pernikahan yang amelia putri jalani bersama irfan hakim awalnya berjalan baik dan nampak harmonis meskipun masih belum mendapat restu dari ibu mertua, seiring berjalanya waktu usaha yang dirintis bersama sama secara perlahan mulai berkembang dan sukses dengan cepat.
setelah sukses irfan mulai berulah dengan kembali menjalin hubungan secara diam2 dengan mantan kekasihnya dan mendapat dukungan dari ibu tercinta.
siapa mantan kekasihnya irfan...?? bagaimana reaksi amelia setelah tau suaminya selingkuh...?? autor ikuti terus jalan ceritanya ya...!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KANS J, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
028
" Yaris tolong selidiki semua yang menyangkut febi selama 2 tahun terakhir, saya minta 3 hari laporan sudah harus ada !."
" Buat apa tuan ?, tuan mau menikah dengan nona amel tapi kenapa malah mencari tau tentang febi ?."
" Ck... Lakukan saja perintahku, kamu ini cerewet sekali !."
" Iya iyaaaa, dasar bos kulkas 2 pintu !, giliran sama nona amel saja sikapnya langsung berubah lembut kalah kalah kain sutra ."
Farrel langsung mendelik mendengarnya.
" Ck.... bilang saja ngiri.....!, makanya cari pacar sana biar tau rasanya hati berbunga bunga tu kaya gimana !."
" Nanti kalau aku pacaran trus lupa sama tugas dan kerjaan gimana ?."
" Ya tinggal aku pecat saja lah, pecat jadi assiten dan pecat jadi sahabat, gampang kan !."
" Ya sudah kalau begitu aku mau minta kerja dinona amel saja, aku yakin nona amel pasti akan menerimaku, nona amel kan orangnya baik tidak seperti....!."
" Berani kamu melangkah dan keluar dari ruangan ini, saya pastikan kamu akan kehilangan kedua kakimu !."
"Dih.... Ngancam !, kan sudah dipecat kenapa tidak boleh pergi ?."
" itu tadi kan cuma andai paijo !." bukan beneran !."
" Whaaaat...!, paijooo...?, heeeii.... namaku yaris bukan paijo setan !." teriak yaris dengan mata melotot
" hahahahahaaaa....!." tawa farrel pecah
Begitulah farrel, meskipun dirinya adalah seorang pewaris tunggal dari FATHAN GROUP tidak lantas membuatnya sombong dan tinggi hati, ia juga punya beberapa perusahaan pribadi yang ia rintis dari nol memanfaatkan gajinya sebagai CEO diperusahaan orang tuanya, hingga sekarang menjadi perusahaan yang tidak bisa dipandang sebelah mata dikalangan para pengusaha sukses lainya. dia bisa menempatkan dan menyesuaikan diri, disaat santai ia bisa bercanda leluasa dengan teman dan sang sahabat karibnya yang merangkap sebagai assisten sekaligus sekertaris pribadinya, tapi disaat mode serius ia akan kembali menjadi manusia dingin dan datar.
" Dasar sahabat tidak ada ahklak ."
" Sudah sana perintahkan anak buahmu, ngomel saja dari tadi kaya ibu2 komplek !."
" Apa lagi itu, tuan pikir saya tukang gosip ."
Kriiing
Kriiing
kriiing
Tiba hp milik farrel berdering, setelah melihat nama pemanggil farrel.langsung menekan tombol hijau.
" Hallo....!."
*................*
" Dia pergi sendirian ?, perginya dari mana ?."
*...............*
Baik, kamu ikuti dan jaga baik2 jangan sampai terjadi sesuatu pada calon istriku, paham ?."
*................*
" Oke...!, kalau ada apa2 segera kabari aku, tut."
Farrel celingukan cari yaris tapi sudah tidak ada diruangan.
Kemana anak itu ?, ck... kebiasaan keluar tidak bilang2.
Lalu farrel mencoba menghubungi amel beberapa kali namun tidak diangkat, mungkin lagi meting pikirnya , tapi kok tumben tidak ada telpon atau kirim pesan, biasanya setiap mau melakukan sesuatu selalu kasih kabar terlebih dahulu, apa dia lupa ya, batinya.
