NovelToon NovelToon
Terbuai Pelukan Dosa

Terbuai Pelukan Dosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: morieta

Tak kusangka takdir hidupku akan jadi serumit ini


Kisah percintaan seorang gadis cantik idola SMA Nusa Bangsa, bernama Ariana Kamilla dengan seorang cowok cool bernama Eza. menjadi awal mula dilema panjang cinta segi tiga dimasa yang akan datang

Pelecehan, penghianatan dan dendam membawa Ariana pada kehidupan kelam yang menyedihkan

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon morieta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Berusaha Untuk Bangkit

Setelah kejadian itu, 3 hari Arin tidak masuk sekolah karena sakit. demamnya sangat tinggi, nafsu makanya menghilang sehingga tubuhnya menjadi lemas, berhari hari ia tidak keluar kamar, hanya terbaring saja di ranjang.

kejadian malam itu sungguh mengoyak batinya. merasa tak percaya kalau hal buruk telah menimpa keluarganya, di tambah lagi ia sama sekali belum menceritakan masalah itu pada keluarganya, bukan tak ingin bercerita tapi Arin merasa bingung harus memulai dari mana, terlebih pada siapa ia akan mulai menceritakan hal buruk ini. haruskah pada bunda, rasanya Arin tak akan sanggup membayangkan wanita itu hancur karena kecewa, atau pada Kak Rio, pasti ia akan mencari dan langsung menghajar Ayah habis habisan, Kak Fikri akan sangat terganggu bila mendengar berita ini, terlebih disana ia hanya seorang diri membuat Arin tak tega kalau harus berbagi kabar buruk ini dengannya

Dibawah terdengar sedang ramai, sayup sayup suara bunda terdengar menyapa sesorang yg baru saja datang. tak lama berselang terdengar suara pintu di ketuk

took..took..took..

"sayaang...sayaang.." suara lembut bunda memanggil dari luar pintu

"masuk bunda"

suara langkah kaki yg ramai tak membuat Arin bergeming dari tidurnya, tubuhnya yg terbaring membelakangi pintu membuatnya tak bisa melihat siapa yg datang.

"nak..ayo liat siapa yg datang.." bunda berjalan mendekati Arin yg tak jua bergeming "kan bunda bilang untuk banyak makan, supaya ada tenaga" di bantunya putri kesayanganya itu untuk bangkit, serta di rapikannya rambutnya yg acak acakan "masih lemas..?" terlihat Arin menganggukan kepalanya. "bunda buatin susu dan ambil bubur di bawah ya..?" langkah kaki bunda terdengar keluar meninggalkan kamar.

Ada suara langkah kaki lain yg mendekat membuat Arin spontan menengok

"hay...Rin..apa kabar..?"

"hay...." terlihat senyum mengembang dari wajah pucat Arin, menyapa Amel yg berjalan mendekatinya, di susul Sisi dan Alfon mengikuti di belakangnya

Amel yg sudah duduk di samping Arin merangkul pundak sahabatnya itu yg terlihat begitu layu, keadaanya berbeda dari sejak terakhir mereka bertemu, bagaimana dalam waktu tiga hari saja tubuhnya sudah tampak sangat menyedihkan begini

"lo kenapa Rin..? tiga hari kita sengaja nggak ngehubungin lo, karena kita pikir lo butuh waktu buat sendiri, tapi kenapa lo jadi kayak gini haa..." Air mata tiba tiba menggenang di kedua kelopak mata Amel, menatap miris keadaan sahabatnya yg tampak mengenaskan

"Rin.., lo harus berusaha bangkit, lo harus lebih kuat dari sebelumnya, lo nggak boleh kalah gitu aja" Sisi menggenggam Erat tangan Arin yg terasa begitu dingin

sedang Alfon hanya duduk terdiam di atas sofa yg berada tepat di hadapan Arin, wajahnya tertunduk lesu, tak ada kelakar yg mengundang tawa dari bibirnya, hatinya mendadak terasa ngilu mendapati Arin yg tampak begitu terpuruk

sesaat mereka terisak bersamaan, seolah mereka begitu larut dan ikut merasan perih pada luka yg menganga di hati sahabatnya itu.

Amel dan Sisi memeluk Erat tubuh Arin yg begitu lemah..suara isaka semakin terdengar jelas

"lo nggak boleh nyimpen masalah ini sendiri, lo harus bagi kesedihan lo sama kita, lo juga harus coba ngomong sama kakak kakak loo..., lo nggak akan sanggup nyelesain semua ini sendiri Rin.., ini bukan masalah lo sendiri" sambil terisak Amel terus menasehati Arin untuk mencoba lebih terbuka pada keluarga dan sahabat sahabatnya.

