon udara dan berteriak dengan keras.

Suara tawa segera terdengar "Hahahahaha..... Lihat para murid-murid, ini adalah kendaraan kita berangkat menuju ke akademi. Di seluruh akademi sihir ini merupakan makhluk tercepat. Sebagai buktinya, kendaraan dari akademi sihir lain belum tiba dan kendaraan kita sudah tiba. Kalian harus bangga menjadi murid Akademi Api Pertarungan. Tidak seperti sebuah akademi yang kendaraannya sangat lambat. Apa itu nama kendaraannya.....".

Seluruh orang melihat asal suara itu. Suara tersebut berasal dari seorang wanita yang terlihat tua yang memakai jubah putih dengan lambang istana yang terbuat dari api. Wanita tersebut merupakan kepala Akademi Api Pertarungan. Penyihir wanita dari Akademi Api Pertarungan segera berkata "Kepala, nama hewan yang mereka pakai adalah Kereta Perang Air".

Kepala Akademi Api Pertarungan segera berkata seakan-akan baru teringat "Ya, ya itu namanya. Aku tidak terlalu mengingatnya karena kendaraan tersebut hanya mengandalkan bentuknya yang mewah tapi tidak cepat sama sekali. Tidak seperti burung api kita yang sangat cepat".

"Omong kosong apa yang kau katakan wanita tua!", Segera suara seorang wanita yang dipenuhi kemarahan terdengar.

Mendengar perkataan yang dipenuhi kemarahan itu, kepala Akademi Api Pertarungan segera berkata sambil tersenyum mengejek "Oh..... Maaf, aku tidak menyangka kalian tersinggung. Padahal aku hanya mengungkapkan kebenaran saja".

Wanita tua yang sedang berkata dengan marah sebelumnya adalah kepala Akademi Lautan. Ia segera balas mengejek"Apa yang hebat dari burung api mu? Bukankah murid yang menaikinya hanya akan merasa terbakar karena kekuatan mereka yang tidak mencukupi. Hah..... Aku merasa kasihan terhadap murid mu, harus mengalami penderitaan dibakar saat dalam perjalanan ke akademi. Tidak seperti kereta perang kami yang mengutamakan kenyamanan para murid".

Kepala Akademi Api Pertarungan segera menatap kepala Akademi Lautan dengan dipenuhi kemarahan. Kepala Akademi Lautan juga tidak kalah dan menatap balik dengan penuh kemarahan juga. Melihat itu, Boldes segera berbisik kepada Myro "Bukankah mereka kepala akademi sihir? Kenapa mereka bertengkar seperti anak kecil".

Suara Boldes sangat kecil agar tidak terdengar oleh orang lain. Tapi kepala akademi sihir itu bisa mendengarnya dan mereka segera menatap tajam ke arah Boldes. Boldes segera ketakutan dan bersembunyi di antara kumpulan murid dari Akademi Tumbuhan Sihir.

Sebuah suara segera menghancurkan situasi yang aneh tersebut. Suara langkah kaki yang terdengar sangat keras terus mendekat. Di kejauhan, para murid dan penyihir di balon udara bisa melihat sebuah pohon yang sangat besar bahkan mencapai awan sedang berjalan kesini.

Melihat pohon tersebut yang datang mendekat, kepala Akademi Tumbuhan Sihir tertawa dan berkata dengan keras ke arah kepala Akademi Penyihir Pemanggilan "Lihat, walaupun pohon itu sudah tua tapi masih sangat cepat. Tidak seperti seseorang yang mengejek pohon kita tapi kendaraannya sendiri belum sampai".

Kepala Akademi Penyihir Pemanggilan segera berkata "Hanya sedikit lebih cepat saja, mengapa begitu bangga. Pohon itu sudah terlalu tua dan sebentar lagi akan mati, jadi apa yang begitu baik dari pohon yang akan mati".

Para murid di balon udara melihat para kepala akademi sihir yang saling berkelahi dan mengejek dengan aneh. Apakah hubungan antara akademi sihir begitu bermusuhan?.

Segera teriakan yang sangat keras menghentikan seluruh kepala akademi sihir yang saling mengejek tersebut "Kalian semua, berhenti mengejek seperti orang bodoh. Apakah kalian tidak malu dengan murid kalian? Segera naik kendaraan kalian dan pergilah".

Orang yang berteriak tersebut adalah seorang pria tua dengan rambut hitam pendek yang sebagian sedikit berwarna putih. Pria tua tersebut memakai jubah dengan tanpa lambang apapun.

