kehadiran dosen baru di kampus key, membuat key frustasi. mengutuk, mencaci dosen tersebut menjadi kebiasaannya dan menyantet adalah pilihan terakhir yang sedang key pertimbangkan.
SEASON 2 !!! di gabungkan, baca di sini!!
jangan lupa jadikan favorite, like, comment and vote..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby Widiastuti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 28
Tiba-tiba suara yang paling key hindari datang tanpa permisi. “ keysaa...” sapa suara itu membuat key berhasil membulatkan matanya sempurna dengan mulut yang terbuka sedikit.
Inilah yang di sebut kiamat kecil permisa !!
Key segera mendongakkan kepalanya “ riwayat di buat malu ini mah...” keluh key segera menundukan kembali wajahnya.
“ padahal udah adem banget nggak denger suara jelek manusia ini selama kurang lebih sebulan ini, ya
ampun kenapa harus sekarang? Dan kenapa harus di sini?..” gerutunya.
Pria itu semakin mendekatkan dan memutuskan jarak di antara mereka.
Grey menengok ke arah key yang menunduk dan kembali menatap sosok yang kini menatap dirinya tak suka. “ lu siapa?” pertanyaan yang jelas membuat key melebarkan matanya kesal.
“ kenapa dunia ini sempit sekali bung !!..” gumam key.
Pria itu memicingkan matanya menatap grey yang juga menatap aneh dirinya. “ cahhh semprulll..” suara itu keluar dengan mulus dari mulut juna saat melihat ekspresi grey yang menatap dirinya aneh.
Grey melotot mendengar manusia asing di depannya memanggilnya semprul, key melirik juna dengan senyum kudanya. “ dia abang gue kak..” ujarnya pasrah.
Juna menyilangkan lengannya di dada, terlihat ke angkuhan dan kesombongan di wajahnya karena key mau mengakui dirinya kakaknya. “ siapa dia key? Inget ya lu udah punya calon !!” kalimat juna sontak membuat dua manusia di hadapan juna itu melebarkan matanya sempurna. “ huahhhhh Gorilllaaaaaaa !!” teriak key dalam hati dengan mata yang menatap tajam ke arah juna.
Grey yang terkejut mencoba untuk tersenyum. “ grey, saya temannya bang..” sahut grey sembari mencoba mengangkat tangannya untuk bersalaman dengan juna.
Juna menerima tangan grey angkuh. “ juna, abang terganteng yang keysa punya..” sahutnya membuat key membual.
Ya allah kanapa ini manusia ada di sini sih? Kenapa jadi bikin kacau kencan gue woy !!
Kenapa tingkat menyebalkannya sekarang satu level sih sama si arka??
Ingin sekali gue nendang ini manusia di depan gue !!
pengen banget gue patahin lututnya ya gusti sabar !!
Juna tersenyum mengejek ke arah key. “ lu balik sama gue, gue juga mau ke rumah !!..” ujarnya.
Grey melirik key, lirikan yang penuh tanya. Key hanya mengangguk ke arah grey. “ gue balik sama abang gue ya kak..” ujar key. Key mencoba tidak mencari masalah dengan juna yang bisa saja akan membuatnya malu setengah mampus di depan grey.
Grey mengangguk. “ okey, gue balik ya. Bang saya izin pulang duluan..” sahutnya pamit pada juna.
Juna tersenyum semakin mengejek ke rah key. “ okey bro.. eh key calon laki lu udah nunggu noh di rumah...” suara juna sengaja di tinggikan, berharap grey yang baru beberapa langkah mendengarnya dengan jelas.
Key hanya pasrah mengacak-acak rambutnya kesal. “ kuntilanak please, gue mohon jangan sekarang !!” gumamnya mencoba menahan semua amarahnya pada juna yang datang di waktu yang sangat salah.
