Berlatar di Seoul, Seo Yerin adalah wanita karier sempurna yang hidupnya hancur setelah diracuni oleh suaminya sendiri dan dikhianati sahabat dekatnya. Namun setelah kematiannya, ia secara misterius kembali ke masa lalu tepat di hari saat dirinya dilamar.
Apa yang akan dia lakukan selanjutnya? Pertama, dia menghajar orang yang melamarnya tepat di hadapan semua orang dan merencanakan balas dendam kepada sahabat dan semua orang yang membuatnya menderita.
Namun di tengah usahanya mengubah takdir, ia tanpa sadar terlibat dengan seorang pria berbahaya dari dunia bawah tanah—seorang mafia dingin yang juga sedang menyiapkan balas dendamnya sendiri.
Apakah pembalasan dendamnya dapat membawanya menuju kebahagiaan? Atau malah membuatnya semakin terseret ke dalam jurang neraka? Saksikan perjalanan Yerin hanya di novel ini ☺️☺️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SuciptaYasha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
13 Dokumen misterius
Yerin buru-buru menunduk kecil.
“Maaf.”
Jeong-won tersenyum sopan. “Anda pasti Nona Seo Yerin. Saya datang untuk mengembalikan tas Anda yang tertinggal.”
Yerin berkedip. “...Tas?”
Lalu ia langsung sadar tentang tasnya yang tertinggal setelah ia pergi dengan penuh kekesalan kemarin malam.
Minhyuk yang melihat mereka berdua langsung salah paham.
Wajahnya makin gelap. “Oh, jadi alasanmu menghindariku selama ini adalah karena kau selingkuh dengan bajingan ini sekarang?!”
Minhyuk sengaja meninggikan suaranya, ucapannya yang frontal itu langsung terdengar oleh orang-orang yang lalu lalang.
"Gila... Ketua Tim Perencana selingkuh?"
"Ini berita besar!"
"Pantas saja sikapnya tidak sopan begitu..."
Yerin tentu saja kesal setelah mendengar dirinya di fitnah begitu saja di depan umum.
"Berhenti bicara omong kosong! Apa kau tahu alasan kenapa aku meninggalkanmu? Itu karena kau tidak lebih dari bajingan yang tidak tahu malu!"
“Apa katamu—”
Minhyuk hendak bergerak mendekat. Namun tiba-tiba—
KREK.
Tangannya langsung dipelintir ke belakang oleh Jeong-won.
“AAARGH!”
Minhyuk langsung meringis kesakitan, sedangkan disisi lain pria itu masih tersenyum sopan.
“Apa orang tuamu tidak pernah mengajarimu untuk tidak main tangan kepada seorang wanita?"
Untuk sesaat, Yerin menatap pria itu sedikit terpana. Sikapnya yang tenang, sopan, dan perhatian sangat berbeda dengan sikap kasar pria yang dia temui semalam.
Jeong-won akhirnya melepas tangan Minhyuk.
Minhyuk mundur sambil memegangi lengannya dengan wajah penuh malu dan marah.
“Kita belum selesai!”
Ia menunjuk Yerin dengan geram sebelum akhirnya pergi.
Begitu suasana tenang kembali, pria berkacamata itu menatap Yerin. “Anda baik-baik saja?” tanyanya dengan perhatian.
Yerin mengangguk pelan. “Ya, berkatmu. Terimakasih banyak.”
“Syukurlah... Ngomong-ngomong tas Anda sudah saya berikan kepada Asisten Anda.”
Yerin langsung sedikit lega.
“Sekali lagi terima kasih dan maaf sudah merepotkan.”
Pria itu membungkuk kecil lalu hendak pergi.
Namun—
“Tunggu.”
Ia berhenti dan menoleh.
Yerin sedikit ragu sebelum akhirnya memberikan kartu namanya. "Kalau ada waktu, aku ingin mentraktirmu sebagai ucapan terimakasih."
Pria itu membaca kartu nama yang diberikan, "Seo Yerin, Ketua Tim Perancang Seorin Fashion. Ah, kalau begitu," ia kemudian ikut memberi kartu namanya.
Yerin menerimanya dengan baik.
“Semoga harimu menyenangkan, Nona Seo," ucapnya sebelum pergi begitu saja.
Yerin menatap kartu nama di tangannya. "Lee Jeong-won, Asisten Nomor 4 Keluarga Gyeomryeon Family."
"Lee Jeong-won, ya..." Yerin membaca nama itu pelan, lalu matanya tiba-tiba berbinar kecil. “Kandidat nomor delapan telah ditemukan!”
Beberapa saat kemudian di ruang kerjanya. Jung Nara langsung berdiri begitu melihat Yerin masuk.
“Nona! Tas Anda—"
"Ya, aku tahu," potong Yerin cepat.
Nara tampak diam sejenak, meremas tangannya sebelum akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.
"Nona... apa anda mengenal pria yang barusan mengembalikan tas Anda?"
"Tidak, memangnya ada apa?"
