NovelToon NovelToon
CEO Bucin (Suami Bucinku)

CEO Bucin (Suami Bucinku)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:493.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Jesicca26

Tolong tinggalkan Like Dan comment yah ❤😍

Danny sudah memantapkan pilihannya pada Rose, gadis yang lebih mudah darinya. Rose sudah terlanjur hidup dalam gelapnya masa lalunya, begitu berhasil mendapatkan Rose, ada saja cobaan dalam hubungan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jesicca26, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Saat Danny Koma (Kembali kepembukaan sebentar yah)

Yah.. Hari itu kami jadian, aku juga nggak menyangka hubungan kami mengalir secepat itu. Aku benar-benar merasa nyaman berada didekat dia, entah mengapa saat dia ada aku nyaman. Dan saat dia nggak ada, hatiku cemas menunggu nggak sabar sampai saat Danny datang.

Rose memegang jemari Danny sambil memotong kukunya yang mulai bertumbuh panjang, nafas Danny dapat terlihat jelas dimasker oksigen yang menempel dihidung Danny.

Entah sampai kapan dia akan tertidur, dokter bilang kemungkinan Danny bisa bangun cukup besar. Terlebih jika semangat hidupnya tinggi, dan aku berharap dia jangan lama-lama tertidur, aku rindu dengan tawanya, suami bucinku. Apapun yang aku mau selalu dituruti, keegoisanku ini nggak pernah memancing amarahnya. Kami nggak pernah bertengkar hebat semenjak menikah, Danny benar-benar memenuhi janjinya untuk membuatku nyaman dan jauh dari ingatan masa lalu. Aku bahkan sempat berpikir, nggak masalah nggak punya anak. Barangkali anak akan mengambil perhatian Danny padaku, tapi itu pemikiran yang egois. Perasaanku ingin memilikinya seorang diri harus dihilangkan, bagaimanapun kehadiran anak akan melengkapi kebahagiaan kami. Hanya saja, kami belum dipercayakan untuk memilikinya.

"Kamu nggak perlu sering membersihkan kukunya, tau?" ucap dokter "Dia bisa melakukannya saat bangun nanti."

"Aku hanya mengambil kesempatan untuk bisa lebih sering menyantuhnya.. Hidupku terasa hampah jika dia terus tidur seperti ini, biasanya semua hal kami lakukan sama-sama."

Dokter menepuk pundak Rose "Sabar, banyak berdoa. Semoga Danny cepat bangun, karna ada istrinya yang selalu setia menunggunya disisinya. Kamu juga harus memperhatikan kesehatanmu, jangan sampai saat Danny bangun kamu gantian sakit."

"Iya dok, makasih yah."

Dokter meninggalkan Rose sendiri dikamar tempat Danny dirawat, Rose kembali menggenggam erat tangan suaminya itu, dia mengingat kebiasaan suaminya menggunting kukunya. Rose bahkan sengaja membiarkan kukunya panjang agar Danny akan memotongnya, hal itu sudah menjadi rutinitas Danny sejak mereka berpacaran sampai menikah.

"Yang, aku pengen makan steak.." rengek Rose saat Danny sedang fokus memotong kukunya

"Iya, habis ini kita pergi kerestoran langganan kita yah." ucap Danny tanpa melepas pandangannya dikuku Rose

Sengaja Rose bergerak agar mengacaukan konsentrasi Danny "By, nanti dagingnya kepotong.."

Rose menggeliat masuk kedalam pelukan Danny dengan manjanya "Aku mau kita bikin sendiri, nggak puas makan direstoran. Mana mahal lagi.."

"Yaudah abis ini kita belanja daging disuper market. Lagian, makan direstoran nggak mahal-mahal amat kok.." ucapnya sambil membalas memeluk Rose, diciumnya kening istrinya

"Kita harus belajar hemat, aku suka sedih kalo ngingat orang diluar sana kadang cuma makan nasi sama garam, cuma makan roti sebiji. Dan kita ngehamburin uang." kata Rose, dia mengencangkan pelukannya pada Danny. Rose paling hobi menciumi bau dada Danny, dia bahkan hobi menciumi ketiak Danny. Terutama saat Danny baru pulang kerja.

Desah nafas Danny terdengar jelas ditelinga Rose, denyut jantungnya juga bisa terdengar jelas.

"Kamu tau nggak?"

"Apa?" tanya Danny sambil terus menikmati kehangatan pelukan Rose

"Suara nafas dan jantung kamu adalah irama musik yang paling aku suka."

Danny kembali mencium kening Rose lenuh dengan kasih sayang "Yaudah, dengerin aja sepuasnya."

Perasaan Rose benar-benar tenang dan nyaman setiap kali memeluk Danny, sengaja menempelkan telinganya kedada Danny agar bisa mendengar suara denyut jantung Danny dengan jelas.

"Ayo kita pergi beli daging.." ajak Rose setelah melepas pelukannya

"Eitss, kukunya belum selesai dipotong.."

Danny melanjutkan memotong kuku Rose, Rose nggak bosan memandangi wajah suaminya yang fokus memotong kukunya. Danny benar-benar memperlakukan Rose seperti ratu, semua serba disediakan, nggak pernah marah. Namun Danny juga sangat protektif dengannya, begitu memperhatikan kesehatan dan keamanan Rose.

"Yaanggg.."

"Yaaahh."

"Buruan, aku udah nggak sabar pengen makan daging."

"Iyaaa, nih tinggal kelingking.."

