***
1000 tahun yang lalu di sebuah kerajaan harimau dengan ratu bernama Alice harus terbunuh oleh kekasihnya sendri yang sudah berpacaran dengannya tiga tahun, dia di tusuk oleh kekasihnya bernama jaiden yang menyukai adik tiri dari Alice yaitu Bianca Jlleebbb
" Akkhh,,,,!
" hahaha,,, akhirnya aku akan menjadi raja harimau dan Bianca yang akan mengganti kan mu, wanita sialan,,,!
Degg,,,!
" t-tunggu pembalasan ku,!
Akhirnya Alice menutup mata dan meninggal dunia, disamping orang kepercayaannya yaitu Brayen
" tunggu ratu 1000 tahun lagi, kau akan kembali dengan reinkarnasi dari keluarga Anderson " bisik Brayen di telinga ratunya Tunggu kisahnya,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Viie27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
end
****
Leon & Liona
~ Laila Dewanto Anderson { Kakak}
~Leandra Dewanto Anderson {Adik}
Ara & Raka
~ Zidan
Sabrina & Rafael
~ Farell
Xavia & Arkana
~ Frisilla
~ Adam
17 tahun kemudian
Leon dan liona hanya memiliki dua orang putri
Sandrina mempunyai satu putra begitu pun ada mempunyai seorang putra, via memiliki putra dan putri
Disini mereka sedang mengikuti pelajaran mata kuliah mereka yang sedang di ikuti, mereka semua beda jurusan hanya Laila dan Zidan yang sama.
" ila,,! Lo gampang ngga sih materinya, mumet " bisik Zidan
" sttt,,,! Diam Zidan,! Jangan berisik " ucap Laila
" ckk,,,!
Beberapa jam kemudian, akhirnya pelajaran pun selesai ila dan Zidan pun langsung meninggalkan kelasnya menuju kantin.
Di kantin
Disana ila dan Zidan sudah melihat teman teman mereka yang sudah menunggu mereka dari tadi
" tumben kak, ko lama, mata pelajaran nya sulit kak " ucap Leandra
" ngga! cuman nih si zidan ngedusel aja, ngga mau jauh jauh dari gw !
" uuhh,,,, dasar ngga mau jauh ! Tapi lo nya yang ngengkang Laila " ucap farell
Tiba tiba saat ingin duduk Laila di dorong oleh seseorang yang tak lain adalah Ana yang suka dengan Zidan.
Bruukkk
" Kakak,,,! Lo apa apaan sih hah,,! Main dorong dorong aja " ucap Lea kesal
" urusan sama Lo apa hah,,! Gw ngga suka dia dekat dengan Zidan! " ucap ana sambil menunjuk ila
ila pun menatap tajam ke arah ana yang rasanya ingin menampar nya wanita di depan nya itu.
" Lo mau apa hah,,! Zidan,,, Lo mau silakan ambil gw ngga butuh ! " ucap ila
Deg
Ada rasa sakit di hati Zidan saat ila mengatakan nya ngga butuh, Zaidan sudah mencintai ila sudah sangat lama
" Zidan ayo,! Kita pergi dari sini, mereka kan manusia manusia sampah " ucap ana
Pllakk
Ana dapat tamparan dari Lea yang sudah mengatakan sampah, dirinya lah yang sampah
" jaga bicaramu sialan hah,,! Kau yang sampah, Zidan kau bawa dia, aku muak melihatnya " ucap Lea
Lea menarik tangan kakaknya untuk segera pulang kerumah, pasti maminya khawatir
" sudah ! Kalian semua kembali saja ke rumah nanti malam kita ketemu lagi di arena balap oke " ucap Lea
" baik Lea! " ucap farel
Farel juga dari awal sudah menyukai Lea yang tegas itu, dari pada cewek peminim, minus dalam seperti ana itu yang pakaian nya kurang bahan.
Di mansion milik Leon dan liona, Lea dan ila pun sudah sampai di rumahnya dan memberi salam kepada kedua orang tua nya.
Ceklekk
" sayang,,,! Lohh, itu kenapa pipi Laila merah sayang !" ucap liona
" di tampar Ana mih, Laila ngga boleh dekat dekat dengan Zidan " ucap Lea
" Appa,,,! Kalian kan tumbuh besar mana bisa begitu, !
