Seorang pemuda yang bercerai dengan istrinya pergi ke desa untuk mengubah dirinya. Suatu hari saat pemuda itu membersihkan gudang belakang dia menemukan satu buku kuno yang berisi tentang jenis tanaman. Awaln perjalanan di mulai oleh pemuda itu dengan berbagai hal yang tidak disangka dia temukan hingga dia menemukan sang pujaan hatinya yang sesungguhnya. Jika ingin tahu ceritanya silakan baca jika ingin tahu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KBAD 28
Paginya datang Irfan membuka mata dengan wajah datarnya tanpa ekspresi dia hanya menatap ke mayat yang sudah mati. Di saat hendak bangun dari kasur terdengar langkah kaki dari luar dan suara itu berhenti didepan pintu. Irfan tahu siapa yang datang hanya bisa berkata,”Masuk saja jika ingin masuk.” Irfan melihat Bita dan Jeje masuk ke dalam kamarnya dengan senjata yang akan mereka gunakan.
Tapi Bita dan Jeje melihat mayat sudah tergeletak di lantai.”Apa kamu baik saja tadi malam,”ucap Jeje.
“Aku baik saja, tapi jika sudah selesai bereskan itu aku ingin mandi,”kata Irfan masuk ke kamar mandi. Didalam kamar mandi Irfan menyalakan shower dengan suhu sedang dimana air mangalir membasahi tubuhnya yang kekar. Rambut yang sudah terkena air dia basuh dengan pikiran yang selalu datang saat dia sedang mencari sesuatu. Selesai dia memakai piyama mandi sebelum menggunakan kemeja hitam dan celana hitam tidak lupa juga menggunakan sepatu yang nyaman dengan warna putih. Bita dan Jeje yang sudah ada di kamarnya sedang duduk bersantai dengan kopi yang mereka buat.
“Kalian sudah ada disini berati sudah kalian bersihkan mayat itu,”kata Irfan mengambil salah satu kemeja hitam yang ada dilemari.
“Kamu tidak usah khawatir mereka sudah diamankan. Tapi kenapa mereka menyerang kita siapa mereka,”ucap Bita.
“Mereka orang yang sama saat menyerang kita,”kata Jeje.
“Jika itu orang yang sama apa itu kerajaan Kuno. Tapi untuk apa mereka menyerang kita, apa ini ada masalah dengan buku itu,”kata Bita yang mencampur dengan ruang bawah tanah di rumah kakek Irfan.
“Itu benar mereka menginginkan resep yang ada di ruangan kakekku waktu itu. Tapi untuk sekarang kita pikirkan sala yang sudah ada dulu. Ada hal yang harus kita selidiki disini bukan,”kata Irfan yang telah selesai berpakaian.
Irfan duduk disamping Bita dan Jeje dimana sarapan telah datang saat Irfan di kamar mandi. Mereka menikmati pagi yang indah, tapi perjalanan mereka sangat jauh untuk mencari kebenaran itu. Setelah selesai mereka keluar dari hotel dan menuju mobil dimana Bita yang mengendarainya. Mereka bertiga menuju markas organisasi Harimau yang tertunda karena berbagai acara, sedang di hotel tempat mereka tinggal sudah di incar. Karena penyerangan itu mereka berpikir untuk mencari tahu alasan mereka menjadi sasaran.
Di perjalanan mereka aman-aman saja tidak ada yang aneh. Tapi saat memasuki wilayah harimau mereka merasakan aura yang penuh dengan kegelapan dan bau darah yang sangat pekat dan musuh.”Kurasa kita masuk tempat yang salah lagi,”ucap Bita.
“Kurasa tidak, lihat lambang organisasi Harimau disana?,”ucap Jeje sambil menunjuk ke arah lambang yang sudah hancur. Irfan bersama dengan kedua kawannya keluar dari mobil tampak suasana yang mencengkang dan perkelahian yang sangat sengit.”Apa mereka diserang, tapi oleh siapa?,”ucpa Irfan.
“Kurasa iya dan tidak jawabannya,”kata Bita yang jongkok menyentuh salah satu mayat dari organisasi Harimau. Jeje berjalan masuk sendirian untuk melihat apa ada yang masih hidup sementara Bita yang berkeliling diluar melihat kondisi yang ada disekitarnya.
“Ini sangat aneh kenapa sikap mereka sama dengan orang yang menyerang aku waktu itu,”kata Irfan. Dimana Irfan jongkok dan melihat dengan seksama mayat itu terdapat tanda yang sama dengan orang yang dia bunuh dan orang yang mengawasinya.”Pengaruh obat pengikat kenapa mereka bisa terkena obat itu. Apa lagi ini secara masal, siapa yang melakukan itu sebenarnya?,”kata Irfan yang langsung berdiri.
