NovelToon NovelToon
Dibuang Saat Hamil

Dibuang Saat Hamil

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / CEO / Single Mom
Popularitas:57.3k
Nilai: 5
Nama Author: Nona Jmn

Diana Veronika berniat memberi tahu kekasihnya tentang kehamilannya, berharap pria itu akan ikut bahagia.
Namun bukannya bertanggung jawab, Samuel justru meninggalkannya karena tak berani melawan orang tuanya dan memilih wanita dari perjodohan keluarga.
Hamil sendirian, Diana berusaha bangkit demi anaknya, hingga seorang CEO dingin perlahan hadir dalam hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retaknya sebuah rumah tangga

“Pah, bagaimana? Polisi sudah tahu siapa dalangnya?”

Bayu mengembuskan napas berat, lalu menggeleng pelan.

“Tidak, Ma.”

Iren langsung mengusap wajahnya dengan kasar.

“Dasar polisi nggak becus,” gerutu Iren penuh kekesalan.

“Mah, jangan salahin polisi,” sanggah Bayu. “Kebakaran toko kue mama itu karena korsleting.”

Iren menatap suaminya dengan tidak percaya.

“Papa serius bilang itu?”

Bayu mengangguk tegas.

“Ini sudah berbulan-bulan mereka bantu kita, Ma. Mama harusnya bersyukur, bukan marah-marah nggak jelas.”

“Memang kerja mereka nggak benar,” balas Iren dengan nada kesal. “Papa juga sempat kepikiran kalau toko kue mama itu disabotase, bukan karena korsleting listrik.”

“Sebelumnya memang iya,” jawab Bayu dengan nada tegas. “Tapi setelah ikut mencari tahu bersama polisi, papa yakin ini murni korsleting, bukan sabotase.”

Iren menatap Bayu tak percaya.

“Jadi sekarang Papa percaya begitu saja?” tanyanya dengan nada tinggi. “Semua tokoku terbakar di waktu yang hampir bersamaan, lalu Papa bilang itu hanya kebetulan?”

Bayu menghela napas kasar, emosinya mulai terpancing.

“Bukan percaya begitu saja, Iren. Papa bicara berdasarkan bukti.”

“Bukti?” Iren tertawa sinis. “Atau Papa sudah terlalu malas mencari pelakunya?”

Deg.

Bayu langsung menatap istrinya tajam.

“Apa maksud kamu?”

Iren berdiri dari duduknya dengan emosi yang sudah memuncak.

“Papa tahu berapa tahun aku membangun bisnis itu? Dari nol!” teriaknya. “Sekarang semuanya hancur dan Papa malah menyuruh aku menerima alasan korsleting begitu saja?”

“Lalu kamu mau apa?!” bentak Bayu balik. “Menuduh semua orang tanpa bukti?!”

Iren terdiam sesaat, napasnya memburu.

Matanya perlahan dipenuhi kebencian dan frustrasi.

“Tidak…” gumamnya sambil menggeleng pelan. “Ini tidak masuk akal.”

Bayu mengernyit.

“Iren—”

“Semua tokoku terbakar di waktu yang hampir bersamaan!” potong Iren dengan suara bergetar. “Papa mau bilang itu semua hanya kebetulan?!”

Bayu menghela napas berat.

“Fakta di lapangan memang begitu.”

“Tidak!” bentak Iren. “Aku tidak percaya!”

Ia menunjuk Bayu dengan tangan gemetar.

“Papa berhenti mencari setelah polisi bilang itu korsleting, kan?”

Bayu langsung tersulut emosi.

“Jaga ucapanmu!”

“Kalau Papa benar-benar peduli pada Mama, Papa harusnya cari pelakunya sampai ketemu!” teriak Iren histeris. “Bukan pasrah seperti ini!”

Wajah Bayu mengeras.

“Papa sudah berusaha selama berbulan-bulan!” bentaknya. “Papa ikut investigasi, Papa keluar uang, tenaga, waktu! Tapi hasilnya tetap sama!”

Iren menggeleng frustasi.

“Aku tidak terima… aku tidak akan pernah terima.”

Brak!

