NovelToon NovelToon
Tertawan Pesona Sugar Daddy

Tertawan Pesona Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:452.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Virzha

Abian Dirgantara, pria yang diselingkuhi sang istri karena alasan dirinya yang miskin.

Abian hancur dan terpuruk saat wanita yang dicintainya lebih memilih pria lain dan pergi meninggalkan luka yang teramat dalam.

Setelah beberapa tahun kemudian, Abian kembali dengan membawa seluruh luka dan dendam pada mantan istrinya. Ia menemukan celah untuk membalaskan dendamnya melalui putri mantan istrinya yang masih belia.

Lantas, apakah Abian akan berhasil membalaskan dendamnya kepada sang mantan istri? Atau ia justru akan terjebak dengan permainannya sendiri dan malah terjerumus dalam pesona anak mantan istrinya?

******

Ini Novel kolaborasi dari penulis Virzha dan Author Ayuza ya guys ...

Jangan lupa like, komen, vote dan subscribe ya guys !!!!

Semoga suka!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Virzha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akumulasi Amarah.

"Minum dulu Ghea, mungkin itu bisa mengurangi rasa pusing di kepalamu." Rio membawa Ghea ke dapur umum dan memberikan wanita itu minum. Wajah Ghea terlihat pucat pasi dan berkeringat dingin.

"Terima kasih Rio," ucap Ghea begitu lirih, kepalanya sungguh pusing sekali seperti dipukuli gada yang bertalu-talu.

"Sepertinya kau kecapekan, pulang dulu gih. Selama ini aku lihat lihat kau juga tidak pernah libur," ujar Rio cukup perhatian juga dengan teman seperjuangannya itu.

"Iya, tapi aku selesaikan tugasku dulu Rio. Aku tidak enak kalau langsung pulang begitu saja." Ghea menolak, konsistensi dalam pekerjaan itu sangat penting menurutnya, jadi ketika tubuhnya sudah lumayan membaik, ia kembali bekerja mengepal lantai demi lantai di perusahaan Abian.

Namun, tubuh Ghea benar-benar tidak bisa diajak kompromi, belum genap setengah jam ia bekerja, kepalanya kembali pusing dan perutnya sangat mual membuat Rio kembali memaksa wanita itu untuk segera pulang.

"Jangan keras kepala Ghea, kau harus pulang. Aku akan mengantarmu," ujar Rio cukup kesal dengan sikap keras kepala Ghea.

"Tapi Rio -"

"Sudah jangan membantah, kalau kau sakit justru uangmu akan berkurang banyak. Cepat pulang sekarang, aku yang akan menggantikan mu dulu," ucap Rio sekali lagi meyakinkan Ghea agar wanita itu bisa tenang pulang kerumahnya.

"Ya ampun Rio, terima kasih sekali lagi, aku terus merepotkanmu," ujar Ghea mencoba tersenyum disela-sela tubuhnya yang lemah, Rio ini memang sangat baik padanya ketimbang teman-temannya yang lain, membuat Ghea cukup dengan pria itu.

"Tidak merepotkan kok, buruan pulang gih, istirahat, semoga cepat sembuh," kata Rio juga memberikan senyuman di wajah manisnya itu.

Ghea membalasnya karena tidak enak juga jika diajak tersenyum tanpa membalas, tapi tanpa dia tahu jika ada seseorang yang melihat hal itu dan mengirimkannya pada Abian, pria itu memang sengaja menaruh salah satu pengawalnya untuk mengawasi Ghea karena ia ada rapat penting.

******

Abian melihat foto-foto yang dikirimkan oleh anak buahnya itu dengan penuh emosi. Ia tidak suka melihat wanita yang menjadi mainannya itu tersenyum manis kepada pria lain selain dirinya. Ghea itu adalah miliknya, dan semua yang ada dalam diri wanita itu harus untuk dirinya.

"Kurang ajar, baru aku tinggal belum sehari saja dia sudah kegatelan. Memang darah itu lebih kental daripada air, kelakuannya sama persis seperti Ibunya yang menjijikan itu," geram Abian mere mas ponselnya dengan begitu emosi.