Liona akan memberi nya pelajaran ke ana yang sudah menampar putrinya, liona dan Leon sangat menjaga kedua putrinya tidak ada yang namanya main tangan kedua putrinya, ini malah orang baru sudah berani menamparnya
" sini sayang! Mami obat'n ya " ucap liona
" Iyah mih " ucap ila
Liona dengan sangat telaten mengobati Laila, Leon juga yang baru datang terkejut dengan apa yang dia lihat pipip putrinya merah karna kulit Laila berwarna putih susu
" ila kenapa mih, kenapa pipinya merah begitu " ucap Leon yang sudah duduk di samping Lea
" itu pih, di tampar Ana karna Deket Deket sama Zidan !
" papi harus ngomong sama raka ini, bagaimana bisa ana menampar ila " ucap Leon
Kedua putrinya tidak pernah mencegah apa pun yang di lakukan Leon, karna kebahagian papi dan maminya adalah yang terpenting bagi mereka.
Kring
Kring
" halo rak,! Lo kerumah gw sekalian bawa anak Lo itu !
" ada apa memangnya,!
" nanti gw ceritakan !
Akhirnya Raka, Ara dan Zaidan pun menuju rumah milik Leon, Raka masih binggung ada apa yang terjadi dengan mereka
Tok
Tok
Tok
Ceklekk
" sini kalian masuk!
Mereka pun masuk dan disana mereka melihat ila pipinya sampai memar gitu, Zidan pun terkejut tamparan ana membuat pipi putih milik ila sampai biru
" Zidan ! Bisa jelaskan kenapa ila di tampar oleh kekasihmu itu !
" maaf om,,! Tapi ana bukan kekasih Zidan dia hanya suka sama Zidan, !
Raka dan Ara saling pandang jadi ila di tampar karna ila Deket dengan Zidan dan ana menyukai Zidan.
" Ana itu anak siapa sih, kenapa bisa suka sama Zidan muka triplek gitu " ucap Lea membuat semua orang tertawa kecuali Zidan hanya diam masih memandang ila
Liona paham Zidan memandang ila dengan penuh cinta, biarkan mereka yang mengurus permasalahan mereka sendri
" Lea ! Kamu ke kamar sana, mami, om raka, aunty Ara dan papih ada yang mau di bicarakan" ucap liona mengkode ketiganya
" iya sayang, aunty ada urusan dengan mami mu " ucap Ara
" baiklah! Ara ke kamar dulu ya " ucap Lea
Tap
Tap
" ayok kita bicara di sana aja " ucap liona
Mereka berempat pun meninggalkan Zidan dan ila disana,
Disini Zidan dan ila sedang berhadapan, dia menatap ila dengan sendu, dia bersalah karna dirinya dia ditampar oleh ana.
" maaf ila! Gara gara aku kamu di tampar oleh ana !
" urus saja sana ana mu itu! Ngga usah temuin aku lagi " ucap Laila
Saat ingin beranjak dari tempat duduk, tangan ila di tahan oleh Zidan, dia tidak ingin dia pergi dari hadapan nya.
" t-tunggu ila!
Ila menatap Zidan tajam, dan tiba tiba dahi ila bercahaya di sana, tandanya dia sedang emosi dan dia bisa saja menyerang Zidan tiba tiba
Wuuussshhhh
Itulah cahaya yang menyala di dahi ila berwarna biru muda seperti langit, kalau sedang emosi cahaya itu bisa melukai Zidan
Tap
Tap
Tap
Liona melihat cahaya itu pun langsung memeluk tubuh putrinya, agar tenang dan tidak terbawa emosi
Greebbbb
" tenang sayang,,, tahan oke! Dia bukan musuhmu tahan " ucap liona yang sudah membisikan di telinga putrinya
Zidan terkejut saat cahay itu tiba tiba menghilang dengan bisikan dari liona, sebenarnya siapa ila kenapa dia mempunyai tanda itu.
" aunty minta maaf ya Zidan! Harusnya kalian tidak harus bicara berdua," ucap liona
" kenapa aunty!
