Dulu mencintaimu tidak ada dalam rencanaku. Namun suatu hari dengan alasan yang belum aku pahami, Tuhan menempatkanmu menjadi bagian terbaik hati dan pikiranku.
- Alerscha Febrian Dhanurendra
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon firefly99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 28
"Yakin mau di sini saja?" tanya Aland. Ia tentu khawatir meninggalkan Vy seorang diri di rumah ini. Sebenarnya tidak benar-benar sendiri, melainkan bersama beberapa penjaga yang tidak terdeteksi keberadaannya.
"Vy di sini aja, Ayah. Kakak pasti sedih kalau aku ninggalin rumah" ucap Vy. Ia sudah lebih berdamai dengan keadaan. Tidak mudah, tapi ia akan selalu berusaha.
Aland menghela napasnya.
"Padahal di rumah ibu udah disiapin kamar" ucap Alana.
"Terima kasih, bu. Kapan-kapan Vy nginap di sana kok"
"Ayah sebelumnya mau minta maaf. Tanpa izin Vy, ayah mempekerjakan seorang ART dan seorang nanny untuk Arunika. Tenang saja, mereka berada di bawah naungan perusahaan dan dibekali dengan ilmu sesuai dengan bidangnya masing-masing. Ada sertifikat renang, masak dan bela diri." ucap Aland.
Vy mengangguk.
"Terima kasih ayah" . Ia tentu sangat paham dengan alasan dibalik tindakan Aland.
"Kalau udah masuk sekolah, Arunika di bawa ke rumah aja yah sayang" ucap Alana.
"Ibu nggak sibuk? Kan ada nanny nya"
"Kalau ibu ada kegiatan, pasti bilang. Jadi jangan sungkan-sungkan untuk ke rumah. Ibu akan menunggu Vy di rumah, okay sayang?"
Vy mengangguk.
Alana memeluk Vy, menciumi wajah gadis cantik di depannya.
"Ibu tahu, Vy pasti kuat."
Aland juga ikut memeluk Vy. Anak perempuan ini sungguh sangat tegar menghadapi cobaan hidupnya.
"Terima kasih ayah, ibu"
Vy baru memasuki rumahnya saat mobil yang membawa Aland dan Alana sudah tidak terlihat. Perasaan Vy tentu sangat tak karuan. Bagaimana mungkin ia bisa menjalani hidup hanya bersama seorang bayi yang bahkan belum berusia 1 tahun di tengah kerasnya dunia seperti ini.
"Ma ma ma ma" oceh Arunika yang sedang berada di ruang keluarga, ia berada dalam pengawasan nanny nya.
"Dedek lapar?" tanya Vy.
Anak kecil itu menggelengkan kepalanya.
"30 menit yang lalu sudah makan bubur, 15 menit yang lalu minum susu, nona" lapor nanny nya, sebut saja namanya Jasmine.
"Terima kasih, kak" ucap Vy.
Jasmine mengangguk sopan.
"Dedeknya saya bawa ke kamar, kak. Kak Jasmine boleh istirahat " kata Vy.
"Jam kerja saya belum selesai nona." tegas Jasmine.
Vy hanya menghela napasnya pasrah. Ini sih namanya bodyguard berkedok baby sitter.
"Ma ma ma ma" oceh Arunika.
"Aunty Vy" Vy mengajari Arunika untuk menyebut namanya.
"Ma ma" Arunika seolah tidak ingin kalah, ia memanggil Vy dengan sebutan mama.
"Serah kamu dek" pasrah Vy.
batita itu tertawa lucu dan bertepuk tangan.
✨✨✨
Pagi-pagi sekali, Vy akan membawa Arunika ke kediaman Aland, sebelum gadis itu berangkat ke sekolah.
"Ibu nggak sibuk, kan?" tanya Vy memastikan.
"Nggak, sayang" Alana mengambil Arunika dari gendongan Vy.
Jasmine berdiri dengan siaga di sekitar Arunika.
"Vy pamit, bu." Vy mencium punggung tangan Alana, juga tak lupa menciumi wajah Arunika.
"Ma ma"
"Iya, mama ke sekolah dulu yah. Dedek di sini, sama oma dulu"
Vy mencoba menikmati saja panggilan Arunika kepada dirinya.
David kembali menginjak pedal gasnya saat Vy sudah duduk dengan tenang di kursi penumpang belakang. Sudah sangat lama rasanya Vy tidak menginjak sekolah, nyaris sebulan lamanya. Entah alasan apa yang Aland berikan kepada pihak sekolah.
"Selamat datang cantik" sapa Yuki paling heboh.
Vy tersenyum melihat teman-temannya begitu antusias saat melihat dirinya memasuki kelas.
