NovelToon NovelToon
Rintik Hujan

Rintik Hujan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Beda Usia / Nikahmuda / Cerai / Penyesalan Suami / Cintapertama / Tamat
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: @nyamm_113

"Jadilah kuat untuk segala hal yang membuat mu patah."
_Zia


"Aku mencintai segala kekurangan mu, kecuali kepergian mu."
_Darren

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @nyamm_113, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MENUNGGUNYA

...RINTIK HUJAN

...

“Mencintai paling sabar adalah menunggu, dan bahasa yang paling hening adalah menahan rindu.”

Darren terlihat rapi berjalan mendekati Zia yang tengah asik melihat tanyangan kartun dengan kepala botak itu di TV.

“Zia saya ada urusan diluar, makan lah lebih dulu.” Darren mendekat lalu mengecup kening istrinya sekilas. “Saya pamit, assalamu’alaikum.”

Darren pergi dengan buru-buru, tanpa mendegarkan terlebih dahulu balasan Zia. Sedangkan Zia hanya bisa memandang punggung suaminya yang menghilang dibalik pintu.

“Mas Darren mau ke mana? Kok rapi banget.” Ucapnya. Lalu kembali melihat TV didepannya.

Sedangkan Darren mengendarai mobil Lexus LX570 dengan kecepatan sedang, dia hendak ke apartement miliknya. Dia ingin menghabiskan waktu berdua dengan kekasihnya sebelum Melinda kembali kebandung dan juga ingin meminta maaf kejadian siang tadi.

Setelah hari dimana Antoni mengetahui semua sifatnya, mereka tak pernah bertemu atau Anton yang selalu menghampiri Darren saat bekerja tak pernah datang lagi.

Darren sampai di besemen apartement, lalu memasuki lift untuk sampai di lantai letak apartement miliknya.

Darren menekan beberapa digit angka, lalu pintu didepannya terbuka. Darren segera masuk, saat masuk kedalam dia tak mendapati kekasihnya.

“Melinda.” Panggilnya.

Langkahnya menuju kamarnya, lalu membuka pintunya namun hasilnya kosong. Saat melangkah masuk untuk duduk ditepi kasur, dia mendengar suara pintu kamar mandi terbuka.

Itu Melinda yang baru saja selesai mandi, Darren dapat melihat tubuh Melinda yang benar-benar cantik dan sempurna. Sepertinya Melinda belum menyadari kehadiran Darren, dia tetap fokus mengenakan pakaiannya.

Darren mendekati Melinda yang tak menyadari kehadirannya. Melinda memunggunginya dan Darren memeluk pinggang ramping Melinda dari belakang.

“Astaga.” Ujar Melinda. Kaget dengan tangan yang tiba-tiba saja memeluknya dari belakang, saat mencium aroma tubuh itu dia tahu.

“Sayang, aku kaget tau! Aku pikir siapa.” Ujarnya lagi. Melinda hanya menggunakan pakaian tank top, hingga tampak jelas lekukan tubuhnya.

Darren memeluk erat Melinda, mencium aroma lavender dari tubuh kekasihnya. “Sorry about that. I’m suddenly in a bad mood.”

Melinda berbalik, lalu mengecup sekilas bibir tebal Darren. “No darling, I should be the one apologizing. I’ve mode you angry.”

Darren mengangguk, lalu perlahan wajahnya semakin dekat dan melumat dengan pelan bibir ranum milik kekasihnya.

Hanya beberapa detik saja. Melinda tersenyum pada Darren. “I want you to spend the night here with me.” Ujar Melinda dengan manja.

Darren tentu tak menolak. “With pleasure darling.” Jawab Darren. Mengangkat tubuh Melinda dengan tiba-tiba, lal kembali melumat bibir itu.

Melinda tersenyum, melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Darren, lalu tangannya melingkar kuat di leher Darren. Menikmati setiap lumatan dari kekasihnya, dia tersenyum puas.

Mereka terus bercumbu, hingga Darren membawa tubuh mereka ke atas tempat tidur. Menindih Melinda ciuman panas yang membuat Darren lupa segalanya, dia melumat pelan dan menuntun Melinda.