Liona pun tidak tahu harus berkata jujur apa bohong, dia tidak ingin melukai hati Zidan, liona tahu dari tatapan Zidan mencintai Laila tidak dengan Laila nya hanya sebatas teman saja di sana.
" kenapa sayang! Ada apa yang terjadi dengan ila" ucap Leon
" emosinya mulai muncul sayang,! Seharusnya aku tidak di lahirkan kembali kalau aku harus melihat putri putri kita seperti ini " ucap liona sedih
" ssttt,,,! Ini sudah takdir! Yang penting mereka bahagia bersama kita, dan bahagia menjadi putri kita " ucap Leon
Leon menatap Zidan sendu seakan mereka harus tahu kalau liona adalah reinkarnasi ratu harimau putih
" Zidan! Mami liona adalah reinkarnasi ratu harimau putih" ucap Leon
*****
Jedddeerrrr
Raka dan Ara memang sudah tahu identitas asli liona adalah ratu harimau putih dan mereka awalnya terkejut, lama kelamaan mereka sudah terbiasa dengan sikap liona yang suka ke hutan itu.
" kau tau, ila dan Lea sama mempunyai kekuatan, mereka akan menunjukan bila emosi mereka tidak bisa terkendali kan " ucap liona
" maaf aunty !
" sudahlah, kau segera istirahat dan kembali besok lagi " ucap Leon
" baik om!
Akhirnya mereka pun pamit untuk Zidan nanti dia akan bicara pelan pelan dengan ila biar tidak ada salah paham.
Esok hari di kampus
Lea dan farel sudah sampai kampus yang membuat dia aneh adalah ila yang selalu menghindar dari Zidan, dan tidak saling sapa seperti biasanya
" Lea,,! Ila kenapa ko ngga biasanya sama Zidan !
" gw ngga tau, mungkin karna gara gara kemarin di tampar sama ana jadi dia seperti itu" ucap Lea
Farell hanya mengangguk mengiyakan ucapan Lea, dia senang bila terus bersama Lea, tiba tiba farell langsung menggenggam tangan Lea lembut, disana ada desiran aneh di dalam dada Lea. Farel langsung mengengamnya lembut
" rel,,,!
" hmmm,, kenapa Lea,,!
" bisa ngga lepas tangannya, kaya mau nyebrang jalan ajja " ucap Lea gemetar
" aku lebih nyaman seperti ini Lea,!
" ya tapi dadaku ngga karuan gini " ucap.lea
Farell pun tersenyum dan dia langsung mencium tangan Lea lembut disana banyak yang menyaksikan keromantisan mereka
Cup
" farell,,! Itu di lihat mahasiswa lain, aku malu?
" hmmm,,,! Malu Lea, kita di mobil saja ya " ucap farel yang sudah menarik tangan Lea menuju mobilnya.
***
Berbeda dengan ila dan Zidan hanya diam, tidak ada yang bersuara satu pun, di kelas pun sama tidak ada suara, biasanya juga Zidan sering bersuara sekarang Engan saat melihat ila dia sangat merindukan suara ila.
" gw kangen Lo ila!! Kapan Lo ngeliat gw lagi " batin zidan
Deg
Ila mendengar batin Zidan pun merasakan sakit yang luar biasa dari hatinya, sebenarnya ila pun merasakan apa yang di rasakan Zidan
" maaf!" ucap ila pelan
Zaidan melihat ila sudah beranjak dari tempat duduknya dia pun ingin mengikuti nya tetapi tangannya di tahan oleh ana di sana.
" ila ! Tunggu,,," ucap Zidan
Langkah ila terhenti kala tangan Zidan sudah di pegang oleh ana di sana, dia hanya tersenyum ke arah ila
" dia milikku, dan kau Takan bisa memiliknya " ucap ana
Zidan melihat pun langsung mendorong tubuh ana keras dan langsung mengejar ila di sana
Brukk
" Ila tunggu!
" Zidan ! Berhenti,,,!
Ucapan ana pun tidak di hiraukan oleh Zidan, dia malah berlari menuju ila melangkah saat di lobby Zidan langsung mengendong ila menuju mobilnya disana dan melaju ke apartemen miliknya
Happ
" ZIDAN,,! LEPASKAN AKU" ucap ila
" diam ila!!
