NovelToon NovelToon
Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Pembalasan Ratu Yang Di Khianati

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir
Popularitas:97.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ariestaza

Mohon bantuan dan dukungannya untuk karya ini🙏
3 tahun yang lalu dia adalah seorang ratu yang tegas penuh wibawa dan pemberani dari kerajaan Adrikha, namun sayangnya dia dikhianati oleh suaminya sendiri dan sahabat terdekatnya untuk menggulingkan tahta, bahkan suaminya dengan tega membunuh anak mereka.

Illeana Badhrika, ratu yang tegas dan pemberani dalam bentuk dan wujud yang baru akan membalaskan dendam atas kematian orang-orang yang dia sayangi dan merebut kembali tahta yang seharusnya menjadi miliknya dibantu oleh sang panglima tempur kerajaan.

Mampukah Illeana membalaskan dendamnya dan merebut kembali tahta miliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariestaza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Terduga

Ketika Nagara menoleh tentu saja dia melihat sosok Ana, Ana lantas tersenyum memandangi wajah Nagara, akan tetapi Nagara justru kembali menghadap ke arah depan seakan tak peduli dengan Ana yang berusaha memanggil dirinya.

Hal itu tentu saja membuat Ana merasa kecewa dan sedih lantaran dicueki oleh Nagara terus menerus padahal dia sama sekali tidak merasa memiliki rasa bersalah dengan Nagara.

"Nagara kenapa sih? Dia kenapa dari tadi seperti itu? Apa aku ada salah sama dia? Perasaan aku enggak ada salah sama dia, Kenapa sih dia kayak gitu dari tadi? Ahhhhh! Aku harus gimana dong????" Ucap Ana di dalam hatinya dengan resah dan binggung.

"Ahhh sudahlah! Enggak usah di pedulikan, sebaiknya aku hampiri saja dia sekalian aku tanya kepada dia kenapa dia bersikap seperti ini!" Ucapnya dengan penuh keyakinan seraya menguatkan diri sendiri untuk tidak mundur.

Ana lantas berjalan mendekat ke arah Nagara, dia lalu berinisiatif menepuk pundak Nagara untuk menyapanya.

Nagara sadar akan hal itu, tapi dia tetap dengan pendiriannya yaitu tetap diam dan tidak memperdulikan Ana.

"Dia kenapa sih? Padahal aku sudah menepuk pundaknya! Apa dia masih belum sadar atau dia sengaja mengacuhkan aku?" Pikir Ana dengan kesal dan pasrah.

"Engak enggak enggak! Aku harus coba sekali lagi! Enggak mungkin aku biarkan semuanya berjalan seperti ini!" Pikir Ana yang berusaha meyakinkan dirinya sendiri.

Ana lantas menepuk pundak Nagara sekali lagi, tapi Nagara tetap saja dia dan mengacuhkan dirinya, Ana sama sekali tidak putus asa dan terus saja memanggil Nagara dengan menepuk pundaknya, tak lupa Ana juga menyebut nama Nagara beberapa kali, namun tak juga kunjung mendapatkan respon ataupun jawaban yang membuat Ana menjadi kesal.

Ana yang sudah muak dan merasa emosi lantas berteriak kepada Nagara.

"Nagara! Nagara! Nagara!" Teriak Ana dengan keras.

Teriakan itu ternyata berhasil dan membuat Nagara melihat ke arahnya, tapi tatapan Nagara sangat aneh, dia menatap Ana dengan tatapan kosong dengan wajah yang sendu yang membuat Ana menjadi terheran heran.

Ana menjadi binggung untuk mengatakan apa sebaliknya dia justru merasa heran dengan wajah Nagara yang tidak seperti biasanya, Ana justru melamun.

Setelah cukup lama hanya diam dan saling bertatapan, Nagara lantas berjalan pergi meninggalkan Ana yang membuat Ana sadar dari lamunannya, Ana lantas mengejar Nagara dengan maksud menghentikan Nagara.

"Berhenti!" Ucap Ana yang mengentikan langkah Nagara.

Nagara hanya diam dan tak bergeming seakan sama sekali tidak peduli dengan Ana dan masih saja mengacuhkan Ana.

"Kau kenapa sih sebenarnya? Aku salah apa sama dirimu? Nagara! Jawab aku! Kenapa dari kau tidak memperdulikan aku? Apa aku ada salah dengan mu?" Tanya Ana dengan menahan kekesalan dan rasa kecewa yang bercampur menjadi satu.

Nagara sama sekali tak bersuara meskipun sudah mendengarkan Ana berbicara seperti itu, sebaliknya dia hanya menggelengkan kepalanya yang mengartikan kata tidak untuk menjawab semua pertanyaan Ana.

Hal itu justru membuat Ana semakin kesal dan marah dia merasa benar benar tidak di hargai oleh Nagara sama sekali, tapi dia juga tidak tahu harus berbuat apa agar Nagara bersedia berbicara dengannya lagi.

Tak tinggal diam, Ana kembali mencoba berbicara dengan Nagara dengan mengeluarkan semua yang dia pendam selama Nagara masih mengacuhkan dirinya.

"Kau kenapa sih! Jawab aku! Bicara lah! Jangan diam aja! Aku butuh jawaban!" Teriak Ana kepada Nagara.

Nagara lantas menggelengkan kepalanya seklian lagi yang bermaksud menjawab tidak dari semua pertanyaan yang dilontarkan oleh Ana, setelah itu dia lantas berjalan pergi meninggalkan Ana seorang diri tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Ana tentu saja tak terima, dia benar benar sangat muak dan marah dengan sikap Nagara, Ana lantas menghampiri Nagara dan menarik tubuhnya, hal itu justru membuat Nagara terjatuh ke tanah dan Ana juga ikut serta jatuh ke tanah bersama Nagara, mereka berdua justru sama terjatuh ke tanah dengan posisi Nagara berada di bawah dan Ana berada di atasnya.