Key yang kini sudah berada di dalam mobil juna mulai mengluarkan aura-aura kesalnya dengan berteriak menyebutkan nama lengkap juna. “ ARJUNAAAAA WIJAYAAA !! Gue pecattt lu jadi abang gue !!!” kesal key dengan memukul lengan juna.
Juna meringis. “ eh sakit woy !!” ujarnya sembari menahan pukulan kedua dari key.
“ emang dasar Gorilaaa gue tuh udah nunggu saat-saat ini !!” cerca key lagi.
“ lu parah banget bang, sumpah !!”
Juna melirik sekilas ke arah key. “ heh ya jelas gue natap ke temen lu kagak demen, dianya aja natap gue kaya ngeliat orang aneh macam apa gitu..”
“ ya jelas lah dia natap lu aneh, lu pikir lu nggak aneh ?? aneh bang aneh !! yang lebih aneh kok bisa gue punya abang yang anehh macam juna wijaya ini ?? Ya allah gue malu sama grey bang..” cercanya lagi.
Juna menghela nafasnya kasar. “ gue nggak suka sama itu cowok titik !!” ujarnya dengan mata yang fokus dengan kemudinya.
“ mau lu suka atau kagak, gue kagak peduli bang !!” rengek key kesal.
Juna melirik sekilas ke arah key. “ ya jelas lu harus peduli lah, gue megang kendali restu itu 40 % dari bunda dah ayah. Jadi jelas gue berhak ngelarang lu deket sama itu cowok yang sok ganteng padahal kegantengannya masih kalah sama gue.” Sahut juna yang kini membuat key semkain kesal.
Key menyenderkan bahunya pasrah, menggelengkan kepalanya berkali-kali. “ gue nggak nyangka gue punya abang senyebelin ini !! ya allah boleh tuker tambah nggak sih??” ujar key pasrah.
Juna melebarkan matanya ke arah key yang kini memejamkan matanya. “ lu pikir gue barang hah? Tuker barang ? parahhh lu !!” ujar juna tak terima.
“ bodo amat bang bodo amat !! diem ah gue capek debat mulu sama orang, gue mau tidur !!” key mencoba untuk menenangkan jiwa, hati dan otaknya yang sedari tadi sudah memberontak tak terima dengan perlakuan juna yang semena-mena padanya.
Key memejamkan matanya mencoba untuk menghilangkan semua kekesalannya, sedangkan juna mencoba
untuk acuh dengan sikap kekanak-kanankan yang masih melekat pada diri adiknya yang sudah berumur dua puluh tahun itu.
Sekitar lima belas menit, mobil juna sudah sampai di parkiran rumahnya. Juna yang melirik key yang memang terdtidur dengan pulas merasa bingung apakah ia harus membangunkan adiknya atau meninggalkannya saja di mobil. “ duh mana kalo bangunin ini bocah susah banget pula !!” ujar juna melirik key.
“ masa gue gendong, dia kan kecil-kecil juga berat. Berat dosa maksudnya..” gerutu juna lagi.
Juna yang bingung akhirnya keluar dari mobilnya dengan pintu yang tidak ia tutup kembali, lalu ia pergi masuk ke rumahnya begitu saja. Waktu yang menunjukan pukul 18.20 yang lebih tepatnya sehabis magrib membuat key semakin nyenyak dengan angin yang terasa dingin. Sekitar dua puluh menit key masih berada di mobil juna yang
terbuka di satu pintunya.
“ Ya tuhaaann....” suara keterkejutan itu membuat key tergelonjak kaget.
Matanya mencoba terbuka, mengusap-usap matanya berkali-kali. “ key kamu ngapain tidur di sini?” tanya suara itu yang membuat mata key semakin melebar dan kesadaranya semakin pulih.
Key melebarkan matanya. “ pak ngapain di sini?” tanyanya dengan sosok yang membuatnya
terbangun.
“ menurut kamu, saya mau ngapain ke sini?” suara arka terdengar seperti seseorang yang sedari tadi menahan emosinya.
