Spin off If You Met Me First ...
Karina Ramadhan adalah petasan injak. Susah diatur, suka dugem, meskipun kuliah beres tapi tetap saja membuat Stefan dan Irina kesal karena putrinya sulit diatur. Teguran dari semua keluarga, diacuhkan oleh Karina. Hingga puncaknya, Karina hendak kawin lari dengan seorang DJ tapi ketahuan oleh Stefan. Demi membuat Karina anteng, Stefan dan Irina menjodohkan putrinya ke rekan kerja Irina yang bertugas sebagai atase kedutaan besar Inggris di Stockholm bernama Ravi Khan. Bagaimana kehidupan pernikahan perjodohan antara Karina yang meledak-ledak dengan Ravi yang dingin dan kaku ?
Generasi Ketujuh Klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kejutan
Ravi merasa moodnya tidak nyaman karena Brenda mulai berani mengusik. Selama ini tidak ada yang membuat sisi aman dan nyaman Ravi terusik, karena mereka semua tetap bekerja profesional. Sebab memang tidak ada rasa diantara rekan kerjanya.
Ravi menatap pintu ruang kerjanya. Harus tegas kamu Ravi kalau tidak mau ada duri dalam rumah tangga kamu yang sudah dibina dengan bahagia !
***
Jam lima sore, Ravi keluar dari ruang kerjanya dan melihat Valerie Redknapp yang juga sedang bersiap pulang.
"Ravi ! Aku barengan sama kamu," senyum Valerie saat pria India itu hendak keluar gedung.
Brenda yang hendak mendekati Ravi, hanya cemberut ketika seniornya menghampiri pria tersebut. Mata hijaunya itu menatap tajam ke arah Valerie yang dengan santainya berjalan di samping Ravi.
"Bagaimana kabar Ibra dan anak-anak, Val?" tanya Ravi soal suami dan anak-anak Valerie. Ibra seperti halnya Irina, blasteran Inggris Swedia yang menjadi warga negara Swedia dan seorang pegawai bank.
"Baik. Bagaimana dengan Karina? Aku lihat kalian semakin mesra." Valerie menatap wajah bahagia rekannya.
"Alhamdulillah. Kami sangat bahagia meskipun Karina semakin pusing dengan tugas kuliahnya," senyum Ravi.
"Aku sangat senang melihat kalian bahagia." Valerie melirik ke belakang. "Kamu harus waspada dengan anak baru itu. Sepertinya dia mengincar kamu."
Ravi tersenyum. "I know."
"Apa dia tidak tahu kamu sudah menikah dan istrimu adalah wanita limited edition? Mrs Ramadhan tidak tahu kan?"
Ravi menggelengkan kepalanya. "Mrs Ramadhan tidak tahu dan biarkan aku bereskan sendiri."
Valerie menepuk bahu Ravi. "Tetap waspada, Vi."
"Thanks Val. Salam buat Ibra," senyum Ravi saat mereka tiba di mobil masing-masing.
"Salam buat Karina."
***
Ravi tiba di apartemennya dan merasa tidak ada Karina di dalam, sangatlah kosong. Pria itu memilih membersihkan diri dan menyiapkan makan malam. Ravi membuka kulkas besar mereka dan sedang berpikir untuk membuat apa ketika ponselnya berbunyi. Ravi langsung mengambil ponselnya dan tersenyum saat melihat siapa yang menelponnya.
"Hai sayang ..." sapa Ravi.
"Hai. Aku sudah selesai kuliahnya. Perjalanan pulang. Kamu tidak usah memasak karena aku hendak membelikan sushi."
"Jangan ada tuna atau udang, Karina. Aku tidak mau kamu kumat alerginya," pesan Ravi.
"Itu buat kamu, sayang. Aku cukup salmon dan Tamago..." jawab Karina lembut. "Masa aku harus egois Ravi ?"
Hati Ravi menghangat mendengar ucapan istrinya. Dia memang suka udang, sashimi ikan lainnya dan kepiting tapi tahu Karina alergi, jadi Ravi mengalah.
"Baiklah sayang. Aku tunggu..."
***
Ravi menyiapkan ocha untuk mereka semua sebelum Karina datang. Sushi memang cocok dengan ocha dingin maupun panas. Tak lama suara pintu terbuka dan Ravi tahu siapa yang datang.
"Ravi ?"
"Di dapur, sayang..."
Karina berjalan menuju dapur sambil membawa kotak besar berisikan sushi. Ravi langsung mengambil kotak sushi itu dan mencium bibir Karina.
"Aku mandi dulu sayang... Otakku panas." Karina menuju kamarnya.
Ravi tersenyum saat mendengar ucapan istrinya. Mereka memang masih menggunakan kamar masing-masing meskipun sudah tidur bersama. Ravi dan Karina merasa tidak perlu memindahkan barang masing-masing karena memang tidak cukup. Ravi ingin mereka tetap memiliki comfort room dan tidak mengganggu privasi. Ravi sempat memergoki Karina sibuk membuat tugas kuliah di kamarnya hingga tertidur.
