NovelToon NovelToon
Ganti Status... (?)

Ganti Status... (?)

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:381.2k
Nilai: 5
Nama Author: green_light

"Sekarang status kita sudah berbeda. Aku bukan lagi Kakak Ipar mu, dan kamu bukan lagi Adik Ipar ku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon green_light, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

28

Lelah hayati Adek Bang.... melakukan perjalanan jauh, duduk di atas motor berjam-jam, walaupun bukan Aku yang bawa tuh motor, tapi tetep aja capek luar biasa.

Ketika sampai di rumah, sudah hampir Maghrib, karena kami pulang waktu siang hari. Ngejer waktu besok Fahri kerja.

Selepas makan malam, Aku langsung masuk kamar untuk istirahat, bener-bener capek luar biasa, Aku aja lelah, apalagi Fahri yang nonstop berkendara terus.

"Udah tidur Mi?" Tiba-tiba Fahri berada di belakangku.

"Kenapa?" tanya ku sambil balik badan.

"Kamu capek banget ya?"

"Lumayan, kenapa sih? Ada yang kamu butuhin?"

"Aku gak tau maubilang nya gimana, tapi... entah kenapa malam ini, rasanya Aku butuh kamu." katanya sambil terbata-bata...

"Butuh Aku?"

Fahri mengangguk, Apa jangan-jangan dia butuh pelampiasan? batinku...

"Apa?"

"Aku butuh kamu untuk mijitin Aku kalo kamu gak terlalu capek, besok Aku masuk kerja, kayak nya badan Aku pegel semua ini... Kamu mau gak pijitin?"

Doeeennnggggg.... Ahahahaa... Aku kira dia butuh pelampiasan syahwat, eh ternyata Aku nya yang kegeeran... siapa sangka dia butuh pijitan ku,, ahahahaha...

Sebentar ya, Aku ambil minyak kusuk dulu.." Aku bangkit dari ranjang menuju meja rias ku untuk mengambil minyak pijet.

"Kalo kamu capek gak usah aja Mi..." katanya saat Aku bangkit dari ranjang.

"Gapapa, udah kewajiban ku sebagai isteri melayani suami.." Aku tersenyum dan melanjutkan kegiatanku.

"Silahkan lepas baju nya, dan berbalik." perintahku pada Fahri.

"Kok buka baju?"

"Jadi yang di minyaki bajumu? yang di kusuk baju mu juga?" Tanyaku sarkas.

"ehehehe.. Maaf Mi, ya udah Aku buka baju dulu.

Fahri membuka baju nya dan berbaring telungkup, Aku duduk di sampingnya dan mulai memijit badannya. Walaupun Aku sendiri juga ngerasa capek pake banget, tapi jika sudah menjadi kewajiban tak mungkin Aku tinggalkan, justru dari hal-hal sekecil inilah pahala akan mengalir terus. Lebih mudah mencapai Ridho nya Allah jika kita bisa Menyenangkan pasangan.

Setelah kurasa Fahri sudah tertidur, Aku menghentikan kegiatanku dan membaringkan diri di samping nya, lelah, ngantuk juga, teringat Aku belum cuci tangan, Aku bangkit lagi masuk ke kamar mandi mencuci tangan lalu langsung masuk selimut untuk tidur. Posisi ku membelakangi Fahri, dan tiba-tiba Fahri memelukku dari belakang, "Makasih Mi, pijitan mu enak" bisiknya tepat di telingaku, membuat diri ini meremang.

Aku memutar kepala sampai pandanganku jatuh tepat di manik hitam miliknya, dia tersenyum padaku, begitupun Aku. Tanpa sadar, kami sudah saling memagut. Tangannya mulai berani menjelajah. Tak sampai disitu, Fahri mulai melakukan sedikit demi sedikit perubahan. Eeehh? perubahan? Ahahaha,, setidaknya ada lah kemanjuan.

