NovelToon NovelToon
Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Transmigrasi: Maharani Agung Ingin Turun Takhta

Status: sedang berlangsung
Genre:Komedi / Transmigrasi / Slice of Life
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Twinxle_Stars

Desi seorang budak korporat yang hidupnya hanya untuk bekerja tanpa sengaja menerima ajakan Dewa ketika dirinya mabuk untuk melakukan Transmigrasi.

Kini Desi harus menjadi seorang Maharani yang memimpin kekaisaran yang hampir jatuh bernama Maharani Da Xie. Sayangnya, menjadi Maharani berarti Desi harus bekerja mengurus kekaisaran.

Desi yang berada ditubuh Da Xie akhirnya muak terus bekerja, ia melakukan hal nekat dengan menjadi pemimpin yang buruk sehingga rakyat-rakyatnya menurunkannya dari takhta.

Desi melakukan investasi bodong, mengadakan peperangan dengan kekaisaran tentangga, dan membuat lahan sawit dimana-mana.

Namun anehnya, rakyat malah bahagia karena apa yang Desi lakukan bukannya merugikan Kekaisaran melainkan malah membuat kekaisaran menjadi semakin berkembang.

"Arghh!!! Aku hanya ingin turun takhta agar tak perlu mengurusi dokumen membosankan ini!!" -Maharani Agung Da Xie.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Twinxle_Stars, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20 Malam Yang Indah #2

Setelah selesai memakan sate sampai habis. Da Xie berdiri dari duduknya. Malu ih, dirinya beberapa kali ditatap oleh orang-orang yang lewat.

Da Xie berpikir kalau orang-orang pasti mengira dirinya adalah gelandangan dengan pakaian lusuh dan duduk lesehan seperti ini. Padahal nyatanya, orang-orang menatap kearah Ni Xao yang menjadi bahan perbincangan akhir-akhir ini.

"Ayo Ni Xao! Kita keliling lagi!!" Teriak Da Xie dengan semangat.

Ni Xao ikut berdiri. Dia mengamati tatapan riang gembira wanita pendek dihadapannya. Meskipun matanya ditutup, tetapi hatinya masih bisa merasakan.

"Maharani Agung, sepertinya ada sesuatu pada wajah anda." Ni Xao menunjuk kearah wajah Da Xie yang terdapat sisa bumbu sate.

"Hm? Dimana?" Wanita itu mulai meraba sekitar wajahnya, tetapi seperti orang bodoh, usaha Da Xie sia-sia karena sisa bumbu itu tetap melekat pada wajahnya.

Sebenarnya sisa bumbu itu ada diujung bibir Da Xie, tetapi dia malah mengusap-usap daerah pipinya membuat bumbu itu masih ada disana.

"Permisi." Akhirnya Ni Xao yang diam saja mulai mendekatkan wajahnya kearah Da Xie. Ia mengangkat tangannya untuk mengusap sisa bumbu yang ada pada Da Xie.

Da Xie terdiam, membiarkan pria itu mengambil alih keadaan.

Mungkin kalau ini adalah drakor ala-ala korea, maka adegan ini akan sangat menggugah selera para penonton pecinta genre romantis. Tapi ingat, genre novel "Maharani Agung Ingin Turun Takhta" adalah komedi-romantis.

Bukannya membersihkan sisa bumbu yang ada pada Da Xie. Pria itu malah ikut meraba-raba pipinya seperti orang bodoh. Lagipula, Da Xie yang masih punya mata saja tidak bisa mengelapnya sendiri, apalagi Ni Xao yang tidak punya mata.

Akhirnya karena author geram melihat interaksi mereka, author menurunkan seorang NPC untuk membantu jalannya cerita.

"Permisi!!"

Srett!

Seorang wanita berjalan mendekat dan menggeser Ni Xao agar dirinya bisa mengusap sisa bumbu yang ada pada Da Xie dengan sebuah kain.

"Nah~ Sekarang sudah bersih bukan? Ini adalah kain premium berkualitas tinggi loh~ Bahannya terbuat dari sutra yang lembut dan benang pemintalan dewa Zeus. Akan rugi kalau kalian tidak membelinya!" Wanita itu mulai berbicara seperti seorang salesman dan menawarkan kain jualannya.