Iren menyapu vas bunga di meja hingga pecah berserakan di lantai.

Samuel yang sedang menginap di rumah orang tuanya tersentak di dalam kamarnya saat mendengar suara pecahan keras.

Ia langsung keluar dari kamar. Dari lantai atas, ia melihat kedua orang tuanya sedang bertengkar.

Samuel segera menghampiri mereka.

“Ada apa ini?”

Mereka berdua menoleh.

“Mama kamu ini, Sam. Tidak percaya dengan hasil investigasi papa bersama polisi,” jawab Bayu dengan nada kesal.

“Memang kalian nggak becus kerja,” ucap Iren, membuat Bayu menatapnya dengan sorot mata tajam.

“Ma, Pah, sudah,” potong Samuel, lalu ia menatap mamanya. “Ma, apa yang dikatakan Papa benar. Toko kue Mama kebakaran karena korsleting listrik, rekaman CCTV juga sudah membuktikan.”

Iren menatap Samuel dengan tajam.

“Kamu juga sekarang memojokkan mama?”

Samuel langsung menggeleng.

“Tidak seperti itu, Mah,” ucapnya dengan tenang. “Sekarang mama fokus membuka usaha mama lagi. Samuel akan bantu dan memberikan mama modal.”

Deg.

Iren terdiam mendengar ucapan Samuel.

“Modal?” ulangnya pelan.

Samuel mengangguk tegas.

“Iya, Ma. Mama mulai lagi dari awal. Aku akan bantu semuanya sampai bisnis Mama bangkit lagi.”

Air mata Iren perlahan jatuh.

Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan, ia merasa masih ada harapan.

“Sam…” suaranya bergetar. “Kamu serius?”

Samuel mengangguk.

“Aku serius. Bisnis Mama dulu dibangun dari nol, kan? Berarti Mama juga bisa membangunnya lagi.”

Iren menangis dan langsung memeluk putranya erat.

“Terima kasih, Nak… terima kasih…”

Samuel membalas pelukan itu sambil menatap Bayu sekilas, berharap situasi mulai mereda.

Bayu pun menghela napas panjang.

“Nah, begitu lebih baik. Fokus ke depan, bukan terus terjebak pada hal yang sudah terjadi.”

Namun kalimat itu justru membuat wajah Iren berubah.

Ia perlahan melepaskan pelukan dari Samuel lalu menatap Bayu tajam.

“Enak sekali Papa bicara fokus ke depan.”

Bayu mengernyit.

“Maksud kamu apa lagi?”

Iren tertawa hambar sambil menghapus air matanya kasar.

“Papa bahkan tidak kehilangan apa pun!”

Deg.

Wajah Bayu langsung berubah dingin.

“Apa?”

“Yang hancur itu bisnis aku!” bentak Iren. “Nama aku! Usaha aku bertahun-tahun!”

Bayu tertawa sinis karena kesal.

“Lalu selama ini siapa yang selalu bantu modal diam-diam saat bisnismu kesulitan?!”

Iren membeku.

Samuel ikut terdiam.

Bayu melangkah mendekat dengan rahang mengeras.

“Kamu pikir semua cabang itu berkembang murni karena kerja kerasmu sendiri?” suaranya penuh amarah. “Aku yang selalu menutup kerugian bisnis itu tanpa kamu tahu!”

Mata Iren membulat lebar.

“Papa—”

“Aku capek, Iren!” bentak Bayu untuk pertama kalinya sekeras itu. “Capek menghadapi emosimu yang selalu merasa paling menderita!”

Suasana langsung hening.

Samuel menelan ludah gugup.

“Pa… sudah…”

“Tidak Sam!” potong Bayu tajam. “Mama kamu harus dengar ini!”

Bayu menatap Iren penuh kekecewaan.

“Aku sudah bantu cari tahu penyebab kebakaran. Aku dampingi kamu saat kamu hancur. Tapi yang aku dapat cuma tuduhan!”

Air mata Iren jatuh lagi.

“A-aku cuma stres…”

“Semua orang di rumah ini juga stres!” bentak Bayu. “Tapi hanya kamu yang terus menghancurkan semuanya dengan emosimu!”