"eehh...sampe kelupaan, kemana bintang tamu kita tadi?" sambil menghisap air hidungnya Sisi tampak berusaha mengakhiri suasana sendu di kamar itu,

"jangan jangan do'i kesasar di dapur lagi, secara inikan jam makan siang"

kelakar Alfon sambil berjalan keluar mencari sosok yg tiba tiba saja menghilang,

keadaan Eza di luar pintu kamar

Eza berjongkok menyandarkan tubuhnya pada diding luar kamar Arin. pipinya sudah basah dengan air mata, meski berusaha ia sembunyikan dengan menangkupkan kedua telapan tangan pada wajahnya, jika tidak malu mungkin ia akan terisak seperti Amel dan Sisi.

Ia begitu frustasi saat melihat tubuh Arin yg terlihat kurus dan lemah, meski tadi ia hanya melihat punggungnya saja, tapi bagaimana tidak, sampai sampai untuk bangunpun ia harus di bantu ibunya

rasanya benar benar tak tega melihat keadaan Arin, hingga ia memilih untuk keluar dari kamar.

"apa gadisku selama 3 hari ini sama sekali tidak makan, lantas kenapa kemarin aku begitu saja menuruti kata kata Amel untuk tidak menghubunginya, agar ia dapat menenangkan diri, pasti selama 3 hari itu Arin sangat membutuhkanku, ya tuhan....bodoh sekali aku ini"

"lo mau nangis sendiri disini apa mau masuk" suara Alfon terdengar sangat lirih, menyadarkan Eza untuk segera bangkit, sekarang tugasnya sudah menanti, di sekanya Air mata yg membasahi pipinya hingga tak bersisa, tak lupa di tariknya nafas dalam dalam dan di buangnya perlahan, Eza membuang raut wajah muramnya tadi dan menggantikanya dengan senyuman terindahnya yg akan ia persembahkan untuk kekasih hatinya.

took..took...

"permisi mbak..saya boleh masuk..?

tiba tiba Arin membulatkan matanya terkejut, seketika menghadapkan wajahnya pada sosok pria yg kini sudah berdiri di sebrang ranjangnya

senyum pria itu yg selama 3 hari ini begitu di rinduinya, suaranya yg aaahh....terdengar sangat manly itu terus saja terngiang ngiang di telinganya.

cowok itu sedikit memiringkan pandanganya sambil tersenyum manis sekali

"kamu nggak kangen sama aku..?"

Arin membalasnya dengan senyum dan anggukan

"gue ambilin bubur lo dulu di bawah ya Rin" seolah ketiga sahabatnya itu mengerti gejolak rindu di antara dua sejoli yg sedang di landa asmara ini, sehingga merekapun memilih untuk memberikan sedikit ruang, agar mereka berdua dapat saling melepas rindu

"Mel.."

"tenang...bunda gue yg urus, nggak usah khawatir" entah dari mana Amel bisa tau kecemasan hati Arin, padahal ia belum sempat mengatakanya.

Eza melangkah mendekati Arin, setelah melihat trio yg baru saja melintasinya hilang dari pandangan. Eza mempercepat langkahnya, di peluknya tubuh Arin erat erat

"Eza..apa apaan sih..nanti ada bunda"

"kan Amel bilang bunda dia yg urus, sekarang giliran kamu aku yg urus donk"

"iihhh...nakal ya kamuu..." Arin mencubit pinggang lelakinya itu gemas

"emang kamu nggak kangen aku yank?"

"eehhmm...."

"waahh...jahat emang kamu sayaang, kamu nggak tau rasanya aku mau mati semenjak ponselmu nggak bisa di hubungi, kamu sengaja?"

belum sempat Arin menjawab Eza sudah membrondongnya dengan banyak pertanyaan

"nggak aku matiin sayang, tapi semenjak kamu anterin aku pulang kemaren, aku udah nggak ngecek ngecek ponsel lagi, mungkin juga lowbatt"

"ya ampuuunn....yank.." Eza menjatuhkn tubuhnya di ranjang tidur Arin "nggak perlu pakai sianida kalau kamu mau bunuh aku, cukup dengan matiin ponsel kamu aja aku udah setengah mati rasanya"

"pinter gombal sih yank kamu...baru nggak ketemu berapa hari aja kamu udah pinter gombal begini..belajar dari siapa? jangan bikin aku curiga deeh.."

