seorang gadis yang terus menerus menyesal dengan takdirnya dan berharap segala kepahitan yang ia rasakan hanyalah mimpi buruk saja,namun siapa yang bisa berlari dari takdir dan kenyataan? Bagaimana caranya hidup tanpa mengeluh? Bukan ini yang selama ini aku cari,bisakah aku memegang kendali untuk hidup yang ingin aku nikmati?!
"berhenti mengeluh nak,kau hanya akan menyakiti diri sendiri pada akhirnya"kalimat itu yang slalu ku dengar .....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Park ell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
28
Secangkir kopi tak begitu yakin bisa membuat hari mu selalu berjalan baik.
"Iya mor,tolong ya"
"Kenapa gak bikang dari awal kalau ai ada disana"tanya amora
"Naira yang minta buat gak kasih tahu keberadaanya"jelas bara.
"Kita perlu kasih dia waktu"lanjut bara sembari menyeruputi kopi hitam itu.
Tuhan itu baik bukan?buktinya kamu masih hidup walau setelah penderitaan yang menyakitkan.
___________
"Sekarang lebih baik?"tanya dokter amel memijit pelipis naira,ia terus muntah sejak pagi tadi.
"Dokter?apa ini ciri ciri gila?"pertanyaan bodoh macam apa yang naira katakan
"Naira,apa yang kamu pikirkan"amel sungguh tidak menyangka dengan kondisi naira saat ini.
"Saya akan kasih kamu obat mual nanti"ucap amel memandang naira iba.
"Bukan hanya takut gila,tapi aku juga takut untuk hidup rasanya"ucap naira dalam hati.
"Naira,apa kamu tidak ingin pulang?kamu hampir satu bulan disini?"tanya amel,
"Boleh aku tinggal lebih lama lagi?"bukannya menjawab pertanyaan dia malah balik bertanya dengan pertanyaan lain.
Amel begitu bingung karna tidak bisa membantu naira dengan baik selama ini,semoga ia kembali temukan semangatnya.
Untuk kali keduanya ia datang ke tempat yang selalu menyimpan luka sahabatnya,bagaimana bisa ia terus menerus kembali ketempat ini? Apa karna ia juga selalu ingin menjadi rumah untuk orang lain?
Amora sudah berada tepat di depan pintu ruang inap naira,tapi rasanya ia masih belum siap melihat kondisi sahabatnya itu.
"Apa kabar naira?"pertanyaan itu yang pertama kali muncul dibenak amora saat ia melihat punggung sahabatnya itu
'Apa aku begitu terlambat ai?'batinnya begitu tersiksa saat melihat wajah naira yang begitu pias.
"Amora"ucap naira tanpa suara,senyuman itu terbit begitu indah.
tingkahnya seperti anak kecil yang baru saja bertemu keluarganya lagi,amora dengan langkah yang cepat menghampiri wanita pias itu dan langsung memeluknya.
Pelukan yang begitu hampa tapi dengan seseorang yang nyata ada di depannya.
"apa kabar amora?"tanya naira dalam pelukan itu,entah apa tapi ia begitu senang melihat kedatangan amora sahabatnya.
"You crazy"jawab amora melepas pelukannya,naira tertawa kecil mendengar ucapan sahabatnya itu.
"Yes,aku sudah gila sejak lahir"jawab. naira,senyumannya tak memudar.
Amora merasa naira sudah membaik,tidak seperti apa yang dokter tadi katakan.
"Jadi keseharian kamu apa sekarang?kamu gak kangen kuliah bareng aku ya ?"tanya amora dengan tampang polosnya.
"Aku cuman nulis diary..."jawab naira tampak memikirkan sesuatu yang lain,amora dengan sabar menunggu kelanjutan itu.
"Dan beberapa minggu lalu,aku punya teman disini"lanjut naira tersenyum mengingat temannya itu.
"Boleh aku baca itu?"tanya amora menunjuk diary di samping naira,naira tersenyum dan memberikan buku itu dengan senang hati.
Kebiasaan naira tidak berubah,ia selalu senang menulis kata kata padahal ma'na di dalam nya menceritakan dirinya dan hanya dia yang mampu menjelaskan itu.
Namun naira sedikit terkejut karna menemukan tulisan orang lain dibuku naira,bukan kah dia tidak suka ada tulisan orang lain dalam diary nya?
"Ini?"tanya naira menunjukan tulisan yang sepertinya milik anak kecil.
"Itu tulisan teman ku,dia menulis itu sebagai salam perpisahan"jawan naira tenang
"Dia meninggal..."
