NovelToon NovelToon
Something Between Us

Something Between Us

Status: tamat
Genre:Pengganti / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Pihak Ketiga / Selingkuh / Romansa / Tamat
Popularitas:105.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: alfajry

Menikahi lelaki tampan, kaya raya, CEO pula! siapa yang tidak tergila-gila??

TIDAK!
Berbeda dengan Hazeline. Ia justru mencintai Sekertaris Suaminya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon alfajry, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Bisa Menghindar

Hazeline masuk ke dalam rumah utama. Pandangannya lurus ke depan, namun pikirannya sedang tak di tempat. Sejak tadi dia memikirkan apa yang dilakukan Nathan padanya saat di taman bunga tadi, juga sepanjang perjalanan Nathan yang terus menggenggam tangannya.

Kalau dipikir-pikir aneh juga, ya. Nathan seperti menyembunyikan sesuatu. Gumam Hazeline dalam hati.

"Selamat datang, nyonya."

Eh? Langkah Hazeline menuju tangga terhenti. Robert menyapanya saat wanita itu tak fokus hingga tak melihat ternyata sejak tadi pelayan tua itu sudah berdiri di bawah anak tangga.

"Iya, Robert."

"Tuan bilang, malam ini tuan akan terlambat pulang karena ada pekerjaan penting. Nyonya diminta makan malam tanpa menunggu tuan besar." Jelas Robert pada Hazeline yang menanggapinya heran.

Dia tidak peduli Manu mau pulang jam berapa, atau tidak pulang sekalipun. Selama ini, tak ada pula penjelasan seperti ini. Aneh.

"Hm. Baiklah, terima kasih, Robert. Aku naik dulu."

Robert menunduk, mempersilakan Hazeline kembali melanjutkan langkah. Belakangan Manu bertingkah aneh. Tapi Hazeline tak mau ambil pusing. Ia pun berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Sementara itu, Nathan kembali mendapat teguran dari Jayden di ruangan cctv.

Selalu terjadi, lelaki itu menunduk saat mendengar ceramah Jayden yang memintanya untuk berhenti sebelum semua terlambat. Sebagai adik dari ibu Nathan, dia tak ingin keponakannya ini celaka.

Namun tetap saja, Nathan yang baru merasakan indahnya jatuh cinta, tak ingin kehilangan semua rasa menyenangkan di hati. Apalagi perasaannya sudah sangat dalam pada Hazeline yang sejak awal memikatnya.

"Aku akan memperjuangkannya."

"Memperjuangkan apa, Sialan!" pekik Jayden. Dia mengadahkan wajah keatas dan memejamkan mata. Nathan begitu keras kepala, batinnya.

"Hazeline mencintaiku juga. Jadi tidak sepantasnya aku meninggalkannya. Dia tidak bahagia disini."

Lagi, Jayden menghembuskan napasnya dengan kasar. Memang berat sekali memberitahu orang yang tengah jatuh cinta. Tapi Jayden tak mau berhenti.

"Hei." pria tua itu mencengkram bahu kiri Nathan dengan kuat. "Kau tahu, kadang cinta juga bisa menyakiti. Dia bisa saja mengkhianatimu."

"Tidak begitu."

"Cinta tidak semenyenangkan itu, Nathan. Dia bisa menghancurkan. Dan jika saatnya tiba, kau baru akan sadar dan membuka mata tapi semua telah terlambat. Maka aku menyadarkanmu sebelum semua itu terjadi."

"Aku tahu. Dan jika saat itu tiba pun, aku tidak akan menyesal."

"Terserah padamu saja!"

Jayden keluar dari ruangan itu dengan penuh kesal. Dia menutup pintu dengan keras karena Nathan tak mau mendengarkannya.

Nathan pula kembali menghela napas melalui mulutnya. Matanya kini beralih pada layar besar, memperhatikan pintu kamar yang sejak tadi tertutup.

Memang benar, cinta bisa menimbulkan dua hal. keindahan, dan juga kehancuran. Tapi dia yakin, cinta yang ia jalin dengan Hazeline adalah yang menimbulkan keindahan. Sorot mata kecintaannya itu begitu indah, berbeda dengan sebelum mereka saling mencintai.

Namun Nathan juga menyadari, dalam beberapa bulan lagi, hubungan ini pasti akan ketahuan. Dan jika saat itu tiba, seharusnya ia sudah menyiapkan rencana, kan?