Brakkk
Broommmm,,, broommmm
Anna yang melihat hanya mengepalkan tangan nya di sana, tetapi di situ ada mata liona yang melihatnya dia tidak akan melepaskan ana karna menganggu putrinya
" kau Takan bisa aku lepaskan sialan, karna kau telah menghancurkan kebahagiaan anakku " ucap liona dalam wujud harimau
Auuuu,,,,
Auuuu,,,,
Ana mendengar naungan harimau menjadi merinding dan pergi dari tempat itu dan beralih kemobilnya langsung pulang kerumah.
***
Setelah dalam perjalanan dari kampus menuju apartemen lumayan jauh, ila pun tertidur di sana
Zidan pun langsung mengangkat tubuh ila pelan agar dia tidak bangun dari tidurnya hingga dia sampai di depan apartemen miliknya
Ceklekk
" akhirnya sampai juga,!
Zidan merebahkan tubuh ila di ranjang miliknya, disini adalah apartemen milik dirinya tidak ada yang tahu kecuali farel.
Zidan melihat wajah cantik milik ila itu, kalau sedang tidur ila sangat menggemaskan
Ila pun mulai membuka matanya perlahan, dia melihat disini bukan kamarnya yang dia ingat tadi di bawa oleh Zidan, dan dia melihat foto foto mereka berempat dan juga ada seorang anak kecil di bawahnya adalah Frisilla dan Adam, di sana juga ila melihat Zidan dan ila saat mereka berumur lima tahun.
" euughhh,,,! Aku dimana ini, hah,,, kamar Zidan! Zidan masih menyimpan foto foto aku dan dia begitu pun mereka, begitu cinta nya dia sama aku " ucap ila pelan
Tiba tiba pintu pun terbuka ada Zidan yang membawa makanan di sana, dia menaruhnya di samping tempat tidur ila.
" kau sudah bangun ila,,!
" iya! Ada apa kau membawaku kesini dan kejarlah kekasihmu itu " ucap ila
" sttt,,,! Stop untuk membicarakan orang lain saat kita berdua aku ngga suka " ucap Zidan menempel kan jari nya di bibir milik ila
Ila hanya menatap sekilas Zidan pun tidak mau menatap nya lama karna baginya Zidan hanya teman masa kecilnya tidak akan menjadi kekasihnya
" ila,,! Aku mencintaimu, sejak kita pertama masuk SMP bareng rasa ini mulai tumbuh saat kita tumbuh bersama" ucap Zidan membuat mata ila terbelalak
Degg
Perasaan ila pun sama seperti Zidan, tapi dia tidak ingin menghancurkan hubungan orang karna dia.
" Zidan! Kita sudah berteman sudah sangat lama sejak kita kecil aku tahu kamu apa yang kamu tidak suka, begitu pun kamu tahu aku yang tidak suka,! Aku tidak mau memaksakan hati bila hati itu bukan untukku hanya karna sekedar kagum saja dengan diriku, maaf! Biarkan seperti ini saja " ucap ila membuat Zidan terdiam
Ila tahu apa yang di rasakan Zidan, dan dia langsung mengelus tangan Zidan lembut dia tidak ingin dia salah paham
" Zidan! Kita bisa berteman tanpa ada ikatan, aku sayang sama kamu hanya sebagai teman kecilku bukan untuk menjadi kekasih mu, sekali lagi aku minta maaf !
Zidan yang tidak terima dengan perkataan ila pun langsung menarik ila dan menindih tubuh ila
Bruukkk
" emmmhhhhhh
Bugh
Bugh
Ila memukul dada milik Zidan, dia tidak suka seperti ini, dia tidak mau Zidan menjadi pemaksa seperti ini
sudah berapa menit Zidan mencium bibir manisnya disana, tangan Zidan pun langsung membuka satu persatu kancing milik ila, setelah terbuka semua dia membuka pengait bra milik ila
Takkk
Zaidan pun meremasnya dengan lembut hingga tubuh ila mengelincang seperti cacing kepanasan, Zidan melepaskan ciumannya dan beralih ke leher jenjang milik ila
" z-zidan! Tolong, jangan seperti ini ahh,,!
