NovelToon NovelToon
Life In Another World With The Goddess

Life In Another World With The Goddess

Status: tamat
Genre:Komedi / Fantasi / Petualangan / Harem / Light Novel / Tamat
Popularitas:5.5M
Nilai: 4.9
Nama Author: Isekai Fantasy

Menceritakan pemuda bernama Shiji yang tiba-tiba saja di panggil Oleh Dewi untuk menyelamatkan dunia.

Saat Shiji mendapatkan satu permintaan Ia tidak memilih kekuatan ( overpower ) atau pun senjata cheat, melainkan Dewi itu sendiri.

Bagaimana kisah Shiji selanjutnya, dimana ia harus mengalahkan raja iblis yang masih belum di ketahui keberadaannya di tambah ia juga harus melawan Dewi kegelapan beserta para penyihir Agung.

Kisahnya akan terus berlanjut....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28 : Kemunculan Gadis Loli

Setibanya di masion kedua wanita bertelinga kucing itu saling berpelukan. Ntah kenapa aku merasa iri.

"Eris, ayo lakukan dengan ku."

"Kau pasti ingin mencoba merasakan sensasi tubuhku."

"Sesuai yang di harapkan Dewi Eris, mampu melihat isi hatiku."

Pipi Eris memerah dan itu sangatlah imut.

Lalu.

Sebuah petir menyambarku dari atas, untunglah aku bisa menghindar, hanya saja.... sebagai gantinya kakiku malah terkilir.

Rosalin membantuku berdiri.

"Master, kau baik-baik saja."

"Mungkin beberapa hari ini aku tidak akan bisa berjalan, saat ini aku ingin istirahat di rumah."

"Apa maksudmu dengan tinggal di rumah, kita harus segera mengambil quest untuk bertahan hidup, kami bertiga sudah kehabisan uang loh," Floria berkata dengan frustasi, tak hanya di dunia nyata ia juga bangkrut di permainan monopoli.

"Aku masih punya banyak uang, jadi aku tidak perlu melakukannya."

"Shiji ada yang ingin kukatakan padamu." kata Eris selagi mengobati kakiku.

"Jangan di obati Eris."

"Tak apa ini harus, sebenarnya semua uangmu sudah habis, kami yang gunakan."

Mereka menyelinap ke kamarku.

"Apa yang sudah kalian lakukan pada uangku."

"Kami sedikit berhutang dan menggunakan uangmu sebagai pelunasan."

Mereka semua sudah tidak tertolong. Untunglah di dalam sakuku masih ada uang yang cukup untuk di gunakan selama seminggu.

Eris sudah selesai menyembuhkan kakiku.

"Jadi apa yang kalian pelajari dari semua ini."

"Kami akan berhemat."

Ketiganya mengatakan hal sama sembari berlutut di depanku, meski begitu perkataan harus di barengi hukuman agar mereka jera.

"Kalian bertiga akan mendapatkan hukuman."

Aku berhenti sejenak memikirkan.

"Selama seminggu kalian harus menjadi pelayan dan melayani Lita maupun Anita."

"Tapi aku harus segera melapor ke ibukota," jawab Anita lemas.

"Tak apa, kamu bisa mengirim laporannya lewat surat kan, bersantailah dulu disini, mereka akan memanjakanmu."

"Itu memang benar sih."

"Kau serius Shiji."

"Tentu, kalian harus di hukum."

"Heh."

Aku sekarang puas.

Saat memasuki masion sosok Rin muncul dan ia langsung memeluk ibu dan bibinya. Rin adalah sosok hantu yang terikat dengan rumah ini.

Aku beralih ke tiga orang itu.

"Sekarang ganti baju kalian, lalu layani kami."

"Ba-baik."

Anita duduk di sofa sambil di pijat Rosalin, begitu pula Lita dan aku.

Aku memilih Eris yang melakukannya.

"Apa sudah mendingan tuan."

"Ah, ya..kamu pandai memijat, ku yakin di masa depan nanti kau akan menjadi istri yang baik."

"Memangnya kau ingin istri seperti apa?"

Aku hanya tersenyum pahit padanya dan beralih ke arah Silviana.

"Apa Silviana mau di pijat juga."

"Ah, tidak.... aku hanya merasa hubungan kalian berdua sangat dekat."

"Kami memang saling mencintai, benar Eris."

"Tidak, tidak, cuma cinta sebelah pihak saja."

"Tolong jangan di batah dengan wajah serius, sakitnya tuh disini."

Eris tersenyum nakal, Dewi yang satu ini memang sangat jahil.

Aku ingat satu hari yang saat aku pergi belanja, aku tidak sengaja meninggalkan uang di meja, saat aku kembali mengambilnya, uang itu berubah menjadi batu. Aku lalu bertanya pada Eris, dia bilang itu pajak Karena membawa Dewi ke dunia ini, tidak masuk akal sekali kan.

Aku penasaran uangku di gunakan untuk apa.

"Apa sudah pegal, mau gantian."

"Tidak, aku merasa niat buruk darimu." Eris menolak kebaikanku.

Aku beralih menatap Anita, bukannya dia terlihat senang, aku merasa dia sedang tersakiti.