"Bukan meninggal,kondisinya jauh lebih membaik dan langsung pulang saat itu"jawab naira cepat agar amora tak salah faham,amora tersenyum kikuk karena mengira seseorang telah meninggal.
"Namanya Namira?"tanya amora saat membaca nama kecil disudut buku itu.
•••••
Hai kakak cantik
Terima kasih karena mau berteman dengan ku :)
Boleh aku tulis sesuatu disini?
"aku tidak perduli pengalaman seperti apa,pengalaman ku.
tidak peduli betapa sulitnya hidup ini.
Aku berjanji pada diriku sendiri sekarang,bahwa aku akan terus menjalankannya.
jika aku terlalu lelah untuk berlari maka
aku akan terus berjalan bersamanya
aku akan terus mendaki daripada memilih terjatuh dan meninggalkan segalanya"
Aku harap kakak juga lekas kembali dan jangan pernah lupa cara untuk tersenyum :)
Semoga dia juga sehat di dalam sana.
@namira_8
•••••
Begitulah isi dari salam perpisahan itu.
"Maksudnya angka ini apa?"tanya amora menunjuk angka 8 itu.
"usia nya"jawab naira membuat amora begitu tak percaya,bagaimana bisa anak yang baru berusia delapan tahun bisa menulis kata kata dengan begitu dewasa.
"Are you oke?"tanya amora menatap naira yang menatapnya sendu.
"Oke"jawabnya lalu tersenyum lagi.
Amora terus membaca semua isi diary yang hampir terisi penuh itu,ada beberapa lembar yang membuatnya merasakan sakit yang naira rasakan.
Namun ada hal yang lebih menarik perhatiannya,
"Kenapa ada dua donat disini,padahal hanya ada satu sosok perempuan!"ucap amora mempertanyakan gambar yang dibuat dengan warna hitam itu.
Bukannya menjawab naira hanya tersenyum getir,amora tak kan memaksa jika naira memang belum siap menjelaskannya.
"Mau jalan-jalan ke taman gak?"amora bukan bertanya sebenarnya,ia lebih ke mengajak.
"Aku mau makan es krim coklat"ucap naira,amora senang mendengarnya karena sudah begitu lama naira tak meminta makan es krim coklat yang menjadi kesukaannya itu.
Mereka pun menghabiskan sore itu dengan perasaan yang senang di taman yang tenang.
Es krim coklat,roti keju dengan lagu kesukaan keduanya zero o'clock(BTS).
Amora berusaha untuk selalu menyimpan momen ini di ponselnya tanpa sepengetahuan naira.
"Tolong bertahan dan lebih kuat lagi naira,aku tahu kamu yang paling terbaik"ucap amora dalam hatinya.
"Amora,aku kepengen makan leci deh"ucap naira
"Tiba-tiba?"amora terlihat kaget mendengar pernyataan sahabatnya ini
"Iya"jawab naira begitu antusias
"Kamu lupa kalo kamu gak suka leci?"tanya amora seperti orang linglung
"Hah,pokoknya aku mau leci mora"ucap naira merubah wajahnya seperti anak kecil yang tidak diberi permen.
"Hah... Oke,kita beli sekarang"ucap amora tak tahu lagi harus menjawab apa,mereka pun mencari leci di super market terdekat.
"Awas aja lu kalo gak di makan!"ucap amora terdengar
Menindas,tapi tersangka tak menghiraukan itu sama sekali.
"Aku juga mau ini"ucap naira sembari mengambil 10 coklat silverqueen yang besar dan memberikannya ke kasir.
Amora sungguh takjub dengan sahabatnya ini,ia mengeluh gila tapi ternyata memang gila.
Mereka pun kembali ke rumah rehab saat langit sudah gelap,tepatnya pukul 20.05.
"Kamu yakin belum mau pulang?"tanya amora menatap wanita yang tidak menyukai buah leci malah sekarang lahap memakannya.
"Nanti aja,kamu boleh pulang sana.tapi besok aku pingin main lagi"ucap naira dengan terus menerus melahap buah merah itu.
Amora ikut memakannya namun langsung mengeluarkannya lagi,buah leci ini begitu masam.
"Awas sakit perut,gw pulang ya"ucap amora,naira hanya menganggukkan tersenyum
"Jangan lupa cuci kaki,cuci tangan,cuci muka,gosok gigi ya"peringat amora seperti seorang ibu,hahaha
"Gw bukan bayi"jawab naira sinis lalu kembali fokus pada buahnya itu.
make sure everything okay beib...
lovu you so much.😘
goa??? ishh...
/Gosh//Gosh//Gosh/