" Ya ampun tuan ini masih pagi, sudah melamun saja !, tenang tuan, cuma nunggu 2 bulan doang kan tidak lama, pasti sudah ti..!."
pletaakkk
Aduuuhh
" Tuan apaan sih, kebiasaan sekali lho maen lempar2 sembarang, sakit tau !."
Yaris ngomel2 sambil ngusap2 kepalanya yang kena lempar bolpoint dari farrel.
" Syukurin...!, sudah keluar gak ijin, masuk gak permisi, banyak bicara lagi !."
" Gimana mau ijin kan tuan lagi terima telpon !."
" Tapi masuknya kan bisa permisi to pea !, tau sopan santun gak sih !."
" Mau permisi bagaimana kalau penghuni ruanganya lagi asyik ngelamunin calon bini, dari pada buang suara sia2 ya mending langsung masuk saja lah !."
" Ck... Banyak alasan, dasar assisten laknat !."
" Dasar tuan bos semprul !."
" Tuan tidak mau melepas kaca mata dan maskernya ?, ini didalam ruangan lho ?."
" Tidak, amel bilang saya harus selalu memakainya kecuali dirumah !."
" Ya ampun tuan..!, tidak begitu juga kali, ini dikantornya tuan sendiri lho, masa iya ular itu bisa tiba2 datang kemari !."
" Siapa tau, namanya juga siluman bisa datang kapan saja kan ?, memangnya kamu sudah kasih tau security dan bagian resepsionis ?."
" Aduuh...!, maaf tuan saya lupa, saya akan kasih tau sekarang!."
Tok
Tok
Tok
Perdebatan antara 2 sahabat sejati terhenti karena ada yang mengetuk pintu.
" Masuk....!."
Ceklek
" Maaf tuan diluar ada orang tuanya nona febi ingin bertemu dengan tuan !."
" Siapa yang mengijinkan mereka masuk ?."
" Maaf tuan...!, saya tidak tau karena tiba2 mereka sudah ada didepan saya dan memaksa untuk bertemu dengan tuan."
" Sudah terlanjur mau bagaimana lagi, suruh mereka masuk ."
" Baik tuan..!."
" Yaris kamu jangan pergi dulu !."
" Selamat pagi farrel...."
" Pagi om, tante... Silahkan duduk."
" Terima kasih...!."
" Ada keperluan apa om sama tante datang kekantor saya pagi2 ?."
Kedua orang tua febi langsung saling pandang.
" Begini farrel, kedatangan kami ke sini mau minta uang kompensasi 20 milyar atas batalnya perjodohanmu dengan febi ." ucap ibu febi tanpa basa basi.
Deg...
" Kompensasi....?."
" Atas dasar apa om sama tante minta uang kompensasi segala, bukankah semalam sudah dijelaskan kalau perjodohan itu dibatalkan dan kalian sudah menerima keputusan itu ?."
" Iya kami tau farrel, tapi tetap saja kami dari pihak perempuan merasa dirugikan karena sudah menunggu lama tanpa kepastian dari kalian, lalu tiba2 dibatalkan dan kamu akan menikah dengan wanita lain."
" Pada hal selama febi menunggumu banyak pria2 kaya diluar sana yang ingin melamar febi, tapi karena perjodohan itu terpaksa kami tolak semua !."
" Saya tau alasan kalian kenapa tidak mau menerima laki2 lain sebagai menantu kalian !."
" Jadi tante tidak perlu capek2 mengarang cerita disini !."
Deg.......
" Dan untuk permintaan kompensasi itu maaf tante, farrel akan bicarakan dulu dengan orang tua !."
" kenapa harus kamu bicarakan dulu dengan orang tua segala, kamu kan tinggal kasih saja uangnya, selesai kan !." kejar ibunya febi.
" Lagian kamu sudah dewasa, orang tuamu tidak perlu ikut campur urusanmu !."
" Kalau begitu kenapa tante ikut campur urusan febi, pada hal febi sudah dewasa ?." farrel skakmat langsung.
Deg...