Hingga Darren menjauhkan wajahnya dari Melinda, mengusap bibir kekasihnya yang bengkak karena ulahnya.

“Mari tidur.”

“Hm.” Melinda memeluk erat Darren.

Sedangkan Darren menjadikan satu lengannya sebagai batal untuk dirinya, dan satu tangan lagi memeluk Melinda.

***

Zia dengan sabar menunggu suaminya pulang, berdiri mondar mandir diteras rumahnya. Berung laki menghubungi nomor suaminya namun tetap tak di angkat, mengimkan pesa namun tak kunjung dibalas.

“Astagfirullah, mas Darren sebenarnya kemana? Ini hampir pukul dua belas malam.” Ujarnya dengan pelan.

Menatap pesan yang tak kunjung dibalas, dengan perasaan gelisah dia kembali masuk kedalam rumah. Tak lupa mengunci pintu karena Darren selalu membawa kunci cadangan.

Zia duduk di sofa, dia ingin memastikan suaminya kembali kerumah. Atau paling tidak Darren mengirimkan pesan padanya agar dia tak merasa khawatir.

“Kenapa aku ngak tannya ke kak Anton ajah, siapa tau dia bareng mas Darren.” Namun. Mengurungkan kembali niatnya. “Ngak, ini udah larut. Bisa ajah kak Anton ngak bareng mas Darren.”

Zia tetap menunggu di ruang tamu, membaringkan tubuhnya pada sofa panjang. Selang beberapa menit dia tertidur dengan pulas, mungkin karena merasa lelah bekerja siang tadi.

Ponsel yang digenggam Zia perlahan jatuh ke karpet berbulu, karena genggaman Zia perlahan memudar.

Zia benar-benar terlelap, lelah menunggu suaminya yang entah pergi kemana.

Hingga pagi menjelang. Zia terbangun merasakan seluruh tubuhnya merasakan remuk, seluruh tubuhnya merasakan pegal. Zia tak sholat karena sedang dapat atau datang bulan.

“Aduh, leher aku sakit.” Keluhnya. Memijit kecil bagian yang sakit itu, menatap sekitar. “Aku ketiduran disini?”

Zia segera mengecek ponselnya, mengecek notifikasi pesan dari suaminya. Namun, nihil. Darren masih belum membalas pesannya, lalu Zia tersadar.

“Berarti mas Darren ngak pulang selama? Lalu dimana dia?”

Karena pusing memikirkan suaminya, dia memutuskan untuk segera menyiapkan sarapan lalu membereskan rumah. Kemudian baru lah dia membersihkan dirinya sendiri.

Zia membuka tirai balkon kamarnya, pagi ini cuacanya tampak sangat secarah. Setelah siap, dia segera berjalan kemeja makan untuk sarapan pagi.

“Seperti biasa, masakan aku memang benar-benar enak.”

Hingga Zia melihat ponselnya yang bergetar, ada panggilan video call dari seseorang. Saat melihatnya.

“Abi.”

Zia segera mengangkatnya, lalu muncullah wajah abinya.

“Assalamu’alaikum abi.”

^^^“Wa’alaikum salaam nak, ma sya Allah. Anak abi semakin cantik saja ini, bagaimana kabar mu nak?”

^^^

Zia tersenyum. “Alhamdulillah baik abi, abi dan umi baik-baik ajahkan?”

Diseberang. Zia dapat melihat jika abinya tengah berada di perusahaan milik kelurganya, dan abinya yang mengenakan setelan formal.

^^^“Alhamdulillah kami baik nak, abi dengar kamu sedang menjalankan tokoh bunga. Itu benar?”^^^

“Alhamdulillah abi, iya. Zia hanya merasa bosan dirumah, dan meminta izin pada mas Darren untuk membuka tokoh bunga.”

^^^“Begitu yah, selamat nak. Lalu dimana suami mu?”

^^^

Abraham mengetahui dari Darren jika anaknya ini sedang menjalankan usaha tokoh bunga ditengah perkotaan, turut merasa senang. Walau dia sebenarnya mengkhawatirkan putri satu-satunya, dan putrinya bisa jauh lebih mandiri lagi.

