Dinda Amelia seorang wanita mandiri yang sukses dalam karir nya tapi ia harus rela melepaskan karirnya itu karena harus menuruti perintah suaminya Arya baskara yang baru ia nikahi selama satu tahun atas perjodohan orang tuanya, pada awalnya pernikahan mereka berjalan lancar Dinda merasa bahagia menjadi istri Arya yang sabar dan penyayang, tetapi ternyata semua sikap dan kasih sayang nya hanya sebuah kepalsuan belaka, selama ini Arya telah berbohong karena di belakang Dinda ia telah menyembunyikan wanita lain yang ternyata adalah istri simpanannya, apa sebenarnya motif Arya untuk menikahi Dinda dan bagaimana Dinda melepas kan diri dari jebakan pria pembohongan itu??
simak kisah selengkapnya hanya di noveltoon...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon niya_23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28
Sudah hampir satu tahun lalu Arya resmi bercerai dengan Hessa, proyek yang waktu itu ia perjuangkan Berhasil goal walaupun hal itu bersamaan dengan sakit hati yang ia rasakan akibat perselingkuhan yang dilakukan oleh istrinya itu, yang membuat bekas luka yang begitu dalam di hatinya.
Arya jadi teringat akan ucapan ibunya yang mengatakan bahwa ia akan menyesal telah melepaskan Dinda dan lebih memilih Hessa ucapan itu jadi kenyataan ia begitu menyesal karena telah menceraikan wanita sebaik Dinda.
arya ingin meraih cinta Dinda lagi dan kembali kepada nya seperti dulu. "mudah-mudahan belum terlambat," harap Arya.
Hari ini arya ada urusan di PT angkasa yang kebetulan berdekatan dengan gedung kantor Dinda sudah selama satu tahun ini Arya bekerja sama dengan PT angkasa yang telah mengucurkan dana investasi kepada perusahaan nya. Jadi ia sesekali kesana untuk melakukan meeting perihal progress kerja sama mereka.
Arya diam-diam sedari pagi menunggu kedatangan Dinda di kantor hanya untuk menyapanya dan kabar Dinda selama ini.
"Dinda!" Panggil Arya sumringah tidak sia-sia ia menunggumu Dinda sejak pagi karena pada akhir ia dapat bertemu Dinda.
Dinda menengok ke arah sumber suara yang ternyata itu adalah mantan suaminya Arya. Ia tersenyum kecil dan menghentikan langkahnya untuk sekedar bertegur sapa kepada Arya.
"Mas Arya! apa ada keperluan Mas di daerah sini?"
"Iya kebetulan saya ada meeting di PT angkasa hari ini itu sebelah gedung kantor mu, " sahutnya sambil menunjuk gedung yang dimaksud.
"Oh iya aku sudah dengar proyek mu berhasil goal dan mendapatkan investasi yang cukup besar selamat ya Mas Arya, " sahut Dinda.
"Terimakasih Dinda," jawab Arya singkat karena bingung harus berkata apa lagi kepada Dinda.
"Ya sudah Mas Arya aku duluan yah masuk ke kantor sudah telat, " ucap Dinda sambil melirik jam tangannya dan berjalan cepat.
"Dinda tunggu!" Arya berlari kecil untuk mengejar Dinda. " boleh saya sesekali menghubungi mu?" tanya Arya memberanikan diri.
"Untuk apa Mas? tanya Dinda yang sedikit heran.
"Yah untuk menanyakan kabar mu misalnya boleh?" tanya Arya lagi.
"Tidak boleh!!" Suara lantang tiba-tiba menggema di antara keduanya, Alvin kemudian langsung meraih tangan Dinda dan menunjukan cincin couple yang mereka pakai."lihat kan? Kami sudah tunangan tidak ada yang boleh menghubungi Dinda kecuali aku paham!" Tegas Alvin.
"Apa benar Dinda kalian sudah bertunangan?" tanya Arya yang sedikit terkejut mengetahui berita itu dari mulut Alvin.
"Iya Mas Arya aku sudah tunangan," jawab Dinda.