Melihat pria tua itu, Myro tahu bahwa pria tersebut adalah kepala Akademi Dimensi. Mereka tidak memihak Akademi Kegelapan maupun Akademi Cahaya Terang dan bersikap netral sepenuhnya terhadap permusuhan akademi sihir lain.

Mendengar pria tua itu berkata, kepala Akademi Api Pertarungan segera melompat ke burung api dan berkata "Ayo, kita pergi".

Setelah itu karena pohon raksasa sudah sampai di dekat balon udara, kepala Akademi Tumbuhan Sihir juga naik dan berkata "Kita juga pergi".

Para murid segera melompat ke pohon besar tersebut. Myro juga melompat ke pohon besar tersebut. Setelah tiba di pohon dan berjalan mengikuti kepala Akademi Tumbuhan Sihir, kepala akademi segera berhenti di sebuah dinding pohon dan mengucapkan mantra yang tidak diketahui.

Segera sebuah pintu muncul dan kepala akademi membukanya dan berkata "Ayo".

Segera setelah kepala Akademi Tumbuhan Sihir melewati pintu itu, para murid mulai mengikuti juga. Segera Myro melihat bahwa didepannya adalah ruangan yang cukup besar. Di sana terdapat banyak pintu-pintu dan tidak terasa seperti berada di sebuah pohon.

Segera para penyihir memberikan murid-murid kunci kamar masing-masing untuk beristirahat dan memberitahu bahwa mereka akan tiba di akademi pada besok pagi.

Setelah berbicara sedikit dengan Boldes dan lainnya, mereka segera pergi ke kamar masing-masing untuk beristirahat. Myro membuka pintu kamarnya dan seperti di balon udara, kamar tersebut hanya terdapat sebuah kasur.

Myro segera menutup pintunya dan duduk lalu berkata "Shar, apa yang terjadi?".

Segera sebuah sosok berlutut di depan Myro dan berkata "Maaf tuan muda, Shar pergi tanpa memberitahu tuan muda".

"Itu tidak masalah, yang penting apakah kau melawan Hanzo?", kata Myro.

Shar mengangguk dan berkata "Ya, tuan muda. Hanzo juga datang ke dunia ini bersama tuannya".

"Maksudmu ia datang bersama Locke?", kata Myro.

Shar mengangguk dan berkata "Tidak salah lagi tuan muda, saya diberitahu oleh Hanzo. Meskipun Hanzo adalah musuhku tapi aku yakin bahwa ia tidak akan menipuku mengenai masalah tuannya".

Myro segera berdiri dan melihat gelapnya malam di luar. Setelah itu, Myro tersenyum dan berkata "Semuanya akan menjadi semakin menarik sekarang".

"Ya, tuan muda. Saya juga mengetahui bahwa Locke datang kesini setelah membunuh bos yang tidak bisa dikalahkan di dunia sebelumnya sama seperti anda", kata Shar.

Myro masih tetap tersenyum dan berkata "Maka akan ada beberapa orang lagi selain aku dan Locke. Lagipula di The World Online ada beberapa orang kuat juga yang bukan merupakan summoner. Nampaknya ini waktunya kegelapan kita kembali melihat cahaya, Shar".

"Ya, tuan muda. Saya yakin kali ini summoner kegelapan kita juga akan menang lagi", kata Shar dengan penuh percaya diri.

"Ya, kita pasti menang", kata Myro lalu berhenti melihat langit malam dan duduk kembali.

Myro juga memiliki sebutan lain di dunia sebelumnya."Summoner Kegelapan", itulah julukan lain Myro selain Summoner Terkuat. Locke yang merupakan summoner terkuat di bawah Myro juga memiliki julukan "Summoner Cahaya". Ada banyak alasan mengapa mereka mendapatkan julukan ini.

Myro berkata "Lalu Shar, apakah mereka yang membawa pergi buku sihir terlarang dari Akademi Cahaya Terang?".

"Ya, tuan muda. Awalnya saya mengejarnya karena merasakan ada seseorang yang mengambil buku sihir terlarang tersebut. Tapi aku tidak menyangka bahwa itu adalah Hanzo", kata Shar.

"Yah..... Tidak apa-apa jika mereka memiliki buku sihir terlarang itu. Lagipula pertarungan sebenarnya masih belum dimulai", kata Myro lalu berkata lagi "Nah..... Locke, pertarungan kita baru saja akan dimulai lagi".

..........

Saat ini, di suatu rumah di sebuah desa.

