NovelToon NovelToon
Angsa Putih

Angsa Putih

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Petualangan / Chicklit / Tamat
Popularitas:9.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: CloverMint

Pernahkan kalian melihat angsa? Berenang dan menari dengan anggunnya di tengah sungai.
Tapi tahukah kalian? Di balik ketenangan tubuhnya di atas permukaan, Angsa berjuang mengayuhkan kakinya di dalam air agar dapat terlihat anggun di permukaan.

Begitulah hidup Gisella,
Tak ada yang tahu perjuangan hidupnya selama ini,
Pribadi yang selalu tersenyum riang di depan orang-orang, ternyata memiliki masa lalu yang kelam.

Bergumul dengan masa kecilnya yang selalu di rundung oleh teman-temannya, dan trauma masa kecilnya,
"Dasar anak pembawa sial!"
Ibunya sendiri mengatainya sebagai anak pembawa sial dan mengusirnya dari rumah.
Sang sopir membawa Gisella pergi dari rumah dan membuangnya di tempat antah berantah.

"Nak, kenapa menangis di sini?" tanya seorang wanita paruh baya yang melihat Gisella duduk menangis di pinggiran kebun.

Gisella kecil hanya menatapnya, lalu kembali meringkuk menangis pilu.

"Nak, ikut Emak mau?" tanya suara lembut itu lagi, mengulurkan tangannya kepada Gisella.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CloverMint, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 28

Sikap tulus dan ikhlas adalah cara untuk menghargai diri sendiri maupun orang lain.

^^^-Anonim^^^

...----------------...

Hari ini sekolah Ella mengadakan upacara, Kepala sekolah mengumumkan kemenangan juara Lomba Cerdas Cermat dengan bangga.

Ella, Arka juga Denis diminta maju untuk menerima piala juga hadiah berupa uang tunai.

Semua guru dan murid bersuka cita dengan kemenangan sekolah mereka, yang berarti akan menambah citra sekolah. 

Setelah berbasa basi, upacara pun ditutup, anak anak diizinkan untuk istirahat lebih cepat. 

Ella merasa senang dan lega karena tidak perlu memikirkan biaya sekolah sampai tamat nanti, senyum terus terkembang di bibirnya. 

Ella menjauh dari gerombolan teman-teman yang memberi ucapan selamat, karena Ella tahu semua murid hanya antusias terhadap Arka dan Denis, tapi itu tak membuatnya iri.

Duduk di bawah pohon, memberi kesejukan dalam dirinya. Perlahan dibukanya amplop yang berisi uang tunai sebagai hadiah kemenangan. Banyak sekali.. 500.000, ucapnya tersenyum dalam hati. 

Tiba-tiba matanya menatap Pak Haryadi yang berjalan memasuki ruang guru.

Hmm.. Pak Haryadi juga telah banyak berkorban waktu dalam mengajar kami, walau dia mendapat gaji sebagai PNS, tapi kebutuhan kan juga banyak, batin Ella sambil menatap amplop di tangannya. 

Perlahan diambilnya 250 ribu, kemudian dimasukkan ke dalam sakunya, sisanya tetap di dalam amplop. Dengan mantap, Ella berlari menuju ruang guru. 

"Ella, mau ke mana kamu?" tanya Denis yang mencarinya dari tadi. 

"Kak Denis, Ella mau ketemu Pak Haryadi," jawab Ella. 

"Ada perlu apa kamu dengan Pak Haryadi?" tanya Arka yang sudah berdiri di sisi Denis. 

"Umm.. Itu Kak," jawab Ella ragu ragu. 

"Umm kenapa sih La, jawab jangan sepotong kenapa?" kejar Denis. 

"Itu Kak, kita kan dapat hadiah uang tunai, tapi Pak Haryadi yang tiap hari membimbing kita malah nggak dapat. jadi Ella mau bagi hadiah ini," ucap Ella sambil menyodorkan amplop yang didapatnya tadi. 

Denis yang mendengar melongo, nih anak sudah susah masih mau berbagi, pikirnya heran. 

"Oh.. Bagus ide kamu La, kalau gitu Kak Arka juga ikut. Anggap ini sebagai ucapan terimakasih kita karena Pak Haryadi sudah berusaha keras mengajar kita kemarin gimana?" tanya Arka menatap Denis. 

Denis langsung menyerahkan amplop yang di dapatnya tadi.