" aku ngga kuat ila,! Aku tidak akan merusakmu hanya bagian tertentu saja " ucap Zidan
Zidan pun langsung melahap puting milik ila dengan lembut, menjilat dan menyedotnya
" ahhh,,, ahhh Zidan! Tolong lepaskan ahh!
Tangan satunya meremas dada satunya hingga ila pun mendesah kembali
" ahh,,, ahh,,, ahh!
Tiba tiba Raka dan Ara yang mengetahui Zidan membawa Laila itu ke apartemen nya sangat murka rasanya ingin menghajar anaknya itu
" disini pah! Cepat dobrak sebelum terjadi apa apa sama ila pah cepat !
" iya iya !
Brakkk
Satu tendangan Raka menghancurkan pintu apartemen itu dan membuat keduanya terpaku disana, ila pun langsung menendang Zidan di sana
Bruukkk
deg!
mata Zidan terbelak kala melihat ke dua orang tuanya ada di dalam apartemen nya, Ara pun sudah menghampiri ila di sana yang sudah ketakutan
" m-mama! P-papa!,,,
Pllakkk
" dasar anak kurang ajar hah,,! Kau melecehkan ila kan, otak mu dimana hah, sini sayang aunty bantu !
" mah, pah! Zidan mencintai ila,! Zidan ngga mau kehilangan ila!
" tapi ngga gini cara nya Zidan, kamu bisa minta ijin ke liona dan Leon !
Zidan paham ngga seharusnya dia melakukan itu ke ila, malah dia akan membenci dirinya
" pokoknya kamu harus minta ijin ke om Leon untuk menikah dengan ila! Dan papa akan mengurus semua lamaran kamu dan ila " ucap Raka
Zidan pun mengiyakan ucapan papanya pun dan segera minta ijin ke om Leon untuk menikahi ila.
Disini di depan Leon dan liona, Ara dan raka sudah memberitahu kan semuanya saat ila ingin di lecehkan oleh Zidan.
" maksud mu ingin menikah dengan putriku " ucap Leon
" iya om! Maafkan aku, aku salah om !
Leon melirik Raka pun mengiyakan dia akan menyetujui pernikahan mereka berdua, awalnya ila tidak mau, dengan rayuan Ara akhirnya ila mau menikah dengan Zidan.
Berita pernikahan Zidan dan ila pun sampai ke telingga ana, dia sampai ngamuk di kelasnya, disana Lea hanya menatap nya dengan sinis dan tidak akan membiarkan ana merusak kebahagiaan kakaknya
2 Minggu kemudian
Disini mereka sedang duduk di depan penghulu, mereka akan menikah sebentar lagi dan resmi menjadi suami istri
" sudah siap,,,!
" saya siap !
Penghulu pun menjabat tangan Zidan erat, dengan satu tarikan Zidan sudah mengucapkan ijab kabul dengan lancar, mereka berdua pun sudah resmi menjadi suami istri sah.
" sahh,,,!
" Alhamdulillah!
Kini mereka berdua saling mencium, Zidan mencium keningnya sedang kan ila mencium tangan Zidan.
" selamat ya sayang,! Semoga kalian selalu di berkahi kebahagiaan" ucap Ara
Liona pun tersenyum ke arah Laila dia pun sangat bahagia karna putrinya sudah menemukan kebahagiaan bersama Zidan dan sudah menjadi istri Zidan.
Tiba tiba Sabrina menatap anak nya itu sungguh aneh, menatap Lea dengan penuh cinta disana, dan Sabrina berbisik ke farell
" kau mencintainya nak " ucap Sabrina membuat farel kaget
" astaga,,! Mommy bikin farel kaget saja " ucap farell
" ssttt,,,! Diamlah jangan berisik " ucap Sabrina
Rafael yang geram pun langsung menjitak kepala anaknya itu tidak mau diam mulutnya itu
Pltak
" kalian berdua bisa diam tidak!
" iihh Daddy tuh, main jitak kepala farel saja " ucap farel
Sabrina akan bicara kan ini ke liona agar Lea menjadi menantunya itu, karna Lea juga sudah akrab dengan sabrina.