"Kamu dengar kan mulai sekarang kamu jangan Berani mengganggu dia mengerti! ". "ayo sayang," Alvin kemudian menggandeng Dinda masuk ke kantor nya dan meninggal kan Arya yang tertegun melihat keduanya bersama.
"Rupa nya aku sudah terlambat, " gumamnya dengan penuh penyesalan.
Setelah memasuki kantor ekspresi Alvin berubah kesal dan tidak bicara sepatah kata pun kepada Dinda dan di dalam lift pun Alvin masih terdiam dengan ekspresi kesal yang terpancar.
"Mas, kamu kenapa? Apa kamu marah Mas sama aku?" Dinda melihat ke arah wajah Alvin yang memerah karena menahan kesal.
"Kamu kenapa tadi berbicara sama laki-laki itu? Aku gak suka," ujar Alvin yang menumpahkan kekesalan nya.
"Lah orang dia duluan yang nyapa terus aku harus gimana Mas, jalan aja gitu? Nanti aku disangka budeg lagi. udah yah Mas jangan ngambek terus nanti gantengnya jadi ilang tuh, senyum yah," Dinda melempar canda pada pada Alvin sambil mencubit pipi Alvin dengan lembut.
Tring! Tiba-tiba lift terbuka susana berubah jadi canggung karena mereka berdua terpergok karyawan lain yang akan masuk lift sedang asik bercanda layaknya sepasang kekasih, Alvin dan Dinda tiba bersikap biasa dan seolah tidak terjadi apa-apa.
Setelah Tiba di ruangan nya Dinda menjadi tidak enak hati karena kejadian tadi yang terpergok karyawan lain, feeling nya berkata akan beredar rumor tentang dirinya dan Alvin di kantor.
"Pak, gimana apa tadi tidak apa-apa? Kita kepergok oleh karyawan lain seperti itu? Saya khawatir akan ada rumor di kantor, " ujar Dinda khawatir.
"Tidak apa-apa memang kenyataan kalau kita ada hubungan spesial cepat atau lambat mereka akan tahu betul kan? Sudah kamu tidak usah khawatir biarkan mereka mau bicara apa terserah aku tidak peduli, " jawab Alvin tegas.
Dinda hanya tersenyum senang mendengar ucapan Alvin dan hatinya merasa lega ia tidak harus menutupi hubungan cinta nya dengan Alvin dari siapapun termasuk karyawan Kantor. Mungkin juga ia harus siap mental untuk ditanyai oleh rekan kerja nya dan bersiap untuk diledek terutama oleh karin sahabat nya yang belum sempat ia beri tahu perihal hubungan cinta nya dengan Alvin.
"Pak Alvin udah gak marah lagi kan sama saya?" goda Dinda.
Alvin terdiam ia sejujurnya sangat cemburu kepada Arya ia sungguh tak suka melihat Dinda berbicara dengan Arya membuat hatinya kesal dan emosi.
"Iya nggak marah lagi tapi janji yah ini untuk yang terakhir kali kamu bicara sama dia, "
"Iya janji, " sahut Dinda.
"Gak bisa nih terus-terusan kaya gini hati ku kaya nya mau meledak!! " teriak Alvin.
"Kenapa ko gitu? " tanya Dinda heran.
"Aku harus segera melamarmu agar hatiku tenang aku akan segera menikahimu dan meminta izin kepada orang tuamu segera, " ujar nya yang tiba-tiba menggebu-gebu.
"Hah? Serius kita baru aja pacaran pak Alvin jangan aneh-aneh deh," Dinda tersenyum ia tak percaya dengan ucapan Alvin.
"Aku serius Dinda lihat saja aku akan segera melamarmu kamu siap-siap saja aku akan segera membawa keluarga ku ke rumahmu, " ucapnya.
" oke aku tunggu!" Balasnya sambil tersenyum geli.
"Bener yah, oh iya nanti malam kita makan siang bareng di kantin kantor aku ingin menunjukkan kepada semua karyawan kalau kamu adalah calon istri ku!"
Lagi lagi ia mengucapkan hal yang tak terduga membuat Dinda hanya tercengang dibuatnya rasa cemburu dan sikap buru-burunya membuat Dinda semakin jatuh cinta kepada Alvin.
Jangan lama- lama upnya