" Bukan begitu maksudnya farrel, kami hanya minta kompensasi saja, itupun kami minta tidak banyak hanya 20 milyar saja !."
" Hanya.... Tante bilang 20 milyar itu hanya ?."
" Kalau 20 milyar menurut tante itu... HANYA..!, kenapa minta sama saya ?."
Deg....
" Sudahlah farrel, tinggal kasih saja apa susahnya sih, lagian uang segitu kan tidak ada artinya buat kamu !."
" Maaf tante, farrel tidak bisa !."
" FARREL....!."
" Harusnya kamu jangan egois dong, disini febi lho yang kamu buat rugi masa kamu tidak paham juga, syukur2 kami hanya menuntut kompensasi tidak melaporkan kalian ke polisi, kalau sampai kami lapor polisi nama baik kalian akan hancur karena diliput semua media !." ucap ibu febi dengan penuh emosi.
" Tante ngancam saya ?."
" kami tidak ngancam, tapi kami bicara realita, harusnya kalian bersykur lho kami masih mau menjaga nama baik kalian, dan sebagai gantinya kami minta kompensasi itu !."
" Kalau farrel tidak mau bagaimana ?."
" kalau kamu tidak mau ya terpaksa kami laporkan kalian kepolisi dan akan kami blo up ke semua media, termasuk perbuatan mamamu yang memfitnah dan mempermalukan putriku semalam akan kami laporkan juga !."
" Ya sudah kalau begitu silahkan laporkan saja, saya tidak perduli dengan nama baik atau apalah itu, karena saya yakin orang yang punya otak waras akan tau mana yang salah dan mana yang benar !."
Deg...
Siall... Kenapa jadi begini sih batin ibu febi.
" Jangan begitu nak farrel, semua kan bisa dibicarakan baik2, ucap bapaknya febi melemah.
" Sudah cukup, silahkan kalian keluar dari ruangan saya, saya masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan." ucap farrel tegas.
" Yaris... Suruh mereka keluar, kalau tidak mau, panggilkan keamanan saja untuk menyeret mereka !."
" Tidak perlu, kami bisa keluar sendiri, lihat saja nanti kalian akan menerima akibat dari perbuatan kalian ."
Lalu mereka keluar dengan hati yang dongkol karena tujuannya telah gagal.
" Sayang sekali tidak sempat merekam tadi ."
" Siapa bilang tidak sempat, saya merekamnya semua kok dari awal sampai akhir !."
" Benar kah ?, wah kamu memang benar2 assiten andalan yaris tidak sia2 aku membayarmu mahal.
" Hmmm.... giliran menguntungkan langsung muji2 !." gumam yaris.
" Apa kamu bilang ?."
" Bilang apa...?."
" Ck... barusan tadi kamu bilang apa, kamu ngatain saya kan ?."
" Ngatain apa, tuan ini sembarang saja kalau bicara !."
Dalam hati yaris bersyukur dan tertawa karena farrel tidak mendengar gumamannya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
" Kalian masih ingat masalah yang dibuat wanita itu semalam dirumah tuan fathan ?."
" Masih bos, kenapa bos ?."
" Ck... Pakai nanya lagi, harusnya kalian tau kan apa yang harus kalian lakukan tanpa menunggu perintah dulu !."
" Bos telat.... Soal wanita ular itu, non amel sudah memintanya dari jauh2 hari bos, dan laporannya sudah ada di non amel semua." jawab alex santai tapi tetap terdengar tegas.
" Ooh ya...!, kenapa kalian tidak kasih tau saya ?."
" Kan bos tidak tanya, jadi kami diam saja lah ." jawab rio santai.
" Kalian berdua ini makin hari makin kurang ajar ya sama saya, benar2 minta dikirim kepulau tani biar bergabung dengan para tahanan disana !."
" Bercanda bos....!, Serius amat, masih pagi ini bos, tidak baik bagi kesehatan kalau suka marah pagi pagi !."
" Ck... Sok tau !."
Wiuuw... wiuuw.... wiuuw... Wiuuuw...!,
" Gawat bos...!, ada sinyal bahaya datang dari non amel !."