Acara pun telah selesai mereka pun kembali ke kamar masing masing, liona sekarang sedang berbicara dengan Sabrina disana
" ada apa Rin, kaya nya penting banget !
" aku ingin Lea menjadi mantuku, kau tidak keberatan" ucap Sabrina
" hah,,,! Baru saja aku nikahin si Laila sekarang aku mau nikah kan Lea juga, tapi farell dan Lea nya mau tidak " ucap liona
" udah gampang! Urusan ku " ucap Sabrina
" terserah kau Rin !
****
Akhirnya hari yang paling di tunggu menjadi kenyataan Lea dan farell akan menjadi suami istri dan mereka akan menjadi satu yaitu kita.
" rell,,,! Aku deg degan tau !
" sama!
" ya sudah kita ngga usah nikah aja " ucap Lea
" diihh,,,! Kita tetap nikah, aku ngga mau !
Akhirnya penghulu pun datang, farel sudah menjabat tangan penghulu hingga satu tarikan farell sudah sah menjadi suami dari Lea mereka pun bahagia selamanya.
7 tahun kemudian
Disini mereka pun sudah berkumpul dengan anak anak mereka,ila dan Zidan punya dua putra , kalau Lea baru satu putri mereka selalu memperebutkan putri dari Lea.
" Vania itu milikku tahu kak!
" tidak Vania milikku, kau sebagai adik harusnya mengalah !
" kau
"Kau
" kau
" stopp!!! Kalian memperebutkan aku, aku nya saja di bagi dua biar kalian tidak ribut " ucap Vania
Mereka pun akhirnya Diam tidak berisik lagi, Lea dan ila pun hanya tersenyum melihat anak anaknya memperebutkan Vania disana, andai Lea bisa hamil lagi pasti sangat ramai, katanya Lea sudah tidak bisa hamil karena waktu itu keguguran dan mengakibatkan Lea koma, itu membuat farel sangat takut, dia tidak memaksa Lea untuk hamil lagi.
Di rumah Lea dan farell pun dia bagaimana caranya untuk membicarakan ke pergian kedua orang tuanya untuk berkerja di luar negri dan Vania pun harus ikut kesana.
" sayang " ucap Lea
" iya mom! Ada apa mom," ucap Vania
Lea pun menyenggol perut suaminya itu agar bisa membantunya berbicara, dia tidak ingin dia yang di salahkan
" hmmm,,, begini sayang! Lusa Daddy dan mommy harus berangkat ke Australia, dan Vania harus ikut kami " ucap farell
" apa dad! Ke Amerika, jadi Vania akan berjauhan dong sama sepupu Vania " ucap Vania
Mereka berdua pun mengangguk dan mengiyakan, tetapi mommy dan Daddy nya akan berjanji mereka akan kembali lagi saat usia Vania sudah dua puluh tahun
" kita akan kembali kesini lagi sayang, saat kmu sudah beranjak dewasa" ucap Lea
" beneran mom!
" iya! Janji mommy !
" baiklah? Tapi aku pamitan dulu sama mereka ya mom,.dad!
" tentu sayang " ucap farel
Akhirnya pun Vania esoknya Pamitan dengan ke dua Abang sepupunya itu, tetapi salah satu ada yang tidak terima Vania pergi
" aku tidak ingin kamu pergi Vania!
" tapi bang, Vania hanya sebentar disana ngga akan lama ko,!
" janji !
" ya Abang! Vania janji,,!
~ Dareen
~ Damian
Salah satunya akan terobsesi oleh Vania saat dia kembali siapkah mereka yang terobsesi terhadap Vania.
Tunggu kisahnya dari mereka ya, akan ada cinta segitiga dan ada balas dendam pun ada di sini nanti author akan info di Ig ya, happy reading sampai jumpa kembali di novel sebelah nya.
10 tahun kemudian
" kau hanya milikku Vania hanya milikku dan hanya aku yang pantas memilikimu!
" tidak Abang! Kita sepupu kau tidak boleh mencintai ku !
" emmmhhhhhh
~TAMAT
saya sukaaa..lanjutkan