Stefani Agnesia Smith, Dokter cantik berumur 22 tahun yang terlahir dari keluarga terpandang. Memiliki otak super cerdas dan cantik membuat semua pria tertarik kepadanya. Tapi karena sifatnya yang judes dan dingin membuat semua lelaki tidak berani untuk mendekatinya. Hingga ada seorang pria tampan yang merupakan ceo muda dari perusahaan terkenal mendekatinya.
Bisakah sang Ceo menaklukan hati si Dokter cantik?
Tunggu lanjutan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Suci Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wedding Day
**Sebelumnya, aku mau minta maaf sama para readers yang kelamaan nunggu cerita ini. Maaf ya kalo aku selalu telat update, bahkan sangat jarang. Itu Karena aku harus bagi waktu, antara nulis novel ini, novel yang lainnya, dan ngerjain tugas. Berhubung aku masih kelas 9 SMP dan aku mau lulus, aku harus bener-bener selesaikan seluruh kewajiban aku sebagai pelajar. Jadi, mohon pengertiannya ya semua. Aku bakal usahain up cepet asalkan like dan coment-nya ngga mengecewakan.
Oke back to story**:)
Hari berganti hari. Saat-saat yang ditunggu pun telah tiba. Hari ini, adalah hari dimana bersatunya Stefani dan Leo. Bersatunya Keluarga Smith dan Keluarga Richard. Kisah baru akan dimulai dari sekarang.
Di sebuah gedung mewah yang sudah di dekor dengan sangat indah. Stefani, gadis itu kini sedang duduk di depan cermin di temani oleh tiga orang perias artis ternama yang sedang merias wajahnya.
"Anda begitu cantik, Nona" puji perias itu pada Stefani. ia begitu kagum dengan kecantikan alami yang Stefani miliki.
"Terima kasih" jawab Stefani sambil tersenyum simpul.
Empat jam berlalu. kini proses merias sudah selesai. Stefani duduk termenung sambil menatap dirinya di pantulan cermin. Kini ia bagaikan boneka hidup. Dia tampak sangat mempesona. Bibir tipis, hidung mancung, kulit putih, dan mata bulat indah yang ia miliki menyatu dengan sempurna. Tubuhnya dibalut dengan kebaya modern berwarna putih tulang yang didesain oleh desainer ternama dunia.
Stefani terus menatap dirinya tanpa bergeming sedikitpun. ia bingung, haruskah dia bahagia atau sedih?. Bahagia karena sebentar lagi ia akan menikah, atau sedih karena ia menikah dengan lelaki yang belum ia cintai. Jujur, Stefani tak bisa membohongi hatinya jika dia belum mencintai Leo. Tapi belum bukan berarti tidak mungkin, bukan?.
Agnes masuk ke dalam ruangan dimana Stefani berada. Sebuah senyuman terbit di wajahnya yang sudah sedikit keriput.
"Sayang..." ucap Agnes seraya memegang lembut pundak putrinya.
Stefani mendongak. Sebuah senyuman haru muncul di wajahnya. ia berdiri lalu memeluk ibu yang sudah melahirkannya ke dunia.
"Putri mommy sudah besar..." ucap Agnes dengan suara berat. ia melepas pelukan putrinya, tangannya mendekap kedua pipi Stefani dan memandang haru wajah rupawan putri yang sebentar lagi akan ia lepaskan.
Tanpa aba-aba, air mata Stefani jatuh dan membasahi pipinya. Agnes dengan lembut menyeka air mata Stefani.
"Jangan nangis dong sayang, mau nikah masa' nangis. Kalo make up-nya luntur gimana?" ucap Agnes. Stefani terkekeh, ia mengusap air matanya sendiri.
"Fani sayang mommy" ucap Stefani. ia kembali memeluk ibunya dengan penuh kasih sayang. Agnes pun membalas pelukan Stefani sambil mengusap punggung gadis itu.
"Mommy juga sayang Fani, sangat-sangat sayang" ucap Agnes haru.
****
Di luar gedung, Leo dan keluarganya baru saja tiba. Mereka turun dari mobil lalu melangkah ke dalam gedung dengan langkah anggun di atas karpet merah. Leo berjalan dengan gagahnya di dampingi ayah, ibu, dan adiknya. Sontak seluruh awak media yang sudah berkumpul sejak pagi langsung menyorotkan kamera mereka ke arah Keluarga Richard.
"Tuan muda Leo, selamat atas pernikahan Anda" ucap salah satu wartawan.
