NovelToon NovelToon
Gadis Mungil (Menikah)

Gadis Mungil (Menikah)

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:5.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Motifasi_senja

Kelanjutan dari Gadis Mungil (I Love You)

Beralih dari kerumitan di masa lalu, setelah terpuruknya keluarga Agus, kini Mona harus menghadapi kehidupan baru. kehidupan setelah lulus SMA, bersiap untuk menikah dan apa yang akan di lakukan setelah menikah.

Mona dan Arga, masih saling mencintai dengan cara mereka masing-masing. pertengkaran, kenyolan seperti biasanya.


jika ada kesalahan nama tokoh maupun tempat, mohon di mengerti.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Motifasi_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28. Diskusi

Kedua pria itu langsung menatap Meri. “Maksudmu?”

Melihat betapa bodohnya wajah kedua pria itu, Meri sontak mendengus dengan ujung bibir tertarik. “Kenapa kalian bodoh sekali?” celetuk Meri dengan julingan mata.

Merasa tak terima disebut bodoh, Tian langsung duduk tegak dengan dua tangan menaikkan celana di bagian paha. “Sembarangan! Enak sekali kau mengatai aku bodoh?! Dia saja, jangan bawa-bawa aku.” Tian menunjuk ke arah Baron dengan gerakan dua alis yang terangkat.

Sepertinya Baron harus berpasrah dengan dua orang lanjut usia ini. Biar saja mereka terus membanggakan kepintaran mereka. Yang merasa berotak standar, bisa apa?

Melihat dua orang itu masih bertarung tatapan, Baron langsung membuang napas lalu menepuk tepian meja hingga membuat mereka berkedip. “Kalian itu mau membantuku atau saling menyombongkan diri?” kali ini Baron yang berhasil menyindir keduanya.

Keduanya pun seketika berdehem dan membenarkan posisi duduknya seperti semula.

Kembali pada topik pembicaraan.

Meri kembali melempar pandangan serius ke arah Baron. “Apa kau tahu ada sebuah klub baru si kota ini?”

Baron mengangguk. “Tentu saja aku tahu. Tempat itu baru beroperasi sekitar satu bulan yang lalu.”

“Lalu?” Meri membulatkan matanya yang sudah di kelilingi kulit keriput.

“Lalu apa?” Baron membalas mata bulat sempurna itu.

“Dasar bodoh!!” Tian sudah bergeser, mencondongkan badan lalu menoyor kepala Baron. “Bagaimana bisa kau sebodoh ini?!” Tian duduk kembali dengan menepuk jidatnya sendiri. Sementara Baron hanya bisa mendengus pasrah.

“Makanya, menikah!” celetuk Meri sambil terkekeh.

“Benar. Sudah tua tapi masih betah melajang!” Tian mengimbuhi, membuat Baron si buat jengkel.

“Kalian berniat membantuku atau hanya ingin menceramahiku?!” suara Baron terdengar sarkas.

“Baiklah, baiklah....” Meri membuang napas halus, supaya bibirnya yang masih ingin tertawa langsung urung.

“Kau tahu kan, tempat baru itu memiliki kesamaan dengan tempatmu? Maksudku sama-sama tempat hiburan malam. Lalu, apa kau tidak punya rasa curiga akan hal itu?”

Astaga!! Baron langsung membuka mata lebar-lebar. Benar saja dua orang ini menyebutnya bodoh, karena memang sedari tadi Baron sama sekali tidak paham kemana arah pembicaraan Meri. Bukan salah Baron juga, kemungkinan karena terlalu frustrasi, jadi ia tidak bisa berpikir dengan baik.

“Kenapa aku tidak kepikiran sampai ke situ?” Baron bergumam dengan dagu di sangga jari telunjuk yang menyiku.

“Lalu, apa Bibi tahu siapa pemiliknya?” tanya Baron.

“Aku belum tahu pasti seperti apa orangnya, tapi yang jelas, dia wanita blasteran. Itu yang aku tahu,” jelas Meri.

