Ellita yang mempunyai hobi membaca berbagai novel-novel fantasi, tapi setelah kematian nya dia malah masuk ke novel fantasi yang dulu pernah dia tinggalkan.
Dia harus menjalankan berbagai misi untuk menggagalkan berbagai macam rencana Pemeran Utamanya.
Tidak hanya itu, dia juga harus menyelamatkan tokoh-tokoh yang di rugikan oleh Pemeran Utamanya hanya atas nama cinta mereka yang egois.
Mampukah Ellita menyelamatkan mereka? dan apa yang akan dia dapatkan jika berhasil menyelesaikan misi-misi tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon April Eliani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kartu Terkuat Telah Hilang
"Ellita, bangun."
"Hmm ... "
"Bukan kah semalam kamu bilang untuk di bangunkan pagi-pagi buta? Sekarang sudah saat nya bangun ayo."
Melihat Ellita yang masih tidak merespon, Light pun mengangkat tubuh Ellita dan mendudukinya.
"Kalau kamu tidak segera bangun aku akan langsung mencium mu."
Melihat Ellita yang juga tidak merespon, Light mengangkat alisnya.
"Aku hitung sampai tiga, satu ... dua ... ti-"
"Aku bangun!" Kata Ellita, dan langsung memukul tangan Light.
"Apa yang akan kamu lakukan di pagi buta begini?" tanya Light sambil merapikan rambut Ellita yang berantakan.
"Hmm, kamu akan tahu nanti, sekarang ayo kita siap-siap dan aku akan membawa mu ke suatu tempat."
Ya, karena Ellita semalam sudah membaca apa yang dilakukan mereka selama ini dan juga sesuai dengan alur novel nya, Lilyana dan Pangeran kedua akan pergi keluar dan secara tidak sengaja mendapatkan keberuntungan.
Dari hasil mata-mata terhadap mereka berdua, Ellita mengetahui bahwa mereka akan keluar dan menyelinap pada jam setengah lima pagi, itu sebabnya Ellita memilih waktu setengah jam lebih awal dari mereka.
Dan semalam sebelum tidur Ellita memberi tahu Light untuk membangunkan nya dan mengajak Light untuk menyelinap jam 4 pagi.
Saat mereka sudah selesai, Ellita sudah menyiapkan dua jubah hitam untuk menutupi identitas mereka.
"Apakah kamu ingin mengajakku untuk melakukan tindakan kriminal?"
"Omong kosong!" Ellita langsung memelototi Light.
Tindakan kriminal apanya? aku akan melakukan misi menyelamatkan dunia tahu.
Kata Ellita dalam hati.
"Ayo, karena masih jam 4 pagi masih banyak yang belum bangun, kita harus keluar tanpa di ketahui siapapun."
"Baik, ayo pegang tangan ku."
Ellita dan Light langsung menyelinap keluar dengan di pimpin oleh Light, saat mereka sudah sampai di gerbang keluar akademi, mereka melihat ada dua penjaga yang menjaga gerbang tersebut.
Melihat mereka yang hampir tertidur, Ellita dan Light mengangguk, Light langsung menggendong Ellita dengan gaya putri dan melompati tembok tinggi akademi.
"Hei seperti aku mendengar sesuatu." Kata salah satu penjaga kepada temannya.
"Aku tidak mendengar apapun, lagipula semua orang pasti lagi tidur sekarang, itu pasti hanya hewan."
Ellita dan Light yang sudah ada di atas tembok hanya mendengar percakapan kedua penjaga itu dengan tenang.
Masih dengan posisi Light menggendong nya, Ellita membisikkan sesuatu ke kuping Light.
"Hei Light, lain kali jika ingin menggendong ku kamu harus kasih tahu aku dulu, aku kaget, untung kita gak ketahuan.
"Mulai sekarang kamu harus terbiasa jika aku gendong atau aku peluk."
Setelah mengatakan itu Light segera melompat kebawah, dan Ellita secara refleks memeluk Light dengan kuat.
Saat mereka sudah berada di luar gerbang akademi, Light langsung di hampiri oleh ajudannya yang telah menunggu kedatangan mereka.
"Tuan."
Mendengar panggilan itu, Ellita terkejut dan langsung menyembunyikan wajahnya ke dada Light.
"Tidak papa, dia adalah ajudanku." Kata Light sambil menepuk pelan punggung Ellita.
Mendengar itu, Ellita menghela nafas dan berniat untuk turun dari gendongan Light, tapi Light tetap menahan nya dengan erat.
"Dimana kuda yang telah saya perintahkan untuk kamu bawa?"
"Disebelah sana tuan, mari."