Sebelum bertindak lebih jauh, Aku menghentikan aksinya, "Kenapa? Gak boleh kah?" tanya nya ragu.

"Maaf," jawabku sambil menatap netra hitam miliknya. "Kenapa?" tanya Fahri lagi.

"Aku, Aku...emm..." Aku gugup banget...

"Kamu kenapa Mia? Kamu gak mau?"

"Bukan gitu Fahri, Maaf, tapi kamu tau kan, kamu menikahi janda, kamu tau artinya apa kan?"

"Maksud kamu?" Fahri penasaran

"Aku ini janda, otomatis Aku udah gak perawan lagi, sedangkan kamu masih perjaka. Aku merasa gak enak aja sama kamu."

Fahri tersenyum melihatku, lalu mengusap kepalaku, "Kamu kehilangan perawan dengan cara yang halal, kenapa Aku harus marah?"

"Aku gak tau, Aku hanya gak mau kamu kecewa sama Aku."

"Di luar sana banyak yang udah gak perawan sebelum mereka menikah, toh mereka santai aja, kenapa kamu yang merasa gak enak? Aku gak masalah kok, yang penting Kamu gak kayak cewek-cewek di luar sana yang bebas ngasih perawan sama orang yang belum tentu jadi pasangan halal nya."

Aku terdiam, tapi Aku masih merasa malu, sehingga rona wajah ku tak bisa ku tutupi.

"Mi, Aku lelaki normal, setiap Aku pulang di suguhkan dengan pemandangan indah Aku pasti bernafsu, Apalagi sekarang kita tidur sekamar. Saat Aku tidur dengan mu, Aku selalu mencoba menahan diri,"

"Lalu?"

"Boleh kah malam ini?"

Aku tertegun mendengar pertanyaan nya, dan hanya bisa berkata maaf lagi...

"Kenapa?" tanya Fahri hampir frustasi, karena dia pasti berfikir Aku sedang mempermainkannya.

Aku hanya bisa nyengir kuda, "Saat kita tiba di rumah, Aku merasa ada hal yang aneh, saat Aku pergi ke kamar mandi, ternyata ada bercak disana.."

"Maksud kamu gimana sih Mi?"

"Maaf Fahri sayang,,, Aku lagi Haidh..."

"Astaghfirullah, Mi....."

Aku hanya tersenyum menanggapi kekecewaan Fahri. "Berapa lama?" tanya nya.

"Biasanya seminggu. Mungkin ketika kamu kembali minggu depan Aku baru selesai Haidh nya."

"Selama itu?" tanya nya frustasi

"Iya, itung-itung ngasih kamu banyak waktu untuk bisa mencintai ku..."

Fahri menciumku lagi dan lagi, masih ciuman yang sama, ciuman yang lembut bagaikan permen kapas yang kalo di gigit langsung nyeeeeessssss...Aaa.... meleleh hati Adek Bang..

"Walaupun Aku belum cinta, tapi entah kenapa ini selalu jadi candu buatku" Fahri menggosok ibu jari nya pada bibirku. Aku hanya bisa mengulum senyum ketika dia masih memandangku lekat.

"Semoga kamu cepet bisa cinta sama Aku yah,,"

"Amiin,, tapi gimana perasaan kamu sama Bang Afri?"

"Bang Afri itu kenangan buat Aku. Bang Afri adalah cinta pertamaku, dia yang mengisi hatiku, tapi kehidupan kan terus berjalan, sekarang yang ada di sisi Aku itu kamu, sekarang Kamu suamiku, Aku gak mungkin terus tenggelam dalam masa lalu ketika masa depan ada di hadapanku. Aku harap kamu juga bisa buat Aku jadi masa depan kamu."

"Insyaallah Mi, Aku akan berusaha untuk mencintai kamu, tanpa ada nama wanita lain lagi di hatiku."

