📌 update setiap Senin sampai dengan Sabtu pukul 23.00 WIB
Apa jadinya ketika seorang sahabat baik tidak sengaja melakukan hubungan cinta satu malam?
Caca dan Marshel saling berteman baik,dari bangku sekolah dasar hingga perguruan tinggi.Mereka tidak sendiri, pertemanan mereka terdiri dari Caca,Marshel,jovan Andrew dan Mila . Sekelompok persahabatan yang harmonis suka dan Duka.
di suatu saat Caca terlibat one night stand dengan Marshel yang notabenenya adalah berteman, mereka tidak punya pilihan lain untuk menyembunyikan rahasia ini dari teman-teman mereka.Saat dimana mereka dihadapkan dengan permasalahan pelik tentang kehamilan Caca yang membuat kerenggangan dalam persahabatan mereka .Mampukah Caca dan Marshel menyelesaikan dengan baik dengan segala rintangan yang menghadang?
CEKIDOT--->
stay tune dan selalu berpikir positif gengs...✋
Instagram eunhyeayu90
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eunhyeayu90, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 28
"aku tidak akan menikahi wanita itu!!!" ucap Marshel dengan lantang
Caca terlihat tercengang dengan ucapan Marshel yang secara lantang,ia menjadi bingung mengapa Marshel berbicara seperti itu padahal Wanita itu adalah kekasihnya.
"Aku tidak akan menikah dengan wanita yang tidak bisa mencintai kedua anakku melebihi ibunya..." ucap Marshel
"apa kau sedang menaikkan standarisasi calon istri mu...atau kau tidak niat menikah pada awalnya...??" tanya Caca dengan kesal
"sama seperti mu...aku tidak akan mudah untuk menikah dengan orang lain..." ujar Marshel dengan lirih
Caca lalu memalingkan wajahnya,ia bingung harus menanggapi seperti apa Marshel kali ini.
Marshel melangkah kan kakinya menuju ke arah Caca,ia kemudian tertunduk di depan caca yang berdiri memalingkan wajahnya.
"aku akan mengantarmu ke kantor.." ucap Marshel lalu berjalan menuju pintu dan membukanya
Caca kemudian menatap Marshel kembali,dan kemudian berjalan mendahuluinya.Marshel melihat kearah asisten rumah tangga Caca yang terlihat sungkan melihat polemik majikannya.Marshel kemudian mengangguk kearah bibik
"maafkan kami yang telah membuat anda tidak nyaman..." ucap Marshel kepada bibik
"tidak apa-apa tuan..." ucap Bibik
Marshel kemudian pergi meninggalkan apartemen caca dan menyusul keberadaan Caca yang saat ini sudah pergi terlebih dahulu.
...****************...
Caca telah sampai di gedung perkantorannya ia kemudian menoleh kearah Marshel yang berada dibelakangnya.Raut wajah marshel terlihat begitu datar,lalu dimanakah wajah sendu dan penyabar Marshel yang dulu.
"aku sudah sampai...kamu bisa meninggalkan aku..." ujar Caca
"aku akan kembali Minggu depan untuk menemui putra-putraku...dan diwaktu itu,aku akan mempertemukan mereka dengan Natalie...entah dia bisa menerima mereka atau tidak... keputusan ku menikah dengannya akan di tentukan saat itu..." ujar Marshel
Caca terlihat shock mendengar ucapan Marshel yang menurut nya selalu memberikan tekanan padanya.Ini bukanlah urusannya lalu kenapa dirinya begitu takut dan gugup akan hal itu.
...****************...
Dirumah Marshel, seluruh keluarga berkumpul mereka sedang membahas tentang libur Natal dan tahun Baru mereka yang rencananya akan pergi keluar negeri tepatnya ke Amerika.ini sudah kali kedua mereka berlibur kesana.Pertama saat Marshel di bangku SMA dan kedua pada waktu mendatang.Bu Lidya begitu antusias membahas keperluan mereka, yang ditanggapi suka cita oleh Pak Steven dan juga mitzy.Sedangkan Marshel hanya bisa terdiam dengan menikmati makan malam nya.
"aku sudah banyak mempersiapkan baju musim dingin untuk mitzy dan Juga Marshel... persiapan sudah 80%... kita hanya menunggu 2 Minggu lagi untuk berangkat bersama..." ujar Bu Lidya
"kamu tampak bahagia sayang saat aku mengajak mu pergi ke Amerika untuk merayakan natal??" ucap Pak Steven
"dari beberapa negara yang kita kunjungi...entah mengapa Amerika begitu menyentuh hati ku .." ucap bu Lidya dengan senyuman yang merekah
"kakak pasti banyak mempersiapkan banyak hal..." ucap Mitzy
"tentu Mitzy..." balas Bu Lydia dengan bersemangat
"Marshel .. bagaimana dengan mu...apa kau sependapat dengan mama mu??" tanya pak Steven
Marshel menatap kearah ayahnya,dia juga beralih menatap kearah ibunya.
