Ara dan Arion menikah karena karena perjanjian perjodohan kakek mereka. Hubungan keduanya terbilang harmonis.
Sementara Leona, sang ibu mertua tidak menyukai Ara, namun ia tidak punya hak untuk menolak perjodohan itu. Sehingga, ia bersikap tidak kejam pada Ara namun hanya mampu di lakukan di belakang Rion.
Hingga kematian kakak Rion merubah semuanya. Rion menjadi acuh dan menunjukkan kebenciannya pada Ara. Leona pun terang-terangan menjadikan Ara sebagai pembantu di kediamannya.
Ara berusaha bertahan karena cintanya pada sang suami, hingga sedikit demi sedikit rahasia mulai terbongkar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sasa Al Khansa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TGW 28 Pengakuan Mommy Leona
The Great Wife (28)
"Aku hanya bermimpi." Gumamnya.
Matanya tiba-tiba melihat ke atas nakas dimana ada sebuah kotak kecil.
Merasa penasaran, ia meraih kotak itu dan membukanya.
Rion menangis saat melihat isinya.
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Sebuah testpack yang menunjukkan dua garis merah. Ternyata, mimpinya bukan hanya sekedar bunga tidur.
"Semoga kalian selamat," lirih Rion.
Ia menyesali apa yang sudah ia perbuat. Namun, meratapi juga percuma.
" Jika kalian selamat, aku berjanji akan menjadi suami dan ayah yang baik bagi kalian berdua." Rion mengusap potret sang istri yang menjadi wallpaper di layar ponselnya.
Rion duduk bersandar ke tembok sambil memangku laptopnya. Setelah menyadarinya siapa istrinya, Rion akhirnya memutuskan untuk menggeledah isi kamar yang baru-baru ini di tempati Ara.
Hingga ia menemukan sebuah laptop yang terasa asing. Rion pun membukanya dan mencari tahu apa saja isinya.
...******...
Malam Harinya...
" Apa ada perkembangan atas pencarian Ara?" Mommy Leona bertanya pada Rion saat akan makan malam.
" Belum, Mom." Jawab Rion singkat.
" Soal di telpon kemarin, Mommy minta maaf. Mommy tidak bermaksud untuk membela Javin." Mommy Leona menunjukkan rasa bersalahnya.
" Tidak apa-apa. Aku mengerti."
" Setelah Mommy pikir-pikir, Javin memang harus mempertanggungjawabkan apa yang sudah ia perbuat."
Ara terkejut. Ia melihat ke arah Mommy nya.
"Mommy tidak keberatan aku melaporkannya?," tanya Rion tidak percaya.
"Ya." Jawab Mommy singkat. "Mommy terlalu memanjakannya dengan selalu menutupi kesalahan yang dia perbuat selama ini, hingga akhirnya ia bersikap seenaknya."
"Terimakasih karena Mommy mau mengerti"
Mommy Leona hanya mengangguk.
"Lakukanlah yang ingin kamu lakukan. Mommy akan mendukungmu".i
Makanan pun terhidang. Rion pun makan sekalipun ia tidak nafsu makan. Namun, seperti pesan Bayu bahkan mertuanya, ia harus menjaga kesehatannya.
Keduanya pun makan tanpa ada pembicaraan lagi sedikit pun.
Mommy Leona terlihat menarik sedikit sudut bibirnya saat melihat Rion menghabiskan minuman miliknya. Rion yang hanya fokus pada makanannya, tidak menyadari sikap aneh ibunya itu.
Keduanya pun kembali ke kamar masing-masing.
...******...
"Bagaimana ?."
" Kita tunggu sebentar lagi." Jawab Mommy Leona.
Johan tersenyum. Akhirnya, penantiannya selama ini akan membuahkan hasil.
" Aku sudah tidak sabar untuk menikmati kekayaan mereka."
Keduanya pun menunggu beberapa saat di dalam kamar Mommy Leona.
Tidak lama setelah makan malam selesai, Johan datang ke mension. Keduanya akan melakukan rencana selanjutnya.
"Ayo sekarang kita lihat!" Mommy Leona mengajak Johan keluar dari kamar dan menuju kamar Rion.
Setelah sampai di depan pintu kamar, ia mengeluarkan kunci cadangan.
Ceklek
Pintu di buka dengan pelan-pelan. Hingga terlihatlah Rion yang sedang tertidur.
"Kau yakin sudah bereaksi?" tanya Mommy Leona.
"Ya. Bahkan dosisnya lebih dari yang kita berikan pada kekek tua itu. Jadi, efeknya langsung akan di rasakan setelah beberapa jam mengkonsumsinya." Jelas Johan tersenyum.
Johan pun berjalan ke arah Rion dengan tenang. Ia mulai membangunkan Rion.
"Hei,, bangunlah!!" Johan menepuk muka Rion pelan agar Rion terbangun.
Setelah beberapa kali di bangunkan, akhirnya Rion terbangun.