Nara segera menggeleng. "Tidak, bukan apa-apa, lupakan saja."
Yerin merasa ada yang aneh dengan sikap asistennya itu, namun ia tidak menanyakannya lebih jauh lagi.
Sedangkan tatapannya beralih ke tas putih di atas meja.
Tasnya memang sudah kembali, tapi entah kenapa mengingat pria menyebalkan semalam membuat moodnya buruk lagi.
Tanpa pikir panjang, ia mengambil tas itu dan langsung melemparkannya ke arah tong sampah.
BRAK!
Lemparannya meleset parah yang membuat tong sampah itu malah jatuh terbalik.
Nara bahkan sampai kaget melihat kejadian itu. “Nona, apa yang Anda lakukan?!”
Yerin menghela napas lelah. Ia hendak membereskan sampah yang berserakan namun tangannya tiba-tiba berhenti begitu melihat sesuatu yang asing keluar dari dalam tasnya.
Di antara lipstik, charger, dan lain-lain terselip secarik dokumen yang bukan miliknya.
"Apa ini? Ini bukan punyaku..."
Yerin mengambilnya perlahan lalu membaca isi dokumen itu. Beberapa detik kemudian, matanya langsung membesar.
Tangannya gemetar kecil.
“I-ini…”
Nara langsung mendekat penasaran.
“Ada apa?”
“Nara... apa kau tahu orang yang bernama Yeon Janghwa dan Kang Yo-han?”
Wajah wanita itu langsung berubah drastis seolah mendengar kata yang terlarang untuk diucapkan.
Ia buru-buru menutup pintu ruang kerja dan tirai jendela. Suasana langsung terasa mencekam.
Ia berjalan mendekat sambil menatap Yerin dengan sangat serius.
“Nona… jangan pernah terlibat dengan mereka!”
Nada suaranya bukan lagi saran, melainkan peringatan keras.
....
Di sebuah klub hiburan masih dipenuhi musik keras meski matahari sudah lama terbit.
Lampu neon merah dan ungu terus berkedip, asap rokok dan bau minuman keras memenuhi udara.
Di sudut ruangan, beberapa orang masih mabuk berat sambil tertawa keras. Sebagian menari. Sebagian berjudi. Sebagian lagi bahkan sudah tertidur di sofa.
Tempat itu seperti dunia yang tidak mengenal waktu untuk bersenang-senang.
Di tengah semua kekacauan itu, Yo-han duduk tenang sendirian di sofa VIP paling dalam yang kontras dengan suasana sekitarnya.
Ia mengenakan kemeja hitam dengan dua kancing atas terbuka. Bekas luka samar dan tato mengerikan terlihat di lehernya.
Yo-han meneguk winenya perlahan tanpa ekspresi.
Saat itu juga asistennya datang mendekat sambil membungkuk kecil.
“Bos.”
Yo-han tidak menoleh.
“Bagaimana?”
“Saya sudah mengembalikan tas itu pada Nona Seo Yerin.”
Yo-han hanya mengangguk pelan sambil memutar wine di tangannya.
“Ada hal lain?”
Jeong-won langsung teringat kejadian pagi tadi.
Ia mulai menceritakan tentang Cha Minhyuk yang membuat keributan di depan kantor Yerin. Tentang pria itu yang menarik tangan Yerin dengan kasar dan bagaimana dirinya jadi ikut terlibat.
“Oh, setelah itu kami juga saling bertukar kartu nama."
Yo-han akhirnya meliriknya sekilas.
“Bertukar kartu nama?”
Jeong-won terkekeh kecil. "Dia bilang ingin mentraktirku makan malam sebagai ucapan terimakasih.
Hening.
Tiba-tiba tengkuk Jeong-won terasa dingin.
Sangat dingin.
Ia perlahan menoleh dan melihat Yo-han sedang menatapnya tanpa ekspresi sambil meminum wine.
Jeong-won langsung menelan ludah. “Haha… tapi saya terlalu sibuk, jadi mungkin saya akan menolaknya.”
Beberapa detik kemudian, tekanan mengerikan itu akhirnya menghilang.
Jeong-won langsung menghela napas lega dalam hati.
'Nyaris saja...'
Kadang dirinya lupa kalau pria di depannya ini bisa sangat berbahaya terhadap hal-hal kecil yang bahkan dia sendiri tidak sadari.
Setelah ragu beberapa saat, Jeong-won akhirnya membuka suara lagi. Ia menarik nafas dalam sebelum akhirnya bicara.
"Disana, saya juga bertemu dengan gadis itu... Sepertinya dia bekerja sebagai asisten Nona Yerin...."
biasa'a akan mengulangkan kejadian" sblm'a
keren crita'a
bagus alur'a... jgn smp gk lanjut ya thor
oowh... ternyata anak pungut yg menguasai dunia bawah calon'a yerin, gpp yg penting kuat smua
😂🤭
betul g yaa🤔
lanjuuut thor💪
aah inilah org yg akan menolong yerin, seorang dr dunia bawah