"Tuan, berikan sedikit bocoran tentang awal mula anda dekat dengan Nona Muda Smith" ucap Reporter yang lainnya
"_Bagaimana hubungan kalian bisa berlangsung?" ucap wartawan lain.
Leo hanya menanggapi dengan senyum seraya berkata.
"Terima kasih atas kehadiran kalian di pernikahan saya dan Stefani. Saya hanya mohon doa kalian yang terbaik" Setelah mengucapkan itu, ia langsung meninggalkan awak media dan masuk ke dalam gedung beserta keluarganya.
Para wartawan dan reporter seakan mendapat berkat dari tuhan. Karena ini pertama kalinya Leo mau tersenyum tanpa paksaan di depan kamera.
Setelah bertukar beberapa kata, kini saatnya prosesi ijab kabul pernikahan Leo dan Stefani dilakukan. Leo duduk berhadapan dengan Alferd dan di kelilingi para saksi yang merupakan keluarga terdekat. Stefani masih di ruangan di temani oleh Agnes.
"Baiklah, prosesi ijab kabul akan segera di mulai. Tuan Leo, anda sudah siap?" tanya penghulu itu pada Leo.
Leo menarik nafas panjang untuk menetralisir rasa tegangnya. ia lalu mengangguk sebagai jawaban. Alferd menjabat tangan Leo dengan erat. ia lalu menyebutkan nama putrinya beserta namanya dan mas kawin yang diberikan oleh Leo. Dengan sekali tarikan nafas, Leo mengucapkan ikrar pernikahan dengan lantang tanpa hambatan.
Hingga terdengar kata "Sah" yang keluar dari mulut para saksi. Itu berarti ia sudah bersumpah di hadapan orang tua gadis yang akan selalu ia jaga hingga ajal menjemputnya, ia sudah berikrar di hadapan seluruh tamu undangan dan dihadapan tuhan.
Alferd menyeka sedikit air mata yang keluar dari pelupuk matanya. ia lalu tersenyum hangat kearah Leo dan memeluk pemuda yang kini telah resmi menjadi menantunya.
"Selamat, nak" ucap Alferd.
"Terima kasih, om" jawab Leo sambil tersenyum.
"Panggil Daddy" ralat Alferd. Senyum Leo semakin melebar.
"Iya, Daddy" ucap Leo antusias.
Semua mata kini terfokus kearah seseorang yang kini berjalan menuruni tangga. Stefani berjalan dengan anggun ditemani oleh Agnes disampingnya. Semua orang menatap kagum kearah Stefani, begitupun dengan Leo. Matanya bahkan tak berkedip sedikitpun.
Stevan menyambut Stefani di bawah sana dengan haru. ia bahkan terlihat menyeka air matanya berulang kali. Ia lalu mengulurkan tangannya kearah adiknya, Stefani menerima uluran tangan Stevan. Stevan berjalan sambil menggenggam tangan Stefani menuju Leo. Saat mereka bertiga sudah berhadapan, Stevan berdiri di antara mereka, ia melepaskan genggaman tangannya lalu menyatukan tangan Stefani dan Leo.
"Gue titip adek gue, jaga dia, sayangi dia seperti lo menyayangi diri lo sendiri, jangan pernah buat dia terluka apalagi menangis. Gue percayain dia ke lo Le, semoga pernikahan kalian selalu bahagia" ucap Stevan dengan suara berat.
"Pasti kak" jawab Leo.
Stevan beralih menatap adiknya. ia kemudian mencium kening Stefani. "Bahagia selalu baby" ucap Stevan tulus. Stefani tersenyum sambil menitihkan air mata haru.
"Thanks kakak" jawab Stefani.
Stevan melangkah mundur. ia berdiri di antara orang tuanya yang kini tengah menatap Stefani.
Lalu datanglah seorang perempuan memakai baju kebaya sambil membawa baki berisi kotak perhiasan ia memberikan kotak itu kepada Leo. Leo membuka kotak itu yang ternyata berisi cincin pernikahan dirinya dengan Stefani. Satu cincin ia pegang dan yang satunya lagi dipegang oleh Stefani.
Proses tukar cincin berlangsung. Stefani mengenakan cincin itu di jari manis Leo. ia kemudian meraih tangan Leo dan mencium tangan pemuda yang kini telah sah menjadi suaminya. Leo pun melakukan hal yang sama. ia memasang cincin itu di jari manis Stefani. ia kemudian mencium kening Stefani.
"You is my wife" bisik Leo di telinga Stefani.
Happy wedding for Leo and Stefani
**Tandai typo....jangan lupa like, coment and vote ya.
Happy Reading 😘**