"Boy, setelah ini tidak ada meeting lagi 'kan? Aku akan pulang sekarang," ujar Abian melirik Boy yang kini duduk dikursi kemudi mobil, mereka baru saja kembali meeting dan sedang perjalanan pulang.

"Sudah tidak ada Tuan, setelah ini Anda hanya perlu pulang kerumah utama. Tadi Nyonya Reta -"

"Sudah aku bilang aku tidak sudi pulang ke rumah itu, kalau mau menunggu Minggu depan. Sekarang aku tidak bisa," sentak Abian semakin emosi saja rasanya. Saat ini yang ada dipikirannya hanya ingin segera menemui Ghea dan menghukum wanita itu karena telah membiarkan tubuhnya disentuh pria lain.

"Tapi Tuan, Nyonya Reta mengancam kalau Anda tidak pulang, beliau akan datang kerumah Tuan sendiri," kata Boy serba kebingungan, disatu sisi ia dimarahi Reta karena tidak berhasil membawa Abian pulang, dan disatu sisi ia juga kena semprot dari Abian, sungguh nikmat mana yang Boy dustakan?

"Biarkan saja, aku sekarang hanya ingin pulang. Kau dengar itu Boy? Pulang." Abian tidak begitu perduli, ia hanya ingin cepat pulang, sudah itu saja.

Boy menggaruk alisnya yang tidak gatal, yang dilakukannya apalagi kalau bukan menuruti keinginan Tuannya itu. Membawa mobil mereka ke perumahan Sukma yang kini sudah ditempati oleh Abian dan Ghea.

Langit sudah hampir gelap saat Abian pulang kerumah, terlihat Ghea masih menyempatkan dirinya untuk memasak meski sedang dilanda pusing yang luar biasa. Ghea melakukannya karena tentu saja tidak ingin membuat pujaan hatinya itu kelaparan saat pulang bekerja.

"Ghea!" Terdengar suara Abian memanggil-manggil Ghea dari arah ruang tamu.

"Bian sudah pulang, tumben," gumam Ghea melirik jam dinding yang menunjukkan pukul setengah enam sore itu.

"Ghea!" Suara Abian kembali terdengar, kini semakin dekat karena Abian mencari-cari Ghea sampai menemukan wanita itu didapur.

"Ada apa Sayang? Aku sedang memasak, tunggu sebentar ya," sahut Ghea dengan mata yang fokus memasak karena takut masakannya akan gosong jika ia tinggal.

Abian sampai di dapur, wajahnya semakin kesal saat melihat Ghea yang mengacuhkannya itu. Tanpa mengatakan apapun, ia langsung menarik lengan wanita itu dengan kasar.

"Eh?" Ghea sampai terkejut, ayam goreng yang dipegangnya pun hampir terjatuh. "Ada apa? Sudah lapar ya? Aku siapkan ini dulu," ucap Ghea sama sekali tidak tahu jika Abian sedang marah.

"Jangan bersikap manis didepanku setelah apa yang kau lakukan dibelakangku, Ghea!" Bentak Abian lagi-lagi membuat Ghea terkejut.

"Maksudnya apa sih Sayang? Melakukan apa?" Ghea sungguh dibuat kebingungan dengan sikap Abian yang berubah drastis itu, tatapan matanya pun begitu tajam seperti saat mereka pertama kali bertemu.

"Apa yang kau lakukan dengan pria rendahan tadi dikantor? Ha? Baru aku tidak menemuimu satu hari saja kau sudah seperti wanita yang haus akan perhatian?" Ucap Abian menarik pinggang Ghea hingga mereka menempel erat, tapi Abian bukan hanya memegang pinggang Ghea, melainkan diiringi cengkraman yang cukup kuat.

"Pria mana Sayang? Aku tidak mengerti," ucap Ghea terbata-bata, ia mencoba melepaskan tangan Abian karena kesaktian.