"Harganya juga murah. Dimulai dari koin perunggu, dan kalau kalian beli dua, maka akan mendapatkan diskon spesial. Lalu–"

"Maaf Mbak, tetapi aku tidak bawa uang." Da Xie segera memotong ucapan wanita tersebut karena merasa berisik.

Ekspresi wanita itu yang awalnya ramah lingkungan, kini menjadi dingin. Ia lalu berbalik pergi menjauhi mereka berdua, "cih, dasar orang miskin."

Da Xie hanya bisa menatap dengan pandangan bodoh kepada wanita itu, mungkin ini pertama kalinya dalam sejarah ada seseorang memanggil Maharani Agung mereka sebagai 'orang miskin'.

******

"Ni Xao, makanan disini enak sekali ya."

"Benar, Maharani Agung."

Da Xie berbicara sembari memakan mangkuk berisi mie miliknya. Saat ini dirinya dan Ni Xao sedang berada pada sebuah restoran mie yang cukup sepi.

Da Xie bersyukur karena Ni Xao menemaninya. Tadi dirinya dan pria itu berkunjung dan makan di banyak tempat. Dan berkat pria itu, Da Xie bisa menikmati makanan yang enak-enak karena Ni Xao yang memberikannya.

Andaikata Ni Xao tidak ikut dengannya, mungkin sekarang Da Xie hanya bisa berkeliling seperti gembel sembari menatapi makanan yang tak bisa ia dapatkan.

Sebenarnya Ni Xao sama sekali tidak mengeluarkan uang sepeserpun. Ia hanya meminta makanan dengan baik kepada para penjual, dan mereka memberikannya secara cuma-cuma kepada Ni Xao dengan ekspresi setengah ketakutan.

"Hm~ Enak sekali. Hei Ni Xao, bisakah kamu mengambilkan satu mangkuk mie lagi? Aku masih belum puas."

Da Xie meminta pria itu untuk mengambilkan satu mangkuk mie lagi kepada si penjual. Padahal dirinya sudah memakan lima mangkuk, tetapi sepertinya itu belum cukup.

"Baiklah Maharani Agung."

Ni Xao berdiri dari duduknya, Ia pergi kearah si penjual seperti apa yang diminta Da Xie. Wanita itu hanya diam menunggu dengan sabar.

"Hey... Kau sudah lihat tidak?"

Tiba-tiba terdengar suara dari meja dibelakang Da Xie. Itu adalah tiga orang ibu-ibu yang sedang makan mie, dan bergosip ria.

"Iya, aku sudah melihat wajah Maharani dari Zhang itu."

Mendengar kata 'Maharani' disebut, Da Xie jadi penasaran dan tanpa sadar mendekatkan tubuhnya kepada kumpulan ibu-ibu tersebut dan ikut bergosip dengan mereka.

"Menurut kalian, bagaimana penampilan Maharani itu?" Tanya Da Xie yang ikut berbicara dengan perkumpulan ibu-ibu tersebut.

"Menurutku sih dia biasa-biasa saja. Tapi juga cukup unik. Ngomong-ngomong kau siapa lagi?" Salah satu ibu-ibu menjawab.

"Oh ya? Unik bagaimana?" Da Xie kembali bertanya tanpa menghiraukan pertanyaan ibu-ibu itu.

"Dia bilang kata-kata semacam, mohon bantuannya! Dan kurasa itu cukup lucu dan unik." Ibu-ibu lainnya menjawab.

"Memangnya ada apa dengan kata-kata mohon bantuannya itu?" Da Xie bingung, mungkinkah kata-katanya tadi ketika berpidato adalah sebuah kesalahan.

"Kau tahu, dari dulu baik itu Kaisar atau Maharani, mereka tak pernah mengucapkan kata-kata sejenis itu. Mereka cenderung akan melebih-lebihkan diri mereka sendiri seolah mereka adalah dewa. Tidak seperti Maharani dari Zhang itu, dia malah merendah dan berterimakasih kepada kita seolah kita adalah orang yang penting."

"Ya benar, sudah 50 tahun aku hidup ditanah ini, dan aku sudah melihat banyak sekali pemimpin kekaisaran berganti. Tetapi baru kali ini aku melihat ada pemimpin yang seperti Maharani dari Zhang itu. Mungkin dia bisa membawa angin segar kepada para rakyat kekaisaran Han."

"Hei, bukankah seharusnya kita menjadi rakyat kekaisaran Zhang?"

