NovelToon NovelToon
Tasbih Cinta Untuk Adam

Tasbih Cinta Untuk Adam

Status: tamat
Genre:Konflik etika / Cinta Terlarang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:662.2k
Nilai: 5
Nama Author: mama reni

"Dalam Tasbihku, ku langitkan doa atas namamu, meski aku tidak tahu apakah doaku yang akan pulang sebagai pemenangnya." ~ Hawaa

Hubungan persaudaraan tak sedarah yang sudah terjalin ternyata menumbuhkan cinta diantara Adam dan Hawaa, tapi semua itu harus terhalang, saat Adam memilih menganggap Hawaa hanya sebatas saudara.

Hawaa yang telah kecewa, kembali dibuat terluka saat Adam datang mengenalkan kekasihnya, Anissa yang ingin Adam ajak serius.

"Saat kamu melangitkan doa dengan nama orang lain, kamu harus siap menerima jawaban, dari doa itu." ~ Adam

Inikah jawaban, dari Doa yang Hawaa langitkan, ataukah ada jawaban lain yang belum kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab Dua Puluh Delapan

Haikal membaca koran sambil minum kopi di taman belakang. Dia menunggu kedatangan Adam dan Annisa. Kemarin mereka telah berjanji ingin bertemu, sehingga pria itu tidak masuk kerja.

Bunda Syifa juga merasa heran, kenapa sang putra mengatakan ingin bicara kemarin. Di tambah dengan tingkah aneh Hawaa.

"Sebenarnya Adam dan Nisa mau bicara apa, Mas. Kenapa mereka meminta waktu kita. Aku menjadi kuatir. Aku takut ada apa-apa dengan rumah tangga mereka," ujar Syifa. Dia memilih duduk di samping sang suami.

"Jangan berpikir terlalu jauh begitu. Aku yakin itu bukan hal yang aneh. Mungkin mereka mau menyampaikan sesuatu yang menyenangkan. Nisa hamil misalnya ...," kata Haikal.

"Kamu benar, Mas. Siapa tau Adam mau mengatakan kalau Nisa sedang hamil saat ini," ucap Syifa dengan mata berbinar bahagia .

Hawaa yang mau ikut gabung, mengurungkan niatnya mendengar ucapan Bunda dan Abinya. Gadis itu membalikan tubuhnya ingin kembali ke kamar. Baru akan melangkah tapi terlanjur Syifa melihat kehadirannya dan memanggil anak sambungnya itu.

"Hawaa, sini Nak. Kenapa pergi lagi?" tanya Syifa melihat langkah putrinya yang akan melangkah pergi lagi.

"Ya, Bunda," jawab Hawaa sambil tersenyum dan berjalan mendekati keduanya. Dia memilih duduk di antara Abi dan Bunda.

Abi memeluk putrinya dan mengecup dahi Hawaa. Dia tersenyum pada gadis itu.

"Anak Abi tak jadi kerjanya?" tanya Haikal.

"Besok, Bi. Seharusnya hari ini rapatnya. Tapi ternyata di tunda," jawab Hawaa.

"Selain Rafael, siapa teman dekat kamu saat ini?" Kembali Haikal bertanya, sambil tersenyum. Syifa juga ikutan tersenyum.

Hawaa hanya menjawab dengan menggelengkan kepala. Bibirnya terasa kelu, tak sanggup menjawab.

"Usia kamu sudah memasuki dua puluh enam tahun. Sudah pantas berumah tangga. Adam saja mungkin sebentar lagi akan jadi seorang ayah," ucap Haikal.

Hawaa langsung tersedak mendengar ucapan sang abi. Haikal langsung memberikan air minumnya. Gadis itu tampak menarik napas. Tak tahu harus berkata apa.

"Kenapa, Nak?" tanya Haikal.

"Tak ada apa-apa, Bi!"

