Ara di jodohkan dengan Aib, bukan dengan laki-laki, Ia di tatap jijik oleh keluarga nya sendiri.
ini kisah tentang pernikahan Tampa pesta, Tampa restu dan Tampa wali, tapi ada Tuhan jadi saksi dan luka jadi maharnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delvi Binti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
berakhir di penjara
saat ini emosi Dimas benar-benar sudah tidak bisa lagi Ia tahan Dimas mengangkat tangan nya dan ingin menampar Sarah namun ibu Dimas menghentikan nya Ibu nya tidak mau jika anak nya memukul wanita.
" jangan Dimas tadi ibu sudah menpar nya, kamu laki-laki engga boleh main tangan ke perempuan." ucap Ibu Dimas.
Dimas yang mendengar itu langsung pergi dari hadapan Sarah dan menuju ke tempat Ara berbaring, Ara benar-benar tidak sadarkan diri saat itu, meski Dimas mencoba untuk membangunkan nya.
" Ar bangun sayang kita pulang sekarang." ucap Dimas dengan lembut di telinga Ara.
Namuan sayang nya tidak ada tanda - tanda Ara akan bangun.
" kaya nya kita harus bawa dia ke rumah sakit deh Dimas, ibu takut Ara kenapa-napa." ucap Ibu Dimas.
Dimas tidak menjawab apa - apa, lalu bebas detik kemudian Dimas berbicara kepada Doni.
" Don ambil HP nya sara sekarang." ucap Dimas
Sarah yang menderita itu langsung panik dan mencoba menyembunyikan HP nya.
" sini HP luh kasi ke ke gua sekarang. " ucap Doni lalu menarik paksa HP Sarah.
" ambil semua bukti-bukti percakapan dia dengan orang ini dan juga riwayat telfon nya, itu bisa jadi bukti di kantor polisi nanti."
Mendengar kata kantor polisi membuat Sarah dan Randi ketakutan, mereka lalu memohon agar tidak di laporkan pada polisi.
" ngga Dim jangan laporin aku ke polisi , ini..tuh salah dia, dia yang nyuruh aku." ucap Sarah sambil menunjuk Randi
" dasar perempuan gila dari awal luh yang nyuruh gua buat nodain Ara supaya luh bisa balikan sama Dimas, dan sekarang luh mau salahin gua dasar perempuan licik lu ya." jawab Randi yang tidak Terima dirinya di fitnah.
"Oky kesaksian kalian tadi sudah gua rekam jadi, nanti kalian jelasin nya di kantor polisi aja yaa." ucap Doni yang ternyata dari tadi sudah merekam ucapan Randi dan Sarah.
Akhirnya Randi dan Sarah di bawa ke kantor polisi oleh Doni dan Dimas sementara Ibu Dimas tinggal di hotel itu untuk menjaga Ara yang masi tidak sadarkan diri.
" Ibu tolong jagain Ara sebentar ya aku mau bawa mereka ke kantor polisi dulu, kalau ada apa- apa hubungin aku." ucap Dimas kepada ibu nya.
" iya Dimas kamu tenang aja ibu akan jagain Ara." Jawab ibu Dimas.
saat sampai di kantor polisi Sarah dan Randi langsung di berikan kepada pihak yang berwajib dan tak lupa mereka memberikan bukti- bukti yang sudah mereka kumpul kan, dan akhirnya Sarah dan Randi pun mendekap di penjara.
Disisi lain Ara kini sudah kembali sadar dari pingsan nya, saat Ara membuka mata ia terkejut karna yang ada di samping nya bukan lagi Sarah melaikan ibu nya Dimas.
" akhirnya kamu Sadar juga Ar, ibu udah Was - was nungguin kamu ngga bangun- bangun tadi ibu hampir aja mau bawa kamu ke rumah sakit." ucap Ibu nya Dimas.
" loh kok tante bisa ada di sini, trus Sarah kemana bu kok ngga ada." jawab Ara yang bingung kemana perginya Sarah
" panjang cerita nya Sayang inti nya Sarah mau celakain kamu, dia sengaja naruh obat di minum kamu supaya kamu pingsan trus di nodai sama temen nya."
Mendengar itu Ara kanget dan hanya bisa menarik nafas panjang Ara tidak menyangka Sarah akan sehat itu padanya ada rasa kecewa dalam hati Ara kepada Sarah karna Ara sudah sangat mempercayai Sarah sebagai teman nya.
" kok Sarah bisa setega itu yaa sama aku tante, padahal aku ngga tau salah aku dimana." ucap Ara dengan nada yang kecewa.
" sudah ngga usah di pikiran lagi sekarang dia sudah menerima hukum yang setimpal karna perbuatan dia sendiri, Dimas sama Doni lagi sudah bawa mereka ke kantor polisi mereka juga punya bukti- bukti kalau Sarah dan teman nya itu mau nyelakain kamu."
mendengar Dimas dan Doni juga datang Ara merasa beruntung karna bisa bertemu dengan orang-orang sebaik mereka yang sudah mau menjaga nya.