Aku buru-buru bangun dan memegangi kepala Rosalin, berusaha menjauhkannya dari lehernya.

"Apa yang ingin kau lakukan?"

"Satu gigitan saja."

"Jangan membuatnya menangis, kau baru saja ingin menyerang gadis suci, kau akan terkena hukuman ilahi."

"Maafkan aku."

Aku menenangkan Anita yang menangis tersedu-sedu. Disisi lain Lita menikmatinya.

"Kurasa itu sudah cukup Floria, terima kasih."

Floria menunduk layaknya seorang pelayan propesional, dia telalu menghayati perannya, sebaiknya aku mencabut hukuman mereka secepatnya.

Dua hari berlalu dan aku menyadari pekerjaan rumah mereka berantakan, dengan begini aku memutuskan tidak akan menghukum mereka lagi sampai kapanpun, lebih baik memarahi mereka saja.

Mereka kembali kepenampilan biasanya.

Anita sudah kembali ke ibukota dan yang masih berada di masion adalah Lita.

"Kami akan mengambil quest dulu, tolong jaga rumah."

"Serahkan padaku," jawab Lita menundukan kepalanya.

"Di lemari banyak pakaian ku yang bagus, kamu yakin akan terus mengenakan pakaian pelayan itu," suara itu berasal dari Floria yang menawarkan beberapa pakaian miliknya.

"Terima kasih, tapi aku lebih menyukai pakaian seperti ini."

Kami merasa pakaian pelayan memang sudah melekat dari dirinya.

"Kami pergi."

"Ya."

Biasanya lita akan marah jika aku menatap roknya, tapi belakangan ini dia seakan tidak peduli, apa sesuatu terjadi padanya.

Selagi memikirkannya kami sampai di guild, seseorang menarik tanganku sebelum aku melangkah masuk.

Dia Layla yang ku kenal.

"Ada apa, bukannya harusnya kau berada di dalam."

"Kemarin aku tidak sengaja menabrak seseorang dengan kereta kuda dan meninggalkannya di jalan."

"Penjaga.... penjaga, ada penjahat disini."

"Jangan lakukan itu, aku tidak ingin di penjara."

Aku menghembuskan nafas panjang.

"....saat aku tahu ternyata dia bangsawan dari kota lain, aku mulai ketakutan, dia pasti akan melakukan sesuatu yang buruk padaku."

"Yah, senang mengenalmu..."

"Oi, jangan tinggalkan aku."

"Kau harus membantuku."

"Meski kau bilang begitu, apa yang harus ku lakukan."

"Dia bangsawan yang cantik, berikan tubuhmu."

Yos... ayo kubur orang jahat ini dengan begitu dia akan kembali suci.

"Suruh Alex saja melakukannya, dia lumayan ganteng bukan."

"Aku lebih suka mengandalkanmu."

"Ngajak berantem ya."

"Heh!"

"Kau hanya tinggal minta maaf saja padanya dan masalah selesai, kami akan menemanimu...ngomong-ngomong kemana anggota partyku."

Aku dan Layla masuk ke dalam guild, benar saja disana telah duduk seorang gadis berpakaian gothic sambil memegangi kipas.

Kedua pengawalnya berdiri dengan anggun, mereka wanita berwajah sama aku tidak bisa membedakannya, yang ku tahu keduanya mengenakan pakaian serba putih serta membawa pedang di pinggang masing masing, bahkan rambut mereka terlihat sama..

Aku menatap kesekitar selagi mencari anggotaku, apa yang ku lihat semua orang telah berkeremun di pojokan.

Jangan jangan sebenarnya dia raja iblis.

Aku dan Layla mendekat.

"Kau datang juga."

Layla bersembunyi di belakangku, dia berkata dengan pelan namun masih bisa terdengar.

"Apa ada yang bisa saya bantu."

"Seseorang telah menabrakku, aku ingin memintanya dia mengganti rugi."

Tanpa di suruh Layla langsung belutut di depannya.

"Tolong maafkan aku, saat itu aku panik... maafkan aku."

"Hoho aku adalah seorang pedagang dari bangsawan viscount, setiap tindakan yang tidak sopan mereka harus mengganti rugi dengan harga setimpal."

"Eh."

Layla menengadah dengan wajah yang hampir menangis, aku sedikit kasihan padanya.

"Kau mengelola guild ini kan, sebagai balasan atas kesalahanmu aku akan mengambil tempat ini."

"Tolong jangan."

Ternyata gadis loli ini kejam juga, di banding Lita aku tidak merasa takut dengannya, dia hanya bocah kecil yang bermain main dengan kekuasaannya.

"Hey, dia sudah meminta maaf, bisakah kau melepaskannya, rambut bor."

"Siapa yang kau sebut berambut bor." dia membalas perkataanku.

Aku mengatakannya karena dia mengikat rambutnya bergaya twintail.

----Plang------

Dua pedang terbang menancap di langit-langit guild.

"Heh, kau hebat juga," dia menjilat bibirnya.