Zia diam, dia saja tak tau keberada suaminya saat ini. Dalam hati Zia meminta maaf karena telah berbohong pada abinya.

“Mas Darren berangkat pagi abi, akhir-akhir ini dia sibuk.”

^^^“Hahah, begitulah resiko memiliki suami yang super sibuk nak.”

^^^

“Iya, sama seperti abi yang suka lupa dengan umi. Hahah!”

^^^“Kau ini. Abi ingin mampir ketokoh mu nanti, mungkin setelah pekerjaan abi selesai.”

^^^

“Wah benarkah? Zia tunggu abi, nanti aku kirim alamatnya.”

^^^“Baiklah, abi harus bekerja kembali. Abi tutup yah, assalamu’alaikum nak.”

^^^

“Wa’alaikum salaam abi, dah.”

Zia membereskan bekas sarapannya, dia sangat merindukan kedua orang tuanya. Zia merasa sangat bersemangat karena abinya ingin berkunjung ke tokoh bunganya.

Zia memesan taksi, sebenarnya Darren dan juga dirinya tengah mencari supir pribadi. Tapi, hingga kini belum mendapatkannya. Banyak, namun Darren adalah orang yang benar-benar pemilih. Dia melakukannya untuk Zia.

***

Darren dan Melinda dalam perjalanan kebandung, tujuannya adalah mengantar Melinda. Darren benar-benar melupakan seorang istri yang menunggunya dirumah, dia asik menghabiskan waktu berdua dengan kekasihnya.

“Sayang, aku senang banget tau. Kamu bisa bareng aku terus.” Tutur Melinda. Kepalanya bersandar di pundak Darren yang sedang fokus mengemudi.

Darren mencium sekilas kening Melinda. “Saya juga.”

“Terimakasih karena udah anterin aku, padahal pasti kamu sibuk.” Ucap Melinda. Memainkan jari-jari Darren yang menganggur.

Mereka benar-benar dimabuk mesra, dan Darren lupa dengan segalanya.

“Itu tak masalah, kau adalah prioritas saya.” Jawab Darren.

Melinda tentu senang, perlahan sepenuhnya dia bisa mengambil alih perhatian Darren dari Zia. Setelah mereka bercumbu mesra semalam, dia dapat meraskan perubahan Darren padanya.

“Sampai bandung nanti, kamu langsung balik kejakarta lagi?” Tanya Melinda. Dia ingin Darren tinggal beberapa hari bersamanya dibandung.

Darren menoleh sekilas. “Memangnya kenapa?”

“Emang ngak cape bolak balik? Aku masih kangen banget sama kamu sayang.” Melinda memeluk Darren dari samping.

Darren mengangkat wajah Melinda, lalu mengecup bibir ranum itu.

Cup

“Ingin saya tinggal?” Tanya Darren. Kembali fokus mengemudi.

“Iya, masih kangen banget.”

“Hahah, baiklah.”

“Jadi, benar kamu bakalan tinggal beberapa hari? Terus pekerjaan kamu gimana?”

“Masalah pekerjaan ada sekertaris aku, dan yah. Aku jua masih ingin bersama mu.”

Melinda tersenyum, menggapai sebelah wajah Darren. Lalu mengecupnya, dan Darren juga membalasnya dengan mengecup kening Melinda.

Benar yang dikatakan oleh Anhar, terkadang seseorang yang terlihat seakan-akan mencintaimu. Namun, disisi lain dia sebenarnya sedang mencintai orang lain.

Ting, ting.

Zia menoleh saat lonceng terdengar, dia segera membalikkan tubuhnya untuk melihat siapa yang datang.

“Loh abi!”

Zia dengan segera berjalan kearah Abraham yang sudah merentangkan tangannya, bermaksud menyeru Zia datang kepadanya.

Hap

“Abi. Zia rindu banget tau.” Ujar Zia. Memeluk erat abinya.

Abraham hanya tersenyum dan menggeleng pelan. “Kamu ini masih ngak berubah, padahal sudah punya suami loh.”

Zia melepaskan pelukannya. “Abi, ayok duduk.”

“Baik.”

