NovelToon NovelToon
Fake Princess

Fake Princess

Status: tamat
Genre:Petualangan / Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Kelahiran kembali menjadi kuat / Dunia Lain / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:26M
Nilai: 4.9
Nama Author: FufuHima

Dilarang spam promo di sini!

Warning! Banyak tindak kekerasan, penuh masalah moral. Harap ditanggapi dengan bijak!

Tahap Revisi!

Genre : Dystopia, High Fantasy, Romance, Action, Mystery, Psychology, Adventure.

Sakura, gadis yatim piatu berotak cerdas, yang selama hidupnya dibesarkan di sebuah Panti Asuhan.

Karena sebuah tragedi, ia dilahirkan kembali menjadi seorang Putri di Negeri Asing. Negeri di mana, seorang perempuan berusia empat tahun akan dipaksa bertunangan dengan seorang asing, lalu saat perempuan tersebut menginjak tujuh belas tahun ... Dia akan dieksekusi jika laki-laki yang menjadi tunangannya itu, menolak mentah-mentah dirinya.

Tak ada kebebasan untuk perempuan, yang ada hanyalah ... Hukum mutlak jika hanya laki-laki yang berkuasa, perempuan tak lebih berharga dari seekor hewan.

Ini kisah Sakura, yang berjuang untuk mendapatkan keadilan. Ini kisahnya, kisah yang akan membawamu ke sisi paling kelam kehidupan.

Semangat, cinta kasih, haru biru, memenuhi perjuangannya di dalam kisah ini. Perjuangan, yang akan membawa nasib perempuan untuk kedepannya.

2 chapter, up daily.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FufuHima, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter XXVIII

"Semuanya telah siap, Putri. Lalu apa yang harus kami lakukan selanjutnya?" ungkap Tsutomu seraya membawa sabut kelapa di hadapanku

"Bisakah kau membuat lubang kecil di sisi bagian bawah kendi itu, Tsutomu. Dan letakkan bambu kecil ini di lubang yang telah kau buat, hal ini bertujuan supaya air nya bisa mengalir ke luar dari dalam kendi..." tukasku seraya memberikan potongan kecil bambu berlubang yang aku dapatkan dari Lux sebelumnya

"Tentu.." balas Tsutomu seraya meletakkan sabut kelapa yang di bawanya sembari mengambil potongan bambu yang ada di tanganku

Berbalik dan berjalan Tsutomu menjauh, duduk ia berjongkok di depan kendi seraya melakukan apa yang aku perintahkan padanya...

"Putri, kami sudah melakukan seperti apa yang diperintahkan." Tukas Tsubaru sembari membawa semangkok besar arang atau karbon aktif yang mereka hasilkan.

"Kalau begitu, bantu aku membawanya kesana.." ucapku seraya mengarahkan jari telunjuk ke arah Tsutomu

"Tentu, Putri." balas Tsubaru seraya berbalik dan berjalan menjauh

Kulangkahkan kakiku mengikuti langkah kaki Tsubaru yang telah terlebih dahulu berjalan di depanku...

"Apa kau telah selesai, Tsutomu?" ucapku seraya berjalan mendekati nya

"Aku telah menyelesaikan nya, Putri.." ungkapnya seraya beranjak berdiri

"Putri, kami telah membersihkan pasir, kerikil dan juga pecahan genteng, seperti yang telah Putri perintahkan..." ucap salah satu warga berjalan ke arahku yang diikuti dengan warga lainnya di belakangnya

"Kalau begitu, kalian perhatikan dan ingat ini baik-baik..." tukasku seraya menatap mereka

"Tsubaru, tolong masukkan secara berurutan batu kerikil, sabut kelapa, arang atau karbon aktif, sabut kelapa, pecahan genteng, sabut kelapa, pasir dan sabut kelapa lagi ke dalam kendi.." ucapku seraya mengalihkan pandangan kepada Tsubaru

Tsubaru melakukan nya sama persis seperti yang aku perintahkan. Diangkatnya kendi tadi dengan dibantu warga desa ke atas meja kecil yang berdiri di pinggir sumur.