Barusan dia berusaha memenggal kepalaku dari ayunan pedang pengawalnya. Kalau bukan karena Rosalin yang berubah menjadi katana dan terbang ke arahku. Aku pasti mati.

Aku mengerenyitkan alisku, ternyata di dunia ini ada yang terlihat lebih kejam dari Rien.

Ngomong-ngomong kemana dia, aku tidak pernah melihatnya, seharusnya aku menyebar selembaran poster anak hilang, kurasa itu bisa menunggu untuk sekarang.

Si gadis loli berdiri dari kursi duduknya, sementara satu pengawalnya melompat ke atas untuk mengambil pedang yang tertancap.

'Namaku Craliere Rielfied... seorang yang menguasai perdagangan di seluruh benua Averrhoa, Jika kau macam macam denganku kau akan mati loh."

"Namanya sulit di baca, bolehkah ku panggil gadis loli."

"Oi."

Kedua pengawal itu bisa bicara ternyata.

Gadis loli itu tersenyum puas, dia mungkin masokis, melihatnya aku mulai merinding.

Lupakan soal itu, aku mulai berbicara seperti Hero sekarang.

"Bodo amat, mau wanita, laki-laki bahkan anak kecil seperti mu akan ku hajar huaha."

"Hey master, kau terdengar seperti orang jahat."

"Diam Rosalin, aku sedang mendeklarasikan kepahlawanan ku ini...aku adalah orang yang menjunjung ke setaraan, seseorang yang mampu meng dropkick seorang wanita."

"Master kau mengambil kutipan dari konosuba, minta maaflah pada Akatsuki Natsume--sensei."

"Maafkan aku, aku meminjam kata - katanya."

"Menarik sekali, kau berani melawanku, tunggu siapa yang kau panggil anak kecil.... akan ku beri kesempatan, jika kau bisa mengalahkan ke dua pengawal ku, aku akan mengampuninya, bagaimana?" dia berkata selagi menutup mulutnya dengan kipas yang di pegangnya.

Dari pojokan ruangan guild seluruh petualang berteriak antusias.

" Ayo lawan."

"Kau pasti menang, onii-chan"

"Hajar laki-laki mesum itu."

Dari sana aku mendengar teriakan seseorang yang tidak seharusnya mengatakan hal itu--- Eris.

"Kau berpihak pada siapa," teriakku.

Kurasa tidak ada jalan lagi, lagipula aku tidak ingin melihat Layla kehilangan tempat yang di sukai nya. Aku menghela nafas panjang sebelum berkata.

"Baiklah."

Layla berdiri, ia menyeka air di sudut matanya.

"Shiji, kau pahlawanku... aku akan memberikan tubuhku untukmu."

"Berisik, jika kau katakan lagi aku benar benar akan menguburmu," wanita di dunia ini sudah tidak tertolong, semua itu karena raja iblis....saat peperangan terjadi banyak pria yang di kirim ke medan perang dan tak pernah kembali, alhasil jumlah wanita lebih banyak dari pria jadi di sini tidak aneh jika pria memiliki lebih dari 10 istri.

Waktu itu juga, ketika aku tersandung batu, itu gara-gara Raja Iblis.

Dompetku hilang, gara-gara raja iblis.

Aku memenangkan lontre, gara-gara Raja ibli5s juga, ah, bukan itu gara gara aku.

Hanya dengan keberadaannya mampu menghilangkan keseimbangan di dunia ini.

Gadis loli berkata padaku.

"Kau harus mencari patnermu, bagaimanapun pedang yang kau pegang hanya sebuah pedang tidak akan di hitung.

Aku menoleh ke arah kerumunan.

"Ada yang mau membantuku."

Semua orang terdiam melemparkan tatapannya ke ruangan kosong.

Orang-orang ini...

"Biar aku saja."

Yang berjalan dari kerumunan adalah Floria.

"Floria, kau?"

"Tak masalah kan."

"Aku mencintaimu."

"Dasar bodoh, jangan mengatakan hal memalukan, jangan menangis, ada apa denganmu."

Ini hanya karena masa laluku yang kelam, saat di sekolah aku selalu jadi orang terakhir di pilih dalam kelompok, jika ada wanita cantik berjalan kedepan untukku, aku pasti akan menangis kan... aku bukan orang cengeng kan.

Gadis loli itu mengangkat satu tangannya sambil berteriak.

"Duel Di mulai."

1
LAU
apakah cerita nya konyol???
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hum
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... 100 Nil aja?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
hoo?
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
humu
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
beh
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Musuh berat Shiji ya
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Humu
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Uh, jadi Shiji pahlawan ke 2000 ya
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Hufftt
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
*Bersiul
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sudah ku duga, hanya sedikit yang bertahan di chapter ini
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Aku lanjut baca setelah sekian lama
guskus
nyimak
Andrian Septi raharjo
Luar biasa
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Pelayan Setia
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Sialan.. Ini Membuatku Menumbuhkan Iri Hati
𝙍𝙮𝙪𝙪 𝘼𝙯𝙖𝙩𝙝𝙤𝙩𝙝
... Medusa Ya..
Agung Juli
kapan novel iki rame yo?.
Agung Juli
kapan novel iki rame yo?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!