"Abi, mungkin Hawaa kurang nyaman ditanya tentang pernikahan. Abi'kan tau, jika jodoh itu ditangan Allah. Tak ada yang tau kapan dan siapa jodoh kita. Hawaa juga pasti ingin berumah tangga, hanya saja belum waktunya," balas Syifa.

"Bi, Bunda, jika ternyata aku mencintai pria yang tak seharusnya, apakah Abi dan Bunda tidak merestui?" tanya Hawaa.

Abi Haikal tampak mengerutkan keningnya tanda tak paham dengan ucapan sang putri. Begitu juga dengan Bunda Syifa.

"Pria yang seharusnya itu seperti apa? Rafael?" tanya Haikal.

"Sayang, jika dia nonis, kami sebagai orang tua pasti akan merestui jika dia bersedia mengikuti agama kita. Asal jangan mualaf hanya karena ingin bisa menikah denganmu saja. Setelah itu kembali ke agama asalnya," jawab Syifa. Haikal mengangguk sepertinya setuju dengan pendapat sang istri.

"Bukan begitu maksudku, Abi, Bunda," ujar Hawaa. Dia kembali menarik napas. Tak tahu harus bicara apa untuk menjelaskan tentang hubungannya dengan Adam.

Haikal ingin bicara lagi, tapi diurungkan setelah mendengar suara Adam dan Annisa. Keduanya lalu mencium tangan Abi dan Bunda.

"Kita duduk di ruang keluarga saja," ajak Syifa.

Dia mengajak anak dan menantunya ke ruang keluarga. Bunda mengambil kue brownies yang tadi dibuat dan membawa lima gelas jus pokat.

Syifa lalu meminta semuanya mencicipi makanan. Annisa memilih duduk dekat mertuanya itu. Sedangkan Hawaa duduk di seberang bundanya berdampingan dengan Abi.

Setelah bicara tentang sehari-hari, Haikal lalu bertanya apa yang akan mereka ingin sampaikan. Adam dan Annisa lalu saling pandang.

"Kenapa diam? Katakan saja apa yang ingin kamu ingin katakan. Apa ini tentang Annisa? Apa sebentar lagi Abi akan menjadi seorang kakek?" tanya Haikal dengan tersenyum.

Adam, Annisa dan Hawaa menjadi saling pandang. Tak menyangka pikiran Abi hingga sampai sejauh itu.

"Abi, aku bukan ingin mengatakan itu!" ucap Adam.

"Lalu apa, Nak. Berita apa yang ingin kamu sampaikan?" Kali ini Bunda yang bertanya.

Abi Haikal dan Bunda Syifa menjadi makin penasaran dengan apa yang akan putranya katakan. Tidak biasanya Adam meminta waktu mereka. Selama ini dia kalau mau bicara, pasti langsung saja.

"Sebelum aku mengatakannya, aku minta maaf dulu, Abi, Bunda. Mungkin apa yang aku katakan ini akan membuat Abi dan Bunda kecewa," ucap Adam.

Mendengar ucapan Adam, tentu saja Haikal dan Syifa menjadi sedikit terkejut. Berarti berita yang akan disampaikan anaknya itu adalah berita buruk sehingga dia harus meminta maaf.

"Apa ini? Kenapa Bunda jadi berpikiran jelek!" ucap Bunda Syifa.

"Abi, Bunda, aku juga mau minta maaf. Mungkin selama menjadi menantu kalian, aku belum bisa menjadi menantu yang baik," ucap Annisa.

"Sebenarnya ada apa ini, kenapa kalian berdua meminta maaf?" tanya Bunda Syifa lagi. Haikal juga tampak mengerutkan dahinya

Adam kembali tampak menarik napas dan membuangnya secara perlahan. Tak tahu harus memulai dari mana untuk menjelaskan tentang rumah tangganya.

"Abi, Bunda, sekali lagi aku minta maaf. Aku belum bisa menjadi anak yang kalian banggakan. Aku dan Annisa memutuskan untuk mengakhiri pernikahan kami. Aku telah menjatuhkan talak pada Nisa," balas Adam.

