NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Menjadi Wanita

Reinkarnasi Menjadi Wanita

Status: tamat
Genre:Akademi Sihir / Identitas Tersembunyi / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Elzi Lamoz

Kematian seharusnya menjadi akhir.

Namun bagi dirinya...

Kematian justru menjadi awal dari mimpi buruk.

Setelah kehilangan nyawanya, seorang pemuda terbangun dalam tubuh seorang gadis bangsawan berusia lima belas tahun bernama Luna El Laxion—putri keluarga Duke yang selama ini dianggap sebagai aib karena belum mampu membangkitkan kekuatannya.

Di rumahnya sendiri ia dihina.

Para pelayan memperlakukannya seperti budak.

Bahkan kematian ternyata telah menunggunya sejak awal.

Namun ada sesuatu yang tidak diketahui siapa pun.

Di balik punggung Luna bersemayam empat belas tentakel misterius dengan kesadaran untuk melindunginya,

Di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, Luna harus bertahan hidup di tengah konspirasi keluarga bangsawan, para ksatria, eksperimen mengerikan, dan rahasia kelam yang mampu mengguncang seluruh kerajaan.

Karena suatu hari nanti...

Dunia akan mengenalnya dengan satu julukan.

Rubah Betina, Penguasa Sisi Gelap Kerajaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elzi Lamoz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Teman Pertama?

Duduk di kursi dan berhadapan dengan seorang pria laki laki.

Seorang gadis yang sangat elegan dengan terlihat sangat santai di ketika berhadapan dengan laki laki yang lumayan tampan di hadapannya.

Peserta ujian ketiga bagian kedua akan segera di mulai.

...****************...

...----------------...

Hm, kayanya aku pernah melihat adegan ini di dalam anime yang ku tonton di kehidupan sebelumnya.

Aku melihat ke sekitar ada 4 pengawas yang berdiri dan mengelilingi aku dan pria peserta lainya yang sedang duduk di kursi bundar kecil.

Komandan, ahli strategi yang akan berperang kata dengan melihat partner saling bertarung di arena.

Tentunya sang komandan di perbolehkan untuk menghubungi partnernya yang sedang bertarung, namun komunikasi tersebut akan di batas selama 5 menit.

Jadi kalau misalkan partner kalah bertarung dengan lawan kurang dari waktu lima, komunikasi tersebut tidak akan berpengaruh.

Tentu saja, si komandan di perbolehkan untuk menjeda komunikasi tersebut. Misalkan kek gimana yah.

Komandan memiliki waktu komunikasi 05.00 menit, dan si komandan tersebut menggunakan komunikasi itu selama 01.00 menit. Maka sisa dari waktu yang dimiliki komandan itu akan berkurang menjadi 04.00 menit.

Seperti itu lah, dan pertandingan di arena akan di batas hingga 10 menit. setelah waktu berkomunikasi dengan komandan dan setelahnya lagi untuk tanpa berkomunikasi dengan komandan.

Hasil dari pemenang ini, akan di hitung 2 kali.

Pertama adalah jika sang petarung memenangkan pertarungan dalam kurang dari 10 menit, dan kedua adalah jika pertarungan lebih dari 10 menit, mereka akan di hentikan dan akan di hitung dari hasil waktu komunikasi yang paling sedikit di gunakan.

Kurang lebihnya ya seperti itu, dan komandan di perbolehkan untuk berdebat kata untuk meruntuhkan mental komandan lawan.

Di depanku adalah pria yang sama sekali tidak aku kenal, tetapi dia sepertinya sangat tidak menyukaiku. Terlihat dari wajah sinis nya yang menatap dengan mata seperti melihat sampah, tidak juga sih.

"Kalau begitu kalian berdua, saling berjabat tangan lah..." Ucap salah satu penjaga yang berdiri di keempat sisi.

Tentunya aku sangat tidak mau untuk berjabat tangan dengannya, dan dia juga terlihat tidak mengulurkan lengannya. Jadi ini mungkin akan masuk ke hitungan win/win dah.

"Kenapa? Kalian tidak ingin berjabatan tangan?" Tanya pengawas yang lain.