~

Makan malam tiba. Hazeline ditemani beberapa pelayan yang berdiri tak jauh darinya. Sementara itu Hazeline diam menatap ponsel yang sejak tadi ia pegang dengan sebelah tangan, memperhatikan layar yang terus diam karena tak ada notifikasi dari Nathan. Ponsel lelaki itu tak aktif. Kenapa, ya? Tumben sekali. Biasanya Nathan akan bilang kalau dia akan mengisi daya atau apapun yang membuatnya harus menon-aktifkan ponselnya.

"Huuwh.."

Hembusan napas tanpa suara itu dilihat kepala dapur yang segera mendekat.

"Nyonya."

"Iya?" Kepala yang sejak tadi menunduk pun terangkat.

"Apa makanannya perlu kami ganti?"

"Ini?" Hazeline menunjuk makanan di piringnya. "Oh, tidak, Bi. Ini enak. Aku akan menghabiskannya." Ucap Hazeline penuh senyum. "Kalian kembalilah. Silakan makan malam. Jangan sampai telat karena aku akan makan dengan perlahan."

Kepala dapur itu tersentuh dengan perhatian majikannya. Tapi tidak bisa ia turuti saat ini.

"Kami harus memastikan nyonya makan dengan baik."

"Aku pasti makan ini sampai habis. Jangan tunda makan malam kalian. Kembalilah." Titah Hazeline dengan lembut dan senyum terkulum.

Pelayan-pelayan itu tidak ada yang bergerak. Beberapa diantaranya menunduk, tak berani menjalankan perintah Hazeline. Sebab peraturan yang dibuat untuk mereka sangat bertentangan dengan permintaan Hazeline saat ini.

"Manu tidak ada. Jadi, akulah yang mengatur disini. Tidak akan ada yang marah pada kalian termasuk Robert. Iya kan, Robert?" Hazeline mengeraskan suara supaya Robert yang berdiri agak jauh mendengarnya.

Robert menundukkan kepala, "Benar, nyonya."

"Kau juga, makanlah." Ucapnya pada Robert, lalu beralih lagi pada para pelayan di dekatnya. "Kalian bisa bubar. Jangan khawatirkan apapun."

Mereka saling pandang, lalu menunduk lagi. "Baik, Nyonya. Kami akan makan di belakang. Tolong panggil kami kalau nyonya butuh sesuatu."

"Tentu."

"Kami permisi, nyonya."

Hazeline mengangguk, dan lima pelayan yang ada disana pun bubar barisan teratur, termasuk Robert.

Hazeline mendesah pelan kemudian menggelengkan kepala. Peraturan di rumah ini memang aneh-aneh. Untung saja dia tak begitu suka dilayani, jadi para pelayan bisa meraup oksigen banyak-banyak saat ada Hazeline. Sebab jika dia tak ada, maka yang mengatur sesuai peraturan Manu adalah Robert. Si kepala pelayan patuh dan taat pada Manu, yang lebih sering mendapat kutukan dari hati Hazeline.

...💐...

Malam itu, Hazeline tidur dengan cepat. Biasanya dia akan berkirim pesan pada Nathan tapi sejak sore tadi lelaki itu tidak berkabar. Padahal jelas mereka baik-baik saja, bahkan semakin erat dan Nathan pun terus mengucapkan rasa sayangnya pada Hazeline. Tak mau memikirkan hal lain, Hazeline lebih memilih memejamkan mata supaya besok cepat bertemu dengan Nathan dan menanyakan soal ini.

Beberapa jam setelahnya, Manu membuka pintu kamar. Dilihatnya sang istri sudah terbaring memunggunginya. Dia menutup pintu perlahan supaya Hazeline tidak terbangun.

Manu berdiri menatap wajah tertidur itu. Dia mengulas senyum kecil, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

Setelah itu, dia merangkak naik ke tempat tidur. Dia ikut masuk kedalam selimut yang menutupi Hazeline. Perlahan dia mendekat dan melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Hazeline.

Rindu sekali. Dia sudah lama tak melakukannya dengan Hazeline. Wangi tengkuk wanita itu membuatnya ingin.

Manu mengukung Hazeline dengan kedua tangan yang bertumpu dengan siku. Perlahan ia kecup bibir istrinya. Lalu dengan perlahan, Manu memasukkan tangannya ke dalam baju, meraba tubuh hangat di dalam.

Dengan hati-hati Manu menyingkap gaun tidur Hazeline hingga memperlihatkan dada indahnya. Tak bisa ia tahan, Manu menelan ludah melihat kain merah yang menutupinya.

