Baca novelnya .
Ini novel mengandung sedikit bawang , merica , cabe cabean .. eaaaaa .. bukan ya .
Cerita dalam novel ini bikin greget dan bikin gemes .
Baca novelnya .. Harus .. nggak boleh enggak .
tinggalkan jejak ya . karena setiap dukungan kalian adalah semngat ku .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tyas Ayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
E.U.A 28
Allan mengantar Embun menuju rumahnya . Embun terlihat kepanasan karena salah minum. Allan yang melihat Embun mengibaskan tangannya akibat kegerahan . Menghidupkan AC nya lebih besar lagi . Bahkan Allan sudah merasa sangat dingin . Tapi biarlah pikirnya , selama gadis di sebelahnya tidak kegerahan .
" Kenapa panas sekali " gumam Embun tapi masih terdengar oleh Allan .
" Sialan . Habis minum apa sih nih cewek " kesal Allan melihat Embun yang akan mencoba membuka bajunya supaya tidak gerah .
" ****.." kesal Allan meremat stir kemudinya .
Allan segera menepikan mobilnya . Lalu melepas jas mahalnya untuk di berikan kepada Embun .
Embun yang di berikan jas oleh Allan segera menolak . Embun merasa suhu tubuhnya terasa panas . Dia sendiri juga tidak tahu .
" Gue pria normal " kesal Allan lalu mengacak-acak rambutnya .
" Lo harus pake sebelum gue khilaf " ucap Allan tetap memaksa Embun untuk menutupi tubuh Embun .
" Panas ... Tolong " ucap Embun menatap Allan dengan tatapan memohon.
Wajah Embun memerah .
Allan segera melajukan mobilnya menuju apartemennya yang pernah dia tempati dengan Embun kala itu . Jika mengantar Embun ke rumah akan memakan waktu yang cukup lama .
Embun terus bergerak karena merasa tidak nyaman pada dirinya .
Mobil Allan sudah terparkir di apartemennya . Allan segera menggendong Embun . Embun terus saja bergerak gelisah . Dan tentu saja sebagai pria normal Allan merasa juga merasa tidak nyaman .
" Diam .." ucap Allan tegas .
" Panas sekali " ucap Embun mencoba membuka gaunnya lagi .
Allan segera merebahkan tubuh Embun di dalam ranjangnya . Embun terus mencoba untuk melepaskan gaunnya . Dan membuat Allan semakin frustasi .
" **** .. Gue bisa gila kalau kayak gini " kesal Allan .
Melihat Embun yang terus gelisah dan bergerak kesana kemari membuat Allan merasa kasian melihat gadis cantik di depannya ini . Tapi bagaimana bisa gadis ini bisa salam minum .
" Tolong .. " ucap Embun sendu lalu meraih tangan Allan lalu secara tiba-tiba mencium bibir Allan .
Allan yang mendapat serangan tiba-tiba tentu saja terkejut .
" Jangan salahin gue " ucap Allan ketika ciuman itu terlepas .
Allan mencium Embun dengan lembut . Embun juga terlihat belum fasih dalam berciuman .
Allan laku menghentikan sejenak lalu menatap Embun dalam .
" Jangan bilang lo belum pernah ciuman " membuat Allan semakin frustasi dibuatnya .
Gadis di depannya ini adalah gadis polos .
Embun lalu menyerang Allan lagi tapi Allan menjauhkan tubuhnya dari Embun .
" Aku tidak sanggup " mohon Embun dengan wajah yang memelas dan sayu .
" Sorry . Apapun yang terjadi gue bakal tanggung jawab " ucap Allan lalu melanjutkan aksinya .
Allan memberikan ciuman hangat dan lembut . Mungkin jika gadis ini sadar , dia akan marah kepada Allan . Tapi Allan juga tidak tahu harus berbuat apa .
Allan membuat gadis di depannya merasa nyaman dan rileks . Meskipun Embun sudah terlihat gelisah . Tapi Allan tidak ingin membuat Embun merasakan sakit .
" Please " pinta Embun dengan tatapan sayu .
Allan lalu melepas gaun Embun . Sehingga terpampang jelas tubuh indah gadis cantik di depannya ini .
" Lo yang minta " ucap Allan lalu melakukannya dengan hati-hati .
Setelah pertempuran yang cukup lama . Allan bangkit dari ranjang itu . Embun sudah terlelap meski dalam keadaan yang masih po*os .
