Hari ini adalah hari dimana aku memulai kehidupan palsu ku bersama dengan Samuel, sang Bodyguard yg sengaja di utus oleh Papaku untuk selalu bersamamu dan melindungi ku.
" bagaimana saksi SAH? " ucap Pak Penghulu.
" SAH....! "ucap 2 orang saksi yg sengaja di hadirkan untuk menjadi saksi di pernikahan kontrak ku.
Semua bermula saat Papaku Alexander Betl, ingin menjodohkan ku dengan anak rekan bisnisnya bernama William. saat itu aku masih belum ingin menikah. hingga akhirnya aku dipaksa untuk menikah dengan William karena urusan bisnis bukan atas dasar cinta.
aku pun akhirnya kabur dari rumah dengan di bantu oleh Bodyguard ku bernama Samuel, aku biasa memanggilnya dengan panggilan Samy.
" bagaimana jika kita nikah kontrak? " tiba-tiba ide gila itu muncul di pikiran ku, sebab aku tak mungkin tinggal bersama dengan Samy tanpa ikatan, aku tak ingin ada fitnah dari para tetangga ku. Samy nampak bingung dengan ideku tadi. sampai akhir nya dia pun menyetujui nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rhey_vita33, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 28.
Samy datang dengan membawa rujak di tangannya, dia lalu mengambil piring dan menaruh rujak tersebut di atasnya.
Dia membawanya ke kamar dan menyodorkan kepada ku, aku yg sudah tidak sabar langsung memakan rujak tersebut.
"Hemmm enaknya" gumamku.
Samy menatap ku menggidik karena dalam pikiran nya jambu ini rasanya asam, padahal manis.
"Sayang apa perutmu nanti tidak apa apa makan jambu asam? " tanya Samy.
"Ini manis loh, kamu cobain deh" aku menyodorkan satu, Samy nampak ragu lalu dia menggigit ujung jambu tersebut.
"Hmm manis ya" gumamnya, lalu dia pun ikut mengambil rujak yg aku makan, aku terkekeh melihat Samy makan dengan lahap.
"Seperti nya bukan cuma aku yg ngidam, kamu juga" aku terkekeh. Samy menggaruk belakang" lehernya yg tak gatal sambil tersenyum malu.
"Aku pikir ini asam sayang, ternyata manis banget ya, kalau begini aku juga suka" ucapnya.
Aku hanya menggelengkan kepala merasa lucu dengan sikap Samy.
"nanti aku mau ajak kamu bertemu seseorang" ucapnya.
"siapa? " tanya ku penasaran.
"nanti juga kamu tau kok, sekarang kamu istirahat aja dulu, aku mau beres beres rumah ya" Samy bangkit lalu mencium bibirku sekilas. Aku tersenyum menatap kepergian nya, aku merasa beruntung mempunyai suami seperti Samy yg selalu bisa memberikan kenyamanan dan kasih sayang yg tulus untuk ku.
"seperti nya kontrak itu harus aku hancurkan" gumamku
.
.
.
Sementara itu di kantor, Clark tersenyum puas karena dia sudah berhasil menundukkan perusahaan Kevin.
Iya hari ini perusahaan Samy meeting bersama perusahaan Clark, kevin sangat terkejut saat Clark memajang foto Samy beserta kedua orang tua nya di ruang rapat, kevin tidak menyangka jika selama ini orang yg selalu dia rendahkan adalah orang yg berpengaruh di kota nya.
Clark yg melihat wajah frustasi kevin tersenyum miring, dalam hati dia sangat puas karena berhasil menundukkan lawan satu persatu.
Clark bersandar di sofa sambil memejamkan matanya, dia tak berhenti tersenyum sejak tadi.
Reya datang membawa kopi di cangkir lalu menaruh di meja depan Clark.
Clark membuka matanya, lalu tersenyum senang.
"Wah tau aja klo gue lagi butuh kopi, makasih ya" ucapnya, Reya hanya mengangkat bahunya saja lalu dia pun menyeruput kopi miliknya.
"Nanti malam temenin gue ke rumah Sam yuk, gue mau ngasih ucapan selamat ke Elisa" ajak Reya.
"Kan bisa via telpon" ucap Clark.
"Kurang sopan lah, biar gimana pun dia kan istri bos" celetuk Reya.
"Tapi dia kan temen kita juga, come on Reya ngga usah sok formal" ledek Clark.
Reya mengeplak kepala Clark, dia sangat kesal karena tingkah Clark yg suka seenaknya aja, dia pun memanyunkan bibirnya merasa kesal dengan Clark.
"Oke lah jangan merengut lagi, nanti gue cium tuh bibir" ucap Clark meledek.
"Sini kalau berani, ku hancurkan bibir mu itu" tantang Reya, membuat Clark tertawa terbahak-bahak.
.
.
.
Alex mendapat telpon dari kevin, dia pun terkejut saat mendengar penuturan dari kevin, bagaimana bisa seorang bodyguard menjelma menjadi pengusaha terkaya di kotanya.
Alex mengusap wajahnya dengan kasar, ada sedikit rasa penasaran dalam hati nya, dia ingin memastikan sendiri kalau memang benar sang menantu adalah orang kaya.
Dia mengambil kunci mobil dan hendak pergi, tiba-tiba langkah nya terhenti oleh suara seseorang.