Akhirnya Arka mengambil separuh dari isi amplop dan dijadikan satu, mereka bertiga masuk ke ruang guru menemui Pak Haryadi yang terkejut melihat kedatangan mereka. 

"Wah, Bapak didatangi bintang sekolah," gurau Pak Haryadi. 

"Pak, kami kemari secara pribadi mau mengucapkan terima kasih atas bimbingan Bapak selama ini, kami bisa menang juga berkat jasa Bapak" ucap Arka di barengi anggukan Ella dan Denis. 

Mata Pak Haryadi terlihat berkaca-kaca, ditatapnya ketiga muridnya dengan senyum lebar. 

"Sudah tugas Bapak membimbing kalian, dan kalian bisa meraih kemenangan juga karena usaha keras kalian sendiri. Bapak malah harus bersyukur karena kalian terus berusaha menang dan membawa nama harum sekolah kita," ucap Pak Haryadi. 

Para guru yang mendengar obrolan mereka tersentuh hatinya dan tersenyum menatap ketiga murid yang sudah membanggakan sekolah mereka. 

"Ini, Pak. Tolong jangan ditolak. Kalau Bapak menolak, kami sedih. ini dari hati kami untuk Bapak," ucap Arka memberikan amplop ke Pak Haryadi. 

"Apa ini?" Pak Haryadi membuka amplop itu. "Jangan.. Itu buat kalian, hak kalian," jawab Pak Haryadi terpaku melihat ketulusan murid muridnya. 

"Tolong diterima Pak, kami ikhlas, juga itu sebagai ucapan terima kasih ke Bapak," ucap Ella menatap Pak Haryadi. 

"Benar Pak, nggak enak kalau cuma kami bertiga yang dapat, padahal Bapak juga banyak berkorban," sambung Denis. 

"Terima Pak, itu niat tulus mereka," terdengar seorang guru berbicara. 

"Benar Pak, hargai saja niat mereka," ujar yang lain.

"Baiklah Bapak terima, terima kasih banyak karena kalian mengingat Bapak," jawab Pak Haryadi tersenyum tulus.

Mereka pun pamit, Ella melangkah keluar dengan hati riang. Denis terus menatap Ella bingung, Arka cuma tersenyum melihat kebaikan hati Ella. 

"Kak, Ella ke kelas dulu ya" pamitnya segera berlari ke menuju kelasnya. 

"Ka.. Itu si Ella nggak salah apa ya?" tanya Denis masih penasaran. 

"Salah gimana sih?"

"Dia aja hidup susah, pas-pasan, kok bisa rela ngasih uang yang seharusnya bisa dia pake buat hidup dia sehari-hari?" ucap Denis.

"Den, kan udah gue bilang, dia langka," jawab Arka melangkah pergi. 

###

"La.. Nanti pulang traktir bakso ya, kan juara," canda Farah tertawa. 

"Hehe.. Boleh Far, pulang sekolah ya di warung depan," jawab Ella tersenyum. 

"Serius nih?" tanya Farah tertawa. 

"Iya serius, pulang sekolah," jawab Ella.

Mereka akhirnya menghentikan obrolan ketika guru masuk ke dalam kelas. 

Hari ini mereka dipulangkan cepat. Ella dan Farah tidak terburu-buru keluar kelas, setelah agak sepi mereka baru beriringan keluar. 

Ella melihat Farah asyik dengan ponselnya, jadi cuma diam berjalan menuju warung bakso di depan sekolah. 

"Woi.. Makan nggak ajak-ajak," teriak Denis yang dibonceng Arka. 

Arka segera mematikan mesin motor dan memarkirkan motornya di sisi warung, kemudian mereka ikut masuk. 

"Kok nggak ajak-ajak sih La?" tanya Denis manyun. 

"Maaf Kak, rencananya dadakan, tapi sekarang sudah ikut kan," jawab Ella pelan. 

Mereka akhirnya memesan empat mangkuk bakso,dan es teh. Sambil menunggu mereka ngobrol dan bercanda. 

"Hallo semua."

Ella terpana melihat Alex sudah berdiri di ambang pintu warung. Arka dan Denis membalas sapaan Alex yang kemudian ikut duduk bergabung bersama. 

Saat bakso dihidangkan, mereka mulai menyantap bakso masing-masing.

Alex tanpa sengaja memperhatikan cara Ella meramu bakso. Ella mengambil kerupuk lalu diremukannya, dan diaduk ke dalam bakso,mengingatkannya akan sahabat kecilnya. 