Teriak alex langsung melesat keluar dari ruangan dika di ikuti rio dan dika tanpa bertanya karena sudah mengerti maksudnya.
" Pakai mobil satu saja biar cepat !."
" Siap bos...!."
" Posisinya dimana lex ?."
" di cafe non amel sendiri bos !."
" Kecepatan tinggi rio...!."
" Assiaaaap bos...!."
Farrel pun kaget dan syok saat mendapat kabar kalau calon istrinya ada yang sengaja membuatnya celaka, lalu bersama yaris gegas pergi menyusul kerumah sakit dengan kecepatan tinggi.
Sebelumnya nayla didalam ruangan merasa gelisah karena majikannya pamit ke toilet sudah lebih dari 30 menit tapi belum juga kembali, akhirnya ia memutuskan untuk menyusul amel ke toilet, namun baru saja membuka pintu nayla mendengar teriakan dan keributan dari arah toilet, dengan secepat kilat nayla lari menuju arah suara dan betapa terkejutnya saat melihat majikannya sudah tergeletak dilantai bersimbah darah bersama seorang pria, nayla langsung menekan tombol sinyal tanda bahaya agar terkirim ke para pengawal yang terkoneksi langsung.
Saat dalam perjalanan kerumah sakit nayla pun tak lupa memberi kabar kepada orang tua dan calon suami majikannya.
" Cafe rio...!, kenapa malah lewat jalan ini ?."
" Non amel sudah sampai rumah sakit bos ."
" Apaaa....!, rumah sakit mana ?."
" Kasih ibu...!." jawab rio singkat.
Karena lagi mengemudi dengan konsentrasi penuh, takut terganggu kalau banyak bicara pikirnya.
Beberapa saat kemudian semua sudah sampai dan berkumpul didepan IGD rumah sakit.
Saat tau amel dibawa kerumah sakit KASIH IBU, diam2 farrel menelpon direktur rumah sakit agar menyiapkan dokter terbaik untuk menangani calon istrinya, kebetulan rumah sakit KASIH IBU adalah salah satu rumah sakit yang dimiliki FATHAN GROUP.
Tidak ada yang bersuara, semua hanya diam dengan pikiranya masing2 menunggu kabar baik dari dokter yang menangani amel.
" Maaf saya datang terlambat, bagaimana dengan amel pa, ma ?."
" Ayah...!."
" Sayang... Kok kamu ikut kerumah sakit nak ?."
" Bayu mau lihat bunda ayah, katanya bunda sakit, tapi bayu belum boleh lihat bunda !."
" Sabar ya nak...!, bunda lagi ditangani dokter didalam, kita doakan yang terbaik buat bunda ya, biar bunda cepat sembuh, bayu mau kan doakan bunda ?."
" Iya ayah...!, tapi bunda tidak apa apa kan ?."
" Tidak apa apa sayang, bunda akan baik baik saja, bundanya bayu kan kuat !."
Mendengar obrolan antara ayah dan anak itu membuat orang2 yang melihatnya merasa terharu termasuk farrel juga ikut merasakannya, dengan tersenyum farrel memanggil calon anak sambungnya itu untuk mendekat dan diberikan pelukan hangat untuk sekedar memberikan ketenangan.
" Dika....!, asistenmu pada kemana, kok tidak kelihatan ?, nayla juga tidak ada ?." tanya adiyaksa.
" Mereka sudah kembali ke cafe pa termasuk asistennya tuan farrel juga ikut, kebetulan tadi ketemu didepan !." bukan dika yang jawab tapi irfan.
Farrel yang baru sadar yaris sudah tidak ada ditempat, langsung mengirim pesan pada asistennya agar melakukan sesuatu.
" Sabar ya bu, semoga anak kita baik baik saja !."
" iya bu nindi, semoga amel baik2 saja, saya cuma tidak habis pikir bu, apa salah anak saya ?, kenapa ada saja orang yang ingin membuatnya celaka !."
Mendengar itu membuat hati farrel dan dika sakit, rahang mereka mengeras dengan gigi bergemeletuk menahan amarah yang berkobar didadanya, farrel dan dika sama2 bersumpah dalam hati akan mencari orang yang sudah berani membuat orang yang mereka sayangi celaka.