Seorang laki-laki aku pinta untuk menuangkan air ke dalam kendi saringan yang kami buat. Air yang semula keluar berwarna keruh perlahan-lahan berubah jernih...

"Ini kenyataan bukan?" Ucap seorang pria seraya menahan haru

"Putri, ini bukan khayalan kami bukan?" Ucap warga yang lain seraya menatapku yang kubalas dengan anggukan kepala

"Terima kasih... Terima kasih..." Tukas mereka bergantian seraya menutup mata mereka yang tampak memerah menggunakan telapak tangan

"Jika kendi ini kembali mengeluarkan air yang keruh, kalian ambil dan keluarkan isi di dalamnya lalu ganti dengan yang baru. Dan ingat, susunan nya harus sama seperti yang aku beritahukan sebelumnya." Ungkapku yang dibalas dengan anggukan kepala dari mereka

_________________

Kubuka kedua kelopak mataku, beranjak aku bangun seraya merangkak keluar dari dalam tenda. Hari ini, hari terakhir kami berada disini. Semua barang-barang kami sudah dipindahkan semua oleh para Ksatria ke atas kereta tadi malam.

Berjalan dan duduk aku di samping Tsubaru, kusentuh pelan lengan kirinya menggunakan jariku seraya memanggil namanya berulang kali.

"Tsubaru.." tukasku sekali lagi sembari menyentuh lengannya beberapa kali

"Putri? Ada apa? Apa kau membutuhkan sesuatu?" Ucapnya terbangun seraya mengusap kedua matanya

"Aku ingin mandi sebelum kita pulang, bisakah kau mengambilkan air untukku?" Ucapku menatapnya

"Baiklah, Putri. Tunggulah sebentar, Tsubaru mu ini akan menyiapkan semuanya." Tukasnya seraya beranjak berdiri dan berjalan ke arah kereta

Dituntunnya aku oleh Tsubaru berjalan menyusuri desa, sebuah gaun kecil berwarna biru tampak menggantung di lengan kirinya. Berhenti kami di depan sumur, dilepaskannya genggaman tangannya dari tanganku..

"Bisakah kau memegang gaun ini sebentar, Putri?" Ucapnya seraya memberikan gaun yang dipegangnya padaku

"Tentu.." balasku seraya meraih gaun yang ada di tangannya

Berjalan dan berdiri Tsubaru di depan sumur, diambilnya ember kayu kusam berlilit tali yang tergeletak di tanah. Dimasukkannya ember kayu kusam tadi ke dalam sumur beberapa saat dan ditariknya kembali ke atas. Dituangkannya air yang ia dapatkan ke dalam kendi saringan air, sebuah kendi lainnya yang tergeletak di bawahnya tampak sudah dipenuhi oleh air yang berasal dari kendi saringan yang terletak di atasnya.

Diambilnya sedikit demi sedikit air yang berada di dalam kendi oleh Tsubaru, dituangkannya air yang diambilnya tadi ke dalam ember kayu berukuran sedang yang ditemukannya tergeletak di samping rumah warga. Diangkat dan dibawanya air tersebut ke sebuah bangunan kecil berbentuk segi empat terbuat dari kayu yang sudah lapuk.

"Tunggu aku sebentar, Tsubaru. Aku akan mandi dengan sangat cepat." Ucapku seraya masuk dan menutup rapat pintunya

____________

Tsubaru kembali menuntunku menyusuri desa, di lengan kirinya kembali tergantung gaunku yang sudah kotor. Tampak terlihat dari jauh Haruki, Izumi dan yang lainnya tengah berbicara pada warga desa. Berjalan aku dan Tsubaru mendekati mereka..