"Iya, Aku percaya kamu, Aku harap kamu jaga kepercayaan Aku. Setidak nya kamu jujur dengan hati kamu ke Aku, jadi Aku gak berharap dan di PHP in."

Fahri tersenyum lalu mencium keningku. "Sekarang waktunya tidur, kamu capek kan habis mijitin Aku? Atau mau Aku pijitin?"

"Gak usah, Kamu mah mijitin yang lain nanti." Kata ku merona.

"Kan udah halal, udah sini, katanya capek..." di mulailah masa pemijitan dari Fahri di tubuh ku.

Bener kata ku, bukan cuma pijat yang Fahri lakuin, tapi pijat plus-plus, buat Aku remang-remang aja. Jadi lah Aku gak bisa tidur malam ini gara-gara ulah Fahri.

"Aku tau kamu tersiksa Fahri, jadi hentikan daripada nanti kamu tambah ngenes,," kataku sambil menikmati pijitan nya di bahuku. "Aku udah enakan kok, sekarang kita bisa tidur.."

"Jangan larang Aku mia,, biarkan seperti ini dulu, Aku tau kamu juga capek seharian berkendara"

Yah, akhirnya Aku pasrah saat Fahri bersikeras mijitin Aku walaupun area pijitannya nambah..

1
Qaisaa Nazarudin
Aku suka ketegasan Mia..Fahri juga dari awal udah di bilangin,KALO GAK SANGGUP DAN RASA KEPAKSA mending gak usah,Itu cuman Amanah,Kamu yg menyanggupinnya tapi malah kamu yg error,Ckk..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan pesawatnya kecelakaan .
Qaisaa Nazarudin
Pasti kecalakaan pesawat nih atau kecelakaan mobil..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan gaya bicaranya,Kayak orang yg mau meninggal,Apa Afri kecelakaan ya? Duh baru juga bahagia Masih penganten baru juga..
Qaisaa Nazarudin
Cara bicaranya Afri kok kayak sesuatu banget,Kayak ninggalin pesan gitu,Apa Afri sakit keras kah?
Siti Junaida
lo r sido demam
QQ
Terima kasih atas karya mu Thor 🙏🙏🙏
QQ
Kok kepeleset tangannya author mau nulis mas Hady malah jadi si Fahri 😁😁😁✌️
QQ
Suka dengan ketegasannya Ami 👍👍👍
Rierudi Laras
😭😭😭😭😭😭
Rierudi Laras
😢😢😢😢
Maryana Fiqa
bagus banget ceritanya 👍👍
terimakasih banyak Thor dah bikin terhibur 🙏🙏
semangat Thor dgn karya selanjutnya 💪💪
green_light: makasih kak, baca juga cerita ku yang baru ya, judulnya Madu?! semoga terhibur...🤗🤗
total 1 replies
Maryana Fiqa
😭😭😭😭😭😭😭😭😭
green_light: baca juga cerita baru green kakak🤗🤗
judulnya Madu?!
terima kasih..,❤️❤️
total 1 replies
Dewi Suherman
ko aneh ya, org cuma mu pergi amanatnya minta istrinya dinikahi, kayak yakin mu meninggal, memang diceritanya mu meninggal, tp jujur maaf kurang suka ma amanatnya.. harusnya gak perlu bilang nikah dulu, klu lagi sekarat/sakit, baru boleh lah amant gitu. maaf kesannya jadi kaya gmn gituh ceritanya.
Meilia Ra
huh bdohnya kau mia
Meilia Ra
terlalu lebay simia dr awal 😁😁
Narni Wijayanti
kak green bikin cerita asli yesek bener ,karya ya 👍
rahadi nanto
meewwwwwwkkkk,,,😭😭😭😭😭😭😭😭😭⛳
karim Ok
kyknya udah pernah baca...tapi lupa lg
trisss
semangattt berkarya kak.. sukaa ceritaa nya sedih di awal2.. sehat selalu kak green😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!