"Enghhh hentikan," erang Savio dengan kepala yang mendongak ke atas di mana kedua tangannya memegang pinggang ramping Zoe.
Zoe menghentikan sejenak kecupan basahnya pada leher Savio, "Aku tidak peduli dengan usia kita, aku mencintaimu dengan tulus! Aku hanya akan menikah denganmu," pengakuan yang kesekian kalinya Zoe katakan pada Savio.
•••
Pertemuan tidak sengaja di Swiss ternyata menumbuhkan rasa pada gadis remaja yang tidak sengaja bertemu dengan Savio di sebuah cafe.
7 tahun berlalu, mereka dipertemukan kembali dengan usia mereka yang sudah semakin matang. Melihat peluang yang besar Zoe terus bergerak tanpa memandang perbedaan usia mereka yang terpaut sangat jauh.
Sedangkan Savio sendiri, ia ragu dan bimbang untuk menjalin hubungan dengan Zoe yang lebih pantas menjadi menantunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puppy Bangtan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
•••
Di sinilah Zoe sekarang, di kantor Savio dengan map coklat di tangannya.
Bukan untuk menghampiri Savio, melainkan melamar kerja.
Berkat bantuan dari Klovi, Zoe bisa duduk di sana dengan CV yang sudah ia siapkan.
Ia sedang mempersiapkan diri untuk wawancara dalam mengisi bagian Marketing yang kosong.
Pas sekali, Zoe sangat ahli dalam hal di bidang pemasaran.
Selain Zoe sudah berpengalaman, ia juga pernah memimpin perusahaan eyangnya.
Jadi ia paham bagaimana strategi kerjanya.
"Ah berkat dia aku bisa duduk di sini. Sepertinya aku memang harus menghidupinya hingga tua."
Zoe tersenyum manis kala mengingat bagaimana riweh nya Klovi dalam membantu dirinya untuk bisa daftar di kantor Savio.
"Zoe Klovi!" panggil HRD membuat Zoe langsung beranjak dari tempat duduknya.
Ya dia sengaja mengganti nama marganya dengan Klovi.
Jika dia tetap memakai marga Wuta Louis, semua orang akan tahu jika dia dari anggota keluarga Swiss yang paling berpengaruh di dunia kerja tersebut.
Selain untuk mencari pengalaman, Zoe paling tidak suka membuka jati dirinya.
Karena itu bukanlah identitas dirinya yang sebenarnya.
Zoe berada di keluarga Wuta karena keberuntungan. Karena itu Zoe merasa tidak pantas untuk mengenakan marga yang disegani oleh banyak orang tersebut.
Sesi wawancara telah dimulai, Zoe terlihat begitu lancar dalam menjawab semua pertanyaan dari HRD.
"Baik. Kamu lolos. Selamat bekerja sama dengan perusahaan kami!" ujar HRD membuat Zoe menyunggingkan senyum manisnya dengan lebar.
Dengan cepat Zoe menjabat tangan HRD dan keluar dengan hati yang berdebar.
Zoe bersorak tanpa suara, melompat kegirangan bahkan menggigit gemas mapnya.
"Zoe?" Zoe menoleh, terlihat Robert membawa setumpuk kertas putih.
"Kamu yang di club kemarin kan?" Robert dengan bungah mengangguk.
"Apa yang kamu lakukan di sini?" tanya Robert yang tidak bisa menyembunyikan rasa senangnya saat ini.
"Melamar kerja," Robert sedikit membuka kedua matanya.
Dengan cepat Robert masuk ke ruang HRD untuk meletakkan kertasnya.
Tak lama ia keluar dengan wajah yang begitu girang.
"Kenapa tidak memberitahuku jika kamu melamar kerja di sini. Aku bisa membantumu," Zoe hanya tersenyum senang bertemu orang se antusias Robert.
"Kamu kerja di sini juga?" Robert sedikit mendekat pada Zoe.
"Kamu sungguh tidak tahu jika ini perusahaan Savio?" Zoe membulatkan kedua matanya terkejut, ia harus bersandiwara sebaik mungkin.
"Sungguh? Lalu aku harus bagaimana? Bagaimana jika nanti dia memarahiku karena tahu aku melamar kerja di sini?" tanya Zoe dengan cemas di mana faktanya ia sangat senang bisa bekerja di kantor Savio.
"Tenang saja. Aku akan melindungimu. Jika dia menolakmu, masih ada perusahaan Bendic, Lio dan Ken yang bersedia menerimamu," ujar Robert menenangkan Zoe.
Tapi aku maunya hanya bekerja di perusahaan Savio, tidakkah kamu paham? Seharusnya kamu membantuku untuk bisa mendapatkannya bukan malah menawarkan teman- temannya, batin Zoe dalam hati.
"Baik. Kau berada di departemen marketing kan?" Zoe hanya mengangguk.
"Pas sekali. Tempatmu ada di lantai atas, persis satu lantai dengan Savio," beritahu Robert seraya mengerlingkan sebelah matanya.
Zoe hanya tersenyum manis padahal dalam hatinya ia sedang berteriak keras mengucapkan terima kasih pada Klovi.
Robert lalu membawa Zoe ke lantai atas di mana tempat dia bekerja nantinya.
Sedangkan Zoe sudah tidak sabar melihat reaksi Savio.
"Ini mejamu dan ruangan itu ruangan Savio," jelas Robert kala mengantar Zoe ke mejanya lalu menunjukkan ruangan Savio.
"Untuk semua, tolong kerja samanya. Zoe adalah karyawan baru kita. Tolong bantu dia," pesan Robert pada beberapa karyawan.
Semua mengangguk serempak menyapa Zoe dengan ramah.
Tak lama pintu ruangan Savio terbuka, menampilkan wanita dengan tubuh yang seksi dan pakaian yang mini keluar dari sana.
Diikuti Savio di belakangnya.
Savio terkejut dengan keberadaan Zoe di kantornya.
Apa yang dia lakukan di sini?