" Farrel perintahkan anak buahmu untuk kerja sama dengan orang2nya dika, tempatkan orang2 terbaik untuk menjaga menantuku !."
" Saya tidak mau kejadian ini terulang lagi kedepanya !."
" Iya ayah, farrel sama kak dika akan koordinasi soal itu ."
Sementara irfan dan yang lainya hanya diam saja mendengarkan.
Tidak lama dokter yang bertugas keluar untuk memberitahu keadaan pasien kepada keluarganya yang sedang menunggu.
" Bagaimana keadaan anak saya dokter ?." tanya hanum was was.
" Alhamdulilah anak ibu sudah berhasil melewati masa kritisnya dan kami juga sudah berhasil mengeluarkan racun yang sempat menyebar akibat dari luka tusukan itu !."
" Beruntung anak ibu cepat dibawa kerumah sakit sehingga ketahuan kalau luka tusuknya mengandung racun mematikan !."
Deg...
" Racun......?." beo hanum.
" Untuk pasien satunya saat tiba dirumah sakit sudah dalam keadaan meninggal ya, jadi jenasahnya sudah dipindah keruang jenasah ."
" KURANG AJAR... !, rupanya ada yang berniat untuk membunuh putri kesayanganku !." ucap adiyaksa dengan mata memerah.
Jiwa tentaranya langsung meronta ronta saat tau keadaan istrinya.
Fathan, dika dan farrel pun tak kalah murkanya saat mendengar penjelasan dokter.
Sementara irfan dan juan meskipun kaget tapi tidak memberikan respon yang berlebihan karena mereka sadar posisinya sekarang hanyalah orang luar, kecuali yang berhubungan dengan putranya.
" Sabar pa...!, papa jangan emosi, tidak baik untuk kesehatan papa !." hanum berusaha menenangkan suaminya.
" Terima kasih banyak dok, apa saya sudah bisa melihat anak saya dok ?."
" Sabar ya bu, anak ibu lagi mau dipindahkan ke ruang rawat inap dulu, nanti setelah disana baru ibu boleh menjenguk, itupun gantian ya jenguknya jangan banyak2 ya, cukup 2 orang saja !." jelas doker bijak.
" Iya dokter , sekali lagi terima kasih !."
" Farrel...!, cari dalangnya sampai dapat, tidak peduli orangnya mau sembunyi dilubang semut sekalipun, temukan mereka hidup2 !." ucap fathan dengan aura tegas dan dingin, siapapun yang melihatnya lansung merinding dibuatnya.
Farrel hanya menggangguk mantap, sebagai jawaban.
Irfan dan juan saling pandang lalu sama2 menelan silvanya, tidak sanggup membayangkan apa yang akan terjadi kalau sampai dalangnya nanti ditemukan.
Dika tetap tenang dan diam, dengan tatapan dinginya dalam hati sudah tau apa yang harus ia lakukan.
" Nek....!, bunda baik baik saja kan nek ?."
" Iya sayang, bunda baik baik saja, sebentar lagi baru kita lihat bunda ya setelah bunda dipindah ruangan !."
" Iya nek...!."
Kriiing
Kriiing
Kriiiing
Hp milik dika berdering, setelah melihat siapa yang menelpon dika langsung menekan tombol hijau.
" Hallo....!."
*.................*
" Sudah kamu periksa betul itu ?."
*...............*
" Baik, saya tunggu laporan selanjutnya !."
Tidak lama kemudian rio, nayla dan juga yaris datang bersamaan.
" Bagaimana. ?, apakah kalian menemukan sesuatu sebagai petunjuk ?, tanya farrel.
" Maaf tuan, kami sudah berusaha tapi belum berhasil menemukan apapun !."
" Sepertinya pelaku bukan sengaja membunuh dirinya sendiri tapi sengaja dibunuh dalangnya untuk menghilangkan jejak, karena mereka betul2 membersihkan apa yang sekiranya bisa menjadi petunjuk." jawab dan jelas yaris mewakili rekannya.
