Tidak ada konflik berat hanya untuk hiburan Thor dan yang mau baca 😅 tidak ada juga tokoh utama wanita tertindas disini, 😂
_______
Persahabatan sudah tidak lagi murni menjadi kisah seorang sahabat ketika rasa cinta mulai menyusup di hati salah satunya.
Mereka adalah Reno Hermanto pria muda, tampan, kaya raya tapi playboy dan suka main wanita semua ia lakukan hanya untuk menyembunyikan rasa cintanya pada Arania Audita Budiman sahabat kecilnya.
Sampai suatu malam di Singapura merubah segalanya. persahabatan yang jadi pernikahan dengan landasan cinta bertepuk sebelah tangan.
Mampukah Reno menjaga Ara tetap di sisinya dan mampukah Ara mencintai Reno?
Selamat membaca, Cheer me upppp untuk yang punya sahabat baik!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nur danovar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chap 28
Budiman terlihat kesal mendatangi perusahaan milik Hermanto. kedua orang tua itu sedang ribut kecil masalah pekerjaan. Reno yang ikut terlibat jadi serba salah mau membela papinya atau papa mertuanya.
"Sudah Pi, kita mundur saja dari tender itu" kata Reno mencoba menengahi.
"Reno apa maksud mu bicara begitu? kau ingin sengaja mengalah karena kau pikir papa tidak mampu?!" omel Budiman.
"Bukan begitu pa maksud Reno...."
"Kau dengar sendiri bukan Ren mertua mu itu sok sekali?! sudah kalah pakai marah-marah!" Hermanto tidak mau kalah.
"Cukup! jangan sampai kelurga kita pecah karena masalah ini!" Reno kesal ia melangkah pergi meninggalkan ruang meeting. rupanya Ara sudah berdiri di depan ruangan itu,
Setibanya di rumah Reno dan Ara bertengkar karena masalah perusahaan kedua keluarga. Ara kesal karena Reno tidak membela papanya. Ara tahu Reno yang saat ini memimpin perusahaan Hermanto. jadi otomatis dia yang mengambil keputusan bukan lagi papinya.
"Sayang ayolah ini masalah perusahaan tidak ada hubungan dengan pernikahan kita!" Reno sedang lelah ia tidak cukup sabar jika harus meladeni Ara.
"Tapi aku juga tidak terima kau berbuat begitu pada papa! kenapa kau serakah sekali?!"
"Ara cukup sayang! aku sudah menyerahkan tender itu pada papa mu tapi papa tidak mau! lalu aku harus bagaimana?!"
"Jelas papa tidak mau kau sudah duluan berbuat curang!" kata Ara menatap Reno dengan mata berkaca-kaca.
"Apa? aku curang?" Reno mengusap wajah tampannya. ia duduk di sofa mengendurkan dasi yang terasa begitu mencekik lehernya.
Istri kesayangannya mengatakan jika dirinya mencurangi papa mertuanya.
"Aku kecewa sekali pada mu Reno!" Ara berlari memasuki kamar. Reno hanya terdiam di ruang tengah ia menengadah menatap langit-langit.
Sungguh berat jadi seorang Reno. ia harus selalu mengerti semua orang yang dekat dengannya. mengerti Ara, papa dan papi.
Reno menyambar jasnya lalu bergegas pergi dengan mobil Mustang miliknya. ia menuju salah satu bar untuk bertemu temannya.
Malam itu Reno melampiaskan dengan minum cukup banyak. ia pulang ke rumah dalam keadaan setengah mabuk. di lihatnya Ara belum tidur masih membaca buku sambil berbaring di ranjang.
Reno berjalan sempoyongan ia merebahkan dirinya di sofa.
"Ren? kau mabuk?!" omel Ara sembari berjalan mendekati Reno. ia menyentuh kening suaminya. Reno sedikit demam,
"Ara..." gumam Reno sembari menggenggam tangan Ara.
"Jangan marah pada ku" kata Reno ia memejamkan matanya meletakkan tangan Ara di dadanya. seketika air mata Ara menetes.
Sepertinya aku sudah keterlaluan pada Reno, ia sampai jadi begini ....
"Ara aku lelah aku ingin tidur"
Ara bergegas turun ke lantai utama berjalan menuju dapur mengambil kompres untuk Reno.
Ara membuka kemeja Reno lalu perlahan ia membersihkan wajah dan badan Reno dengan handuk basah. karena Reno sedang mabuk jadi Ara tidak bisa memberinya sembarang obat penurun demam.
Semalaman Reno tidak melepas tangan Ara hingga Ara duduk di lantai sembari menunggui Reno.
Paginya Reno terbangun, badannya terasa lebih segar. ia menatap Ara yang tertidur sembari duduk di lantai bersandar sofa.
"Ara?" Reno melihat handuk basah di samping Ara. semalaman pasti Ara mencemaskan dirinya.
Reno segera mengangkat tubuh istrinya dan membaringkannya di atas ranjang. Reno mengecup ringan bibir dan kening Ara.
"Maaf sayang kau pasti cemas semalaman..." bisik Reno.
Ara menggeliat memeluk pinggang Reno. karena tidak tega membangunkan istrinya, Reno sampai meminta jadwal meeting nya pagi ini untuk di mundurkan.
Reno dan Ara saling mencintai, rasa cinta mereka sama besarnya hanya saja terkadang terbungkus oleh gengsi dan ego yang tinggi.
kalau boleh jujur sangat menunggu bonchap dari kakak author.. :)
dan sampai jumpa di karya kak author..ditunggu...