Rion terkejut akan keberadaan Johan di kamarnya.
Namun, saat ia akan bertanya, tiba-tiba lidahnya kelu.
Deg
Aku kenapa? Tanya Rion dalam hati.
"Hahahaha " Johan tertawa. " Kau lihat sendiri, sayang. Obatnya memang sudah bereaksi." Johan merasa senang saat melihat wajah terkejut Rion.
"Hmm. Kau benar."
Mendengar suara Mommy Leona, Rion berusaha untuk bangun. Namun, selain lidahnya kelu. Ternyata, seluruh badannya juga tidak bisa di gerakkan.
Ada apa denganku? Kenapa aku tidak bisa menggerakkan tubuhku? Rion semakin bertanya-tanya di dalam hatinya.
"Sudahlah, Rion. Sekuat apapun kamu berusaha, kamu tidak akan bisa berbicara ataupun menggerakkan tubuhmu itu." Ucap Johan dengan seringai liciknya.
Apa yang sudah kamu lakukan padaku ? Rion melotot.
"Aku tidak tahu kamu mau bertanya apa ?" Johan mengejek Rion yang terlihat melotot ke arahnya.
Rion merasa tak berdaya. Ia tidak bisa melakukan apa-apa. Tubuhnya benar-benar tidak bisa bergerak sama sekali.
"Maafkan Mommy, sayang." Mommy Leona mendekat ke arah Rion dan duduk di ranjang dekat Rion.
Mommy Leona mengusap pipi Rion. "Kalau saja kamu tetap patuh pada Mommy, kamu tidak akan mengalami apa yang kakekmu alami." Jelas Mommy Leona.
Deg
Jadi, benar kalau Mommy yang melakukan semuanya pada Kakek?
Rion ingin menepis tangan itu, tapi tidak bisa.
Melihat keterkejutan Rion, Mommy Leona tertawa.
"Karena sebentar lagi kamu akan menemui kakekmu, aku akan mengatakan semuanya padamu.
Akulah dalang sebenarnya dari meninggalnya kakek tua itu. Bukan Ara." Mommy Leona tampak tersenyum dan tidak terlihat merasa bersalah sama sekali karena telah menghilangkan nyawa ayah mertuanya.
Air mata mengalir dari sudut mata Rion.
"Jangan menangis." Mommy Leona mengusap air mata Rion. "Laki-laki harus kuat." Ucapnya.
Kenapa Mommy jahat pada kakek?
"Kamu mau tahu alasannya kenapa aku melakukan semua itu? Itu karena aku ingin harta kekayaannya." Jelas Mommy Leona.
Johan hanya duduk di atas sofa sambil mendengarkan apa yang di katakan Leona. Ia membiarkan Leona melakukan apapun bahkan membongkar kejahatan keduanya yang telah berlalu. Lagipula, Rion akan menjaga rahasia itu sampai akhir hayatnya.
"Kau tahu, aku menyuruh seseorang memasukkan obat ke dalam makanan dan minuman yang di konsumsi kakek Rendra. Hingga perlahan-lahan ia mulai tidak bisa bergerak ataupun berbicara. Persis seperti yang kamu rasakan saat ini.
Aku pun mengancam dokter untuk mengatakan bahwa kakekmu meninggal karena sakit. Padahal, akulah yang memberikan ia obat tidur. Agar dia tidur selamanya."
Deg
Lagi-lagi Rion di but terkejut dengan pengakuan Mommy Leona.
Mommy jahat. Lagi-lagi Rion menangis.
"Kalau saja kakek tua itu mau menandatangani surat pengalihan harta kekayaannya padaku, ini semua tidak akan terjadi. Tapi, sampai di detik-detik kematiannya, dia tetap bertahan untuk tidak menandatanganinya. Jadi,dengan terpaksa aku melakukannya."
Rion hanya diam. Sekuat apapun ia berusaha untuk bicara, tidak ada suara yang keluar. Dan sekuat apapun ia berusaha menggerakkan tubuhnya, tubuhnya tidak bergerak sedikitpun.
"Ternyata, ia lebih memilih mengikuti anaknya ke alam baka." Tambahnya.
" Awalnya, aku tidak berniat melakukan semua ini padamu, Rion. Tapi, kamu memaksaku melakukannya. Kamu sudah mulai tidak patuh lagi padaku.
Padahal, aku sudah berusaha untuk membuatmu percaya bahwa Ara lah pelakunya. Namun, seiring berjalannya waktu, kamu terlihat tidak percaya. Bahkan malah berniat melaporkan kejanggalan kematian kakek ke polisi.
Kamu pikir aku akan membiarkan kamu melakukan semua itu? tentu saja Tidak! Bukti yang aku berikan untuk menjebak Ara malah berbalik menyerang ku? mana mungkin aku membiarkannya."
TBC
...----------------...
...Jangan lupa untuk tinggalkan jejak, like, komentar dan subscribe....
...Terimakasih atas dukungannya...
...🥰🥰🥰...