"Jangan berbohong!" Abian berteriak begitu keras, bayangan saat Sukma dulu membohonginya dan berkhianat tiba-tiba datang dan menyusup diingatan Abian. Dan kini dalam pikirannya Ghea juga melakukan hal yang sama membuat Abian seperti kehilangan kendalinya.

"A-ku tidak berbohong." Air mata Ghea spontan langsung meleleh begitu saja, tubuhnya gemetaran melihat Abian yang begitu marah.

"Kau memang tidak akan pernah berkata jujur, kau harus diberi hukuman agar kau tahu siapa aku Ghea." Abian yang sudah dikuasai emosi itu menarik tangan Ghea dengan kasar menuju kamar mereka.

"Bian, lepaskan aku, tanganku sakit," ucap Ghea berontak, ia sangat-sangat takut kalau Abian yang biasanya selalu mengulas senyum manis dan bertutur kata lembut itu akan menghukumnya.

"Sakit? Kau belum tahu sakit yang sebenarnya itu seperti apa," ucap Abian malah menekan tangan kecil Ghea hingga memerah.

Abian terus menyeret Ghea meski wanita itu kini terhuyung-huyung dan menahan sakit dikepalanya. Sesampainya di kamar, Abian menghempaskan tubuh Ghea ke ranjang dengan keras.

"Bian, kau ini sebenarnya kenapa? Aku membuat salah apa?" Tanya Ghea dengan wajah takutnya, ia benar-benar tidak mengenali pria yang kini sedang ada didepannya.

"Buka bajumu." Perintah Abian tanpa memperdulikan ucapan Ghea, ia menatap Ghea sangat tajam layaknya elang.

Ghea terkejut mendengar permintaan itu, jika bisanya ia mau-mau saja membuka bajunya, tapi kini entah kenapa ia sangat takut. Apakah selama ini sifat Abian yang asli seperti ini? Tapi karena terlalu buta akan cinta ia tidak bisa melihatnya?

"Aku tidak bisa, kepalaku sangat pusing." Untuk pertama kalinya sepanjang mereka berhubungan, Ghea menolak permintaan Abian dan hal itu mematik emosi Abian ke puncaknya.

"BUKA BAJUMU SEKARANG JUGA GHEA!"

Happy Reading.

TBC.

1
C2nunik987
hadir mudah mudahan ga gantung 🤣🤣🤣bibit pengkhianat udh di Sukma yuuk gasskan penderitaan utk pengkhianat 🤣🤣🤣
Rafly Rafly
satu persatu karma itu datang menghampiri..😁😁😁
Rafly Rafly
ada yg pusing..tapi nggak perlu Bodrex /Drool//Drool//Drool/
Rafly Rafly
ada yg pusing tapi nggak butuh Paramex /Drool//Drool//Drool/
tris tanto
lha othor amnesia ya,,
tris tanto
knp sll pake emosi kan peln dgn penekanan kn bisa mlh feelny lebih dpt,,gk nopel ini nopel ono bnyk emosi ketus sm kasar,,haduuh
tris tanto
kwkwkwkwkw
tris tanto
nah bersikap bodho amat kan mlh bagus
tris tanto
ketauan umurnya
tris tanto
knp nemu karakter cew nya pd ketus2 ato gk galak ya,,pdhl kalo bicaranya tegas itu bukan berrti galak n suka marah2 kan
tris tanto
kira2 abian umur brp ya,bls dendam aja nunggu 18 thn itu seumuran anaknya sukma 🤔🤔
Anonim
Terlalu kejam caramu menyiksa thor
Keana Cell
mati saja kau ghea
Keana Cell
kurang bermutu ceita novel ini
Keana Cell
lemah tokoh wanitanya
Keana Cell
kurang suka ceritanta, udah menderita cukup lama, ehh balik lagi
AYSHE
Luar biasa
Ing
terima nathan, jgn kembali pada Abian
Wiwik Murniati
kok abian jadi jahat ya ,,,,,,kenapa harus gea siih aku jadi ngak suka sama abian
Wiwik Murniati
aku tidak suka dengan abian ,,,,, kenapa dia harus balas dendam pada gea dasar ngak punya hati
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!