NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAKKU

JANGAN AMBIL ANAKKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Hamil di luar nikah / Fantasi Wanita / Single Mom / Pernikahan Kilat / Cintapertama
Popularitas:45.7k
Nilai: 5
Nama Author: Anita Jenius

Berawal dari kesalahan Mike dan Sandra yang menyebabkan Sandra harus hamil di luar nikah. Mike pun di usir dari rumah. Lalu Mike membawa Sandra kabur dari rumah orang tua Sandra dan menikah tanpa restu orangtua. Lalu papa Mike berusaha membuat hidup mereka menderita agar Mike meninggalkan Sandra dan balik padanya.
Suatu saat Sandra kontraksi. Tak satu pun warga mau menolong mereka. Mike hanya menemukan gerobak dan membawa Sandra dalam kondisi hujan ke rumah sakit. Mike meminta tolong pada pihak rumah sakit untuk menolong Sandra dengan kekuatan terakhirnya lalu Mike pun pingsan. Lalu keduanya langsung di tangani. Mike pun meninggal. Sandra melahirkan bayi laki-laki yang lucu.
Mengetahui anaknya meninggal, Pak Anwar pun mengambil mayatnya Mike beserta anak mereka. Sandra yang masih lemah tidak dapat mengejar Pak Anwar dan terjatuh.
“Jangan Ambil Anakku” Ucap Sandra saat dia terjatuh .
Bagaimanakah nasib Sandra dan anaknya? Apakah Sandra masih bisa bertemu dengan anaknya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita Jenius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. Mike dan Pak Budi Pergi Ke Rumah Sandra (Part 3)

Sesampainya di dapur, bu Mira melihat Bi Asih pembantu di rumah mereka sedang memasak untuk makan siang dengan porsi biasa yang mereka makan setiap harinya. Bu Mira pun melihat kulkas manatahu ada bahan makanan lain yang bisa diolah olehnya sebagai tambahan menu dari makan siang yang sudah di siapkan Bi Asih.

“Bi Asih.. Apa Cuma ini sisa bahan makanan kita di kulkas?” Tanya bu Mira pada Bi Asih yang melihat hanya ada tempe, tahu dan beberapa sayur saja di kulkan.

“Iya bu. Rencananya habis ini saya mau ke pasar membeli persediaannya. Kenapa memangnya bu? Kan untuk makanan hari ini juga sudah ada.” Bi Asih heran mendengar pertanyaan bu Mira.

“Iya sih memang. Tapi itu kan kurang bi.”

“Loh.. Kan saya sudah masak sesuai porsinya biasa. Memangnya kurang bu?”

“Kurang. Soalnya nanti mau ada tamu.”

“Kok nggak bilang dari semalam bu? Kan saya bisa belanja tadi pagi bu.”

“Tamunya dadakan bi. Makanya saya pun bingung.”

“Trus gimana dong bu?” Bi Asih merasa bersalah karena nggak bisa membantu majikannya. Bi Asih berpikir kalaupun dia mengambil semua pesanannya di pasar kemungkinan mereka nggak akan selesai mengejar untuk memasaknya apalagi kelihatannya tamu yang dibilang Bu Mira majikannya itu seperti akan datang saat jam makan siang.

“Pesan online saja ma.” Sandra mengeluarkan idenya dengan tiba-tiba.

“Apa sempat?” Bu Mira melihat jam dinding mereka yang ada di dapur.

“Pesan di restoran dekat di sini saja ma. Nggak perlu jauh-jauh. Biar cepat datangnya. Kalau di pesan sekarang pasti sampai lah sebelum jam dua belas ma." Saran Sandra.

“Kamu yakin?”

“Yakin nggak yakin sih ma. Tapi kan setidaknya kita pesan dulu ma dari pada nggak sama sekali.” Saran Sandra.

“Iya juga ya. Ya sudah kamu pesan saja deh. Pesan apa saja yang kamu mau. Nanti mama yang bayar setelah makanannya sampai di rumah.” Titah bu Mira.

“Siap ma.”

