Sabar bukan berarti lemah,bertahan bukan berarti bodoh.Itulah ungkapan Arumi menjalankan rumah tangganya.
Sejak menikah, Arumi harus banting tulang cari nafkah untuk suami, anak dan juga mertuanya.Tapi apa yang di dapatkan Arumi, hanya perlakuan kasar dari suaminya
Setelah mendapatkan perlakuan kasar dari suaminya.
Apakah Arumi masih akan mempertahankan rumah tangganya?
Jika ingin tahu kelanjutan ceritanya ikutin terus ya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Selviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 Rekaman video
Mengetahui suaminya masuk penjara membuat Aleta bersedih.Namun Arumi sebagai anak menyemangati sang Mami kalau dirinya akan segera membebaskan ayahnya dari penjara.
Ya,mungkin Arumi terlihat lemah tapi sebenarnya wanita itu begitu kuat dengan permasalahan yang sudah dihadapi sampai sekarang.Tampak dia berbincang dengan asisten ayahnya hingga mendapatkan informasi yang baru di ketahui kalau ayahnya pernah berselisih dengan seseorang karena membatalkan kerjasama perusahaan tersebut.
"Apakah kamu bisa mengantar aku ke sana?"pinta Arumi yang ingin pergi kediaman pria itu yang di maksud oleh Adit.
Tetapi Adit terlihat ragu dan takut untuk ke sana." Mending jangan,Non! Terlalu bahaya kita kesana! Apalagi Non Arumi seorang perempuan."
Namun kemauan yang kuat untuk membuktikan ayahnya tidak bersalah.Seakan rasa takut tidak ada lagi baginya hingga wanita itu akan tetap ke sana.
"Jika kamu tak ingin mengantar aku ke sana, biar aku yang pergi," tegas Arumi.
"Aku mau kok,Non!" sahut Adit.Dia tidak mungkin membiarkan anak majikannya itu pergi sendiri.
.
.
Setibanya, Arumi turun dari mobil. Tetapi wanita itu tidak membiarkan asisten ayahnya turun dari mobil hingga pria itu hanya menuruti keinginan anak majikannya yang begitu berani.Padahal, di luar rumah itu di jaga ketat oleh beberapa bodyguard karena tidak sembarangan orang yang bisa masuk ke sana.
Tetapi Arumi begitu percaya diri berjalan mendekati bodyguard itu hingga tatapan mereka tertuju pada Arumi dari ujung atas sampai ujung bawah.
"Jangan menatap aku seperti itu! Apa kalian mau aku hajar satu bersatu?!" ancam Arumi tanpa ada rasa takut membuat mereka tertawa.
" He..he... rupanya dia seorang wanita.Aku pikir dia pria," ucap bodyguard itu.
Temannya itu langsung mendorong jidat pria itu dengan kasar." Dasar bodoh! Sejak kapan pria mengunakan cadar?" umpatnya.
"He...he...gitulah kalau otak bodoh dipelihara.Jadi begini modelnya," sambung temannya sambil tertawa.
" Berhentilah tertawa! Dia itu teman kita," celetuk bodyguard yang sudah lama mengabdi pada Tuan nya."Nona ini siapa,hah..?"sambung pria itu dengan tegas.
"Aku ini saudara Tuan kalian!Jadi biarkan aku masuk menemui saudaraku itu!" dalih Arumi agar dibukakan pintu pagar oleh mereka.
"Tuan kami tidak ada di rumah.Jika ingin bertemu lain kali saja."Bodyguard itu tidak semudah itu membiarkan orang masuk ke dalam rumah tanpa ada pemberitahuan dari Tuan nya walaupun wanita itu mengaku sebagai saudaranya.
"Tidak bisa.Ini sangat penting ingin aku bicarakan padanya!Jadi katakan dia ada di mana sekarang?" desak Arumi dengan berbohong.
"Jika Nona benar saudaranya? Kenapa tidak kamu telepon saja lalu tanyakan dia ada di mana?"Bodyguard itu mulai curiga.
" Eh.. lama-lama bodyguard ini nyebelin juga, seperti wartawan saja!Padahal mereka tinggal jawa ,apa susahnya sih?" batin Arumi mulai kesal.
"Datang saja di Klub malam Sky,Nona! Tuan ada di sana," celetuk Bodyguard yang dianggap bodoh oleh temannya.
Mendengar hal itu, Arumi segera pergi dari hadapan mereka lalu naik ke dalam mobil.Kemudian meminta Adit melajukan mobilnya.
Baginya itu berat untuk Arumi datang ke sana karena sebelumnya dia tidak pernah datang ke tempat seperti itu. Sebab itu, dia meminta asisten ayahnya menemani dirinya.