"Apa ada masalah, nii-chan?" Ucapku melepaskan genggaman tangan Tsubaru seraya berjalan ke arah Haruki dan Izumi

"Tidak ada masalah, hanya berpamitan." Ucap Haruki singkat

"Putri, tidak bisakah kau tinggal bersama kami?" terdengar suara anak perempuan diiringi genggaman pelan di tangan kananku

"Maaf, tapi aku harus pulang dan menemui Ayahku. Jika kalian nanti datang ke Ibukota Kerajaan, kalian bisa bertemu lagi denganku.." ucapku menoleh kearahnya seraya menggenggam telapak tangannya

"Benarkah?" ucapnya kembali menatapku

"Aku berjanji.." balasku seraya tersenyum menatapnya

Kulepaskan genggaman tanganku di telapak tangannya, berbalik dan berjalan aku menuju ke Kepala desa yang berdiri tepat di hadapan Haruki.

"Kakek.." ucapku menatapnya

"Orange marmalade dan permen kulit jeruk yang kita buat kemarin, besok sudah dapat dipasarkan. Aku menyarankan kalian untuk menjualnya ke kedai-kedai yang menjual roti di kota-kota besar. Setelah kalian mendapatkan uang yang cukup, kalian dapat membeli buah-buahan yang lain seperti nanas, strawberry maupun blueberry dan membuatnya menjadi selai dengan proses pembuatan yang sama seperti yang aku ajarkan..."

"Kalian harus berkerja sama satu sama lain untuk membangun desa kalian kembali, laki-laki maupun perempuan mempunyai kewajiban yang sama untuk menyelamatkan desa kalian..."

"Kakek, kumohon jangan menyiksa perempuan yang ada di desa ini lagi..." ucapku seraya meraih dan menggenggam tangannya

"Jika kalian menyakiti perempuan, itu sama seperti kalian menyakiti ku. Karena aku, juga terlahir sebagai perempuan..."

"Aku menitipkan desa ini padamu, Kakek. Kumohon jaga mereka semua untukku..." ucapku seraya tersenyum menatapnya

"Kami pamit pulang, jaga diri kalian baik-baik" ucapku seraya menatap ke arah mereka

1
Jayden
Halo shachi saya kembali lagi kangen dengan haruni chan, dan izumi 😍
Nera
suka banget cerita ini
Nafisha Saputri
salah 1 wakil kapten
Syebien Bien
kangen kak Hima Apakabar yah Kaka Hima Dah lama bangett, Kangen bgt udah 6 tahun lebihh
Ellina Seraphine
haloo author... aku balek lagi iniii.... mau baca ulang..
ga tau lupa awal baca tahun berapa.. hehehehe...
sachivers🐰
salting makkk
sachivers🐰
gk kebayang betapa romantisnya di tahun itu,dan latar indo
sachivers🐰
fix klepon
sachivers🐰
arhhhhh salting brutal sm zaki
sachivers🐰
jungkir blik lh
sachivers🐰
sachiiiii.
sachivers🐰
lg dan lg nangis sm backstorynya izumi
sachivers🐰
😂😂😂😂😂
sachivers🐰
darling......salting brutallhhdd snsjnsjshsbabahhvxyshndnsnajajsbbxbyx
sachivers🐰
dlu gw bacanya kosong yah brarti,soalnya gk sebaper ini
skrg malah baper bgeettttt
sachivers🐰
aaaaa akhirnya ktmu jg😍
sachivers🐰
suka bget ama kisah cinta mereka,pdhl msh kici tp bkin salting parah
sachivers🐰
huaaa akhirnya msuk d plot sachi dan zaki😍
sachivers🐰
prcyalah author,aku udah baca sampai sachi mkn ular,trus ttg ibu izumi,pokoknya udah jauh,tp ku ulang krn bertahun2 ku tingglkan sekali balik lgsung cri lg ini cerita dan yap,akhirnya ending
Fera Nica: baca endingnya dmna ??? aku ngikutin bngt ini cerita 😭😭 tapi lupa endingnya dmna ??
total 1 replies
Plum_Krispyy
drama pagi keluarga takaoka
"aku membuat puding untuk kakak ku yang pecemburu"
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!