bijak membaca banyak ****** ******!!!
seorang gadis berparas Cantik terlihat berlarian di malam Hari yang dingin
gadis ITU menghindari sekelompok pria yang hendak menagih hutang kepada gadis tersebut.
gadis Cantik ITU bernama Luna yang berusia 25tahun,Luna cantika terlahir dari keluarga miskin orang tua Luna telah tiada,Luna yang yatim piatu menghidupi dirinya sendiri. karena Luna hutang ke rentenir yang sering di sebut mama yola,karena dia belum membayar mengakibatkan Dia di kejar segerombolan pria berotot,Saat Dia ingin sembunyi dari kejaran, Dia tidak sengaja menabrak pria yang sedang bersandar Dan merokok di sebuah ruko kosong,kemudian tanpa ABA ABA Luna memberanikan diri untuk membuka mantelnya Dan langsung mencium pria tersebut,pria ITU ternyata adalah Hansen wiliam sang CEO dari perusahaan gautama grop,perusahaan Dimana Luna bekerja,namun Luna tidak mengetahuinya karena 2 tahun sang CEO berada di luar negeri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom_nurul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
perasaan luna
maaf kan saya para mama,keenakan kabur...yuk lanjut ceritanya...
Luna saat ini membelalakkan matanya.dia begitu terhanyut dalam pelukan sang atasan
dia yang masih merasa canggung akhirnya membalas pelukan yang ia rasa saat ini begitu terasa nyaman ia rasakan.
ada rasa rindu dan haru yang memuncak,seperti seperti sepasang kekasih yang lama tidak bertemu dan dengan keajaiban mereka seperti terlahir kembali
Hans menatap wajah ayu gadis yang saat ini berada dalam dekapannya,diraihnya kedua pipi gadis itu,"kau membuat ku menunggu lama,ini kah hukuman untuk ku karena tidak memberi kabar darimu em?kau menghukum ku dengan mengacuhkan ku selama satu bulan ini?"
"kenapa bisa kau berada disini Luna,aku hampir mati melihat mu berbaring disini!"ucap Hans menyatukan keningnya ke kening Luna
"aku tidak meminta mu menunggu ku,aku rasa kau juga tidak perlu meminta izin jika ingin pergi,aku kan bukan siapa siapa"tatapan Luna pun turun,dia menunduk karena menyadari sesuatu yang begitu menyesakan di dadanya
"apa perlu aku paksa agar kau menjadi sesuatu di hidup ku em?kau adalah milik ku jika kau lupa aku akan ingatkan lagi,aku sudah menebus mu,dan saat itu juga kau sudah terikat dengan ku,aku pernah mengatakan jika aku ingin menjadikanmu sesuatu dari diriku tapi kau menolak,lalu saat aku tidak berucap sepatah kata pun kau malah mengejar ku bahkan harus sampai berakhir disini,sebenarnya apa yang kau mau Luna?"
Hans begitu terasa sesak,dia ingin kepastian saat ini.dia mengerti akan kebingungan dalam diri Luna tapi dia juga ingin meyakinkan gadis itu jika perasaan nya tidaklah salah dan itu semua benar untuknya.
hanya saja gadisnya tidak ingin percaya kepada dirinya sendiri untuk menyadarinya,sehingga membuat perasaan mereka sama sama tersakiti
Hans pun menyentuh kedua tangan Luna,dia ingin lebih meyakinkan gadisnya jika baginya Luna adalah miliknya meskipun Luna berusaha menolak sekalipun,tetap iya akan lakukan segala cara supaya gadisnya menyadari dan tidak lagi saling menyakiti seperti ini.
"tatap mataku Luna,katakan kalau kau mencintaiku?"
"aku tidak mencintaimu"ucap Luna dengan menunduk dan cepat
"katakan dengan sungguh sungguh"
"aku tidak mencintaimu"bentak Luna pipinya sudah ber air karena air matanya menetes tanpa permisi,dia mengangkat wajahnya tapi tetap tidak mau menatap hans
"jika bicara tatap mata orang yang kau ajak bicara"Hans pun ikut membentak,kesabarannya sudah setebal tisu di bagi dua
Luna menatap mata Hans,dia menangis saat menatap mata laki laki itu,jantungnya sudah bagai jungkat jungkit terasa sesak sekali
Tangan nya sudah dingin,dan matanya telah merah,"aku...."dia berhenti berucap dan terus menatap kedua mata hans bergantian dengan nafas yang tersengal sengal.
"aku benci bilang cinta padamu,kau menyebalkan"itulah yang akhirnya Luna katakan dengan memejam mata dan menautkan keningnya ke kening Hans
Dia tumpahkan semua rasa sesak yang berada di hatinya perasaan yang sejak tadi membuat nya tak karuan,dia suka tapi takut karena kondisi dirinya dan juga Hans yang begitu berbeda jauh
seperti langit dan bumi,yang tidak akan pernah bisa bersatu itulah yang terpikir oleh Luna,dia tidak bisa untuk tidak mencintai pria yang sudah mengambil ciuman pertamanya itu,pria yang selalu ada di sekitarnya,yang selalu menjadi penolong saat dia dalam kesulitan,pria yang selalu perhatian tanpa ia minta
Namun perasaan itu iya kubur dalam dalam,dia menyadari ralat dia sadar diri jika dirinya tidak sebanding dengan atasannya itu
Namun dia tidak ingin munafik kala melihat pria itu seperti sekarang,pria itu terlihat begitu menyedihkan,membuat hati kecilnya ikut merasa sedih,dia tidak bisa melihat sang pria tersakiti karena dia juga ikut merasa tersakiti.