Seorang pria dengan rambut berwarna emas cerah dan mata berwarna emas yang terlihat bersinar sedang menatap buku dan membacanya dengan tenang. Di belakang pria tersebut, berdiri seorang pria dengan tubuh yang kekar dan memakai pelindung kepala serta memegang tombak. pelindung kepala yang dipakai pria tersebut tidak seperti pelindung kepala para pasukan pada umunya, tapi pelindung kepala itu terbuat dari besi berwarna emas dan hanya menampakkan wajah pria tersebut dalam bentuk T.

Pria tersebut tidak memakai baju sehingga otot-otot di tubuhnya terlihat jelas. Pria tersebut hanya memakai sebuah jubah yang tergantung di bahunya dan sebuah celana yang dilapisi oleh besi berwarna emas sama seperti pelindung kepala yang ia pakai. Prajurit tersebut terlihat seperti pasukan sparta.

Segera pria sparta tersebut mengarahkan tombaknya ke arah pintu dan berteriak dengan keras "Siapa disana?".

"Leonidas, ini aku", sebuah sosok muncul di ruangan tersebut.

Sosok yang muncul itu adalah wanita dengan rambut hitam panjang yang diikat dan memakai sebuah zirah besi ringan. Di tangannya terdapat sebuah cincin yang mengeluarkan udara yang dingin. Melihat wanita tersebut, pria bernama Leonidas tersebut menurunkan tombaknya dan berkata "Ternyata itu kau Hanzo".

Hanzo segera berjalan dan berlutut di belakang pria berambut emas itu lalu mengeluarkan sebuah buku dan berkata "Tuan, Hanzo sudah kembali dan berhasil membawa buku itu".

Pria berambut emas itu berbalik, lalu mengambil buku tersebut dan melihat Hanzo sebentar lalu berkata "Kau terluka? Apa yang terjadi? Apakah penyihir di akademi sihir begitu kuat?".

Hanzo menggelengkan kepalanya dan berkata "Tidak tuan, saya tidak terluka akibat para penyihir tersebut. Tetapi ini disebabkan saat melawan musuh lama saya".

"Musuh lama?", mendengar perkataan Hanzo pria berambut emas itu sedikit terkejut lalu berkata lagi "Apakah maksudmu Shar?".

"Ya tuan,Tidak diragukan lagi. Shar juga membawa semua artefaknya ke dunia ini", kata Hanzo.

Segera, wajah pria berambut emas tersebut dipenuhi kemarahan dan dendam lalu berkata "Apakah Myro ada disana juga?".

"Saya tidak melihatnya saat bertarung dengan Shar", kata Hanzo lalu berkata lagi "Tapi aku yakin, berdasarkan apa yang dikatakan Shar maka tuannya juga datang ke dunia ini".

Pria berambut emas itu segera tertawa dengan sangat keras lalu matanya dipenuhi oleh pembunuhan dan berkata "Akhirnya kita bisa menyelesaikan dendam selama ini. Myro, akan aku tunjukkan padamu bahwa aku lah summoner terkuat. Bukan Myro sangat Summoner Kegelapan, tapi aku Locke si Summoner Cahaya lah yang terkuat. Lalu, aku akan membalas mu atas kematian karakter ku yang pernah kau lakukan".

"Saya yakin, tuan lah yang akan menang kali ini", kata Hanzo dengan percaya diri.

Locke tersenyum dipenuhi dengan dendam dan berkata "Tentu saja, kali ini aku akan membunuh Myro".

"Menarik sekali, kau akan membunuh tuanku. Apakah kau mampu melakukan itu, Locke?", sebuah suara wanita terdengar di ruangan tersebut.

Mendengar suara itu, Locke, Hanzo dan Leonidas terkejut. Leonidas segera mengangkat tombaknya lagi dan berkata dengan keras "Siapa disana?".

"Kau masih begitu berisik Leonidas?", segera pintu di ruangan itu terbuka dan seorang wanita berdiri disana sambil bersandar di dinding.

Wanita tersebut memiliki rambut hitam panjang dan mata hitamnya menatap Locke, Hanzo dan Leonidas dengan dingin. Melihat kedatangan wanita tersebut, Locke berteriak "Claire, bagaiman kau bisa kesini?".

"Kenapa aku harus memberi tahumu?" kata Claire dengan senyum mengejek.

"Leonidas, bunuh! Claire hanya seorang pedagang. Seharusnya kau bisa membunuhnya dengan mudah", kata Locke.

Tapi, Leonidas tidak bergerak dan hanya menatap Claire dengan hati-hati dan berkata "Hanzo, kau bawa tuan dan lari. Aku akan mengulur waktu. Lalu tinggalkan buku sihir terlarang itu. Aku yakin Shar menaruh sesuatu pada buku itu sehingga Claire bisa mengetahui keberadaan kita".

