Dewi seorang remaja berumur 15 tahun,kelas 3 Smp sekolah agama memiliki 3 saudara kandung'kakak laki laki dan kakak perempuan,seorang gadis remaja yang baru mau memulai hidupnya menjadi tingkat dewasa
Hasby seorang remaja lelaki berumur 16 tahun juga kelas 3 smp berbeda sekolah dari Dewi
pertemuan tidak disengaja itu menjadi awal ceritanya,mengubah hidup seorang Dewi menjadi wanita yang harus bersabar dalam menjalani kehidupan
penasaran???????
ini novel pertama yang aku tulis,semoga menghiburr selamat membaca❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Desi sukma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pulang
Dewi pulang kerumah dengan perasaan was2,bagaimana tidak ia berangkat dalam kondisi langit cerah tapi pulang dengan langit gelap.
Satu hal yg dewi takuti adalah jika ia sampai dirumah nanti Bryan ada disana menunggu dengan tampang sangar penuh kemarahan.
Dewi mengakui kesalahannya yg tidak meminta izin saat keluar tadi bahkan sekarang ia tak berani menghidupkan internet hapenya karna takut melihat pesan yg mungkin dikirim Bryan.
Selama diperjalanan gadis itu hanya diam termenung melihat jalanan yg mulai ramai.
Ria yg menggoncengi gadis itu juga sama diamnya,ia juga takut Dewi terkena masalah mengingat dikota itu Dewi hanya punya Bryan.
" Kita sudah dekat,aku langsung kerumah apa gimana ?" Tanya Ria.
" Langsung aja " Jawab Dewi.
" Oke " Jawab Ria.
Motor terus melaju memasuki area perumahan cukup elit dikalangan orang biasa.
Saat sudah berada didepan,nampak Pagar terbuka.
Dewi menelan ludah kasar melihat hal tersebut.
" Kamu yakin ?" Tañya Ria.
" Yakin ga yakin,aku harus masuk kesana "Jawab Dewi.
" Kalo kamu dipukul gimana ?" Tanya Ria ngeri.
" Nga,dia ga sampe gitu " Jawab Dewi yakin.
" Hufffttt kalo ada apa2,kamu telfon aja ya nanti aku samperin " Ujar Ria memberi semangat.
" Iya,makasih ya " Balas Dewi.
Dewi pun mulai melangkahkan kaki masuk kerumah.
Ria memutar motornya dan tancap gas.
Perlahan Dewi masuk dengan sangat hati2.
Melihat pagar terbuka membuat Dewi yakin bahwa si pemilik ada dirumah ditambah mobil Bryan juga terparkir disana.
Gadis itu penuh keberanian meski nyatanya jantung Dewi akan terlepas.
Deg...
Suasana rumah nampak sepi,Dewi melihat kiri kanan dan tak melihat ada Bryan dirumah itu.
" Kemana dia ?" Gumam Dewi heran.
Dengan sedikit berjinjit,Dewi terus berjalan hingga dirinya menyusuri dapur dan terdiam takkala melihat seorang pria dengan kaus putih duduk sendirian menyantap makanan diatas meja.
Jakun Dewi naik turun,ia ingin bersembunyi tapi rasanya sudah tidak sempat lagi.
Pria didepannya pun menoleh dan keduanya saling melihat.
Bryan diam dengan sendok garpu ditangannya,Dewi kembali menelan ludah kasar.
Mau tak mau gadis itu pun masuk kedapur masih dengan tas dibahunya.
Dewi mengambil gelas dan mengisi air dari galon.
Bryan diam tak bersuara.
Dewi menegak airnya sedikit dan berdehem.
" Tuan sudah makan ?" Tanya Dewi basa basi.
Bryan masih diam melihat gadis itu.
Dewi menggigit bibir bawahnya,Bryan bangkit dan mendekati gadis itu.
Jantung Dewi berdegub kencang,Bryan semakin dekat hingga berdiri didepannya.
" Minggir " Ujar Bryan tenang.
Dewi mendongak dan keduanya saling bertatapan.
" Minggir Dewi,saya mau minum " Ujar Bryan jengah.
" Hah,biar saya ambilkan Tuan " Balas Dewi merebut gelas dan mengisi air dengan cepat.
Bryan terkejut dan diam saja.
" ini Tuan " Kata Dewi menyerahkan air yg hampir penuh.
Bryan meminumnya dan Dewi menelan ludah kasar tak kala jangkun pria tinggi itu naik turun dimatanya.
" Tuhan,sempurna sekali lelaki ini " Batin Dewi takjub.
Ia baru kali ini melihat Bryan sangat dekat dan menghayati meski keduanya kemarin sempat berhubungan.
Bryan menaruh gelas dan pergi.
Dewi berlari dan menghalangi langkah pria itu.
" Tuan " Panggil Dewi.
Bryan diam berhenti.
" Maaf " Ujar Dewi menunduk.
" Kenapa ?" Tanya Bryan.
" Maaf karna saya terlambat pulang,tadi saya ketiduran dan bar....
Ucap Dewi menggantung tak kala Bryan menahan mulutnya dengan 1 jari.
" Yg penting kamu sudah pulang " Ujar Bryan.
Dewi melotot masih dengan keterkejutannya.
Bryan melihat bibir gadis itu yg menyentuh jemarinya.
Tatapan Bryan nampak berubah,ia merasa ada sesuatu yg bergejolak didada.