"Itu tidak perlu, aku sangat tidak sudi untuk berjabat tangan dengannya." Ucapku, yang langsung menyilangkan lenganku di bawah payudaraku.

"Ck, memangnya aku ingin berjabatan dengan lengan anak cacat sepertimu! Sudah menjadi aib keluarga, dan juga sombong pula! Kau pasti masuk ke Academy ini karna koneksi dari kakak mu kan! Dasar anak cacat..." Balasnya dengan meninggikan suaranya.

"Sungguh sangat lucu sekaligus menjijikan, melihat anjing menggonggong dengan semangatnya serta air liur yang muncrat keluar. Mau aku kasih makanan anjing..."

"Wanita cacat seperti mu..."

Ya, acara pertandingan antara komandan adalah seperti ini.

Ngomong ngomong karna payudara ku ini semakin besar, aku sedikit menekannya dengan benang sih dan menyamarkannya dengan tentakelku. Jadi ini tidak terlihat terlalu besar ataupun kecil.

Ya, walaupun aku dulu adalah laki laki. Tapi sekarang aku adalah wanita dan juga aku sudah tidak seperti dulu lagi.

Aku tidak ingin kejadian sewaktu penculikan saat aku masih umur 12 tahun lalu terjadi lagi...

Sungguh tidak menyenangkan, jika aku sampai dalam kejadian seperti itu lagi.

Udah lah, sekarang kita akan fokus, tetapi ya. Pertandingan ini akan jauh lebih mudah menurutku.

"Ready... Fight..."

Pertarungan di mulai, melihat ke arah batu yang menampilkan gambar 4 dimensi di atas meja. Aku bisa melihat wanita yang menjadi partner ku bertarung dengan lawannya.

Partnerku itu memiliki gaya rambut pendek namun mengembang berwarna coklat dengan wajah tidak terlalu cantik menurutku sih. Dia sedang menggenggam pedang, atau mungkin belati di kedua tangannya.

Sedangkan musuhnya adalah pria berambut merah dengan gada besar di tangan kanannya.

Benturan yang di hasilkan oleh gada tersebut bisa menghancurkan tanah dengan sekali benturan, akan sangat fatal jika menerimanya serangan gada itu secara langsung.

Jadi mungkin aku akan menggunakan kesempatan untuk berkomunikasi dengan partner ku.

(Ais, Gunakan rencana C.)

Aku menghabiskan 2 detik untuk berkomunikasi dengan partnerku yang bernama Ais, dia adalah putri ke 4 baron Mudered. Aku tidak mengenal keluarganya, jadi mungkin dia adalah bangsawan kelas rendah.

"Oy, bukan kah itu curang..." Teriak pria yang berada di hadapanku.

"Kau saja yang terlalu bodoh anjing kampung..."

"Sialan, jangan memanggilku anjing kampung atau aku akan memberitahu ayahku untuk menuntutmu..."

"Anak mami? Tidak anak ayah kah... Huhu, sungguh memalukan. Ngomong ngomong apakah kamu tidak ingin memberi arahan kepada partner mu itu?"

"Itu tidak perlu... Dia pasti akan langsung menghancurkan musuh... Hahahaha."

"Ya, terserah lah..."

"Apa kau bilang, kau benar benar merendahkan ku... Gadis cacat... Kau itu hanya-"

Setelah lawan bicaraku menghabiskan nafasnya untuk berbicara denganku, aku melihat Ais dengan tenang menghindari gada besar dan kini sedang berdiri di ujung gada tersebut.

Tentu setelahnya Ais membungkukan badannya dan melompat kearah pria di hadapannya, dengan sigap pria itu melepaskan senjatanya dan mundur kebelakang.

Sesaat dia hendak menghindari serangan lanjutan Ais, pria itu sudah tidak bisa melihat Ais di depannya.

Ais muncul di belakang pria itu dan mengalungkan pisau di lehernya.

Gerakan yang sangat cepat, dia juga pernah mengalahkan beberapa senior ketika latih tanding bersama. Dia di juluki si pembunuh secepat kilat.