Allan menghidupkan satu batang rokok . Menghirup dalam-dalam barang berasap itu . Ada rasa sesal tapi ada rasa bahagia . Gadis yang beberapa hari terakhir mengganggunya dia dapatkan . Meskipun dengan cara yang salah . Biarlah jika gadis itu akan marah nantinya . Allan sudah berjanji akan bertanggung jawab kepada Gadis cantik itu.
" Gue sudah gila " gumamnya lalu ikut merebahkan tubuhnya di samping Embun .
Allan merapikan anak rambut yang menutupi wajah gadis cantik di sampingnya . Allan mengamati setiap bentuk dari wajah Embun . Yang bisa di bilang sangat sempurna .
Bibir Allan tertarik keatas tanpa dia sadari .
" Kalau ketemu sama yang lain gue nggak tahu apa jadinya" ucap Allan lalu memeluk tubuh Embun .
Terik matahari membuat kedua anak manusia yang masih terlelap itu terganggu . Terlebih Embun yang seperti merasakan ada yang aneh . Embun membuka matanya perlahan melihat tangan kekar melingkar di pinggangnya . Embun terkejut dengan kejadian ini. Embun berbalik dan betapa terkejutnya ketika melihat pria di sampingnya . Embun mengecek tubuhnya yang ternyata dalam keadaan polos .
" Apa yang terjadi ?" gumam Embun lalu menyugar rambutnya .
Embun bangun perlahan namun sedikit pergerakannya ternyata bisa membangunkan Allan .
" Sudah bangun " suara serak Allan khas bangun tidur .
" Apa yang lo lakukan ?" tanya Embun menegang kuat-kuat selimut untuk menutupi tubuhnya .
Allan duduk di samping Embun .Allan memang belum menggunakan baju atasan tapi dia sudah menggunakan celana pendek miliknya .
"Sorry " kata pertama yang muncul di bibir Allan .
" Kenapa lo tega sama gue ?Kenapa ?" teriak Embun bersama isak tangis yang sudah pecah.
Allan mendekat ke arah Embun .
" Lo nggak ingat semalam ? Lo nggak ingat kalau lo salah minum ?" Tanya Allan pelan .
" Semalam lo salah minum . Dan lo tiba-tiba mulai tidak sadar . Dan tadinya gue mau bantuin lo . Tapi ternyata ada yang memasukkan obat dalam minuman itu " kelas Allan .
" Dan lo memanfaatkan situasi " ucap Embun lalu berlalu ke kamar mandi dengan selimut yang masih menutupi tubuhnya .
" Arghh...." kesal Allan lalu menjambak rambutnya .
Allan melihat noda darah pada spray putihnya . Allan lalu menyingkirkan itu . Bukan untuk di cuci tapi Allan justru menyimpannya .
Berbeda dengan Embun yang masih menangis di kamar mandi . Ada rasa sesal pada dirinya yang memang tidak bisa berhati-hati dalam bertindak .
Embun sedikit mengingat memang saat itu dirinya salah mengambil minuman pada nampan yang pelayan bawa . Tapi siapa yang tega melakukannya .
Di tempat lain . Ada seorang gadis yang terlihat kesal karena tidak berhasil melakukan rencananya .
" Bagaimana bisa semuanya bisa gagal " teriak gadis itu seraya membanting benda di sampingnya .
" Aku akan mendapatkan kamu Allan . Bagaimanapun caranya , meskipun yang aku lakukan itu dengan cara yang salah " ucapnya .
Allan memilih untuk membersihkan dirinya di kamar yang satunya . Sebelumnya Allan juga sudah meminta Tio untuk mencari tahu kejadian di acara tadi malam . Tentu saja dengan sigap Tio membantu Allan .
Allan kembali masuk ke dalam kamar yang di tempati Embun . Embun masih belum keluar dari kamar mandi pikir Allan karena terlihat kamar itu masih kosong . Namun setelah memeriksa di kamar mandi juga ruangan lainnya tidak terlihat sosok Embun .
" **** ... Dimana sih lo . Sorry sorry " sesal Allan lalu menyambar kunci mobilnya untuk mencari keberadaan Embun .
udh bulukan ini nungguin lanjutan nya
niat ga sih?
aku suka gaya penulisannya kakak , jadi nyaman bacanya
semangat terus berkarya kak 🫶🏻