Dari satu jari kini Brya memberanikan diri mengusap bibir gadis itu dengan ibu jarinya membuat Dewi syok.
" T tuan " Ujar Dewi menjauh.
Bryan mendekat dan menarik pinggang Dewi kearahnya hingga gadis itu menabrak tubuh tinggi tersebut.
Bryan memegang pinggang Dewi membuat Dewi sulit bergerak.
" Ad a ada apa Tuan ?" tanya Dewi kelabakan.
Bryan diam,fokus lelaki itu masih menatap bibir ranum yg sempat ia brutali kemarin dulu.
" Shit !" Umpat Bryan tiba2.
Pria itu pun melepas Dewi dan berlalu.
Dewi yg terlepas ikut terkejut dan menatap Bryan yg menjauh.
" Astagaaa jantung ku,,,kenapa berdetak begini " Gumam Dewi memegang dadanya.
Bagaimana tidak berdetak,Dewi mengakui ketampanan majikannya tersebut bahkan sangat takut dan canggung bila tersentuh langsung,tapi kali ini lelaki itu sukses membuat gadis polos tersebut tak berkuasa.
Dewi menggelengkan kepalanya dan berlari masuk kamar.
Diruang tamu,Bryan melihat tingkah gadis itu.
Ia menghela nafas panjang.
" Apa yg aku lakukan ? Aku hampir saja memangsanya lagi " Gumam Bryan merutuki dirinya.
Meski Bryan sedikit berengsek,tapi dengan Dewi ia menyadari dan menghormati gadis itu meski kehormatan Dewi sudah ia renggut secara paksa.
Bryan juga tiba2 menjadi pria yg lebih tenang dan bisa mengontrol emosi.
Jam terus berlalu,Bryan banyak termenung dan berpikir keras tentang dirinya sendiri.
Tak lama telfon masuk,Bryan melihat nama dilayar dan mengernyit.
" Halo " Sapa pria itu sopan.
" Halo Bryan,kamu dimana ?" Tanya seorang wanita diseberang.
" Dirumah aja,kenapa Ma ?" tanya Bryan.
" Besok Mama pulang,mama mau nginep dirumah kamu " Ujar wanita tersebut yg Bryan panggil Mama.
" Hah besok ?" Tanya Bryan kaget.
" Iya,besok jemput Mama ya " Ujar wanita itu lagi.
Bryan diam sejenak berpikir.
" Nakk " Panggil sang Ibu.
" Hah iya Ma,besok aku jemput " Ujar Bryan.
" Okedeh Mama tunggu dibandara ya "
Tut
Panggilan terputus,Bryan bangkit dari duduknya dan berpikir keras.
" Duhh Mama mau kerumah lagi,gimana nih ?" Gumam Bryan kebingungan.
Dewi keluar kamar dengan baju tidurnya,pria itu melihat si gadis dan menelan ludah kasar
Dewi juga melihat kearah Bryan tapi memasang wajah datar.
" Dewii " Panggil Bryan.
" Iya Tuan " Jawab Dewi mendekat.
Bryan duduk sedangkan Dewi berdiri.
" Ada apa Tuan ?" Tanya Dewi.
" Besok kamu kemana ?" Tanya Bryan.
" Besok ?" Ulang Dewi.
" Iya "
" Besok libur Tuan,rencananya saya mau bikin kue dan nyiangin bahan makanan " Ujar Dewi tersenyum.
Bryan diam melihat gadis itu.
" Hue huee bentar Tuann " Ucap Dewi tiba2 mual dan langsung berlari.
Bryan melotot dan berkacak pinggang.
Dewi masuk dapur dan mual2.
Beberapa menit kemudian,gadis itu datang lagi dan memegang perutnya dengan manik memerah menahan tangis.
" Kamu kenapa ?" Tanya Bryan.
" Kayaknya saya masuk angin Tuan " Ujar Dewi.
" Ck,,makanya kalo dijalan itu mulutnya di tutup jadi angin ga masuk " Ujar Bryan berdecak.
Dewi tersenyum meski pahit.
" Emangnya ada apa ya Tuan ?" tanya Dewi lagi membahas yg tadi.
" Em besok Mama saya akan pulang,jadi..." Ujar Bryan ambigu.
" Apa Tuan ?" tanya Dewi.
" Hm bisakah kamu tidak ada dirumah ini sementara ?" Tanya Bryan hati2
Deg
Dewi tersentak mendengar ucapan pria tersebut
❤❤❤
Hay Guys jangan lupa Vote,Like,Coment ya.
kasihan Dewi ...Bryan. bagaimana nasibnya kalau tidak kau nikahi dan juga nasib anakmu setelah lahir nanti
Kamu harus berani jangan lemah...ikuti kata hatimu.
Harusnya dia lebih memilih Dewi karena ada benih dalam.peeut nya dan itu darah daging Bryan.
kalau mengatakan yg sebenarnya bahwa ada.Dewi yg telah hamil habislah Bryan.
Liat aja kelakuan si Meri belum nikah aja sikapnya udah otoriter gitu gimana nanti kalau udah nikah.
Bryan....kamu harus berani dan tegas sebagai lelaki.
Kamu bilang aja kalau saat ini kamu udah punya calon buah hati , siapa tau dengan adanya penerus keluarga ini papa dan kakekmu akan mendukung paling yg menentang mamahmu.
Jangan bilang itu untuk acara nikahan Bryan yg udah disiapin sama momynya.
sekarang Bryan mau nikahan, semoga nikahan Bryan gak jadi...