Kepergiannya 5 tahun lalu membuat kehidupan Deevana hancur berantakan, ia yang terbiasa hidup bebas dan lekat dengan dunia malam di manfaatkan oleh Ayah dan Kakak laki-lakinya. Deeva di paksa menemani para pria hidung belang setiap malam demi menghidupi keluarganya yang jatuh miskin lalu memiliki banyak hutang.
Di tengah rasa lelah dan putus asa ,nyatanya Deeva di jual kepada seorang pengusaha kaya raya.
Dan, betapa terkejutnya gadis malang itu saat tahu jika pria yang membelinya ternyata berondong kecilnya di masa lalu.
Apakah, cinta lama akan bersemi kembali setelah kontrak pernikahan di antara mereka telah ditanda tangani?
Sekuel dari nupel SAGARA ya, belum mampir silahkan baca lapak Ibun dan PanDa dulu, keh 😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nenengsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Mereka yang sudah pergi?" Tanya Shinta pada putranya, David.
"Ya, sepertinya Aga tak mau jika istrinya di biarkan di sini saat ada aku, Mah," Tebak pria tersebut dengan senyum penuh arti.
"Padahal, apa bagusnya wanita itu? seorang pel4cUr yang di beli dari MuciKar!" cetus Shinta, andai Aga atau pun Sagara yang mendengar sudah bisa di pastikan jika lidah wanita paruh baya itu akan di cincang halus saat itu juga.
"Aku jadi penasaran, Mah. Boleh aku main main dengan istri Aga?"
"Terserah! Mama hanya ingin rumah ini jatuh ke tangan kita," jawab Shinta yang memang tahu kelakuan anaknya tak pernah jauh dari perempuan perempuan penghibur.
"Dia cantik, dan aku harus mencobanya."
David yang memang sudah menyukai bentuk tubuh Deeva sejak awal melihat memang sangat bernApsu jika mengingat istri dari sepupunya tersebut. Apalagi saat mamanya juga mengatakan jika Deeva mantan kupu kupu malam, bayangan David kian liar dan menganggap wanita itu akan bisa di nikmatinya juga. Meski tak setampan Aga tapi David memiliki postur tubuh lebih besar, wanita manapun selama ini tak pernah ada yang menolak ber cinta dengannya.
.
.
Sagara pulang ke kediaman Pradipta bersama dengan putranya. Para istri sudah di ungsikan ke rumah utama. Jika hanya Shinta tentu tak akan masalah tapi ini ada David yang jelas ia seorang penjahat KelAamiN. Sedia payung sebelum MiMoy jauh lebih baik dari pada Ibun atau Deeva jadi korban kebIadAbAn laki laki tersebut.
"Apa-apaan ini?" teriak PanDa Sagara saat masuk ke dalam rumah peninggalan Daddy Riko sang mantan Duda Glowing.
Mendengar ada suara lain, David tentu langsung n menoleh. Ia tak terkejut sama sekali, justru sangat menikmati raut wajah Sagara dan AgaSyah yang jelas jelas sedang murka.
Bagaimana tidak, rumah yang begitu hangat dan penuh suka cita kini jadi tempat berkumpul manusia manusia tak tahu diri, pria dan wanita berkumpul menjadi satu dengan berbagai posisi. Belum lagi dentuman suara musik, makanan hingga botol botol minuman beralkohol yang tercecer dimana mana. Kediaman Pradipta kini tak ubahnya seperti tempat hiburan malam.
"Bawa pergi manusia manusia ini!" bentak Aga sambil menarik kerah baju David.
Ia yang sedang mabuk malah tertawa kencang, begitu pun dengan yang lain yang seolah tak perduli dengan kemarahan dua pria yang baru datang.
Di tinggal satu hari saja rumah itu sudah jadi ajang maksiat, entah apa yang akan terjadi jika nanti benar benar jatuh ke tangan Shinta dan anak anaknya yang selama ini hanya memikirkan dunia saja.
"Apa? kalian gak suka, hem?"
Satu pukulan pun mendarat di wajah David karna ulah Aga yang tak bisa mengontrol emosinya lagi, sabar dan rasa muaknya dengan tingkah manusia yang satu itu rasanya kian menipis apa lagi ia bisa merasakan tatapan David begitu penuh damba dan napsu pada istrinya kemarin. Suami manapun pasti tak akan pernah terima, ini bukan lagi tentang cemburu melainkan harga diri.
"Pergi kalian semua dari sini!" usir PanDa Sagara dengan tatapan penuh amarah seolah ia ingin segera memakan manusia manusia yang ada di dalam kediaman Pradipta.
Tak hanya mereka berdua, sebagai Tuan di rumah tersebut ia meminta semua pekerja membereskan semua yang ada di ruang tengah termasuk dengan orang orangnya juga yang di paksa keluar.
"Kau akan dapat balasannya!" ancam David yang tersungkur di teras depan karna di seret oleh Aga.
"Justru kau yang akan ku habisi," balas Aga tak mau kalah.
.
.
.
Lihat saja, apa yang akan ku lakukan setelah ini.