Eza meringis sambil menatap lembut wajah kekasihnya itu, sepertinya trik yg dilancarkan berjalan sukses, wajah yg beberapa saat lalu tampak begitu sunyi kini mulai ceria kembali, tampak beberapa kali Eza mendengar tawa renyahnya, yg membuat hati Eza sungguh sangat bahagia

"beneran sayang...aku kangen banget sama kamu" tanpa aba aba dengan cepat Eza mengecup bibir Arin dengan lembut,

"lanjut ya yank" bisik Eza lirih meminta persetujuan

"eehhmm" Arin mengangguk

tanpa berfikir panjang keduanyapun memanfaatkan waktu yg ada dengan semaksimal mungkin.

Eza yg tak henti mengulum dan menyesap bibir Arin hingga tak memberikan jeda membuat Arin kualahan "yank nanti ada Amel" arin mengehentikan Eza sambil terus waspada memandang ke arah pintu yg memang masih terbuka lebar

"nggak ada yaaank" Ezapun melanjutkan kembali aksinya menyesap dan menggigit kecil bibir Arin, dan dengan perlahan memasukkan lidahnya menyusuri setiap relung mulut Arin

"yaaank.." Arin kembali menghentikan Eza, hingga membuat Eza frustasi

seakan tak tega melihat wajah kecewa yg terlihat di raut wajah kekasihnya, Arinpun berinisiatif untuk memulainya lebih dulu

dengan tiba tiba Arin mengecup dan mengulum bibir Eza, tak mau menunggu Ezapun membalasnya dengan ******* ******* lembut pula. belum lama mereka saling balas terdengar suara dari ujung pintu

"ehem..ehem.."

Eza dengan cepat menghempaskan tubuhnya ke ranjang, sedang Arin yg masih setia duduk di pinggir ranjang berusaha mengalihkan pandangannya kesegala arah, adegan mereka saat ini pantas sekali dijadikan judul berita di situs berita online "maling ketangkep satpam saat sedang beraksi" hee.....

---------------------------------

hay...readers...

Rencananya sih untuk lebih mengembangkan imajinasi Author dan readers dalam menghayati isi novel ini, author punya ide buat memvisualisasikan masing masing tokoh, tapi author masih terus mencari cari karakter yg paling cocok untuk memvisualisasikan sesuai dengan karakter masing²

kira² para readers setuju nggak yaa...

yg setuju jangan lupa klik jempolnya donk dan juga komentarnya yaa...

klik favorit untuk notifikasi selanjutnya

tararengkyu....😘😘😘😘😘😘

1
Fitri Riyani
akhirnya benar tebakan ku, ariana akan kembali ke sendy
Endang Supriati
laki2 mulutnya manis, krn belom dapat. begutu udh dapat engga bakalan mau nikahin.apalagi msh kecill vegitu nikah 10 thn lagi.
udh bosan kali erza..si arin ukur 17 thn kaya umur 25 thn keliatan tua,,peyot,suram wajahnya tubuhnya langsung melar, pantatnya langsung turunnnn, buah dada nya langsung kendor kaya udh netein anak.
si arza nanti nikahnya sama yg msh perawan, yg msh suci,tertutup dan tdk liar lagj murahan.
jeong hyang
thooor kpn up nya dah lama nich aqoh pinisirin sm Sendy and Arin apakah mereka akan bersama lagi?? semangat buat kmu thooor ceritanya keren asli👍💪🌹
Heni R
lanjut......
jeong hyang
Kon up thooor
Lusye Noerdin
lanjuut
Ayu Lundong
visual'y g cocok , d luar imajinasi yg kt'y cantik bgt si Arin'y .
Ayu Lundong
kebanyakan tokoh td bingung , 😄
Ema Ajja
daftar kuliah
Yunia Abdullah
zinah ITU smanis madu karna nafsu yg d butakan dngn alasan cinta yg bkin merusak Dan mnyesal.
Yunia Abdullah
jenuh bca y
Yunia Abdullah
tak ADA gading yg tak retak s arin terlalu egois ksalahan orang lain d cerminin ksalahan sendri d ttupin
Yunia Abdullah
masa s arin GA BSA mngontrol emosi y dia kan ahli d bdang pdikolog
Yunia Abdullah
mungkin d daftarin kuliah
Yunia Abdullah
dramatisir bnget s arin
Yunia Abdullah
s arin jg kya jalang sih sikap y
Billy Wonk
thor kok gk up lg?? udah lamaaa bgdddddd.... lanjut gk nih cerita nya?
Endah Hardyansyah
thooor
Lusye Noerdin
up Thor...duh tanggung DECH..🤣🤣🤣
44342
lanjut thor persatukan sendy dan arin ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!