Pondasi sbuah hubungan adalah kepercayaan, jika kepercayaan telah retak bahkan pecah hubungan itu akan hancur. Kejujuran, keterbukaan dan juga saling mengisi satu sama lain itu juga pnting dalam sebuah hubungan. Ikuti kisahnya dan jangan lupa like, komen dan subscirbenya gais.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Atha Diyuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 28
Tak terasa malam semakin larut, karin meminta izin pada fatma untuk pulang. Meskipun alika dan damar keberatan namun setelah dibujuk ahirnya damar dan alika menurut untuk pulang.
" Om danang alika pulang dulu ya, kapan-kapan kita main lagi. Em ,makasih y om udah temenin alika sama ka damar. Rasa rindu alika sama ayah sudah tergantikan dengan bermain sama om. " Celetuk alika yang membuat hati danang seprti tersentil.
Bagaimana tidak, anak seuisanya harus merasakan hidup jauh dari sosok ayahnya. Padahal diusianya seharusnya dia sedang asik-siknya bersama ayahnya. Apa lagi perempuan, dia biasanya cenderung lebih dekat dengan ayahnya.
" Alika sudah nak, ayo jangan ganggu omnya lagi. " Ucap karin yang merasa tak enak hati dengan danang.
" Loh pak sopir kemana nang? " Tanya fatma yang tak melihat sopirnya dipos.
" Loh iya bu, kemana ya? " Danang mengedar pandangan namun hanya satpam rumah yang tengah berjaga dipos.
" Pak satpam! " Teriak fatma.
Satpam sigap dan langsung menghampiri fatma.
" Iya bu hajah bagaimana, ada yang bisa saya bantu? " taya satpam itu.
" Mana pak sopir? " tanya fatma.
" Oh dia lagi dikamar kecil bu, baru saja tadi dia masuk. " Ucap satpam.
" Waduh ini sudah malam, kasian alika pasti ngantuk ya nak. Apa tidak apa-apa jika menunggu sebentar lagi nak karin? " Ucap fatma.
" Biar danang saja yang antar bu." tawaran danang membuat fatma lagi-lagi terkejut. Tak biasanya anaknya bersikap seprti itu apa lagi mereka orang yang baru dikenalnya.
" Kamu yakin nang? " tanya fatma dan ternyata danang sudah berjalan menuju ketempat mobilnya terparkir dan yang lebih membuat fatma heran danang bahkan memakai mobil pribadinya untuk mengantar karin dan anak-anaknya. Padahal biasanya seorang danang tidak memperbolehkan mobilnya dinaiki orang lain selain ia dan ibunya.
Tiin tiin
" Alika ayo naik!" Teriak danang dari dalam mobilnya.
Alika dan damar berlarian menuju mobil danang.
Ditempat lain dimas terus merengek karna wulan tak kunjung pulang.
" Pah, sebenarnya mamah itu kemana pah? Kenapa mamah gak pulang-pulang, mamah pergi sama siapa si pah, mamah kenaman pah! " rengek dimas hingga membuat anik yang sudah terlanjur tidur terbangun mendengar rengekan dimas.
" Sabar sayang, mamah pasti lagi ada kepentingan sebentar lagi pasti mamah pulang. Dimas tidur ya nak, biar papah aja yang nungguin mamah nanti kalau mamah pulang papah bangunin dimas. " lujeng berusha menenangkan dimas yang bahkan sekarang tak hanya merengek tapi menangis kencang.
" Dimas, biasanya juga mamah pergi kan. Jangan manja dong dim ayo tidur sama mbah nanti kalau mamah pulang dimas pindah kemamah. " Anik menuntun dimas kekamarnya. Betapa marahnya lujeng melihat air mata dimas.
Setelah mengantar dimas kekamarnya anik lantas keluar dan mendekati lujeng.
" Apa nomornya tak bisa dihubungi? " Tanya anik mengejutkan lujeng yang tengah berdiri diambang pintu sembari terus mencoba menelfon istrinya.
" Ibu, tidak bu. Nomornya aktif dan panggilannya tersambung tapi sama sekali tak bisa dihubungi. Entah kemana dia bu, tadi dia dijemput mobil mewah bu. " keluh lujeng
Anin mendesah dan menarik nafas dalam, tanpa mencari tau anik sudah bisa menebak dengan siapa putrinya pergi dan apa yang sedang dilakukan oleh putrinya.
" Ya sudah, tidurlah lujeng nanti wulan pasti pulang. Kita tatar dia besok pagi. Ini sudah malam bukankah kamu besok harus kerja keladang juragan danang. Jangan sampai terlambat dia tidak suka kalau ada kayawannya yang terlambat. " Ucap fatma.