"Apa maksud ucapanmu ini? Pernikahan dan kata talak itu bukan suatu mainan!" ucap Haikal dengan suara penuh penekanan.

"Aku tau, Abi. Semua ini salahku. Aku tak bisa lagi melanjutkan pernikahan kami. Aku tak ingin kami saling menyakiti, terutama Annisa. Jika aku paksakan, Nisa akan makin terluka," balas Adam.

Abi Haikal berdiri dari duduknya. Menatap Adam dengan mata menyala.

"Katakan apa yang sebenarnya terjadi dengan hubungan kalian. Jangan berbelit. Kenapa kamu harus mengakhiri pernikahan ini? Apa ada wanita lain di hatimu?" tanya Haikal dengan nada tinggi. Sepertinya sudah mulai terbawa emosi.

...----------------...

1
Nani Te'ne
suka
Suky Sukeni
terbaik
Suky Sukeni
kasian hawa ,jadi serba salah.si Annisa sama Adam saja yang terlalu egois dan naif, sudah tau dari awal gak yakin ttp saja di lanjutin nikah ..hufff dunia pernovelan bikin aq gak doyan makan
Suky Sukeni
entah lah ,gimana ini ceritanya, mau bela siapa, tp mengingatkanku dengan kelakuan Harris papanya Adam.
Cha Cha
lagian kenapa annisa maksa padahal uda tau adam selalu mngingat hawa
Bilqis Nabilla
Luar biasa
Lilik Juhariah
Masya Allah Tabarakallah cantik cantik ganteng
antha mom
semangat berkarya mama reni 💪👍
trianti
Luar biasa
Puji Rahayu
jujur wkt ank2 ku msh kecil2..
badai menerjang rmh tanggaku yg ada tiap hari ribut perang bratayuda.
srasa dunia hancur&lelah.
hanya kesalah paham man.
mertua yg sllu ikut campur.
drama&ikut campur.
tp alhmdulillah..q ttp bertahan demi ank2..& dlm setiap doa dlm sujud ku.
badai itu berlalu...
skrg mlah tmbah cinta&harmonis.
tdk ada mslah yg tak bs d selesaikn baik2..bicara dr ht k ht slg terbuka.
& sllu ttp mmperthankn cinta qt.
Puji Rahayu
emg boleh ya saudara tiri nikah?
Puji Rahayu
bearti sik ndableg nissa.
dh tw pusat dunia adam hawa
knp msh bertahan?
kl gk cinta mosok mokso?
kl cinta pst dy yg jd prioritas utamanya.
Hera sasuwe
👍🏻👍🏻👍🏻
Siti Aminah
emang bnr yah kata pepatàh... buah jatuh tak jauh dr pohon ny...itulah si ular rida sm kelakuan ny sm mamah ny
Siti Aminah
jgn blng nanti adam slh sebut nama ...hrsny annisa jd hawwaa...
Siti Aminah
gafi kereeen...bikin aku jatuh cinta pada mu...
Siti Aminah
hawaa...hawaa...makany sakit sih sakit tp jgn terlalu menyolok lah....jd kesan nh kaya cari perhatian ...jg orang jd tau klo kamu ada apa2 sm adam
Siti Aminah
hrsny hawaa bs mengontrol diri ...jgn bersikap seperti itu...kan terlihat menyolok bikin orang jd curiga dgn sikapny
Siti Aminah
aku sdh baca novel mu thor yg judulny Istri ke dua
Mama Reni: Makasih, Say. ♥️♥️♥️
total 1 replies
theresia05
maaf kecewa sama ceritanya, harusnya gak sampai nikah adam dan nisa. menikah bukan suatu mainan atau hanya skedar peralihan hati. menikah itu komitmen. klk pun adam dan hawa saling mencintai ya jujur dri awal, kasian nisa jdi janda tnpa di sentuh. apa sapah nisa disini. korban seaungguhnya ya nisa. mencintai gak salah tpi apa bedanya adam dan ayahnya yg menyakiti hati istrinya untuk wanita lain.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!