Key melirik ke kanan dan ke kiri. “ huasyemmm gue di tingalin sama si manusia gorilla itu !! ya allah punya abang kok gitu amat sih !!” cercanya yang segera mendorong pintunya untuk keluar.
“ emang sumprett amet dah si juna !!” key mulai mengoceh tak jelas.
“ JUNAAAAAAA..” teriak key yang berjalan ke arah pintu rumahnya.
Arka mengelengkan kepalanya. “ heyy saya ada di sini keysa !!” sentaknya yang membuat langka key terhenti.
Key segera menengok ke arah arka dan memundurkan langkanhya. “ maaf pak saya lupa, saya emosi pak sama abang saya !!” kesalnya.
“ memangnya kamu saja yang kesal? Kamu pikir saya tidak kesal ? hah?” pertanyaan arka membuat key memutarkan matanya mencoba mencari jawaban kenapa arka kesal.
Key melirik ke arah arka mencoba mengisyaratkan bahwa ia tidak mengerti dengan apa yang arka bicarakan. “ apa? Kamu tidak mengerti maksud saya? Kamu ternyata tidak peka ya keysa !!” celetuknya.
Key semakin di buat bingung. “ pak duduk dulu ajalah ya, saya nggak ngerti dengan maksud kedatangan bapak ke saya malam-malam begini.” Ujar key sembari menunjukan kursi yang berada di teras rumahnya.
“ jadi gimana pak?” tanya key setelah mereka sudah terduduk di kursi berwarna coklat itu.
Arka melirik sinis ke arah key. “ sekarang kamu jadi pelupa gitu ya? Kamu lupa atau memang sengaja pergi di saat saya bilang akan jemput kamu?” pertanayaan arka jelas membuat key menganga.
Key mengalihkan pandagannya. “ wah saya lupa tadi pak, saya pergi sama bang juna pak ada urusan..” ujarnya.
arka tersenyum sinis. “ kamu mau bohongi saya?” tanya arka.
Key mulai merasa terpojok. “ jadi gin-.”
“ segitunya ya kamu tidak suka dengan saya?” potong arka yang membuat key membulat sempurna. Key mencoba mencari kata-kata yang sekiranya tidak membuatnya memasuki masalah baru dengan arka. “ bu-bukan gitu pak..” ujarnya bingung.
“ kenapa kamu tidak menerima panggilan saya di telfon?” tanya arka lagi yang semakin membuat key kelimpungan
Ini tuh yang slaah siapa sih?
Dia ini dosen gue loh !!
Ngapa sekarang jadi berasa pacar yang ngepergoki ceweknya jalan sama cowok lain sih ??
Siapa yang salah sih?
Key memiringkan kepalnya berharap mendapatkan ide. “ hem gini pak handphonenya, saya silent saat di acara seminar sampai sekarang masih dalam mode sileny. jadi saya nggak tau kalo ada telfon masuk...” jawabnya asal.
“ keysa, kamu itu tidak ahli dalam berbhong ! kamu tidak lupa kan? Kamu menerima telfon dari si
abu-abu sepulang acara seminar? “ pertanyaan arka sekali lagi membuat key membulat.
Mampus kau !!
Ahahahha bodoh sekali ternyata gue ini !!
Key memejamkan matanya mencoba mencari jalan keluar dari maslaah yang sebenernya bukan masalah dan bukan kesalahannya. “ gini deh pak saya tuh capek banget pak. Saya mau istirahat, besok lagi aja ya bapak ngomelnya...” key mencoba melepaskan diri dari arka.
“ kamu pikir kamu saja yang capek? Saya sudah bolak balik ke rumah kamu tiga kali keysa !!” sentak arka.
Key di buat bingung dengan jawaban arka. “ pak segitunya banget sih buat nyuruh saya ngoreksi kuis? Besok juga bisa pak ...” ujar key sembari menggarukan kepalanya yang mulai gatal. Arka membuang nafasnya kasar, mengalihkan pandangan ke sisi lain mencoba untuk bersabar untuk menghadapi gadis yang memang kerjaannya hanyalah membuat arka kesal,geram dan gemas. “ baiklah saya rasa, saya memang tidak berkepentingan di sini. Maaf mengganggu waktu kamu. Saya permisi..” ujar arka yang langsung terbangun dari duduknya.