"Pertandingan berakhir... Pemenangnya, Ais El Mudered dan Luna El Laxion."

Pengumuman mulai terdengar di seluruh tribun dan ke ruang komandan, hingga membuat pria di depan ku tersentak.

"Bagaimana mungkin?" Ucapnya dengan nada terkejut yang mungkin terlalu berlebihan.

Aku tidak ingin ambil pusing mendengarkan keluhannya dan menatap pengawas yang berada di belakangku.

"Pak pengawas, bolehkah saya meninggalkan ruangan?"

"Silahkan..." Balas pengawas itu.

"Baik pak..."

Berdiri dan berbalik badan, mengabaikan pria yang menjadi lawan ku dan meninggalkannya.

"Oy, wanita cacat...!!!"

Berpura pura tidak mendengar adalah pilihan yang bagus untuk sekarang, jadi abaikan, abaikan, dan abaikan lah Luna...

"Sialan kau... Beraninya mengabaikan ku... Terima ini."

<>

Melihat kebelakang tanpa membalikan kepalaku, tercinta banyak sekali jarum es yang sangat tajam di udara dan mulai meluncur ke arah ku dengan kecepatan yang bisa di anggap kecepatan peluru flinlock.

Tentakelku sudah bersiap untuk menahan seluruh serangan tersebut, tapi sebelum mengenai tentakel ku. Jarum jarum es sebesar penggaris 30 cm, tiba tiba saja menghilang. Tentunya pelaku yang membuat jarum itu menghilang bukan lah aku, melainkan para pengawas.

Mungkin dia sudah mengerti kalau dirinya bakal di diskualifikasi jadi dia tidak perduli dengan membunuh satu dua orang peserta yang sudah di pastikan lulus.

Para pengawas langsung memakaikannya artifak pelemah kekuatan ilahi dan sihir serta pria itupun langsung di amankan.

"Sungguh kekanak-kanakan."

"Kak Luna..."

Ais muncul di dan berlari dari depan bersiap untuk...

Menyerang?

"Aku menang loh..."

Memeluk kah...

Pantas saja tentakelku tidak bereaksi terhadap pergerakannya, atau mungkin aku yang terlalu waspada.

"Aku menang loh..."

Menggosok-gosokan wajahnya di payudaraku, dengan menangis kecil.

Moh, ini seperti... Kekanak-kanakan kah...

"Yosh yosh... Kamu telah melakukan yang terbaik..."

Aku menepuk kepalanya dengan lembut.

"Terima kasih Kak Luna..."

Menatapku dengan senyum lembut, mungkin jika aku laki laki. Aku akan langsung jatuh cinta padanya, ya walaupun di kehidupan sebelumnya aku memang laki laki sih.

Tapi karna sekarang aku perempuan, perasaan nyaman ini hanya sebagian dari rasa senang karna telah membantu dia lulus dalam ujian ketiga ini.

"Ini semua berkat kamu Kak Luna..."

"Kamu memanggilku Kak tapi umur kita itu masih sama kan? Malah sepertinya kamu yang lebih tua dari ku..."

"Eh, terus aku harus memanggilmu apa?"

"Luna aja Luna."

"Baik lah Luna... Kalau begitu Luna juga bisa memanggilku Ais..."

"Ais ya, ya sudah lah..."

"Ayo kita ke kantin, dan merayakannya."

Lengan ku di tarik olehnya untuk menuju kantin, ya walaupun dia memaksa. Tapi kalau sudah persoalan dengan manisan sih Aku sangat menyukainya... Hehe.

Selepas itu, aku di traktir manisan yang sangat banyak.

Ya tuhan, aku bersyukur bisa memenangkan pertandingan ini...

...****************...

...----------------...

Setelah kembali ke penginapan sembari menikmati pemandangan kota bersama dengan Kak Wild, aku merasakan kalau kami sedang di awasi.

Aku tidak tahu Kak Wild merasakannya atau tidak, tapi.

Mereka sangat kuat...

"Luna, tetaplah di sisiku..." Ucap Kak Wild.

Tentunya aku langsung mendekat dan sedikit menggenggam tangan Kak Wild, dan Kak Wild juga menggenggam balik telapak tanganku.