Hans pun langsung membawa Luna sang pujaan ke dekapannya,membawa wajah Luna ke dadanya,memberikan dekapan hangat untuk sang pujaan yang telah berani mengungkapkan perasaannya meskipun tidak seperti yang ia harapkan
Tetapi setidaknya dia mengerti jika sang pujaan merasakan hal yang sama
Hans benar benar membawa suasana yang aman dan nyaman untuk Luna
Berada di dekapan sang pujaan Luna pun juga sama,dia menghirup dalam dalam parfum. Serta keringat sang pria yang selalu berada dalam pikirannya tersebut
"aku tidak akan lagi memaksamu mengatakan isi hatimu lagi,karena aku sudah tau apa yang akan kau katakan.tapi jika kau bersikap menjauhi ku seperti kemarin aku akan langsung membawamu ke KUA,dan jika kau menolak aku tidak segan segan untuk langsung membawamu ke atas ranjang"
"kau mengancam ku?"tanya Luna dia mendongakkan kepalanya supaya bisa menatap seseorang yang tengah berbicara kepadanya
"kau tau kan aku tidak suka penolakan"ucap Hans
"tapi kau tidak memberiku pilihan!"dengan memanyunkan bibirnya
Hans tersenyum karna melihat ketidak berdayanya sang gadis
Dia kemudian membawa sang gadis yang tengah manyun itu kepelukannya kembali
"jangan memanyunkan bibirmu sayang,kau membuatku tersiksa jika seperti itu,aku sungguh tidak akan kuat"ucap Hans di sela sela dekapannya membawa Luna ke dadanya
Luna mendongak lagi"kenapa?"tanyanya menantang
Hans menyenderkan tubuhnya di bangsal milik Luna,dan membawa gadisnya tetap berada di dekapannya dengan menata bantal supaya Luna lebih nyaman
menghembuskan nafas panjangnya kemudian Hans berkata"aku sangat ingin menyentuhmu,melumat bibir yang sedang manyun itu,tapi aku urungkan sebab kau baru saja siuman dari tidurmu yang cukup lama,aku tidak sampai hati memaksa seseorang yang tengah lemah untuk melayani hasratku"ucapan Hans benar benar menyentuh kalbu Luna,dia pikir pujaan nya itu akan melakukan yang iya iya kepadanya karena keadaan yang memungkinkan
Namun ternyata dia salah,malah sebaliknya pria itu nampak menjaga nya dan membuatnya terasa begitu di cintai
Ya Luna memang seberuntung itu,pantaskah ada yang iri?harusnya iya author aja iri dengannya...
Luna tersenyum menatap hans yang berbicara sesuatu yang begitu sensitif dengan baik dan bijak,dia melihat ketulusan di mata pria itu,membuat dia benar benar tidak salah jika menaruh hati terhadap pria tersebut
sudah tidak peduli dengan status atau pun keadaan Luna hanya ingin satu hal saja memeluk sang pujaan.
dan itu benar iya lakukan,tanpa menunggu persetujuan Hans dia pun memeluknya begitu erat
Hans mengangkat alisnya satu"kauu mau menggodaku em?"bisiknya
Luna hanya menggeleng kemudian berkata"aku lapar"dengan manja dan lantang menyerukan kemauannya.
"sudah mulai berani ternyata"apakah di utarakan oleh Hans?oh tentu tidak dia malah tersenyum dan senang itu artinya Luna telah nyaman dengannya
"baiklah ayo kita makan,aku sudah meminta pihak rumah sakit untuk memberikan makanan yang enak khusus untukmu jika sudah siuman,aku akan memintanya sekarang!"ucap Hans
"kau melakukan itu?bagaimana bisa?"tanya Luna dengan polosnya
"kau lupa jika rumah sakit ini masih milik keluargaku,tentu saja itu hal yang mudah"ucap Hans melepaskan pelukannya karena Luna ingin merebahkan dirinya di bantal namun tetap memegang lengan Hans agar tidak jauh darinya
dia sudah mulai berani terang terangan sekarang,rasa percaya dirinya tumbuh secara tiba tiba.
Merasa kan kerinduan yang begitu menyesakkan untuknya membuat Luna membuka dirinya dan berani mengungkapkan sesuatu yang telah lama iya pendam selama ini
Dia mengira jika pria yang saat ini bersamanya tidak seserius itu tapi dugaan nya begitu salah besar,menatap pria yang dulunya berwibawa dan tampan mendadak seperti seseorang yang tidak punya semangat hidup membuat dia benar benar merasa di butuhkan,dan dia juga merasakan begitu di cintai
Luna begitu kagum dengan cinta atasannya yang mesum itu kini tidak memaksakan lagi kehendaknya
❤️❤️❤️
Maaf ya guys lama author updatenya
insyaallah akan rutin,dan untuk menghilangkan kecewa tak kasih dobel update
Jangan lupa like dan komen,subscribe ya😘😘😘
semangat dalam karya terbarunya /Determined/
mudahan 3mommy ini mengerti di balik alasan mereka yang nikah diam2/Smile/
namun, kamu juga harus bisa bijak mengambil keputusan mana yang salah dan benar, bila ada keluargamu yang memberi nasehat untukmu, misal mamamu.
buktikan bersama dengan Ken, bahwa kalian bisa bersama dan kalian menikah.
dulu dia juga yang bentak adik-adikmu, sekarang malah sakitin orang yang kamu cintai.
dan kamu Hans, jadi orang ga usah paling suci. ga ingat kamu waktu ambil keperawanan Luna? meski itu memang keadaan genting.
Alya dan Ken berpisah bertahun2 juga karna ulahmu dan Jimmy.
apalagi Ken juga yg di jodohin dengan Alya sebelum Omamu meninggal.
siapapun ga bisa ngendalikan Ken, kecuali Alya.
mereka saling menyayangi dan mencintai.