Key di buat dengan tingkah aneh arka. “ sebentar deh pak, kenapa bapak jadi ngambek gini sih? Ya allah salah saya apa? Kalo emang bapak nyuruh saya ngoreksi kuis, okeh saya bersedia. Besok setelah kuliah ke rumah atau ke ruangan bapak deh. Puas?” sahut key yang juga ikut terbangun.
Arka melirik sinis ke arah key. “ tidak usah, saya bisa mengoreksinya sendiri. Kamu kan sekarang lagi sibuk kencan dengan grey..” ujar arka yang langsung berjalan meninggalkan key yang di buat semakin tak karuan.
Ya allah letak kesalahan gue di sebelah mana sih?
kenapa jadi dia yang ngambek ke gue?
Sebenernya dia dosen gue atau apa sih? Kenapa jadi ngambek-ngambekan macam orang pacaran gini
sih !!
Key menggaruk rambutnya yang semakin gatal oleh keringat karena ia belum mandi. “ hati-hati pak di jalan, semoga ketemu jodoh ya pak di jalan ...” teriak key sembari melambaikan tangannya ke arah arka yang masa bodo dengan lambaian tangan key.
Key berdecak. “ ish ish itu orang emang fiks aneh pake banget. Eh tapi dia kan udah punya tunangan
ya, ngapain gue doain dia ketemu jodoh di jalan ? alah bodo amat dahh...” dumalnya yang segera memasuki rumahnya.
Langkah key terhenti di ruang tengah keluarganya saat bunda memanggilnya. “ key kok baru datang? Kamu pergi dari siang loh !!” sahut bunda meliriknya sinis.
Ayah yang berada di sebelahnya memicingkan matanya. “ dari mana hah?” tanyanya dengan nada tak enak di dengar.
Key berdehem mencoba menenangkan hatinya. “ bang juna balik jam berapa tadi?” key berbalik bertanya.
“ kamu ini di tanya malah nanya balik !! juna datang sekitar adzan magrib..”
Key menganggukan kepalanya. “ nah berarti key juga balik jam segitu..” jawab key santai.
Ayah melirik bundanya bingung. “ terus tadi di depan ada pak arka, jadi kita ngobrol dulu. “ sahut key yang membuat bundanya membulatkan matanya.
“ jadi kamu pergi sama pak arka lagi? kenapa nggak di suruh masuk?” tanya bunda antusias.
Key yang sedari tadi berdiri, menjatuhkan dirinya di sofa samping bundanya. “ enggak bun, nggak tau tuh dia tadi tiba-tiba muncul..” ujar key yang menyenderkan tubuhnya pada bundanya.
“ eh iya ya tadi kan pak arka nyari kamu ke sini, kamu sebenernya pergi sama siapa sih?” tanya bunda lagi.
Ayah melirik bunda. “ tadi ada dosennya kakak bun? Kok ayah nggak liat ya?” ujar ayahnya penasaran.
Key menghela nafasnya pelan. “ ayah emnding nggak usah ketemu dan jangan sampai ketemu deh. Nanti mood ayah tiba-tiba jelek kalo ketemu orang itu mah.” Sahut key yang langsung mendapatkan timpukan bantal dari bundanya.
“ ya allah anak tiri gini amat dah..” ujar key yang kini mengelus-ngelus hidungnya.
Key tiba-tiba tersadar akan apa yang juna perbuat olehnya. “ ehhh si gorila mana bun? Mana itu orang? Ya ampun kok kurang di ajar gitu sih itu orang?” teriak key yang langsung terbangun dari sofanya dan mulai mengoceh tak jelas dan membuat ayah dan bundanya kebingungan.