" Gunakan masker! Jangan sampai ada yang mengenali kamu di dalam sana!" seru Arumi.
"Baik,Non." Adit segera mengambil masker di laci mobil lalu menggunakannya.
Saat Arumi masuk, sebagian pengunjung menatap aneh dirinya. Bagaimana tidak? Ini pertama kali mereka melihat wanita yang bercadar menginjakkan kakinya di Klub malam.
" Sepertinya hari kiamat sebentar lagi," ucap seorang pengunjung dengan suara naik turun karena terlalu banyak minum.
"Hey Nona, kamu tersesat ya? Ini bukan masjid tapi ini Klub malam tempat joget dan minum miras,"sambung temannya sambil tertawa.
"Apa karena penampilanku mereka berkata seperti itu?" ucap Arumi sambil menatap baju yang melekat di tubuhnya yang tidak sepantasnya datang ke Klub malam itu.
"Sepertinya begitu,Non.Apa kita pergi dari sini saja." Adit hendak mengajak Arumi pergi, tapi wanita itu menolak.
"Kita sudah terlanjur masuk, sayang kalau kita keluar begitu saja tanpa mendapatkan yang kita ingin ketahui.Sekarang kamu fokus cari pria itu! Apakah dia benar ada di sini?"Arumi yang mencoba menghiraukan apa yang mereka katakan.
"Itu dia, ada di sana!" ucap Adit dengan mengarahkan jari telunjuknya ke arah pria itu.
Sontak Arumi membulatkan kedua matanya begitu sempurna saat melihat mantan suaminya ada di sana yang sedang duduk bersama Tuan Dikta yang dimaksud asisten ayahnya.Dengan rasa penasaran apa yang mereka bicarakan hingga Arumi mencoba mendekat lalu di ikuti oleh Adit dari belakang.Kemudian duduk di sofa tak jauh dari mereka duduk.Tentu saja Arumi tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk melakukan rekaman video.Siapa tahu, bisa menjadi bukti untuk membebaskan ayahnya.
"Wow...Tuan benar hebat bisa membuat Irawan masuk penjara," ucap Gerry dengan takjub apa yang dilakukan Tuan Dikta.
Padahal, awal rencana mereka ingin membuat perusahaan irawan bangkrut tapi justru dapat dua-duanya karena perusahaan Ayah Arumi kini sedang ditutup.
"Itu adalah hal mudah bagiku.Lagi pula barang Narkoba itu ada milik perusahaan yang sudah lama aku jalankan.Saat barang produk itu di curi, tinggal Bodyguard ku menyimpan barang Narkoba itu ke dalam kemasan produk itu lalu dikirim ke perusahaan Irawan tanpa mereka curiga,"terang Tuan Dikta begitu angkuhnya.Dia merasa dirinya begitu hebat telah membuat Irawan masuk penjara.
'Sungguh licik mereka! Tapi dengan rekaman video ini akan membuat mereka masuk penjara,'batin Arumi.
Tetapi Gerry segera menyadari kehadiran wanita bercadar itu membuat dia curiga hingga beranjak dari tempat duduknya lalu menarik cadar wanita itu hingga terlepas.
"Arumi? Sedang apa kamu di sini? tanya Gerry dengan menatap tajam Arumi.
" Jahat kamu ya,Ger! Rupanya kamu juga dalang dari ayahku masuk penjara? Tapi dengan rekaman video ini akan membebaskan ayahku," ucap Arumi sambil memperlihatkan handphone yang sudah dia gunakan merekam pembicaraan mereka.
" Sial! Berikan itu padaku!" Gerry mencoba merampas handphone Arumi.Tetapi wanita itu segera memberikan pada Adit lalu menyuruh asisten ayahnya itu pergi.
Lalu Gerry bergegas mengejar pria itu hingga menghiraukan Arumi bahkan Tuan Dikta ikut turun tangan mengejar Adit karena kali ini bodyguard-nya tidak ada yang ikut padanya.Dia tidak mau jika rekaman video itu sampai di tangan polisi yang bisa membuat dirinya diseret ke penjara.
"Semoga saja Adit bisa lolos dari kejaran mereka," ucap Arumi.
Saat hendak ingin keluar dari Klub malam itu.Sontak ada yang menggenggam tangan Arumi dari belakang.
Jangan lupa mampir juga di karya teman aku.Ceritanya menarik untuk di baca 👇
Karya:Razi Maulidi
Judul: Jadilah Ibu Untuk Anakku
terimakasih Thor🙏
terimakasih Thor