" Terimakasih ya tante, tante sudah sangat baik sama Ara. Ara senang bisa kenal tante, Dimas dan juga kak Doni." ucap Ara dengan tulus
" kamu anak yang baik Ar ibu bisa merasakan itu, dan ibu sangat senang karna kamu akan menjadi calon menantu ibu."
Ara yang mendengar itu tersenyum lebar ke arah ibu Dimas.
Setelah hampir 2 jam Dimas dan Doni akhirnya kembali ke hotel itu, saat Dimas melihat bahwa Ara sudah sadar dengan cepat Dimas menemuinya .
" Ara kamu sudah sadar." ucap Dimas yang langsung memeluk Ara
" iya Dim aku ngga apa - apa kok. " jawab Ara
" gimana badan kamu ada yang sakit apa kita perlu ke rumah sakit Sayang."
" ngga usah, aku baik-baik aja kok cuma kepala aku masih sedikit pusing aja."
" kok nomor kamu nggak aktif si Ar, kamu tau nggak aku tuh khawatir sama kamu. "
" ee HP aku mana ya kok engga ada." ucap Ara yang baru menyadari bahwa handphone nya tidak ada.
Ternyata Sarah sudah merencanakan itu semua, Sarah tau Dimas pasti akan menghubungi Ara dengan memanfaatkan kelalaian Ara, Sarah d ee dengan Diam - Diam mengambil Handphone Ara menonaktifkan nya lalu membuang nya ketempat sampah Saat mereka di restoran tadi, jadi Dimas tidak bisa menghubungi Ara, Ara juga tidak menyadari bahwa handphone nya hilang karna Sarah selalu mencoba menghalangi nya.
" gimana dong Hp aku ngga ada, apa ketingalan di tempat tadi yaa." ucap Ara
" yaudah nanti aku cari ke sana yaa, kamu istirahat aja dulu." jawab Dimas.
malam itu mereka istirahat di hotel itu, Dimas dan Doni memesan kamar lain sementara ibu nya Dimas dan Ara tidur di kamar Itu.
Tak terasa pagi pun tiba saat Ara membuka mata ia tiba-tiba teringat akan kejadian semalam tentang bagaimana Sarah yang ingin mencelakai nya Ia benar- benar tidak percaya dengan semua itu.
" Ara yang berlalu biar berlalu, kamu jangan ingat-ingat lagi, sekarang kamu sudah aman dan untung nya semalam mereka gagal untuk mencelakai kamu." ucap ibu Dimas yang seolah tau apa yang sedang dipikirkan Ara.
" iya tante aku cuma ngerasa itu kaya mimpi buruk, dan aku betul-betul tidak menyangka Sarah bisa sejahat itu."
" udah sekarang kamu siap-siap kita cari sarapan, kejadian semalam jangan kamu inget lagi."
" iya tante kalau gitu aku siap- siap dulu ya."
akhirnya pagi itu pun mereka ber empat keluar dari hotel itu dan pergi untuk mencari sarapan.
saat sampai di satu warung bubur ayam mereka pun memutusukan untuk sarapan di sana, Dimas memesan 4 mangkuk bubur Ayam dan duduk di salah satu tempat yang masi kosong saat itu.
Saat mereka sedang duduk Dimas mengeluarkan sebuah kotak Handphone baru dan memberikan nya kepada Ara.
" karna Hp kamu kemarin hilang dan waktu aku cari ke clup tempat Sarah bawa kamu semalam di sana juga nggak ada jadi aku beliin kamu HP ini."
" tapi Dim ini pasti mahal kan, aku ngga apa-apa kok kalau emang HP aku hilang aku nggak masalah tapi aku nggak bisa Terima ini." jawab Ara
" udah Ar ambil aja, ibu nggak akan marah kok ibu malah senang liat kalian kaya gini." ucap Ibu Dimas.
" iya Ara ambil aja ngga usah sungkan, aku ini pacar kamu calon suami kamu." ucap Dimas lagi
Doni yang melihat itu hanya bisa tersenyum, melihat sahabat nya yang sekarang sudah bucin dengan Ara.
" oo iya pagi ini gua harus balik ke kampung Dim, soalnya ada urusan mendadak." ucap Doni.
" ibu juga mau pulang pagi ini, Ayam- Ayam Ayah mu nggak ada yang kasi makan nanti kalau Ayah mu tau bisa kena marah ibu." timpal ibu Dimas
" Yaudah kalau gitu kalian pulang duluan aja ke kampung nanti aku sama Ara nyusul, soal nya aku pengen bawa Ara jalan- jalan bentar." jawab Dimas.
" Kita pulang bareng sama tante dan Kak Doni aja Dim." ucap Ara yang merasa tidak enak
" udah ngga apa- apa kalian di senang-senang aja dulu di sini, puas-puasin jalan berdua nya." ucap Ibu Dimas lagi.
" iya Ar ibu bener, oh iya Don nanti luh bawa mobil gua aja, nanti gua sama Ara naik taksi aja." jawab Dimas lagi
Setelah mereka sarapan pagi Ibu nya Dimas pun akhirnya pulang duluan ke kampung, sementara Dimas dan Ara pergi ke suatu taman yang pemandangan nya bagus dan indah.