Setelah selesai mereka berdua bersiap mau pergi keluar dari apartement mereka, seperti biasa Rose akan memeluk Danny dari belakang saat Danny sibuk menyisir rambut sampai selesai bersiap dan terus menempel memeluk dari belakang saat keluar dan berjalan menuju lift. Penghuni apartement disana sudah nggak heran dengan tingkah Rose yang benar-benar lengket pada suaminya, dia sama sekali nggak mau menjadi tontonan orang-orang. Pelukan Rose nanti dilepas saat berada dilantai bawah.

"Yaanngg.."

"Yaahh.."

"Naik lagi yukk." ajak Rose saat mereka sudah didalam lift menuju lantai bawah

"Kenapa by? ada yang ketinggalan?"

"Iyaaa."

"Apa??"

"Anu.. kita bikin ade yuk!"

Danny menelan ludah saat mendengar rayuan Rose barusan, mereka memang sudah puasa berhubungan karna Rose sedang datang bulan dan memang disarankan dokter untuk jarang berhubungan untuk memperbesar kemungkinan hamil.

Tahan godaan, Dan, tahaann... doa Danny dalam hati

"Sabar baby, dokter bilang harus jarang. Kamu juga baru habis datang bulan, tunggu beberapa hari lagi pas masa subur kamu.."

"Yaahhh... aku pengen... kamu tegah nyiksa aku?"

Danny berbalik lalu memegang kedua pipi Rose, dia mencium b1bir istrinya penuh kasih sayang "Sabar yah, aku juga maunya kita bisa bebas kapanpun mau ngelakuin. Tapi kan kamu lagi ikut program dokter biar cepat ngisi, yah?" bujuknya

Rose menarik nafas, wajahnya cemberut lalu mengangguk terpaksa "Iyaaa dehh, biarin aja dompetku nggak diisi, biarin aja dompetnya lumutan.."

Danny tertawa pelan, Rose memang hobi menyebut kew4nitaannya dengan sebutan dompet. Hanya menjadi bahasa mereka berdua, agar kalo ada yang nggak sengaja dengar percakapan mereka, nggak akan ketahuan apa yang dimaksud Rose.

"Senyum dongg.. Jelek tau kalo cemberut." rayu Danny

"Iyaa, habiss kesel sih. Kita ini suami istri, tapi mau begituan aja harus sesuai jadwal. Ihh nggak asik ah."

Tawa Danny kembali memenuhk lift, dia juga sebenarnya sudah nggak sabar mau berhubungan, tapi dalam hatinya dia ingin bisa cepat-cepat memiliki momongan. Sudah dua tahun pernikahan mereka namun Rose belum juga hamil, dia berharap dengan mengikuti program dokter, Rose bisa segera mengandung buah cinta mereka.

"Pokoknya kalo udah waktunya, aku kosongin sehari nggak kerja. Punya kamu 100 persen deh, yah, by."

"Janji?" wajah Rose menunjukkan rasa tertarik

"Iya, janji. Pokoknya aku jadi punya kamu seharian, nggak akan diganggu sama kerjaan."

"Nggak cepet-cepet kan?? Nggak enak tau mainnya cepet-cepet, akunya belum puas, HP dikit-dikit bunyi. Mana bisa klimakss."

"Pokonya HP juga aku matiin deh, biar kita nggak diganggu sama sekali.."

"Nah gitu dong.." seru Rose senang "Pokoknya bakal aku tagih terus.."

"Siap boss.." seru Danny lalu menggandeng Rose saat pintu lift terbuka

"Aku mau makan steak yang dimasak medium rare, enak kayaknya.."

"Wahh tantangan baru yah, ini pertama kali kamu minta steak mediam rare baby.."

Mereka berdua berjalan menuju mobil diparkir, seperti biasa Rose akan melingkarkan satu tangannya dipinggang Danny.

1
Borahe 🍉🧡
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣ngakak thor
Borahe 🍉🧡
beda thor ng pake 'H'
Borahe 🍉🧡
knp sih thor org baik selalu mati deluan. ah padahal aku bru mengaumi sosok Denny yg penyayang malah hanya pemeran sementara. 😥
Borahe 🍉🧡
bersyukur banget sih punya suami yg menerima apa adanya masa lalu mencintai dgn tulus.
puri purihat
makin menarik
puri purihat
ngakak ... lucu kelurga nya ada kesalnya saaat stfani dtng
puri purihat
ayo bantu like ... ceeitanya bagus ko ini
puri purihat
lucu nya ada sedihnya ada bafernya lagi di tunggu
puri purihat
suka sama karakter DANY
Oh Dewi
keren novelnya, rapi penulisannya...
Sekalian kasih rekomen novel yang rapi juga, judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, wajib pakek tanda kurung ya nyarinya
Nia Assyfah
maaf thor, tinggi badan 180 cm bukan meter. terlalu tinggi kalau pakai meter :)
jesicca: waahhh 😄😄 makasih atas masukannya, terlalu cepat ngetik jadi nggak perhatikan ada kata yang tertinggl. itu maksusnya centi meter, tapi centinya kelewatan. ngeri uii kalo tingginya emang 180 meter yah 😂
total 1 replies
Nesya Bungsu
semangat thor😁
Novi Handayani
Lanjut thor
odezzz
salam kenal thoor 🤩🤩
Vie
akhirnya happy ending. 😍😍 love love
Sri Maniyah
ksian dany ga blh mandi gmn bsa brgkt krja klo ga mandi 🙃
Sri Maniyah
ngidam kok aneh bgt
Fitri Helda Yanti
lanjut thor🥰ceritanya seru

mampir juga di ceritaku yh thor
"love with enemy
Calanni Malanny
next
Rizky
mana lanjutan nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!