Menuju tempat yang di arahkan oleh ajudannya, Light tetap berjalan dengan mantap sambil menggendong Ellita.
Ellita hanya pasrah dengan perlakuan Light dan menunduk kan kepalanya dengan malu.
Saat sudah tiba, Ellita melihat kuda hitam yang besar dan gagah di depan mereka, melihat kuda yang besar dan nampak galak, Ellita sedikit takut.
"Dia adalah kuda kesayangan ku Ellita, aku akan selalu membawanya jika akan melakukan pemusnahan monster."
Light langsung membawa Ellita mendekat ke arah kuda tersebut.
"Light! tu-tunggu!"
"Tidak papa, dia menuruti semua perkataan ku, dia tidak akan berani menyakiti mu."
Saat mereka sudah ada di dekat kuda tersebut, kuda itu hanya diam, melihat kuda itu dari dekat, Ellita takjub, dengan bulu hitam yang mengkilap, badan besar dan berotot, Ellita jadi ingin mencoba memegang nya.
"Apa kamu ingin mengelus nya?"
"Apa boleh?"
"Tentu, ayo, dia suka di belai dengan lembut, apalagi di bagian lehernya."
Mendengar perkataan Light, Ellita mengulurkan tangannya nya secara berlahan, melihat kuda itu hanya diam, dia pun memberanikan diri untuk mengelus kuda itu dengan lembut.
Saat Ellita mengelus nya, kuda itu menggosok kan kepalanya ke tangan Ellita dengan jinak, melihat kuda itu tidak menolaknya, Ellita memberanikan diri untuk mengelus lehernya lalu memeluk kuda tersebut.
"Dia sangat menyukai mu."
Kata Light yang masih menggendong Ellita, yang saat ini memeluk kuda kesayangan nya.
"Aku gak nyangka dia adalah kuda yang lembut dan jinak."
Mendengar perkataan Ellita, Light hanya tersenyum tipis, kudanya adalah kuda yang selalu dia bawa berperang untuk melawan monster.
Dia juga tidak pernah lembut atau jinak kepada orang asing, saat ini hanya Ellita lah pengecualian.
Awalnya dia hanya berniat untuk membiarkan Ellita mengelus kuda nya dengan dia sekitar Ellita agar kudanya lebih menurut, tapi siapa sangka, ternyata kudanya sangat menyukai Ellita.
"Kalau begitu ayo kita pergi." Light langsung menduduki Ellita di atas kuda tersebut dan dia langsung duduk di belakangnya.
Ellita langsung menyandarkan punggung nya di dada Light dan memegang tangan Light dengan kuat agar tidak terjatuh.
Melihat Ellita yang tegang, Light mengubah posisi tangan mereka, dia membuat Ellita memegang tali kekang kudanya dan meletakkan tangannya dibatas tangan Ellita untuk mengendalikan kuda tersebut.
"Apa kamu tidak bisa berkuda?" tanya Light pelan di kuping Ellita.
"Aku belum pernah mempelajari nya."
Untung saja Ellita asli juga tidak pernah belajar menunggang kuda, jadi tidak akan ada yang curiga.
Kata Ellita dalam hati.
"Begitu, apa kamu ingin mempelajari nya mulai sekarang? kalau kamu mau aku akan mengajari mu."
"Oke aku mau!"
Membayangkan dia menunggang kuda dengan keren seperti yang di film-film, Ellita jadi bersemangat.
Tapi semangat nya langsung sirna dalam sekejap.
"Kita sudah sampai."
Light langsung melompat turun dan merentangkan tangan nya ke Ellita untuk menurunkan nya.
"Kamu gak papa?" tanya Light khawatir.
"Badan ku sakit-sakit semua ... " kata Ellita pelan sambil membungkukkan badannya kerena menahan sakit.
Mau menunggang kuda dengan keren apanya? Baru lima belas menit, semua badan ku langsung sakit.
Keluh Ellita dalam hati.
Melihat Ellita yang susah untuk berdiri tegak dan berjalan, Light berniat untuk menggendong Ellita kembali, tapi melihat tempat yang mereka kunjungi dia yakin Ellita tidak akan mau, jadi Light merangkul bahu Ellita dan menyandarkan badan Ellita ke arahnya agar lebih mudah untuk berjalan.
"Apa yang akan kita lakukan di sini?" tanya Light pelan. Ternyata tempat yang mereka kunjungi adalah pasar yang selalu beroperasi 24 jam penuh.
Jika Ellita ingin membeli sesuatu bukankah tidak harus pagi buta seperti ini.
"Ada yang ingin aku beli dan dia selalu membuka tokonya hanya pagi-pagi buta."