" Apakah diarea cafe dan toilet tidak ada cctv ?." tanya farrel lagi.
" Ada tuan....!, semua terekam jelas mulai dari pelaku masuk cafe sampai kejadian itu terjadi tapi itu sama sekekali tidak bisa dijadikan petunjuk tuan !."
" Mereka menggunakan penembak jitu dari jarak aman yang tidak bisa terjangkau oleh rekaman cctv yang ada untuk melenyapkan pelaku yang mereka tugaskan !." kali ini nayla yang menjawab dan menjelaskan.
" Untuk semuanya....!, maafkan saya atas apa yang terjadi, ini murni kesalahan saya sebagai pengawal pribadi karena saya tidak bisa menjalankan tugas saya dengan baik, saya teledor sehingga hal buruk terjadi pada nonya amel, saya siap bertanggung jawab dan dipecat !."
" Ini namanya musibah nay, apa yang terjadi pada putriku itu sudah atas ijin allah, siapapun tidak akan ada yang bisa menghindar jika allah sudah berkehendak, jadi jangan menyalahkan dirimu sendiri, saya yakin kamu sudah melakukan tugasmu dengan sangat baik !." ucap adiyaksa bijak setelah hati dan pikirannya kembali tenang.
" Bagaimana lex, apakah kamu ada menemukan sesuatu ?." tanya dika saat alex datang.
" Tidak ada bos, saya sudah tanyakan pada petugas yang membersihkan tubuh jenasah, mereka bilang tidak ada identitas atau barang apapun yang menempel ditubuhnya, kecuali pakaian yang dikenakan pelaku ." jelas alex.
" Sudah... Kalian tidak usah kuatir, yakin dan percaya saja, suatu saat nanti pasti Tuhan akan tunjukan jalan selama kalian terus berusaha untuk mencarinya !." ucap fathan memberikan motivasi.
" Tidak mungkin lah mereka bisa sesempurna itu pasti ada celahnya, hanya belum rejeki kalian saja untuk mengetahuinya !." sambungnya.
" Alex... !, apa kamu sudah tanya orangmu yang preman itu ?, kamu ingat !, mereka juga pernah melenyapkan saksi yang akan kita introgasi !."
" Sudah bos.... !, meraka dalam minggu ini tidak ada order kerjaan apapun !."
" Kami yakin preman itu tidak bohong ?."
" Yakin bos...!, ini bos lihat sendiri waktu merekan meting dan kegiatan mereka selama seminggu ini !."
Alex memberikan hp miliknya untuk memperlihatkan rekaman vidio yang selalu dikirimkan mata matanya.
" SHIIIITTT......!."
" Sabar kak... Pasti kita akan menemukan dalangnya, ini hanya soal waktu saja ." ucap farrel.
" Lebih baik kalian pulang istirahat dulu, biar saya yang temani amel di sini !." lanjut farrel kasih saran.
" Tunggu dulu, pengawal yang ayah minta tadi bagaimana ?." tanya fathan.
" Sudah siap ayah, mereka sudah ada diluar dari tadi !."
" Ya sudah kalau begitu, ayo besan kita pulang dulu, biar farrel yang jaga disini, nanti sore baru ke sini lagi !."
" Kita juga boleh pulang bos ?." tanya alex.
" Pulang... Pulang.... kepala lu peang, memangnya ini sudah jam pulang ?."
" Ya siapa tau to.... tiba2 bos baik hati dan suruh kita pulang gitu !."
" Tidak ada....!, ayo... Balik kantor sekarang !." jawab dika tegas.
" Ck... menyebalkan... !." gumam alex.
" Apa kamu bilang barusan ?." dika melotot.
" Bilang apa bos, saya tidak bilang apa2 !."
Farrel dan yang lainya hanya senyum2 saja melihat interaksi antara tuan dan assistennya, mungkin mereka semua berpikir kok bisa sama ya kelakuannya dan tertawa bersama dalam hati.
tolong like, comment dan vote nya ya teman2 jika kalian suka, terima kasih.
Alvaro harus tegas contoh kak Bayu dan keluarga
Di lanjut kak author