Hanzo segera mengerti dan merasa bersalah, karena kesalahannya lah musuh jadi mebgngetahui keberadaan mereka. Hanzo segera menatap Claire dan menyadari bahwa Claire jauh lebih kuat darinya dan Leonidas juga pasti tidak bisa mengalahkan Claire walaupun Leonidas lebih kuat dari Hanzo. Oleh karena itu, Hanzo berkata "Maaf Leonidas, aku tidak berhati-hati sehingga musuh berhasil mengikuti ku. Aku akan melindungi tuan dengan seluruh kekuatan ku".

Leonidas mengangguk dan berteriak "Pergilah!".

Setelah itu Hanzo memegang Locke dan berkata "Tuan, kita harus pergi sekarang".

"Apa yang kau katakan? Lawan kita hanya seorang pedagang?", kata Locke.

Hanzo tidak berkata apa-apa lagi, dan segera mengambil buku terlarang di tangan Locke dan melemparnya ke tanah. Lalu, Hanzo menarik Locke dan membawanya pergi keluar dari rumah tersebut.

Claire tersenyum dan berkata "Apakah aku membiarkanmu pergi?".

Lalu Claire akan mengejar Hanzo. Melihat hal tersebut, Leonidas segera mengangkat tombaknya dan berteriak dengan sangat keras "THIS IS SPARTA!".

Segera setelah itu, Leonidas melempar tombaknya dengan seluruh kekuatannya dan tombak itu bergegas menuju Claire. Segera ledakan yang sangat kuat terjadi di desa tersebut. Banyak rumah yang hancur akibat ledakan tersebut. Penduduk di desa segera keluar dengan panik melihat keadaan di luar.

Saat ini, Leonidas berdiri dengan berani memegang sebuah tombak lagi yang tidak tahu muncul darimana dan melihat ke arah reruntuhan rumah sebelumya.

Di reruntuhan tersebut, Claire berdiri di reruntuhan sambil memegang 2 pistol di 2 tangannya dan menatap Leonidas sambil tersenyum lalu berkata "Nampaknya aku akan membunuhmu duluan".

1
Nekoo~
bantu meluruskan, dr chapter Kera Es dikatakan karakter panggilan tidak bisa masuk labirin tp dr pengamatanku (mungkin) karakter panggilan masih bisa menyerang labirin tanpa didampingi Myro dengan catatan Myro sendiri tidak mendapat Exp tambahan dari penyerangan labirin
carat28
Hai kak, boleh follback saya? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Apin Zen
tmt juga yey bacanya,
Kangee
WKWKWK... raja 300😁
Weed25
Wkwkwkwk Locke berasa kek jadi cacing pita dan amoeba wkwkwkwkw
Weed25
padahal dulu udah menguasai 5 elemen, Tumbuhan, Api, Tanah, Cahaya dan Dimensi, tapi kenapa sekarang baru kuasai tanah lagi?
Weed25
si Dewa mlh nyantai2
Weed25
Ticer kah
Weed25
Kenapa Ford ini g direkrut aja sama Myro si, authornya emang tega
Weed25
Locke ini manfaatin anak buahnya sebagai batu pijakan ke tempat tinggi, dalam dunia nyata sama halnya dengan Penjilat yang ada di perusahaan, ngorbanin rekan kerja agar dia bisa baik jabatan, good job Locke, akhirnya kebusukan mu terungkap wkwkwk
Weed25
Pendeta Orc wkwkwkwkkwwk, aku ngakak pas baca ada Orch dengan tulisan Myro wkwkwkwk,norak banget sragamnya
Weed25
Padahal setahun lagi mau pecah itu penghalang, eh skrng mau latian fisik 5 tahun??
Weed25
Cewek semua anjrr, bergantung banget sama cewe
Weed25
dahlah bubarin aja itu pengikut2, bukannya bersatu lawan musuh malah pada ribut sendiri2 perkara Myro.
Weed25
makanya g usah sok jadi misterius
Weed25
Sebuah Harpy, Sebuah Elf besok2 sebuah manusia kah? monster itu sebuah kah??? seekor baru bisa si
Weed25
Jadi sekarang Locke bunuh itu Myro, kan dirimu udah senior
Weed25
lah kan Ente pengguna elemen Tanah, napang bangun rumah2 dari elemen tanah itu sekalian bangun tembok kota, kan bisa ngendaliin batu2 bjirr
Weed25
Dih disamain sama Kera wkwkkw
Weed25
Dan anehnya, orang seantero Federasi g denger apa budek apa gimana dah itu telinga, Padahal Lean udah teriak kenceng Tuan Tertinggi Myro, gitu masi nanyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!