Tian berdehem. Menggeser pantat lalu duduk mencondong. “Coba kau selidiki dulu siapa pemilik tempat itu. Bukan kau langsung yang menyelidiki, tapi kau minta bantuan orang yang bisa di percaya untuk masuk ke dalam sana.”

Baron manggut-manggut. Tapi sayangnya, siapa yang bisa Baron percaya?

“Sebaiknya memang kau suruh orang lain untuk terjun langsung ke tempat itu. Kalau kau yang ke sana, pasti akan dicurigai.” Meri mengimbuhi.

Masih dalam situasi serius, Dika yang baru pulang entah dari mana muncul dengan membawa kantong keresek.

“Wah, rame sekali,” ucap Dika saat pandangannya bertemu dengan ketiga orang itu.

“Halo, Nek...,” sapa Dika setelah meletakkan dua kantong keresek yang ada di genggamannya di atas meja. Dika mendekat lalu menyalami Mira. “Nenek sudah dari tadi di sini?” tanya Dika.

Meri mengangguk. “Iya... kau dari mana?”

“Aku dari supermarket, membeli keperluan untuk Dio.”

Saat Dika hendak ikut duduk, Tian dan Baron berkata bersamaan untuk mengusir Dika.

“Masuk kau!”

“Masuk dulu!”

Dika langsung urung duduk, kemudian memutar pandangan menatap keduanya bergantian sambil mengerutkan dahi. “Kenapa?”

Tian berkedip ke arah Baron. Mengkodenya untuk diam dan membiarkan dirinya saja yang bicara dengan Dika. “Kau masuk dulu, sudah di tunggu tiara,” ujar Tian.

Dika sebenarnya merasa curiga, tapi takut Tiara marah-marah, mending langsung bergegas masuk ke kamar. Dua kantong keresek yang ada di atas meja pun, Dika angkat dan di bawanya masuk ke dalam.

“Maaf, kau lama menungguku ya....” Dika sudah masuk. Satu kakinya mendorong pintu kamar supaya tertutup kembali.

Tiara yang sedang bersenderan di dinding ranjang hanya tersenyum. Tak jauh darinya, lebih tepatnya di sebuah benda persegi dengan benda empuk di tengahnya, ada Dio yang tengah berbaring tidur dengan sangat nyenyak berbalut selimut pada setengah badannya.

Usai menaruh dua kantong keresek itu di atas sofa, Dika kemudian melepas jaketnya dan langsung merangkak ikut istrinya duduk di atas kasur.

“Kau tahu di luar ada Nenek Meri dan Paman Baron?” tanya Dika.

Tiara mengangguk, lalu setelahnya menarik bantal dan selimut kemudian berbaring. Dion pun ikut berbaring.

“Sepertinya mereka sedang membicarakan hal yang serius?” Dika berucap lagi.

Sebelum menjawab, Tiara memutar posisi berbaring miring menghadap ke arah suaminya. “Aku kurang tahu, tapi sepertinya mereka bertiga sedang mencari tahu siapa dalang di balik benda haram itu,” ujar Tiara.

“Apa mereka sudah menemukan pelakunya?” Dika merangkulkan lengannya di pinggang Tiara.

Sementara untuk Tiara, Dia maju membenamkan kepalanya di dada Dika. “Sepertinya belum. Aku tidak mau ikut campur,” jawab Tiara.

“Kau benar. Biarkan itu menjadi urusan mereka. Toh tadi, saat aku hendak ikut duduk, paman dan kakek langsung mengusirku.” Wajah Dika berubah pias, sedangkan Tiara justru terkekeh.

“Kenapa kau malah tertawa?” dengus Dika.

“Tidak, aku hanya tersenyum saja kok,” jawab Tiara sekenanya.

“Oh iya, apa kau sudah menemui Mona?” Dika tiba-tiba teringat akan pesan Arga yang meminta Tiara untuk berbicara dengan Mona.