Sandra pun berselancar di handphone nya. Dia membuka aplikasi hijau untuk memesankan makanan dari restoran yang menurut dia enak dan tempatnya nggak terlalu jauh dari rumah mereka. Sandra memesan beberapa jenis menu. Setelah melakukan beberapa tahap akhirnya Sandra sudah selesai memesankan semuanya. Lalu menutup handphonya dan tinggal menunggu kedatangan kurir mengantarkan makanannya.

“Sudah Sandra pesankan ya ma. Nanti mama tinggal ambil dan bayar kalau makanannya sudah sampai.” Sandra memberitahukan kepada mamanya.

“Iya Sandra. Ya sudah kamu ke kamar sana. Mandi dan berdandanlah yang rapi agar menimbulkan kesan yang baik pada keluarganya Mike. Ingat pakai baju yang sopan ya Sandra.”

“Siap ma. Kalau gitu Sandra ke kamar dulu ya. Oh ya, apa nggak ada yang perlu Sandra bantu ma?” Tanya Sandra.

“Kayaknya nggak ada deh. Kalau pun ada, kan di sini ada Bi Asih yang membantu mama. Jadi kamu mempercantik diri kamu saja ya.” Bu Mira mengatakannya lagi.

“Baiklah ma. Sandra akan ke kamar saja kalau memang nggak ada yang harus Sandra lakukan di sini.”

“Silahkan Sandra.”

Lalu Sandra pun meninggalkan dapur tersebut menuju kamarnya sendiri karena nggak ada satu pun yang bisa Sandra lakukan untuk membantu mamanya di dapur tersebut.

Setelah melihat Sandra naik ke kamarnya dan hanya tinggal mereka berdua yang ada di sana, Bi Asih yang adalah asisten rumah tangga di rumah tersebut dan sudah lama di sana pun langsung angka bicara pada Bu Mira.

“Bu, kalau boleh saya tahu, siapa sih yang datang? Kok dadakan? Trus apa hubungannya dengan non Sandra? Kenapa dia harus dandan segala?” Tanya Bi Asih.

“Oo itu. Mike dan keluarganya yang mau datang untuk melamar Sandra jadi istrinya.”

“Apa?? Non Sandra mau menikah bu? Kok bisa? Non Sandra dan Mas Mike kan masih sama-sama kuliah. Kenapa mereka sangat cepat menikahnya. Apa ibu sama bapak merestui non Sandra dan Mas Mike menikah sekarang?” Bi Asih benar-benar terkejut mendengar kabar tersebut.

“Hmmm.. mau nggak mau bi.” Bu Mira menjawab dengan nada pelan.

“Kenapa bu? Apa..???” Bi Asih ingin menanyakannya namun dia nggak tega bertanya takut bu Mira sakit hati karena dari suaranya menjawab pertanyaannya tadi seakan ada rasa sedih dibalik suaranya.

Benar dugaan bi Asih, bu Mira nggak menjawab pertanyaannya. Itu berarti kemungkinan besar apa yang ada pikiran bi Asih itulah yang terjadi. Bi Asih pun nggak melanjutkan omongannya mengenai hal tersebut. Dan melanjutkan pekerjaannya membantu bu Mira mempersiapkan minuman dan cemilan untuk tamu mereka yang sebentar lagi akan datang.

*** Tok .. Tok.. Tok..***

Tak berapa lama kemudian terdengar suara pintu rumah mereka di ketuk olrh seseorang dari luar rumah tersebut. Namun karena asyiknya mereka di dapur sampai nggak mendengar bunyi ketokan pintu tersebut.

*** Tok .. Tok.. Tok..***

Pintu pun di ketuk lagi. Saat ini Bu Mira mendengar kalau ada seseorang di luar rumah tersebut.

“Mana sih si papa. Kok ada yang mengetuk pintu nggak dibukain sih? Padahal kan papa ada di ruang tamu.” Omel bu Mira.

“Pak Riko nggak di ruang tamu bu. Beliau ada di ruang kerja nya. Tadi pas buang sampah ke depan bibi melewati ruang tamu dan di sana kosong”

“Astaga.. Kalau gitu boleh minta tolong bukain pintunya bi. Manatahu pesanan makanan yang dipesan Sandra tadi sudah datang.” Titah bu Mira.