Ayah dan anak itu duduk bersama, mereka mengobrol banyak. Abraham kagum dengan putrinya yang terlihat mandiri, menjalankan tokoh bunga sendirian. Belum lagi mengurus rumah dan suaminya, dia menatap bangga pada putrinya.

“Hebat, anak abi udah bisa cari uang sendiri. Walau begitu tetap saja kamu perlu poroti uang suami kamu, percuma dong punya suami berduit tapi ngak di poroti.” Tutur Abraham. “Rugi dong!”

Zia hanya menggeleng, abinya tak berubah. “Abi gimana sih! Bukanya kasih saran buat anaknya, ini malah disuruh ngabisin uang suami.”

Abraham tertawa. “Hahah! Loh memang benarkan yang abi bilang, kamu harus bisa ngabisin duit suami kamu. Kalau bukan kamu yang abisin siapa lagi? Punya suami kaya itu harus dimanfaatin sebaik-baiknya.”

Percayalah. Abraham tak serius mengatan itu kepada putrinya, dia hanya ingin kembali merasakan bercanda gurau dengan putrinya ini. Zia menggelang, dia pun tau jika abinya tak mengatakan itu dengan sungguh-sungguh.

“Abi ada-ada saja ih, tapi boleh lah saran abi.” Zia menatap abinya dengan alisnya yang dinaik turunkan.

Lalu mereka tertawa bersama.

“HAHAH!”

1
🐌KANG MAGERAN🐌
salam kenal kak, semangat
Anagata_aa113: salam kenal juga, terimakasih karena sudah mampir.

semoga betah ya di lapak aku
total 1 replies
MyPooh
Ceritanya agak aneh ya, kdg Daren berubah religius, bisa sholat, tau ngucap Masya Allah, tp makan Ba*i, kl nakal dan minum alkohol msh okelah, tp sampe makan Ba*i kyknya ga biasa bgt Thor.
Nancy Nurwezia
Luar biasa
Arieee
👍👍👍👍👍👍🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita Riau
Alhamdulillah,,, ending nya bahagia.
dan akhirnya cerita pun tamat.
moga ada karya yg lain ya Thor 🙏🥰
Rita Riau
setelah kdrt yg hampir bikin Zia tinggal nama,kini Darren jadi dibikin bucin oleh Zia. moga bahagia seterusnya 🤲😍
Rita Riau
duh, jadi penasaran,,, apa sih yg di tulis Zia pada kertas yg dibaca Darren. moga author cepat update nya 🙏🏼
Rita Riau
ya udah,bikin Darren bucin sebucin bucin nya Thor. karena Zia juga masih cinta sama pak mantan,,
Rita Riau
Zia memang punya hati seluas samudera,,,, walau Darren hati nya jahat, masih lagi ada cinta untuk Darren,,
Rita Riau
moga Darren cepat bangun dari koma nya,dan ini akhir dari perbuatannya yg jahat dulu.
Rita Riau
mungkin ini akhir karma yg Darren terima, dan selanjutnya akan menjemput bahagia bersama anak istri nya. disini lah kalo author masih baik. Darren akan bucin ke Zia
Rita Riau
nasib yang belum di izinkan bertemu ada aja halangan nya. belum cukup karma yg di terima Darren,,, tapi ya semoga Darren ga parah" amat
Rita Riau
good job Zia,,, jgn lemah, kasih pelajaran ke Darren yg sama sakit nya seperti yg dulu ia berikan pada mu.
muhammad affar
jangan luluh dia, enak aja si daren
Rita Riau
rasain kamu Darren,,, itu lah hasil dari bibit yg kamu taman. kamu begitu jahat dulu sama Zia,,, jgn goyah Zia,,siksa dulu Darren dgn sikap mu tak berdosa juga
Rita Riau
ga sabar nunggu pertemuan antara Zia dan Darren, kayak nya seru dah
lanjut Thor,,,
Rita Riau
akhirnya bertemu ayah dan anak,,,
moga Darren bener" insyaf ga ada lagi kdrt.
Arieee
memang😭😭😭😭😭😭😭😭
Rita Riau
itu anak mu yg tak kamu ingin kan dulu Darren.
Arieee
mantap 👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!