NovelToon NovelToon
Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Kontrak Cinta Sang Kepala Pelayan

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author:

Punya ijazah S1 Akuntansi dengan predikat Cum Laude ternyata tidak berguna di hadapan tagihan rumah sakit yang mencapai ratusan juta. Demi menyelamatkan nyawa ibunya, Arini terpaksa membuang gengsinya dalam-dalam dan melamar menjadi kepala pelayan di penthouse mewah milik Adrian—seorang CEO muda kaya raya yang terkenal sedingin es kutub utara.Kerja keras Arini yang super rapi dan cerdas perlahan menarik perhatian sang Kakek pemilik takhta konglomerasi. Salah paham pun terjadi. Demi mempertahankan posisinya sebagai pewaris tunggal, Adrian terpaksa berbohong dan mengenalkan pelayannya itu sebagai calon istri.Sebuah kontrak pernikahan satu tahun akhirnya disodorkan di atas meja marmer.Gaji ratusan juta, seluruh utang lunas, dengan satu syarat mutlak: Dilarang saling jatuh cinta.Mampukah Arini bertahan menghadapi sikap dingin sang konglomerat di bawah satu atap yang sama? Ataukah pernikahan pura-pura ini justru akan mencairkan hati sang es kutub utara yang selama ini membeku?

Bab 5 (Jamuan makan malam dan Topeng yang Retak)

Tiga hari setelah pernikahan kilat yang menghebohkan publik, Kakek Wijaya mengadakan jamuan makan malam privat di salah satu restoran bintang lima milik keluarga di kawasan Menteng. Ini bukan sekadar makan malam biasa, melainkan ujian lanjutan bagi Arini untuk diperkenalkan secara resmi kepada lingkaran internal keluarga besar Wijaya.

Arini menatap pantulan dirinya di cermin kamar mandi restoran. Malam ini ia mengenakan gaun malam berwarna hijau zamrud berpotongan sederhana namun anggun, hadiah yang dipilihkan oleh sekretaris Adrian. Rambutnya disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai yang membingkai wajahnya yang dipulas riasan natural.

"Ingat, tetap berada di dekatku," suara bariton Adrian menginterupsi lamunan Arini begitu gadis itu keluar dari toilet wanita. Adrian sudah menunggu di koridor, tampak sangat tampan dengan setelan jas hitamnya. "Keluargaku, terutama bibi dan sepupuku Baskoro, akan mencari celah untuk menjatuhkanmu. Jangan tunjukkan kelemahan."

“Tugas saya adalah menjadi aset yang menguntungkan, Tuan Adrian. Saya tidak akan mempermalukan Anda," jawab Arini tenang, meskipun tangannya yang memegang tas genggam kecil terasa dingin.

Ketika mereka memasuki ruang VIP, atmosfer hangat keluarga yang Arini bayangkan sama sekali tidak ada. Yang ada hanyalah tatapan-tatapan menilai yang tajam. Di ujung meja, Kakek Wijaya menyambut mereka dengan senyum lebar, namun di sisi kiri meja, seorang wanita dengan gaun merah menyala dan perhiasan berlian berlebihan menatap Arini dengan pandangan benci.

Dia adalah Natasha, seorang model internasional sekaligus mantan kekasih Adrian yang dulu pergi meninggalkannya demi pria yang lebih kaya saat bisnis Adrian sempat goyah. Sialnya, malam ini Natasha datang mendampingi Baskoro, sepupu Adrian yang licik.

“Oh, jadi ini wanita beruntung yang berhasil mencuri hati seorang Adrian Wijaya?" Natasha membuka suara dengan nada sarkasme yang kental, merusak keheningan ruangan. "Kakek Wijaya, selera cucu Anda ternyata sudah jauh menurun. Memilih gadis kelas pekerja yang bahkan tidak punya latar belakang keluarga terpandang untuk menjadi menantu keluarga Wijaya?"

Baskoro terkekeh di sampingnya, sengaja memprovokasi. "Kudengar dia hanya lulusan baru yang melamar jadi pelayan minggu lalu. Benar begitu, Adrian? Bagaimana bisa seorang pelayan naik pangkat jadi istri CEO dalam semalam?"

Suasana di meja makan langsung mendingin drastis. Arini bisa merasakan aura membunuh yang keluar dari tubuh Adrian di sampingnya. Rahang pria itu mengatup rapat, dan tangannya mengepal di atas meja hingga buku jarinya memutih. Natasha tahu benar bagaimana cara mengorek trauma masa lalu Adrian tentang pengkhianatan dan status sosial.