Hazeline yang merasa ada sentuhan di tubuhnya perlahan membuka mata. Dia mendapati Manu sudah ada diatas tubuhnya. Namun ia tak bisa menghindar karena merasakan sesuatu yang nikmat.

Sedetik kemudian Hazeline kembali tersadar. Ini Manu, pria yang sudah berjelajah ke banyak wanita.

Tidak, dia tak mau melakukannya. Tapi sentuhan ini, dia tak bisa menepis tangan yang bermain di atas dadanya. Tubuhnya sudah bereaksi sejak ia membuka mata.

"Maaf aku mengganggu tidurmu."

Oh, bisikan Manu sangat lembut. Mata mereka saling tatap. Hazeline bisa melihat sayu tatapan yang biasanya terlihat tajam. Manu kemudian mengecup cuping telinga hingga membuat seluruh tubuh Hazeline meremang.

Kecupan Manu berpindah ke bibir. Dia mellumat lembut bibir sensual Hazeline yang kemudian terbuka saat lelaki itu memaksa dengan lidahnya.

Ah, ****! Hazeline mengutuk dirinya yang tak bisa berhenti. Pikirannya melayang pada Nathan, namun sial sekali, dia malah mendesah dan membusungkan dada saat Manu menghisapnya.

Tidak bisa. Ini terlalu lembut. Manu melakukannya berbeda dari biasa, hingga tanpa sadar dia menghabiskan waktu bersama Manu dan tertidur di pelukan lelaki itu.

Layar ponsel di atas nakas menyala. Manu yang sejak tadi memperhatikan wajah Hazeline di dekapannya, beralih pada ponsel Hazeline. Dia meraihnya dengan satu tangan, dan mengerutkan dahi setelah membaca nama pengirim pesan. Nathan. Dia baru saja membalas.

1
yetiku86
selalu semangat berkarya Pen 💪💪💪💪
trmksh byk utk semu karya apikmu🙏🙏🙏
Syahdu: sama sama kak
total 1 replies
yetiku86
mantap Pen 👍👍👍👍
yetiku86
why Manu???
yetiku86
mbok ya jangan lari beneran to Nath, siapin mobil atau apa gitu. 😌
padahal sdh di niatkan, kok persiapannya cuma lari.
yetiku86
ternyata mimpi. ...
yetiku86
kira2 mimpi atau nyata neh ???
yetiku86
itu juga yg aku pikirkan Haze. dia bisa bermanis ria dengan perempuan lain tapi kenapa dgn istri sangat ketus dan kasar.
yetiku86
ngga adil bgt Pen, Manu yg selingkuh berulang kali tdk kau hukum
yetiku86
bgmn rasanya dihianati tuan Manu???
yetiku86
hanya ingin Hazeline....prettt...... ngomong sama ember 😡
yetiku86
gmn ini Pen, mau ndukung tapi salah ??? 😔
yetiku86
tutup mata paman Jay 🙈
yetiku86
itu karena mereka semua menyayangimu Haze 😊
yetiku86
bener bgt Haze....👍
yetiku86
sikapmu yg membuatnya tdk nyaman tuan 😔
kurasa siapapun wanita yg diperlakukan seperti itu pasti tdk akan mau , pingin aku tonjok juga 👊
yetiku86
pemimpin K-Group ? Yohan kah???
yetiku86
👍
Shifa Burhan
saat novelis wanita membuat novel yang bertema pemeran utama wanita atau istri selingkuh, itu sama saja kalian menunjukkan kemunafikan kelian sebagai wanita dan cara kalian menunpahkan segala pola pikir munafik kalian kedalam novel

istri selingkuh dengan lelaki lain dan perselingkuhan itu kalian benarkan (munafik)

tapi lihat novet novel2 kalian yang bertema suami selingkuh apa yang terjadi kalian laknat habis2an suami, kalian buat suami menyesal, mengemis maaf, berjuang, dan dapat karma, kalian buat karakter istri tegas dan pergi

tapi lihat saat kalian buat novel bertema istri selingkuh, perselingkuhan itu kalian benarkan, karakter suami kalian buat bodoh yang Terima saja kayak tidak punya harga diri sebagai lelaki,

ini lah bukti kalau pemikiran wanita sangat munafik yang dituangkan kedalam novel, dan mereka akan berlindung ini hanya halu, hanya novel hanya karya, tapi faktanya novel kalian bisa menunjukkan pola pikir kalian
Syahdu: terimakasih kak^^
total 3 replies
Ay Ay Aynaaa
aduuhhh kok mndadak tahan nafas baca nya 😩 bakalan ada tsunami dtg,,,
wulan
keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!