Novel ini menceritakan tentang kisah cinta seorang gadis cantik bernama Vania Angelista.
Dia yang terjebak cinta antara sang mantan kekasih dimasalalu nya dan dengan orang yang di jodohkan dengan nya.
Bagaimana cara Vania Angelista menghadapi hidupnya ketika harus menerima perjodohan, namun hatinya masih dimiliki oleh seseorang di masa lalunya....?
Dan apa yang akan dilakukan seorang Vania Angelista, ketika dirinya mulai merasakan cinta pada pria yang telah dijodohkan dengannya namun tiba-tiba sang mantan kekasih muncul kembali menjelang hari pernikahan nya.
Siapa pula yang akan Vania pilih diantara dua cinta yang hadir di dalam hidupnya
Siapakah sebenarnya cinta sejati Vania Angelista...?
Apakah sang mantan kekasih dimasalalu nya, atau justru pria yang telah dijodohkan dengannya.?
Temukan jawabannya di novel TAKDIR CINTAKU
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fatimah AF, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Happy reading 🤗🤗
🌷🌷🌷🌷🌷
Vania menuruni anak tangga didampingi oleh Lisa, mereka berjalan menghampiri keluarga Aditya yang sudah berada di ruang tamu ditemani oleh Bu Angel, mamanya Vania.
Langkah Vania terasa berat kalah semua pasang mata tertuju pada dirinya.
Tampilan cantik Vania.
Terutama Aditya, dirinya tak berkedip sama sekali memperhatikan Vania, matanya fokus tertuju pada Vania yang berjalan dengan anggun nya.
Expresi Aditya saat melihat Vania
“Cantik”
Itulah yang ada dalam pikiran Aditya, dirinya begitu terpesona dengan penampilan Vania dirinya terlihat jauh lebih cantik dari biasanya.
Aditya memang dengan begitu lekat wajah cantik bak bidadari itu.
“Malam Om, malam Tante”sapa Vania saat sudah sampai di ruang tamu, dirinya meraih tangan orang tua Aditya dan mencium tangannya secara bergantian, kemudian Vania beralih duduk disamping sang mama yang sudah terlebih dulu duduk disebuah sofa panjang.
Posisi Vania saat ini adalah duduk ditengah yang diapit oleh mamanya dan juga Lisa sang sahabat. Dan tepat dihadapan Vania, ada Aditya yang juga duduk dihadapannya dan diapit oleh kedua orangtuanya yang juga duduk di sisi kanan dan kiri Aditya.
Sejenak Vania dan Aditya beradu pandang, manik mata netra itu bertemu dengan tatapan mata teduh milik Vania.
Aditya menyunggingkan senyuman kala Vania secepat kilat membuang pandangannya ke lain arah, saat tatapan matanya bertemu dengan tatapan mata dirinya.
“Malam juga nak”sahut Pak Baskara.
“Kau nampak sangat cantik nak”ujar Bu Giska memuji kecantikan Vania.
“Terimakasih”ucap Vania disertai dengan senyuman khas miliknya.
Kegugupan terus melanda Vania, tangannya berkeringat dingin, sesekali dirinya mengusap tangannya dengan tisu yang ia ambil diatas meja yang ada dihadapannya untuk mengeringkan tangannya yang basah karna keringat, kali ini dirinya tak bisa santai.
Menghadapi situasi seperti ini membuat dirinya begitu gugup, namun dirinya menutupi itu semua dengan senyuman agar semua yang ada disana tak begitu merasakan kegugupan yang melanda nya.
“Rilex saja sayang”bisik Bu Angel pada Vania ketika dirinya menyadari kegugupan yang melanda Vania, beliau mengelus punggung sang anak untuk menenangkannya.
Beberapa kali pundak Vania naik turun menandakan jika wanita itu mencoba mengatur nafasnya untuk menghilangkan kegugupan dalam dirinya, dan itu tak luput dari pantauan Aditya.
Sama seperti Vania, Aditya pun gugup namun ia mampu menutupinya dengan wajah datar dan dingin yang ia perlihatkan.
Dirinya harap-harap cemas menanti jawaban yang akan Vania berikan, takut-takut jika Vania menolak dijodohkan dengan dirinya.
“Jadi begini mbak, maksud kedatangan kami kesini adalah, tak lain untuk membicarakan kembali masalah perjodohan Aditya dan Vania yang sudah dibicarakan sebelumnya tempo hari”Pak Baskara mulai membuka pembicaraan mengutarakan maksud kedatangannya sekeluarga.
“Kami datang untuk mengetahui apakah Vania bersedia dijodohkan dengan Aditya”ucap Pak Baskara.
“Jika Vania setuju, maka malam ini juga Vania dan Aditya akan bertunangan”sambung Bu Giska.
“Dan untuk masalah pesta pertunangannya akan kita langsungkan tapi sebelum itu, pertunangan malam ini hanya sebagai formalitas jika Vania sudah siap menjadi menantu kami”jelas Pak Baskara.
Apakah ini adalah moment lamaran..? Yah! Katakanlah jika ini adalah proses lamaran, terkesan seperti terburu-buru tapi beginilah kenyataan nya.
Kedua orang tua Aditya tak ingin melepaskan Vania, meraka begitu ingin Vania menjadi menantu mereka.
“Rencana yang bagus Mas”ujar Bu Angel, mama dari Vania itu sangat menyetujui keinginan orang tua Aditya.
“Namun semua ini tentu akan terjadi apabila Vania bersedia menerima perjodohan ini dan bertunangan dengan nak Aditya”ucapnya.
“Kau sangat benar mbak, semua keputusan ada ditangan Vania”ujar Pak Baskara.
“Vania, apa kau bersedia menerima perjodohan ini”tanya Bu Giska penuh harap.
Begitu pun dengan Aditya yang diam sejak tadi, namun dalam hatinya dirinya terus merapalakan doa.
Deg....
Mendengar pertanyaan yang dilontarkan Ibu dari Aditya itu membuat jantung milik Vania tersentak.
Jawaban apa yang harus diberikannya..?
“Nak, apa jawaban kamu, kami semua menunggu”ucapan Bu Angel berhasil menyadarkan Vania dari lamunannya.
“Ayo jawab sayang, apapun itu jangan takut, keputusan yang akan kamu ambil, in shaa Allah, akan kami terima dengan lapang dada”ucap Bu Giska.
“Ayo Vania, katakan jika kau menerima perjodohan ini”batin Aditya, bergemuruh tak sabar menantikan jawaban dari Vania.
Sejenak Vania memejamkan matanya, menarik nafas dalam-dalam lalu membawanya dengan teratur
“Bismillahirahmani rohim”rafal Vania dalam hati dan mulai membuka matanya.
🌷🌷🌷🌷🌷
Kira-kira apa ya jawaban yang akan Vania berikan...?
Jangan lupa tinggalkan jejak dengan Like dan Komentar serta Vote sebanyak-banyaknya 🤗
ini sudah tahun 2021 lho Thor
aku mampir dan membawa like.
ditunggu feedbacknya di " A Falling Memory 2"
mari saling mendukung
Salam dari
🌹 "Infinity" (teenlit)
🌹 "Ve" (mystery thriller)
🌹 "Aku Bukan Pelakor" (romance)
mampir dan baca kisah ku juga ya dalam
HIDUPKU BERSAMA CEO
&
I LOVE YOU
yuk mampir di cerita novelku😉🤗
Salam, CINTA SANG JUITA