Setelah beberapa jam berlalu Bita dan Irfan yang ada diluar mendengar suara Jeje. Bita melihat ke arah Irfan dimana keduanya juga saling bertatap. Segera Bita dan Irfan pergi berlari ke arah sumber suara dimana keduanya khawatir kalau Jeje di serang. Tapi apa yang mereka khawatirkan berbeda Jeje duduk santai melihat dua orang yang sedang terikat.”Apa yang kalian lakukan dengan wajah serius itu,”ucap Jeje tersenyum.
“Jeje kamu membuat kami khawatir saja,”ucap Bita yang mendekat langsung menepung punggung Jeje dengan kasar. Jeje hanya tersenyum saja seperti tidak merasakan bersalah. Tapi Irfan yang tidak berduli lagi dengan Jeje melihat dua orang itu.”Apa kamu yang melakukan ini?,”ucap Irfan sambil menunjuk ke arah dua orang yang terikat dengan wajah melihat ke arah Jeje.
“Itu bukan aku tapi saat aku datang mereka sudah terikat, bukan dia sama dengan orang yang terkena obat itu ya,”ucap Jeje dengan posis sambil dia berpikir.
“Mereka memang terpengaruh obat pengikat sama yang dikatakan oleh Dev,”ucap Irfan yang memberikan obat penawarnya.
“Tapi bukan mereka ini adalah pimpinan dan wakil ya,”ucap Bita. Irfan dan Jeje juga melihat ke arah mereka dimana keduanya sambil menuggu obatnya bereaksi. Mereka melihat sekitarnya dengan santai untuk mencari jejek yang lain. Bita mencari kesempatan untuk menjelajahi komputer mereka. Jeje yang membaca data yang di ruangan keduanyanya. Irfan berjalan keluar hingga menjelajah hutan tapi sebelum dia pergi dia berkata,”Hubungi aku jika mereka berdua telah sadar. Jika aku belum kembali saat kalian telah menghubungiku, tanyakan saja kenapa mereka bisa seperti ini.”
Bita dan Jeje hanya mengangkat tangan mereka saja hingga Irfan keluar. Tapi Irfan keluar itu untuk mengikuti aura yang dia rasakan. Diman bayangan itu pergi masuk ke dalam hutan Irfan berjalan santai hingga bayangan itu berhenti dan menghilang. Tiba-tiba ada seragan dari belakang tapi serangan itu gagal karena Irfan sudah menyebarkan bubuk racun. Musuh yang masih bergerak hendak mencoba berdiri tapi tidak bisa.
“Siapa kalian untuk apa kamu ingin membunuhku. Apa ini perintah dari kerajaan kuno?,”ucap Irfan. Tapi belum dijawab orang itu sudah mati seketika. Irfan memeriksa nadinya tampak dia juga terpengaruh obat pengikat. Bunyi ponsel membuat Irfan terahlikan dan mengambilnya dimana Jeje yang menghubunginya. Irfan berjalan sambil mengangkat teleponnya,”Apa mereka sudah bangun?.”
“Iya mereka sudah bangun apa aku tanyakan sekarang saja,”kata Jeje.
“Baiklah tanyakan sekarang saja aku ingin mendengar jawaban mereka,”kata Irfan. Lewat telepon Irfan mendengar pembicaraan Jeje dengan pimpinan dan wakil Harimau. Tapi dari jawaban mereka tidak tahu siapa yang membuat mereka gila. Karena semua orang terpengaruh ada mobil pengantar makanan di markas mereka seperti biasanya. Tapi orang yang mengantarnya sedikit berbeda dari biasanya.
Mereka hanya mengingat kalau ada lambang aneh di mobil depannya dengan angka yang menurut mereka hiasan saja. Irfan langsung berkata untuk melihat cctv yang ada di markas mereka segera mungkin. Bita sudah memeriksa dimana lambang itu sama dengan buku tempat kakek Irfan.
“Jadi itu mereka yang menyerang,”ucap Irfan yang sudah ada di ruangan.
“Itu benar tapi untuk apa mereka menghancurkan dua organisasi. Apa mereka terlibat dalam masalah yang berkaitan dengan kerajaan kuno?,”ucap Jeje.
“Itu juga aku tidak tahU. Tapi bagaimana setelah ini untuk kalian berdua apa yang ingin kalian lakuka. Organisasi kalian sudah runtuh dari kejayaannya,”ucap Irfan melihat ke arah mereka berdua. Tapi apa lagi yang akan dikejutkan oleh kerajaan Kuno?.