"Terima kasih yah" ucap Vy kepada semuanya.
Hari-hari Vy di sekolah berjalan seperti biasanya, yang berbeda hanya saat ia berada di rumah. Sebab tidak ada lagi Elena yang akan menyiapkan makanan, atau Ryan yang akan mengetuk pintu kamarnya untuk memintanya makan di bawah.
Satu hari....
Satu pekan....
Satu bulan berjalan dan Vy sudah terbiasa dengan semuanya. Pagi hari ia disibukkan dengan dirinya dan juga Arunika, setelahnya ia akan ke sekolah dan belajar, sorenya ia akan berada di rumah.
"Hang out yuk" ajak Yuki.
"Ke mana?" tanya Keyla.
"Kemana gitu. Ke cafe atau lihat sunset di batbat, atau keliling mall " jawab Yuki.
"Mall aja." kata Rosa.
"Vy?" Yuki meminta pendapat Vy.
"Nggak bisa ngasih jawaban. Kalian kan tahu, sekarang ada Arunika bersama aku" Vy meringis.
"Vy mah kayak orang susah. Bawa Arunika juga lah. Dorong stroller mah gampang" Kata Keyla.
"Gue yang dorong deh. Jadi baby sitter nya Arunika aja gue mau" ucap Yuki.
Vy tersenyum.
"Terima kasih yah"
Yuki, Rosa dan Keyla berdiri agak bisa memeluk Vy.
"Jangan sungkan-sungkan kepada kami, Vy" ucap Rosa.
"Nah, bener. Meski pun sedikit gila, tapi kami penyayang kok" sambung Yuki.
Setelah pulang sekolah, mereka benar-benar ke mall untuk jalan-jalan. Tapi sebelumnya, mereka menuju ke kediaman Aland untuk menjemput Arunika.
"Yang tadi rumahnya Adriel?" tanya Yuki.
Vy mengangguk.
"Dengar-dengar dari Dylan, mereka bakalan balik 6 bulan lagi, soalnya ada laga U-23." beritahu Keyla.
"Iya, Ikram juga sempat ngomongin itu kapan hari" Timpal Rosa.
"Lo nggak LDR-an lagi dong?" tanya Yuki pada Keyla.
"Tetap LDR-an , tapi intensitas baliknya yang lumayan sering dan lama. Kalau Dylan ada pekerjaan di Endelstow, yah dia balik kesana, tapi mungkin nggak lama" jelas Keyla.
Yang lain mengangguk mengerti.
"Ma ma" Arunika yang sedang berada dipangkuan Rosa memanggil Vy.
Vy menoleh,
"Iya sayang? Mau minum susu yah" Dengan telaten Vy mengeluarkan botol susu dari cooler bag dan memberikannya pada Arunika.
Tangan kecil itu sudah bisa memegang sendiri botol susunya.
"Dia manggil lo Mama?" tanya Rosa, ia speechless mendengarnya.
Vy mengangguk.
"Huahh, jadi mama muda" takjub Yuki.
Yang lain terkekeh, ketetapan Tuhan memang tidak pernah diprediksi. Vy masih kelas 11 dan ia sudah dipanggil mama oleh bayi yang berumur 9 bulan.
Teman-teman Vy menepati janjinya untuk membantu Vy menjaga Arunika selama mereka jalan-jalan di mall. Vy sendiri bahkan tidak kebagian me-momong Arunika.
"Bajunya lucu" Yuki bahkan tidak segan-segan mengeluarkan uangnya untuk Arunika.
"Yuki, udah. Bajunya Arunika udah banyak." larang Vy.
"Udah, Vy. Biarin aja" Rosa mendukung Yuki untuk menghamburkan uangnya.
"Gue nggak dibelanjakan, Yuki?" tanya Rosa.
"Melunjak bener" ucap Yuki.
"Ini tuh berlaku untuk Arunika saja."
Yang lain tertawa.
"Kalau putri tunggal gabut, kerjaannya pasti begini nih" Keyla menggelengkan kepalanya heran.
"Kayak gue sendiri aja yang putri tunggal. Nih orang dua juga yah" tunjuk Yuki pada Rosa dan Vy.
Sebelum pulang, mereka menyempatkan untuk makan bersama.
"Maaf nggak bisa lama, soalnya lagi bawa Arunika" ucap Vy kepada teman-temannya.
"Santai kali, Vy. Ini juga udah mau balik kok." kata Keyla.
David sudah menunggu di parkiran mall.
sekali lagi maaf ya thor sbb dr awal baru x ni othor ada typo dlm nulis 🙏🏻😊. selebihnya othor hebat👌
makin kesini makin maniiiiis crt nya