Brak!

Bayu mengambil kunci mobil di atas meja.

“Papa mau ke mana?!” teriak Iren panik.

Bayu menoleh dengan tatapan dingin yang jarang sekali terlihat.

“Aku pergi sebelum benar-benar muak berada di rumah ini.”

Bayu langsung berjalan keluar.

“Papa!” teriak Samuel mengejar, tapi Bayu sudah lebih dulu masuk mobil.

Brumm!

Mobil melaju meninggalkan mansion.

Iren jatuh terduduk lemas di lantai.

Tangisnya pecah semakin keras.

Sementara Samuel hanya berdiri diam, merasakan rumah itu perlahan benar-benar retak.

Bayu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa memedulikan kendaraan lain di jalan. Ia begitu kesal pada istrinya, bisa-bisanya wanita itu berkata seperti itu.

“Sial... apa dia nggak tahu aku capek ngertiin dia.”

Bayu terus mengemudi tanpa tujuan selama hampir satu jam.

Namun pada akhirnya, mobilnya berhenti di tempat yang selalu ia datangi saat ingin melarikan diri dari rumahnya sendiri.

Tak lama, mobil Bayu berhenti di sebuah apartemen.

Ia turun, lalu melangkah masuk ke dalam lift dengan wajah masih dipenuhi kekesalan.

Ting!

Lift berhenti di lantai lima.

Bayu keluar, lalu masuk ke kamar 566 menggunakan kartu akses miliknya.

Di dalam, sudah ada seorang wanita seksi yang menunggunya.

“Kamu kenapa cemberut begitu?” tanya wanita tersebut sambil menghampirinya.

Bayu menghela napas berat.

“Biasa, masalah rumah tangga.”

Wanita itu terkekeh pelan, lalu mulai membuka kancing baju Bayu.

“Aku akan membuat kamu melupakan masalahmu.”

Bayu tersenyum tipis.

“Kamu memang selalu tahu apa yang aku mau.”

1
WHATEA SALA
yang kecil bandel...yang tua gak tau diri,rasain dapat hadiah dari neil👍
Piyah
tp jngn diapa apain ya Samuel kasian kasih pelajaran aja jngn di bikin cacat
Prafti Handayani
Anakmu wedok Niel...😊😊😊
Eka
samuel salah lawan...
Prafti Handayani
hmm,, gag kapok juga.bntr lgi lok gag masuk jeruji ya msok rsj.
Eka
🤣🤣🤣nikmati saja niel🤣🤣😄😄
Prafti Handayani
knpa gag 22nya az sih thor.Nanggung" karmanya...
Nona Jmn: Sabar😋😍
total 1 replies
Eka
kenapa ndak dikasih tau kasih tau saja samuel biar merasakan sakitnya tdk biaa diakui anaknya yg mau dibuang itu
Prafti Handayani
Mampuss Bayu..Bodoh!Mana peremluan muda yg mau setia sm laki"tua kalau bkn krna satu alasan'HARTA'!!
Piyah
Samuel jngn macem2 biar Slamet
Eka
🤣🤣🤣🤣🤣niel rasain lhooooo🤣🤣🤣🤣👍
Nona Jmn: /Smirk/😋
total 1 replies
Eka
semoga zetelah di usg hasilnya kembar ya tjor karena ada keturunan kembar
Ifana
Samuel gk tau diri ya kamu, dlu minta Diana buat gugurin skrng anak udh gede dibawa kabur 😡😡
Nona Jmn: Sabar😭😂🤭🙏
total 1 replies
aku
kok masuk polisi? 😁🙏
Dilla Fadilla
seharusnya citra juga mendapatkan karma yg berat😡
Lee Mba Young
yakin nnti Citra masih setia kl bayu dah gk bisa ngapa ngapa in dan gk berharta🤣. Citra masih muda butuh kepuasan kn 🤣
Dilla Fadilla
nunggu kehancuran bayu😡
Sapna Anah
kadihan samuael
Sapna Anah
waa citra punya suaminya aki"
Sapna Anah
yee bener dugaanku ppanya samuel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!