Hal itu tentu saja membuat keduanya sama sama terkejut, Ana benar benar tak menyangka jika dia akan terjatuh seperti ini dengan Nagara, jantung Ana berdegup sangat kencang ketika dia dan Nagara saling bertatapan satu sama lain, tak terkecuali Nagara juga merasakan hal yang sama, jantungnya berdetak sangat kencang seraya menatap wajah Ana.

Seorang ksatria istana tak sengaja melihat momen Antara Ana dan Nagara yang jika di lihat sedang berpelukan dalam keadaan berbaring di atas tanah, saat itu juga Nagara tidak sedang mengenakan topeng seperti saat dia di Medan perang yang sontak saja membuat sang ksatria menjadi kaget bukan main.

"Pemandangan apakah ini? Ahhh bukankah itu panglima perang sang naga hitam? Kenapa dia tidak mengenakan topengnya?" Ucap sang ksatria yang merasa sangat takjub dengan pemandangan yang berada di depannya.

"Lalu itu kan adalah ksatria wanita dan wakil dari panglima perang, sebenarnya mereka berdua sedang apa? Apa jangan jangan mereka berdua memiliki hubungan spesial?" Pikir ksatria itu.

Ksatria ini hanyalah ksatria biasa, lebih tepatnya dia adalah rakyat biasa yang baru saja di Lantik menjadi seorang ksatria istana dengan kemampuannya sendiri, bisa dikatakan pangkat yang dia miliki saat ini masih sangat rendah dan masih sangat baru.

Ksatria itu lantas memberanikan diri untuk mendekati Ana dan Nagara dikarenakan dia memang memiliki keperluan dengan Nagara.

"Hmmmm! Hmmmm! Permisi!" Ucap sang ksatria.

Ana dan Nagara yang mendengar lantas terkejut dan mereka berdua langsung berdiri dan memandangi asal suara.

"Permisi! Salam panglima, saya adalah ksatria yang baru saja di Lantik dan di beri tugas untuk menjadi anggota tim panglima!" Ucap sang ksatria seraya memperkenalkan dirinya kepada Nagara.

Ana dengan merasa malu dan pipi yang memerah lantas meninggalkan tempat itu, dia bergegas pergi meninggalkan Nagara bersama dengan ksatria baru itu.

Ana berjalan dengan sangat cepat meninggalkan tempat itu, sementara Nagara saat ini merasa sangat khawatir karena dia menyadari ksatria baru ini melihatnya dengan tak menggunakan topeng.

Nagara lantas bergegas mencari topeng yang biasa dia gunakan, namun sayangnya topeng itu tidak ada dikarenakan Nagara yang dari tadi sedih tak sengaja melepaskan topengnya dan topeng itu justru terbang terbawa angin.

Sang ksatria yang menyadari jika Nagara saat ini sangat panik karena tak menggunakan topeng, lantas mencoba berbicara dengan Nagara.

"Maaf sebelumnya panglima, anda tidak perlu panik seperti itu, sebagai seorang pria saya mengakui anda sama sekali tidak memiliki kekurangan apapun, jadi anda tidak perlu panik seperti itu!" Ucap sang ksatria.

1
Nafisa Gozali
gmn sih kok g lanjut aneh deh gantung gtu
Lisa
Kok ga di lanjutin
Muhammad Bagus
macam sinetron ikan terbang.

tokoh utama cewe gak abis2 nangis.
udh gt judul nya pembalasan dendam tapi giliran si Karmila mau di bunuh berserta anaknya dia gagalkan.. wkwkwk

istri2 teraniaya ikan terbang pindah ke novel

hapus hapus dari perpus.
Wiwin Ma Vinha
ternyata morona hanya boneka yg dikendalikan,ibunyalah yg ambisius
Madia Normadia
wah hebat Ana kerana kebodohan mu sepadannya kamu mati..
talita
sebel sama si ana malah sengaja menolong orang yang sdh ngebunuh anak nya sdh lh Sagara jauhin aja tuh si ana biar sendiri GK usah di bantu lagi
Myra Myra
nape tlng Ana...biar Jew Kamilia jht Ngan kamu...biar diorang dpt karma...tahta dia akan di gesel
Yan
setelah ku baca sampai bab ini...baru perasan ..apakah ratu sudah meminta bantuan nagara baut nyari pembunuhan nya ratu? cari bukti2 lain akn pembunuhan raja dan permaisuri juga? kok pd tdk di critakan ! atau mmng tidak ya?
Myra Myra
xyah pikirkan biar Jew...bgus selingkuhan dia terungkap posisi dia akan tergeser dari tempat dia
Cahaya yani
pada bdoh aplgi raja ny idiot, deuuhh amit"
Cahaya yani
mau jd raja tpi bdoh
Kiki
Semangat Thor💪
Syarifah Nur'aini
kalau bisa updatemya cepat nungguin soalnya hehehe
Syarifah Nur'aini
semngatt lanjutkan ceritanya
Dasa Dasa
semangat author, aku suka ceritanya 🥰
Graziela Lima
Cerita ini keren banget, susah move on!
yukio_gchs
Thor, please jangan berhenti nulis cerita kayak gini
Zolojulo
Semangattt, thor.

Mampir ya
Zhari25
Author, kita fans thor loh, jangan bikin kita kecewa, update sekarang 😤
cocondazo
Akhirnya nemu lagi cerita yang oke banget, terima kasih thor untuk karyanya! ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!