"Ah iya benar, kita sekarang rakyat kekaisaran Zhang."

Da Xie hanya bisa menatap ibu-ibu dihadapannya yang asyik mengobrol sendiri. Dia tersenyum misterius.

"Membawa angin segar? Mereka terlalu berlebihan. Aku saja akan melakukan banyak hal nekat untuk turun takhta. Jadi mungkin yang aku bawa itu angin topan." Gumam Da Xie.

Dikala Da Xie memikirkan beberapa hal, Ni Xao sudah kembali dengan membawa mie yang dipesan oleh Da Xie.

"Maharani Agung. Saya membawa mie anda." Ucap Ni Xao dengan satu tangan membawa mangkuk mie.

"Maharani Agung?" Para ibu-ibu menoleh kearah Da Xie dengan tatapan bingung.

Da Xie mengibaskan tangannya dan mencoba menyangkal. Ia tak ingin identitasnya ketahuan dengan cepat, nanti bisa-bisa malamnya yang indah berakhir lebih cepat.

"Ah tidak tidak... Namaku itu Muoha Rany Agoeng. Tetapi orang-orang memanggilku Maharani Agung agar lebih mudah." Ucap Da Xie.

"Ohh begitu. Namamu unik juga yah. Ngomong-ngomong aku merasa pernah lihat penampilan pria itu, tapi lupa."

"Alu benar-benar terkejut. Hampir saja aku mengira kau Maharani betulan."

"Aku juga mengira begitu. Tapi setelah dipikir-pikir, mana mungkin gembel sepertinya adalah Maharani."

"Oh benar juga. Bajunya lusuh sekali seperti orang miskin."

Da Xie hanya bisa memasang senyum palsunya. Ya ampun, ini kedua kalinya dirinya dipanggil 'orang miskin'.

"Ugh... Se-gembel itukah penampilanku?" Gumam Da Xie.

"Ada apa Maharani Agung?" Tanya Ni xao yang sudah duduk disamping Da Xie dan menyodorkan mangkuk mie nya.

Da Xie tak menjawab. Ia berbalik memunggungi kumpulan ibu-ibu itu karena kesal.

"Sudahlah bukan apa-apa. Ayo kita makan saja."

1
Schauven
Permaisuri ngawurr
Schauven
Fitnahhh wkwkwkwk
Schauven
Dia ini relate banget sama kita kita wkwkwk
Schauven
Wkwkwkwkwk
Schauven
Ih apa sih buuu wkkwkwkwkwk
Momen'to
koplak 😭
Momen'to
kok covernya ganti thor, padahal cover sebelumnya udah bagus banget loh /Frown/
Momen'to: protesss, jangan mau ganti 😭
total 2 replies
Berliana Febbyola
lanjutkan ceritanyaaaa😍
Schauven
Kenapa siii😭
Schauven
Pake diingetin wkwkwk
Schauven
Wkwkwkkwkw
Schauven
Betul, ini impian semua budak korporat
cila_aa
Ya ampun, giginya aman nggak tuh? 😭, next thor lanjut semngat yaa buat authornyaa✨️
Momen'to
masih up ternyata, meski ga kubaca sih setelah chap 6 😭🙏
NonaMudaDesi: aku masih up terus walau kadang radak malass kak😭
total 1 replies
cila_aa
next chapterr berikutnya kak, btw semangat nulisnya yaaa✨️
NonaMudaDesi: Makasihhhh🤭
total 1 replies
cila_aa
widihh akhirnya menang juga kakk suka dehh🤍
cila_aa
semoga kekaisaran zhang menang
Key Kastara
😍🔥
cila_aa
emg biasanya kalau kagak niat malah lebih hasil😭
NonaMudaDesi: Wkwk iya nihh
total 1 replies
Momen'to
sebenarnya aku masih mikir², di zaman dulu, budak laki-laki jadi pemuas majikan perempuan itu hal tabu ga sih? karena bisa mengacaukan garis keturunan, beda dengan budak perempuan yang jadi pemuas majikan laki-laki yg mana jika perempuan hamil maka otomatis jadi orang merdeka jika anaknya sudah lahir
NonaMudaDesi: Hah? iyakah? Baru tau aku, soalnya dulu aku pernah baca cerita tentang budak laki-laki, jadinya aku terinspirasi dehh
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!