***
"Sudah aku sisihkan yang salmon, Karina. Aku tidak mengambil itu ..." ucap Ravi sambil memberikan piring berisikan sushi yang hanya ada salmon dan Tamago. "Kamu beli bento juga ?"
"Hu um. Aku ada tugas Ravi, jadi beli buat pengganjal perut nanti malam."
Ravi melihat bento berisikan beef teriyaki ada disana, dua kotak lagi.
"Akan aku temani kamu, sayang."
Karina tersenyum. "Tidak usah sayang..."
"Tidak apa-apa..."
***
Ravi benar-benar menepati ucapannya dengan menemani Karina sibuk dengan tugasnya sementara dirinya juga bekerja di depan laptopnya.
"Apakah di kantor ada sesuatu, Vi?" tanya Karina.
"Hanya pekerjaan biasa yang membuat kamu sibuk ..." jawab Ravi.
Karina mengangguk.
"Kamu kenapa?" tanya Ravi.
"Tidak apa-apa. Hanya saja ..." Karina tampak ragu.
"Katakan saja." Ravi menoleh ke arah istrinya yang duduk di sebelahnya diatas karpet tebal karena mereka bekerja dengan lesehan.
"Aku takut jika kebahagiaan kita..."
Ravi memeluk tubuh Karina. "Tidak akan ada apa-apa, sayang, jika kita tidak membiarkan kalajengking masuk ke dalam rumah."
Karina mengernyitkan dahinya. "Analogi kamu serem."
"Yang kepikiran itu."
Karina menatap Ravi.
"Sayang, hidup berumah tangga itu pasti ada kerikilnya tapi semua itu bisa kita atasi dengan saling jujur, saling cinta dan saling menghormati pada pasangan. Aku mencintaimu sayang, to the moon and back. Mendapatkan cinta Kamu itu butuh perjuangan dan kamu adalah wanita yang aku dambakan menjadi istri, partner hidup, teman diskusi dan sahabat hingga maut memisahkan..." Ravi mencium ujung hidung Karina. "Insyaallah kita akan bahagia selamanya."
Karina mencium bibir Ravi. "Sayang kamu banyak-banyak."
"Aku juga sayang kamu banyak-banyak. Sekarang, bagaimana aku bisa bantu tugas kamu ?"
Karina memperlihatkan laptopnya dan Ravi hanya bisa tertegun melihat banyaknya angka dan rumus.
"Karina sayang, aku lebih memilih menghitung pajak dan uang kita daripada melihat rumus seperti ini. Kepalaku langsung pening," gumam Ravi.
Karina terbahak. "Kamu mirip sepupuku..."
***
Hari-hari Ravi pun dilalui dengan bersikap dingin di kantor seperti biasanya dan membuat Brenda semakin penasaran dengan sikap misterius pria ganteng itu. Ravi mengambil jarak kepada dirinya tapi Brenda juga melihat, dengan rekan lainnya Ravi berbuat hal yang sama.
Hingga hari ini, Valerie mengundang para rekan kerjanya untuk datang ke pesta ulang tahun pernikahannya yang ke 15. Semua orang pun antusias untuk datang termasuk Brenda yang yakin dia akan bisa lebih mendekati Ravi. Brenda sudah menyiapkan berbagai rencana untuk bisa merebut Ravi dari Karina. Hati Brenda sudah dibutakan dengan emosinya yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan.
Brenda menatap Ravi yang tersenyum ke arah Valerie sambil mengucapkan selamat anniversary buat rekannya itu.
***
"Pesta ?" tanya Karina saat mereka makan malam.
"Yes. Valerie anniversary dengan Ibra yang ke 15. Semua diundang..." jawab Ravi.
"Termasuk mommy juga ?" tanya Karina.
"Yes."
"Kita datang lah !" senyum Karina.
***
Kediaman Ibra dan Valerie Redknapp
Ravi dan Karina datang bersama dengan Irina dan Stefan Ramadhan yang langsung disambut Valerie dan Ibra Redknapp. Brenda yang pada awalnya hendak mendekati Ravi, mengurungkan niatnya karena melihat bagaimana Irina tampak akrab dengan Karina.
"Kenapa Brenda ?" tanya salah seorang rekannya.
"Kenapa istri Mr Khan sangat dekat dengan Mrs Ramadhan?" tanya Brenda.
Rekan itu tertawa. "Ya ampun Brenda. Sebulan bekerja di kedutaan kamu tidak tahu kalau istri Ravi adalah putri Mrs Ramadhan? Kamu kurang jauh mainnya."
Brenda melongo. Apa?
***
Yuhuuuu Up Malam Yaaaaaaaa gaeeesss
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️ 🙂 ❤️