"Begitu, ayo kita langsung kesana, di mana arahnya?"
"Itu disana, di dekat gang yang gelap itu."
Light langsung menopang Ellita untuk kesana dan berhenti tepat di depan toko yang menjual berbagai ramuan obat-obatan.
Melihat semua yang di jual oleh penjaga toko itu, Light memandang Ellita dengan bingung, dan Ellita hanya melihat semua nya dengan tenang dan menunggu waktu yang tepat.
Oh itu dia anak itu!
"Light lihat!"
Ellita langsung menunjuk ke arah anak yang meringkuk di pojokan gang yang gelap, dan segera menarik Light untuk menghampiri anak tersebut.
"Hiks hiks hiks ... Ibu ... Ayah aku mau pulang."
Melihat anak itu menangis, Ellita langsung berjongkok dan melihat keadaan anak itu.
"Adik kecil, ada apa? Kemana Ibu dan Ayahmu?"
Melihat ada yang menanyai nya, anak itu semakin meringkuk dan ketakutan.
"Hei lihat ini, kakak bawa apa." Ellita langsung mengeluarkan banyak permen berwarna warni dan menunjukkan ke anak itu.
Melihat banyak permen yang menarik perhatiannya, anak itu secara berlahan mendekati Ellita.
Ellita langsung menyerahkan semua permen itu kepada anak tersebut, melihat anak itu yang tidak ketakutan lagi diapun mengelus kepala anak itu dengan lembut.
Ellita merasa bersalah karena tidak bisa menyelamatkan anak ini sebelum dia terpisah dari keluarga nya.
karena di novel nya pun tidak pernah di jelaskan kapan dan dimana anak ini akan hilang, yang Ellita tahu adalah tempat anak ini di temukan oleh Lilyana.
Berkat dia menolong anak ini lah, dia mendapatkan pendukung yang kuat di kekaisaran, karena orang tua dari anak ini adalah Bangsawan yang sudah bertahan sejak lama di kekaisaran serta memiliki posisi yang kuat.
Karena tahu kekasih dari Lilyana adalah Pangeran kedua, mereka memutuskan untuk mendukung Pangeran kedua untuk membalas budi, dan berkat dukungan dari mereka juga Pangeran kedua bisa bersaing memperebutkan tahta dengan Pangeran pertama.
Ellita hampir saja melewatkan momen ini karena aktivitas nya yang sibuk, itu sebabnya dia membawa Light bersama nya agar Light yang mengembalikan anak ini kepada orang tuanya kembali.
"Light, apa yang harus kita lakukan? Sepertinya anak ini terpisah dari keluarga nya."
Mendengar pertanyaan Ellita, Light pun ikut berjongkok di depan anak itu, dia memperhatikan anak itu dengan sangat serius, melihat anak itu yang fokus untuk memakan permen pemberian Ellita, dia melihat gelang yang digunakan anak itu.
"Adik kecil, apakah kamu nona muda dari Marquez Hel?" tanya Light dengan lembut.
"Iya benar! apakah paman kenal Ayah dan Ibu ku? Bisakah paman antarkan aku pulang? Aku sangat rindu dengan Ayah dan Ibu."
Melihat anak itu yang menangis kembali, Ellita langsung memeluk anak itu dan menghiburnya.
"Tidak papa sayang, kami akan mengantar kamu kembali ke Ibu dan Ayahmu, jangan menangis lagi oke." Kata Ellita sambil mengelus kepala anak itu.
"Kakak janji?"
"Ya. Kakak janji."
Mendengar anak itu yang memanggil Ellita kakak sedangkan dia paman, entah kenapa Light merasa tersinggung, diapun bertanya-tanya apakah dia setua itu.
"Ayo kita pergi dari sini."
Mendengar perkataan Light, Ellita menggendong anak itu lalu menutupinya dengan jubahnya yang besar.
"Apa kamu tidak papa? biarkan aku yang menggendong nya."
"Aku ingin dengan kakak perempuan!" Tolak nya dan langsung mengeratkan pelukannya ke Ellita.
" ... "
Melihat sikap anak itu, entah kenapa Light merasa terancam.
Saat meraka akan meninggalkan tempat tersebut, Ellita sekilas melihat Lilyana dan Pangeran kedua yang baru saja tiba, Ellita langsung berjalan berdekatan dengan Light untuk menutupi tubuhnya.
Kartu terkuat mu sudah tidak ada lagi, jadi apa yang akan kamu lakukan sekarang Pangeran kedua?
Bersambung
dukung aku terus biar makin semangat nulisnya bye bye 🤗🤗