"aku juga sangat menantikannya...jadi siapakan 2 tiket lagi... untuk kedua putra ku...* ucap Marshel dengan datar
Bu Lidya dan juga pak Steven terkejut mendengar ucapan Marshel kepada mereka.Bahkan Pak Steven mengambil air minum dan meminumnya untuk mengurangi kecanggungan nya.
"kenapa tiba-tiba...??ini acara keluarga kita.. kenapa kamu mengajak anak-anak itu??" tanya bu Lidya
Marshel menatap ibunya dengan tatapan tajam, "mereka anak-anak ku...dan cucu kalian..."
"Mereka tidak memiliki status sah secara negara jika anak-anak itu adalah keluarga kita... Kau masih menyangkalnya??kamu pikir mudah membawa mereka pergi ke Amerika.. tanpa wali?? jangan membuang waktu mu untuk menghayal yang tidak tidak ..."ucap Bu Lidya
Marshel terlihat menghembuskan nafasnya berat,dia begitu kesal karena ibunya membedakan anak-anaknya,
"kalau begitu kita ajak Caca ... " ucap Marshel dengan tajam
Mitzy terlihat tegang dengan perseteruan keponakan dan juga kakak iparnya itu sedangkan kakak nya sendiri terlihat diam memperhatikan perseteruan ibu dan anak itu.
"Marshel!!!" bentak Bu Lidya
"cukup!!!" ujar lantang pak Steven
Semua terdiam karena perkataan pak Steven yang menggelegar di seluruh penjuru ruangan.
"Ajaklah mereka jika mereka mau .. kalau tidak.. jangan memaksa kan kehendakmu!!!"ujar pak Steven dengan tatapan yang datar kepada Marshel
"sayang!!! Bagaimana bisa Kamu membuat keputusan seperti itu??itu berarti kau juga mengakui jika anak-anak itu adalah..."
"Mereka adalah cucu-cucu kita...jadi kita tidak bisa mengelaknya..." jawab pak Steven
Beliau kemudian berdiri dan meninggalkan ruangan meja makan.Sedangkan bu Lydia terlihat kesal dan berjalan menyusul suaminya.
Mitzy terlihat shock dengan ucapan Kakaknya yang memperbolehkan Caca beserta anak kembar nya ikut dalam liburan ke Amerika.ia kemudian menoleh kearah Marshel.melihat keponakannya yang terlihat diam , membuat Mitzy menilai jika keinginan Marshel tidak akan mudah di laluinya
"Apakah pertemuan terakhir mu dengan Caca memiliki perkembangan yang bagus?? kalian menjalani kisah asmara kembali??" tanya Mitzy
Marshel terlihat diam enggan menanggapi, Sedangkan Mitzy semakin banyak menduga-duga yang tidak pasti
"itu tidak akan mudah jika kamu tidak memiliki hubungan yang spesial dengan Caca... kamu tahu Caca sekeras kepala apa??dia tidak akan melepaskan anak-anaknya pergi bersama mu ke Amerika , apalagi dia menjadi wali dan ikut serta...siapa dirinya yang ikut perayaan natal bersama keluarga kita...Caca lebih menghargai dirinya akan hal itu..." ucap Mitzy
Marshel kemudian menoleh kearah mitzy dengan tajam, "kau ingin bertaruh dengan ku...jika aku berhasil membawa caca dan putra-putra ku ikut bersama ku ke Amerika..??"
"kau sedang memberikan tantangan untuk dirimu sendiri?? Lihat lah dirimu kau terlihat begitu sangat menyukainya ... sangat jelas diwajah mu..." ucap Mitzy dengan datar
Marshel terdiam dengan tatapan tajamnya,dia tidak bisa menjawab apapun ucapan Mitzy kepadanya nyatanya,dia ragu akan perasaan nya, antara cinta atau mengasihi.
"sebaiknya putuskan Natalie secepatnya sebelum semuanya akan berakhir...Caca tidak menyukai laki-laki yang berhubungan dengan banyak wanita..." ucap Mitzy dengan tatapan tajam kearah Marshel.
Mitzy berjalan pergi meninggalkan Marshel, sedangkan Marshel terlihat diam seribu bahasa.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yeorubun... bagaimana??kalian mau bertaruh jika marshel berhasil mengajak Caca dan kedua putranya??🤫😅😅aku sih tidak yakin nn
Halo gengs..masih aktif dan setia kan di Novel ini? terus dukung karya aku ya.. dengan cara like komen dan juga vote.sarangheo💋💋💋
Instagram eunhyeayu90
penyampaiannya cukup bagus mudah dimengerti.
sukses terus karyanya ❤️