“Iya bu.” Bi Asih menuruti perintah dari bu Mira dan pergi dari sana untuk membukakan pintu. Saat membukakan pintu, bi Asih melihat seorang kurir makanan ada di depannya saat ini.

“Permisi bu. Saya mau antar pesanan atas nama Sandra.” Ucap sang kurir tersebut.

“Oh iya mas. Sini mas pesanannya.”

“Ini bu. Totalnya lima ratus ribu rupiah ya bu.” Kurir tersebut menyerahkan makanan yang ada di tangannya.

“Sebentar ya mas. Saya minta uangnya ke majikan saya.”

“Iya bu.”

Sang driver pun menunggu di depan pintu rumah tersebut. Sementara Bi Asih mengantarkan makanan itu pada bu Mira dan meminta uangnya pada nya.

“Bu ini makanannya. Dan ini bonnya.” Kata bi Asih. Bu Mira pun hanya mengambil bon tersebut dan mengambil uangnya di dompet nya.

“Makanannya langsung di susun di wadah ya bi. Biar saya saja yang bayar ke depan.”

“Iya bu.”

Setelah itu bu Mira berjalan ke depan dan mengantarkan uang untuk membayar makanan tersebut.

“Mas. Mas yang antar makanan tadi?” Tanya bu Mira.

“Iya benar bu.”

“Ini uangnya ya mas. Dan ini ada sedikit buat mas. Terima kasih banyak mas.”

“Oh iya bu. Seharusnya saya yang harus mengucapkan terima kasih.”

“Sama-sama mas.”

“Saya permisi pulang dulu bu. Sekali lagi terima kasih banyak ya.” Ucap sang kurir yang dibalas dengan anggukan bu Mira.

Setelah kurir tersebut pergi, bu Mira pun menutup pintunya dan ingin kembali ke dapur lagi. Namun sebelum bu Mira berjalan beberapa langkah, pintu yang tadi di tutupnya pun di ketuk lagi,

*** Tok .. Tok.. Tok..***

“Siapa lagi sih yang mengetuk pintunya? Apa mungkin kurir tersebut balik lagi?” Bu Mira pun membalikkan badannya dan membuka kembali pintu rumahnya.

“Kenapa lagi mas?” Tanya bu Mira langsung setelah membuka pintu tanpa melihat siapa yang datang.

“Selamat siang tante..” Sapa Mike.

Spontan bu Mira terkejut melihat Mike dan keluarganya sudah berada di rumahnya tersebut.

“Mike..!!” Bu Mira hanya mengucapkan kata tersebut karena dia terkejut.

1
Roro
heee goblok
telat mikir nya, makanya mikir sebelum berbuat
Omega_366
aku juga butuh teman bercerita.
Since Lasut
ko ceritanya g di lanjutin lagisi lanjutin dong jadi penasaran nih
Abu Yub
keren thor ceritanya kunjungi tempat aku dong /Pray/
Caca
yuk kk mampir juga di novelku
"aku dan teman kamarku"
terima kasih
Zara Rahmi
udahlah pak anwar jujur aja, toh demi cucu sendiri, ngga kasian apa?, sampai kapan mau di sembunyiin, sedalam-dalamnya bangkai di kubur pasti kecium juga
Yuni Astuti
Dah malas baca nya bertele"
Alnda
semangat ka, iklan dan bunga mendarat
Alnda
iklan mendarat
Zara Rahmi
bukannya andre menderita leukemia yaa dan mau di ajak pengobatan di indonesia???
Zara Rahmi
jangan2 sandra mau telepon mike
Zara Rahmi
syukurinnnn
Zara Rahmi
mantapp menn, lanjuttt
Zara Rahmi
waduhhhhh mantappp lanjutttt jangan di pisahin yaaa
Zara Rahmi
huhh keras kepala bangett pak anwar, kasian andre sama mike
Pena dua jempol
2 iklan meluncur untuk Sandra dan Mike
Zara Rahmi
nahh lhooo cepetan updatenya ya kakkk
Zara Rahmi
hayooo2 nahh looooo takut kannn, cepetan updatenya ya kakk
Zara Rahmi
mantappp lanjutt
Zara Rahmi
sippp
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!