"Kak Wild. Kira kira siapa mereka?"

Ya setidaknya aku harus berpura pura untuk tidak mengetahui identitas musuh kali ini di depan Kak Wild, namun sebenarnya aku telah mengetahuinya.

Ada kemungkinan ini adalah pria tadi, tapi setelah di selidiki lagi. Mereka adalah orang orang dari Organisasi Black Hole.

Sepertinya mereka mencurigai ku sebagai Vampir Queen atau Darkness, tapi ya jika di lihat dari kenyataan mereka berdua adalah aku. Jadi mau bagaimana lagi kah.

Yang membedakannya hanya energy sihir dan wajahnya, serta penampilannya.

Vampir Queen memiliki tubuh pendek 160cm dan selalu terbang di atas tanah, sementara Darkness aku menirunya dari karakter utama di salah satu anime.

Karna warna rambut dan pupil mata merahnya masih sama, jadi ada kemungkinan mereka mencurigai ku.

Kak Wild menghindari tempat tempat sepi, karna mengetahui kalau musuh yang mengintai ini sangatlah kuat.

"Kak Wild, aku hanya memberi saran. Bukannya akan lebih baik jika kita menghabisi mereka terlebih dahulu?"

"Tidak Luna, aku sudah memerintahkan para Hanzo tingkat 2 untuk menghadapi mereka. Kita akan menyadarkan mereka, bahwa dengan siapa mereka berurusan."

Entah kenapa, semakin Kak Wild Dewasa, semakin dia terlihat sangat menawan.

Walaupun dia pernah mencelakai, tidak. Bahkan membunuh pemilik tubuh ini sebelumnya, dan akhirnya aku memasukinya.

Luna sebelumnya mungkin akan merasakan sedikit dendam kepadanya, tidak...

Sepertinya ini adalah perasaan Luna yang sebelumnya, entah kenapa aku merasa dia belum mati dan masih ada jauh di alam bawah sadar tubuh ini.

Hm, ya aku tidak perduli juga sih.

Melihat dan merasakan sekitar, aku mengetahui kalau para Hanzo dan pengintai itu sedang bertarung senyap.

Aku sedikit membantu para Hanzo dengan membentuk klon yang terbuat dari Tentakelku, kekuatannya juga aku samai dengan Hanzo tingkat dua yang di kerahkan Kak Wild.

Setelah Luna El Laxion memberi bala bantuan, dia kembali ke penginapan bersama dengan Wild El Laxion.

1
Mega Siregar
uhuk~uhuk🤭
Elzi Lamoz: Maksih dah mampir
total 1 replies
Mega Siregar
nah , disini gue bingung jika dia mendapatkan pasangan dimasa depan😅

badan cewek tapi jiwa 🤭
Mega Siregar
apakah dia gadis yg sana dengan yg dibunuh???
Elzi Lamoz: Ya, tapi itu versi yang belum di revisi ulang. maaf kalo ada kata kata yng kurang paham
total 1 replies
mira
bagus kak
masa lanjut enggak kak 😣
Eca Eca
Buruk
Eca Eca
Kecewa
Mifthahul Thereze Rizki
Luar biasa
𝚁𝚊𝚢𝚊♡
boleh tuhh jadi pengenn
Rinaa
beliau ini tahu aturan
RATU REINKARNASI
anying emosi gw cok🖕
RATU REINKARNASI
Σ(゚Д゚;)
RATU REINKARNASI
🗿
RATU REINKARNASI
hey hey kumohon jangan
RATU REINKARNASI
aying bisa-bisanya 🤣🤣🤣
RATU REINKARNASI
boleh juga tuh
RATU REINKARNASI
julukan mu di dunia kegelapan atau biasa kita panggil dunia bawah
RATU REINKARNASI
kalo begitu buatlah benang seukuran nano atau atom😉
RATU REINKARNASI
mantap👍
RATU REINKARNASI
last bos tersembunyi kah?, atau rekan tapi kalo rekan seperti nya tidak kalo bukan last boss kemungkinan besar seorang penghianat
RATU REINKARNASI
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!