"La, apa enak makan bakso begitu?" tanya Alex.

"Hmm.. Ini ramuan paling enak, mau coba?" tanya Ella yang tanpa sadar mengucapkan kalimat yang sama dilontarkan saat makan bakso bersama Alex dulu. 

Mendengar jawaban Ella, hati Alex seperti tersodok, kalimatnya sama persis dengan yang sering Gisel ucapkan.. Alex menatap Ella dengan seksama. 

Ella yang tak sadar, tetap melahap bakso dengan santainya, begitu juga yang lain. 

"Kenyang," celetuk Denis tertawa setelah selesai menghabiskan baksonya. 

"Iya, tapi masih enak bakso yang kemarin ya," bisik Ella pelan. 

"Iya.. Kapan-kapan aku ajak kamu kesana lagi ya La," jawab Denis tertawa renyah. 

Mereka tak menyadari kalau Alex terus mengawasi Ella. 

"Hmm.. Aku nggak diajak," celetuk Arka menatap mereka. 

"Haha.. Diajak bro, tenang dong, santai.." Denis menjawab sambil tertawa. 

"Pak, berapa semua?" tanya Ella setelah mereka selesai makan. 

"90 ribu neng," jawab abang bakso. 

Arka sudah menyodorkan uang sebelum Ella.

"Biar aku yang bayar La," jawab Arka cepat. 

"Tapi Kak.." 

"Sudah nggak papa La, biar Kak Arka yang bayar!" sambung Farah tertawa renyah. 

"Maaf Kak, jadi merepotkan," ucap Ella sambil menunduk.

"Nggak papa, kami pulang duluan ya," pamit Arka diikuti Denis. 

Ella juga pamit karena masih ada yang harus dikerjakan.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...HAI!! Terima kasih buat para pembaca yang sudah mendukung saya agar tetap semangat melanjutkan cerita ini setiap harinya!!...

...Agar saya tetap semangat update, dukung saya terus dengan memberikan LIKE, dan VOTE sebanyak-banyaknya ya!!...

...Jangan lupa tinggalkan bintang lima...

...(⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️)...

...dan klik FAVORIT agar tak ketinggalan episode selanjutnya ya!!...

...Terima kasih.❤...

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
anggy tabitha
ceritanya selalu nikah muda
Janatun Arismiyati
setuju sama kevin
Enink Puri
tubuh lemah tpi hati keras kya batu...keanak sendiri kya gitu...apalagi klo org lain yg melakukan kesalahan...
Enink Puri
La kapan jalannya.?? perasaan lari trussss
Enih Rustini
nangis ... /Sob//Sob//Sob/
zizah
halo kk. aku ada karya baru nih, mampir ya..
reii.ptra
hyy ella,aku balik nih...kali ini aku dh siapin tisu la,aku siap meneteskan air mata sebanyak-banyak nya hehe,ini tahun 2024,dan terkahir aku baca kamu di tahun 2022..
TitinN: haha sama kak, klo kangen aku jga suka baca ulang apalagi karya author yg 'Fania itu aku' tpi semua nya aku sukaaa🤣
total 1 replies
Nivia Olive
Hehehe ini berarti banyak yang baca lompat2. Padahal dari awal Author dah nulis kalo Ella beda agama dengan Mak Mila. Inilah penting membaca dengan jelas dan perhatian tanpa lompat2 biar ga salah pengertian ✌️😊
Mul Iani
Lumayan
RATNA MULJATI
semakin seru aja. jadi deg2an
Wins Winarno
dada saya sampai sesek😭😭😭
Wins Winarno
sprt aq dulu, anak kandung serasa anak tiri. tp Alhamdulillah skrng mending habis dah pny klrg semua
Aghitsna Agis
udah lama dibaca mahkota bunga jusyru nunggu kelanjutannya belum up saja
Reni Setia
makasih utk karya novelmu thor
Perdes Amsil
tokoh cowonya banyakkk .. ayoh ella kmu pilih yang manaa!?
Herna Erna
othornya juragan bawang nih.... soalnya disebar hampir disemua chapter😢😢
Sri Purwati Widodo
ngs bgt
Defrin
Kasian kali Gisel....
Udah teman teman mengejek Eh kakaknya juga ikutan ...
Tapi YG membuat Tambah sedih mama nya kok cuek Amat...
zonk
banyak pelajaran yang bisa di ambil dari kisah ini.
Hasmi Ahhasbi
izin share tor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!