Senja Anjani, seorang gadis muda yang harus menjalani kehidupan penuh luka, air mata, serta cobaan hidup tidak ada habisnya.
di umurnya yang belum genap 22 tahun, ia kehilangan kesuciannya, di renggut secara paksa oleh Sagara Rahardian, yang tidak lain adalah kekasihnya.
Akibat kejadian satu malam, banyak kesalahpahaman terjadi pada perjalanan hidup mereka.
Benci dan cinta saling berebut untuk menguasai mereka.
"Sampai ragaku tak lagi bernyawa,
kebencian ku kepada mu akan tetap membara" (Senja)
Ayo...ikuti kisahnya 😍
*** hai Semuanya, mohon dukungannya ya, mohon kritik, serta sarannya 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay'ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wina Setiawan
*** Selamat datang 🤗
Happy reading 😍
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Sayang, aku gak mau putus, tolong jangan mengakhiri hubungan ini, kita saling mencintai, jadi hal yang benar adalah memulai lagi dari awal." dengan berlinang air mata Wina meminta pengertian kepada Agam, ia menolak keputusan sepihak dari tunangannya itu.
Gak akan sanggup Wina hidup tanpa Agam, lelaki yang sudah di cintainya selama 10 tahun belakangan ini, tepatnya sejak Agam menjadi asisten pribadi Sagara, intensnya pertemuan mereka menumbuhkan benih cinta di hati Wina. kala Agam selalu ikut serta dalam pertemuan Sagara dengan sang kakak.
Sudah banyak yang Wina korbankan demi bisa bersama Agam, salah satunya bekerja sama dengan Anyelir untuk menjebak Sagara, menyingkirkan seorang wanita yang menjadi cinta pertama tambatan hatinya itu.
"Kamu sadar gak, Dek? dengan ucapan mu itu, semudah itu kamu bilang memulai lagi dari awal, setelah semua kebohongan yang kamu lakukan!"
"Selama ini kamu anggap apa, Aku? lima tahun lamanya aku mencari dalang di balik insiden nasib sial, Tuan Sagara." Agam menghela nafas panjang guna melanjutkan kalimatnya.
"Selama Tiga tahun terakhir, aku selalu mengatakan kepadamu, bagaimana jalannya pencarian bukti itu, apa pernah sekali saja kamu kasihan dengan diriku." dengan senyum hambar Agam melanjutkan kegetiran hatinya.
"Berkali-kali aku putus asa, karena selalu mendapatkan jalan buntu, selalu berpikir bagaimana bisa para penjahat itu begitu licin seperti belut, sangat sukar untuk di tangkap, ternyata mereka di lindungi oleh seseorang yang sangat aku percayai." masih segar dalam ingatan nya, bagaimana dulu begitu mudahnya ia meminta pendapat kepada Wina, sedikitpun ia tidak menyangka apalagi menaruh curiga.
Wina hanya bisa tergugu mendengarkan pernyataan pilu dari mulut Agam, dulu ia sama sekali tidak mau berpikir jauh, tentang semua tindakannya yang sekarang merugikan dirinya sendiri. belum sempat ia menikmati hasil yang manis, namun kenyataan pahit sudah lebih dulu menghampirinya.
...----------------...
Kediaman keluarga Setiawan.
"Ma, Pa, saya Agam Sadewa, dengan di saksikan oleh kalian, saya mengembalikan Wina Setiawan, sekaligus memutus ikatan tali pertunangan kami, sebelumnya dengan cara baik saya meminta Wina, untuk menjadi calon istri masa depan saya, maka sudah menjadi kewajiban saya untuk mengembalikannya dengan cara yang baik pula," dengan berat hati Agam menyampaikan keputusannya.
"Gak bisa seperti itu, aku gak terima dengan keputusan mu, Mas!" Wina berteriak histeris sembari meronta dari cekalan Fendi Setiawan.
"Tutup mulut mu, Wina. Papa menerima keputusan Nak Agam, sudah sepantasnya wanita binal seperti mu di jauhi." dengan kejam papa Wina menghina anaknya sendiri. ia sangat kecewa, tidak menduga sama sekali putri yang begitu di sayanginya telah berbuat jahat sebesar itu.
"Tapi, pa, harap kalian tahu, aku berbuat seperti itu, karena ancaman dari Anyelir, Dia yang menjebak dan selalu meneror ku, agar mengikuti segala rencana jahatnya!" Wina masih berusaha mengelak.
"Wina, apa selama ini kamu gak memiliki keluarga? Kamu menganggap orang tua serta Abang mu apa, Win? Mama yang mengandung serta melahirkan mu, kami yang mendidik serta membesarkan mu, tetapi kenapa malah Anyelir yang kamu takuti." Ibu Wina tak kalah terpukulnya, ketika mengetahui fakta bagaimana jahatnya, bayi yang dulu ia timang-timang dengan penuh sayang.
"Kamu bisa meminta bantuan mama, Nak, tidak ada orang tua yang akan membenci perbuatan hina anaknya sendiri, jika hal itu hasil dari jebakan orang jahat." sang mama sampai gak percaya, dengan pola pikir putri semata wayangnya itu.
Wina terdiam tak berkutik, ia tidak bisa lagi memberikan pembelaan, langkah yang di ambilnya sudah terlalu jauh dan merugikan banyak orang. namun sifat egoisnya memaksa dirinya untuk tidak menyerah begitu saja.
"Aku tau, perbuatanku telah melewati batas. tetapi Sekarang, kak Sagara sudah hidup bahagia dengan Kekasih nya itu, jadi sudah seharusnya kita juga mencoba melupakan semua kelakuan jahat ku di masa lalu."
Agam menatap tidak percaya pada Wina, wanita yang selama ini selalu berlaku lemah lembut kepadanya, bisa begitu mudahnya meminta perbuatan jahatnya untuk di biarkan begitu saja.
Fendi begitu muak mendengar mulut tidak tahu malu sang Adik. "Wina, umurmu bukan lagi belasan tahun, tetapi sudah 29 tahun. seharusnya otakmu itu juga sudah dewasa dalam berpikir dan bertindak. apa kau pikir Sagara akan begitu saja melepaskan mu." cemooh Fendi kepada sang adik tidak tahu dirinya itu.
"Aku adik mu kak, sudah kewajiban mu melindungi ku, sudah hak ku meminta pertolongan mu, lagian sekarang semuanya sudah hidup bahagia, jadi apalagi yang perlu di sesalkan!"
"Cukup Wina, kamu tidak tahu apa-apa tentang Tuan Sagara, lebih tidak tahu lagi dengan semua penderitaan nyonya Senja, bagaimana beliau melewati badai kehidupan yang gak mudah!" Agam menyela ucapan Wina, ia tidak terima mantan tunangannya, begitu mudah menilai kehidupan bos nya.
"Kalau begitu, beritahu Aku! lebih menyakitkan mana dengan jalan hidup ku, yang di perlakukan tidak adil. atau Dia, yang sekarang menjadi nyonya Rahardian....?"
~ Bersambung~
Mohon dukungannya ya semuanya, mohon tinggalkan Like, Subscribe dan gift. Terimakasih 🙏🤗
padahal ini udh aku tunggu2 up nya... 🥰🥰 kngn sm si kembar . kangn bngt sm kakek agam..🤣🥰🥰🥰😘😘😘