Sebelum Adrian sempat kehilangan kendali dan membalas dengan kata-kata ketus yang bisa merusak citranya di depan Kakek Wijaya, Arini bergerak cepat. Ia meletakkan garpu dan pisaunya dengan ketukan pelan yang elegan, lalu menatap tepat ke arah Natasha dengan senyuman tipis yang mematikan.

“Nona Natasha, jika latar belakang keluarga dan nama besar adalah satu-satunya hal yang bisa Anda banggakan malam ini, saya sungguh turut prihatin," ujar Arini dengan nada suara yang sangat tenang, jelas, dan berwibawa, membuat seluruh ruangan mendadak senyap.

Natasha mengernyitkan dahi. "Apa katamu?!"

“Di dunia bisnis modern yang bergerak cepat ini, nilai seorang wanita tidak lagi ditentukan oleh siapa orang tuanya atau seberapa mahal perhiasan yang ia kenakan, melainkan oleh apa yang ada di dalam kepalanya," lanjut Arini dengan tatapan mata yang cerdas dan tidak gentar sedikit pun.

"Adrian memilih saya bukan untuk menjadi sekadar pajangan pasif di karpet merah, melainkan sebagai mitra strategis yang bisa diajak berdiskusi, menganalisis risiko, dan membangun masa depan Wijaya Group bersama. Sesuatu yang tampaknya... gagal Anda berikan kepada Adrian di masa lalu, sehingga Anda memilih pergi saat situasi mendesak."

Skakmat. Kalimat tajam Arini tidak hanya membungkam Natasha, tetapi juga menelanjangi motif masa lalu Natasha yang matre di depan Kakek Wijaya. Wajah Natasha seketika memerah menahan malu dan amarah, sementara Baskoro langsung bungkam tak berkutik.

Kakek Wijaya yang duduk di ujung meja terdiam selama beberapa detik sebelum akhirnya tertawa terbahak-bahak sambil memukul meja dengan puas. "Luar biasa! Hahaha! Adrian, pilihanmu memang tidak pernah salah. Istrimu ini memiliki nyali dan otak yang encer. Pengawal! Tolong antar Nona Natasha keluar dari restoran ini sekarang juga. Jamuan makan malam keluarga Wijaya tidak menerima tamu yang tidak memiliki etika bisnis dan kesopanan."

Natasha terpaksa berdiri dan melangkah keluar dengan menghentakkan kakinya kesal, diikuti oleh tatapan tajam dari Kakek Wijaya.

Malam itu, setelah jamuan makan malam selesai dan mereka kembali ke dalam mobil mewah menuju penthouse, keheningan yang berbeda melingkupi mereka. Adrian duduk di samping Arini, memandangi luar jendela kaca mobil yang basah oleh sisa hujan.

"Terima kasih," ucap Adrian tiba-tiba. Suaranya terdengar sangat pelan, menghilangkan sekat dingin yang biasa ia pasang. "Untuk yang di restoran tadi."

Arini menoleh, menatap profil samping wajah Adrian yang tampak lelah namun guratan ketegangannya sudah mengendur. "Saya hanya membela investasi saya, Tuan. Mengizinkan mantan kekasih Anda merusak reputasi suami saya di depan Kakek Wijaya adalah sebuah kerugian besar bagi kontrak kita."

Adrian memutar tubuhnya, menatap Arini dengan intensitas yang membuat napas Arini mendadak tertahan. Mobil yang melaju di tengah temaram lampu jalanan Jakarta membuat bayangan wajah mereka tampak dramatis.

Adrian mengikis jarak di antara mereka, bersandar sedikit lebih dekat hingga Arini bisa mencium aroma parfum maskulinya. "Hanya karena kontrak, Arini?" tanya Adrian dengan suara rendah yang serak, memancarkan ketegangan romantis yang begitu pekat.

Arini menelan ludah dengan susah payah, merasakan jantungnya berdegup menggila di dalam dada. Dinding es kutub utara itu tampaknya benar-benar mulai retak malam ini. "Ya," jawab Arini berbisik, berusaha sekuat tenaga mempertahankan benteng pertahanannya yang mulai goyah. "Hanya karena kontrak."

1
sakura
Hallow guys xixi mimin minta maaf karna seminggu ga update tapi tenang aja udah sekarang updatenya doble”. jangan lupa like,komen, dan share yaa cinta-cintaku🫶🏻
sakura
jangan lupa kasih like nya ya manteman,biar authornya ini jadi semangat buat nulisnya xixi😗🫶🏻🙆🏻‍♀️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!