“Belum. Aku belum sempat. Mungkin besok aku datang ke rumahnya. Sudah lama juga aku tidak main kesana,” jelas Tiara.

“Ya sudah, ayo kita tidur.” Dika mendekap tubuh Tiara lebih erat, untuk mendapatkan kehangatan hingga bagi datang.

“Besok aku akan coba selidiki.” Baron sudah berdiri. “Aku pulang, ini sudah malam,” pamit Baron.

“Aku juga pulang.” Meri ikut berdiri.

“Apa kau berani pulang sendiri? Ini sudah malam, tak baik untuk orang tua sepertimu berkeliaran di jalan,” ucap Tian.

Meri sontak mendengus. kata-kata itu sungguh membuatnya jengkel. “Kau kira aku apa? Memang siapa yang berkeliaran, ha?!”

Tian tertawa. “Maaf, aku tidak bermaksud. Dan lagi, kau kan punya bodyguard kenapa tidak membawanya? Atau mereka sudah kau pecat?”

Tak mau peduli dengan ocehan Tian, Meri memilih menarik lengan Baron untuk segera beranjak. “Kau antar aku sampai rumah.”

Baron mengangguk, tapi kemudian mendongak lagi. “Lalu, mobil Bibi bagaimana?”

“Aku mengendarai sendiri, mobilmu mengikutiku dari belakang,” ujar Meri.

“Baiklah.”

Setidaknya, Meri hanya ingin berjaga-jaga. Kalau hanya sekedar pulang sendiri dengan mengendarai mobil, pastilah bisa dan berani.

***

Vote vote. maksa. hahaha

🙏🙏🙏🙏

1
Qaisaa Nazarudin
Dasar Jalang,Kasih aja ke Dion,Kan dia suka cewek dewasa gak peduli kalo sudah bolong, Untung aja Arga gak mau dan tetap membatasi diri nya dari cewek kek gini..
Qaisaa Nazarudin
Ini jih sahabat paling Lucknut menjebak kawan ke kancah gak bener..
Qaisaa Nazarudin
Mending bawah umur,masih polos,Dari yg udah atas umur,atas bawah bolong..
Ilham Dwi Putra
Luar biasa
Indra Lesmana
bagus
Dhamayanthie Akbar
Kecewa
CUKUP T∆U $∆J∆
namanya Mona panggilannya oon😂😂
CUKUP T∆U $∆J∆
perasaan Meri dehhh🤔🤔knp jd Mira😂
CUKUP T∆U $∆J∆
sama2 bodoh yg akur ya😄😄
CANTIKA
minum kopi pahit yg panas biar seger😂😂
CANTIKA
judulnya gadis bodoh menikah ya Thor😂
maulana syarofa
perusahannya kan banyak, knp hadiahny g mobil?
Wahida Arfiani Smb
ending ta egk enak
egk thu sapa yg kirim fito mona ama varel ke hp arga.
Ros Mailis
Arga" seorang ceo kok jadi bodoh karna cinta dan perarturan yg dia buat sendiri wkwkwk
Ros Mailis
itu bodoh kok kewatan ya 😂😂😂😂
AL Vinoor
kalau hidup cuma makan tidur seharian,itu bukan cuma bodoh,tapi pemalas,karakter Mona ini kaya nya manusia yg betul betul takberguna ya Thor.
Pipitabc Rachma
lanjut donk...
Dyah Shinta
Hahahahahaaa... kasihan ayam gorengnya....
Dyah Shinta
Lha emang Mona dianggap masih anak2 atau bego sih... kapan dia mau dewasanya... Di season 1 dia dibilang cuma bodoh di MTK.
Mestinya ya paling engga dia bisalah menelaah situasi, mengerti masalah dalam keluarga... Duh author... please deh...
Dyah Shinta
Author ... di bab 'malas meladeni' Tora udah kasih tau ke Arga bahwa Jade itu mantan pacarnya 2 bulan waktu dia ke Amerika. Masak di part ini kudu kaget lagi tuh Arga...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!